Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 91


__ADS_3

Salwa berlari menyusuri lorong rumah sakit, Bi Yani tidak bisa ikut karna di rumah tidak ada siapa siapa. Akhirnya Salwa pergi dengan supir ke rumah sakit.


"Assalamualaikum. Apa yang terjadi Ela?" tanya Salwa setelah berada di hadapan Ela


"Waalaikumsalam. Maafkan saya mbak, karna saya sudah lalai menjaga anak anak" Ela menunduk merasa bersalah


"Kenapa semuanya bisa seperti ini?" tanya Salwa


FlashBack ON


Anak anak sekolah TK dimana Riza dan Seno sekolah, hari ini sedang mengadakan acara olahraga di luar sekolah. Mereka akan berjalan jalan sambil ibu guru memberi penerangan tentang sehat nya berjalan kaki.


Awalnya terlihat baik baik saja sampai ada seorang anak gadis kecil yang berlari ke tengah jalan untuk membeli ice cream yang ada di sebrang jalan.


Tin Tin Tin


Suara klakson mobil yang sudah dekat dengan gadis kecil itu saat akan menyebranga.


"Awasssss" teriak guru dan anak anak yang lain nya


Tapi tanpa di duga Riza dan Seno berlari cepat dan mendorong gadis kecil itu sampai Dia hampir terjatuh. Saat Seno dan Riza akan berlari ke pinggir jalan tapi semuanya terlambat karna mobil sudah dekat.


Brukkk


Riza dan Seno tertabrak oleh mobil itu, Ela yang melihat itu langsung lari dan memanggil supir untuk segera membawanya ke rumah sakit.


FlashBack OF


"Begitu mbak ceritanya, saya juga tidak menyangka kalau mereka bisa senekat itu" jelas Ela


"Ya sudah tidak papa, sekarang kita berdoa saja semoga mereka baik baik saja" kata Salwa menenangkan Ela yang terus merasa bersalah

__ADS_1


Ceklek


Pintu ruangan UGD terbuka dan langsung keluar dokter dan dua orang perawat. Salwa segera menghampiri dokter dengan perasaan harap harap cemas .


"Bagaimana Dok?" tanya Salwa


"Anda ibunya dari dua jagoan di dalam?" tanya Dokter yang di jawab anggukan oleh Salwa


"Anda tenang saja anak anak anda memang sangat kuat. Mereka tidak papa, luka dan benturan nya tidak terlalu keras. Bahkan sekarang mereka sudah sadar. Anak anak anda memang jagoan Nona" jelas Dokter


Salwa bernafas lega " Apa saya boleh melihat mereka dok?"


"Tentu saja, mereka tidak perlu di rawat nanti sore juga bisa pulang " kata Dokter


"Baiklah, terimakasih banyak dokter" kata Salwa


Salwa masuk ke ruang rawat anak anak nya di ikuti Ela sang pengasuh. Salwa sedikit bingung kenapa bisa anak anak nya berada dalam satu ruangan? Tapi ya sudahlah yang penting mereka baik baik saja.


"Assalamualaikum " Salwa menghampri ranjang pasien dan duduk di kursi yang berada di tengah antara ranjang Seno dan Riza.


"Bagaimana keadaan kalian? Apa ada yang sakit?" tanya Salwa menatap Seno beralih menatap Riza


"Kami baik ko Bunda" jawab Seno ceria


"Baguslah kalau kalian baik baik saja, istirahat lah nanti sore kita pulang" kata Salwa


Salwa memcium puncak kepala kedua anaknya lalu Dia keluar bersama Ela dan duduk di kursi tunggu yang berada di luar ruangan Seno dan Riza.


"Kenapa mereka bisa satu ruangan La?" tanya Salwa


"Karna tadi mereka sendiri yang memintanya mbak" kata Ela

__ADS_1


Salwa mengerutkan keningnya " Maksud kamu ? Bukannya mereka tadi tidak sadarkan diri?"


Ela tersenyum " Waktu pas di bawa kesini mereka memang tidak sadarkan diri. Tapi pas dokter menyuntikkan obat pereda nyeri karna akan memjahit luka mereka tiba tiba mereka menjerit secara bersamaan. Bahkan dokter pun sampai kaget" jelas Ela


Salwa tersenyum dan menggelengkan kepala "Dasar ya mereka, bikin Bundanya panik aja"


Ela tersenyum " Mereka memang sangat kuat mbak, di usia yang masih kecil tapi sudah mau menolong orang"


Salwa hanya tersenyum lalu Dia merogoh tas selempangnya dan mengambil ponsel untuk menghubungi suaminya dan memberi tahu kabar tentang anak anaknya. Tapi sayang ponsel Satya masih tidak aktif. Akhirnya Salwa kembali menyimpan ponselnya ke dalam tas.


Salwa berdiri bermaksud akan ke kantin untuk membeli minum. Tapi sebelum melangkah kepalanya kembali berdenyut dan penglihatan nya mulai buram.


Brukkk


"Mbak Salwa" teriak Ela yang melihat Salwa ambruk di lantai


"Mbak bangun, tolong suster dokter" teriak Ela sambil menepuk nepuk pipi Salwa agar sadar


Dokter dan suster pun datang mereka segera membawa Salwa ke ruang rawat untuk di periksa. Ela menunggu di luar sambil memegang tas Salwa.


Ceklek


Dokter keluar dari ruangan Salwa.


"Bagaimana Dok?" tanya Ela was was


"Pasien kelelahan dan Dia juga demam. Jadi untuk saat ini biarkan pasien istirahat saya sudah memberikan nya obat penurun demam untuk ibu hamil" jelas dokter


"Baiklah Dokter, terima kasih banyak" kata Ela


Dokter mengangguk dan langsung pergi, sementara Ela langsung masuk ke ruangan Salwa dan melihat Salwa sedang tidur dengan wajah yang sangat pucat. Ela pun duduk di sofa menunggu Salwa terbangun.

__ADS_1


Bagaimana ?


Maaf jika ceritanya membosankan. Sudah saya bilang kalau saya hanya penulis amatiran yang mencoba coba untuk mengarang sebuha novel.. Maafkan semua kesalahan saya dalam cerita ini. 🤗🤗


__ADS_2