
Malam harinya Satya di buat panik karna Salwa yang demam. Suhu tubuhnya tidak kunjung turun meskipun sudah meminum obat yang dari rumah sakit kemarin.
Salwa menggigil tapi tubuhnya sangat panas, wajahnya sudah pucat. Satya terus saja menemeni istrinya sambil menunggu dokter yang sudah Dia telpon tadi.
"Mas dingin " kata Salwa mengeratkan pelukan nya
"Iya Sayang, kamu sabar ya sebentar lagi dokter datang" Satya mencium kening istrinya dan mengusao keringat istrinya dengan tisu
Tok Tok Tok
"Masuk" teriak Satya
Bi Yani dan dokter perempuan datang menghampiri Satya yang masih memeluk istrinya.
"Tua, dokter nya sudah datang" kata Bi Yani
"Silahkan periksa istri saya dok" kata Satya yang di jawab anggukan oleh dokter
"Sayang kamu di periksa dokter dulu ya, lepas dulu tangan mu" Satya melepas tangan Salwa yang memeluknya lalu Dia mencium kening Salwa
Dokter cantik itu pun langsung memeriksa keadaan Salwa. Setelah selesai memeriksa Salwa dokter pun langsung menghampiri Satya dan memberikan obat pada Satya.
"Nona baik baik saja Tuan, Dia hanya kelelahan dan juga terlalu banyak fikiran menjadikan suhu tubuhnya naik dan menjadi demam. Tolong jangan terlalu kecapean apalagi Nona sekarang sedang hamil muda" jelas Dokter pada Satya
Satya mengangguk dan langsung berjalan menghampiri istrinya itu. Sementara Dokter sudah di antar keluar sama Bi Yani.
"Kamu istirahat ya sayang " Salwa mencium kening istrinya
Satya pun naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Salwa.
"Sini peluk biar gak dingin" kata Satya
Salwa pun langsung masuk ke dalam pelukan Satya. Dia menyandarkan kepalanya di dada Satya dan tangan nya melinggkar di perut suaminya. Satya pun mencium puncak kepala istrinya dan mengelus kepala istrinya itu.
......................
Pagi harinya Satya terbangun pas adzan subuh berkumandang. Satya meletakan punggung tangan nya di kening Salwa. Satya bernafas lega saat suhu tubuh Salwa sudah turun.
"Mas sudah subuh ya" Salwa membuka matanya saat merasa ada sesuatu yang menepel di kening nya
"Iya Sayang" kata Satya tersenyum lalu mengecup singkat bibir istrinya
__ADS_1
"Morning kiss sayang" kata Satya lagi
"Ishh kamu ini, ayo bangun kita shalat subuh dulu" kata Salwa beranjak dari tempat tidurnya
"Sayang tungguin aku ihh" teriak Satya sambil berjalan menyusul istrinya yang sudah masuk duluan ke kamar mandi.
Selesai shalat subuh Salwa kembali berbaring di tempat tidur bersama sang suami. Satya duduk menyandar dan Salwa memeluknya dengan kepala di dada suaminya.
"Kamu gak ke kantor Mas?" tanya Salwa
"Nggak Sayang, aku mau temenin kamu aja. Kamu kan lagi sakit" kata Satya
Salwa mendongak dan menatap suaminya "Mas aku baik baik aja, sekarang aku juga udah gak demam lagi"
"Sayang kamu emang udah gak demam tapi wajah kamu masih pucat banget kaya gitu" Satya mengelus pipi Salwa
"Tapi aku gak papa ko Mas, kalau kamu mau kerja ya kerja aja" kata Salwa
"Nggak Sayang, aku gak kerja. Lagian semuanya sudah di serahkan sama sekertaris aku dan aku juga gak ada jadwal miting hari ini" jelas Satya
"Baiklah " kata Salwa
Satya merubah posisi duduknya dan sekarang mereka sudah saling berhadapan. Satya meraih tengkuk Salwa lalu mencium bibirnya dengan penuh rasa rindu dan cinta.
Tok Tok Tok
Salwa memukul dada Satya agar melepaskan ciuman nya karna ada yang mengetuk pintu kamarnya. Tapi Satya tidak memperdulikan itu, Dia terus saja melu^mat bibir istrinya dengan ganas.
"Hmmmm.. Hmmm" Salwa masih mencoba melepaskan tautan bibir mereka
Tok Tok Tok
"Ayah, Bunda kita masuk ya" teriak Seno sambil terus mengetuk pintu
Mendengar itu Satya segera melepaskan ciuman nya dengan wajah di tekuk kesal karna kenikmatan nya di ganggu oleh dua bocah itu.
"Sabar ya Ayah, nanti malam dilanjut lagi" kata Salwa mengusap bibir suaminya yang basah
"Janji ya Bunda, awas kalau bohong " kata Satya merajuk
"Hahaha, kamu ini seperti Seno aja yang suka merajuk" kata Salwa sambil berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu.
__ADS_1
Ceklek
"Bunda lagi ngapain si sama Ayah? Lama banget bukain pintunya" kata Seno kesal
"Bunda gak papa kan? Katanya Bunda semalem sakit?" tanya Riza khawatir
"Iya, kita kesini mau lihat keadaan Bunda" Seno menimpali
Salwa tersenyum " Bunda baik baik saja Sayang, ayo masuk "
Salwa berjalan dengan menggandeng dua pangeran kecil menghampiri Satya yang duduk di tempat tidur masih dengan wajah kesal nya.
"Ayah kenapa?" tanya Riza
"Ayah kalian lagi panas dalam " jawab Salwa asal
Satya melirik tajam pada istrinya " Ayah gak panas dalam, Ayah lagi kesel sama dua kecoa penganggu"
"Emang disini ada kecoa ya Yah?" tanya Seno bingung
"Iya kecoa nya gede gede lagi" kata Satya
"Ayah sudah, kenapa malah bahas kecoa" kata Salwa yang tahu apa maksud suaminya
"Bunda ikut kami keluar yu" ajak Seno sambil bergelayut manja pada sang Bunda
"Mau apa sayang?" tanya Salwa
"Kalian kan harus siap siap untuk sekolah" tambahnya lagi
"Iya makanya itu kami mau Bunda yang bantuin kami untuk siap siap " kata Riza manja
"Loh kenapa anak anak Bunda ini? Ko jadi manja? Biasanya kalian kan siap siap sendiri " kata Salwa
"Hari ini kita maunya sama Bunda" kata Seno merengek
"Riza, Seno kalian tidak boleh membuat Bunda kerepotan. Kalian kan bisa sendiri, Bunda baru saja sembuh" kata Satya tegas
Seno dan Riza langsung menunduk dan mengangguk kan kepalanya. Salwa merasa tidak tega pada anak anak nya itu.
"Ya sudah ayo Bunda bantu kalian bersiap siap " kata Salwa lembut
__ADS_1
"Bunda jangan manjakan mereka, mereka itu laki laki dan laki laki itu harus mandiri" kata Satya tegas
Salwa hanya menghela nafas karna memang suaminya mendidik kedua anaknya sangat tegas. Seno dan Riza pun keluar kamar Bundanya dengan wajah di tekuk.