Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 7)


__ADS_3

"Hel main yu ke rumah aku" ajak Tania


Mereka sekarang sedang berjalan di lobi kampus setelah jam pelajaran selesai.


"Hmm boleh, aku juga pengen ketemu sama Bunda kamu " kata Rachel senang


"Pengen ketemu Bunda atau Bang Riza?" Tania tersenyum menggoda sambil menaik turunkan alisnya


"Apaan si Tan" Rachel tersenyum malu


"Hahaha. Kenapa muka merah tuh" kata Tania semakin asyik menggoda Rachel


"Tania" teriak Rachel sambil berlari mengejar Tania yang sudah lari duluan.


Tania berlari ke luar kampus sambil terus tertawa melihat Rachel yang masih mengejarnya. Saat Tania berhenti sebentar karna nafas nya sudah ngos ngosan. Tania melihat ada Riza yang berjalan ke arahnya tanpa memperhatikan kanan kiri.


Brukk


Rachel menabrak tubuh Riza sampai Riza sempoyongan dan mereka jatuh dengan Rachel yang berada di atas tubuh Riza. Tatapan mata mereka beradu dan untuk beberapa saat mereka hanya bisa saling menatap.


'Kenapa sama jantung gue' Rachel


'Aduh jantung gue kenapa dag dig dug gini' Riza


"Ekhem"


Rachel dan Riza langsung tereperanjat kaget saat mendengar seseorang berdehem. Rachel segera bangun dari tubuh Riza dan merapikan hijabnya dengan perasaan gugup setengah mati. Riza pun segera berdiri dan merapikan pakaian nya.


"Kita jadi jadi pulang gak nih?" tanya Tania mencoba menahan senyumnya


"Jadi" Riza dan Rachel menjawab dengan serempak


"Wahh kompak banget si kalian" kata Tania tersenyum menggoda


"Apaan si dhe, ayo masuk mobil " Riza pun membuka pintu mobil dan masuk duluan


Saat di dalam mobil Riza segera mengatur nafasnya dan mengusap ngusap dadanya yang terus berdebar.


"Ayo Hel kita masuk" ajak Tania


Rachel mengangguk dan masuk ke pintu belakang sementara Tania duduk di depan bersama Riza.


Di sepanjang perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka. Riza sesekali melirik ke arah Rachel dari kaca sepion di atas. Tak sengaja tatapan mereka beradu saat Riza melihat Rachel dari sepion.


Deg Deg Deg

__ADS_1


Jantung keduanya berdetak tidak beraturan. Rachel segera mengalihkan pandangan nya ke arah jendela.


'Ada apa sama gue? kenapa jantung gue?' Rahcel


' Aduhh kenapa lagi sama jantung gue?' Riza


Mobil yang di tumpangi mereka pun akhirnya sampai di pekarangan rumah Satya. Setelah Riza memarkirkan mobil sport nya mereka pun turun dan berjalan masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum " kata mereka serempak


"Waalaikumsalam " jawab Salwa dan Satya yang kebetulan memang sedang tidak ke kantor.


Mereka menyalami Salwa dan Satya betgantian. Setelah itu mereka duduk di sofa ruang tamu. Satya melihat gelagat aneh dari Riza dan juga Rachel yang terlihat sangat canggung.


"Rachel kita ke kamar aku yu" ajak Tania


Rachel mengangguk dan mengikuti langkah Tania menuju kamarnya.


"Riza juga mau ke kamar dulu" Riza pun berlalu pergi ke kamarnya


"Ada apa sama mereka?" tanya Satya heran


Salwa hanya mengangkat kedua bahunya


"Rachel kamu kenapa diem aja dari tadi?" tanya Tania heran


"Aku kayanya harus periksa jantung aku deh Tan" kata Rachel


Tania mengerutkan keningnya "Maksudnya?"


"Gak tahu kenapa ya dari tadi jantungku dag dig dug terus. Apa mungkin aku punya penyakit jantung ya?" kata Rachel polos


"Hahaha" Tania hanya bisa tertawa mendengar perkataan konyol dari teman nya itu.


"Rachel... Rachel.." Tania menggelengkan kepalanya


"Kamu itu bukan nya kena penyakit jantung Hel. Tapi kamu itu lagi jatuh cinta" kata Tania menahan tawanya


Rachel terkejut mendengar ucapan Tania barusa.


"Maksudnya aku jatuh cinta sama abang kamu yang nyebelin itu? Hah gak... gak mungkin Tania" Rachel menggeleng kan kepalanya mencoba menepis fikiran nya


"Hahaha. Kan ada pepatah bilang kalau benci bisa jadi cinta" kata Tania


"Tapi itu tidak mungkin Tania" teriak Rachel dengan wajah yang sudah memerah

__ADS_1


"Hahaha" Tania hanya tertawa


Di kamar lain Riza sedang merebahkan tubuhnya sambil menatap langit langit kamarnya. Entah kenapa bayangan wajah Rachel terua berputar putar di fikiran nya.


'Kenapa sama gue?'


Riza menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan bayangan wajah Rachel dalam fikiran nya.


'Kenapa tadi wajahnya terlihat sangat manis ya? Duh kenapa sama gue'


Riza memegang dadanya dan tersenyum saat kembali teringat wajah Rachel yang tadi menabrak nya dan berada di atas tubuhnya.


Tok tok tok


"Bang ayo makan malam dulu" teriak Tania dari luar kamar Riza.


"Iya"


Riza pun bangun dan berjalan ke kamar mandi karna Dia memang belum mandi.


Di meja makan semua sudah siap tapi tinggal menunggu Riza yang belum keluar dari kamarnya.


"Lama banget si Riza" kata Seno kesal


"Iya ngapain dulu si Bang Riza" kata Tania ikutan kesal


Salwa dan Rachel hanya tersenyum melihat kaka beradik yang sedang menggerutu kesal. Tak lama kemudian Riza pun datang dengan pakaian santainya yang terlihat semakin tampan.


Rachel segera menundukkan kepalanya saat Riza menatapnya. Riza pun duduk di depan Rachel.


"Lama banget si Bang" kata Tania merengut kesal


"Maaf, tadi mandi dulu" kata Riza datar


"Cieeee yang mau ketemu pacar rapi amat, wangi lagi" kata Seno menghirup aroma tubuh Riza yang duduk di samping nya


Riza langsung menginjak kaki Seno yang ada di bawah meja hingga membuat Seno berteriak.


"Ada apa Seno?" tanya Salwa


"Gak papa Bun" jawab Seno menyengir kuda


Salwa hanya menggelengkan kepalanya. Sementara Riza menatap tajam pada Seno yang di balas tatapan sama dari Seno karna Seno merasa kesal telah si injak kakinya oleh Riza.


Setelah Satya memimpin doa, mereka pun makan malam dengan tenang. Riza sesekali melirik Rachel yang terus menunduk kan kepalanya karna merasa gugup harus berhadapan dengan Riza.

__ADS_1


__ADS_2