Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 48


__ADS_3

Syaida sedang duduk manis di ayunan dekat kolam berenang. Matanya memandang ke arah taman yang di hiasi bunga bunga indah. Tiba tiba Dia teringat pada kaka nya yang sangat menyukai bunga. Syaida terlonjak kaget saat ada tangan kekar yang menepuk bahunya.


"Ya Allah Mas aku kaget tau" Syaida memegangi dada nya sambil mengatur nafas nya


"Maaf sayang, lagian kamu melamun terus si" kata Gio duduk di depan Syaida


"Aku lagi inget sama Kaka aja" kata Syaida


"Kalo gitu kita ajak saja nanti mereka makan malam disini" usul Gio mengelus pipi Syaida


"Beneran?" tanya Syaida antusias


"Iya sayangku. Gimana kalau kita ajak sekalian Vano dan Bang Reno. Sekalian kumpul kumpul" kata Gio


"Iya Mas" Syaida mengangguk cepat


"Oke kalau gitu aku telpon dulu mereka ya" Syaida mengangguk dan Gio pun langsung pergi ke dalam rumah untuk mengambil ponsel nya.


Gio sudah menghubungi Vano dan Reno. Mereka pun sangat setuju untuk makan malam di rumah Gio. Gio pun tinggal menghubungi Satya.


"Hallo Bang Sat"


"Hmmm. Apa??"tanya Satya dingin


"Yaelah Bang, lo itu selalu saja gitu sama gue. Nanti malam kita makan malam di rumah gue! Bang Reno sama Vano juga bakalan kesini bawa istri istri mereka" kata Gio


"Gue tanya Salwa dulu"


"Gak usah, Salwa pasti mau ko" kata Gio memaksa


"Okelah nanti gue kesana" kata Satya pasrah


"Siap" Gio langsung menutup telpon nya lalu Dia kembali ke taman untuk menemui istrinya


..................


Malam hari nya Satya dan Salwa sudah siap untuk pergi makan malam di rumah Gio. Seperti dugaan Gio kalau Salwa langsung setuju saat di ajak makan malam di rumah nya. Mereka juga membawa pengasuh Riza supaya Salwa tidak kerepotan nanti nya.


Gio dan Syaida memang tinggal berdua, karna kedua orang tua Gio kembali ke luar negeri karna adiknya Gio disana tidak ada yang menjaga dan mengawasi.


Satya dan Salwa sudah sampai di rumah Gio yang ternyata Reno dan yang lainnya juga sudah sampai. Satya dan Salwa pun langsung ikut bergabung bersama mereka.


"Ponakan tante ganteng banget si" Syaida mencium pipi Riza yang berada di gendongan Salwa


"Makanya cepet punya anak dhe" kata Satya sambil melirik Gio

__ADS_1


"Semoga ya Kak, doakan saja" kata Syaida tersenyum


"Selalu kaka doakan yang terbaik untukmu dhe" Salwa mencium kepala adiknya yang tertutup hijab


Semua yang ada di ruang tamu itu hanya tersenyum bahagia melihat kaka beradik itu.


Mereka pun langsung makan malam karna memang telah di siapkan oleh tuan rumah.


"Kak ko makan nya dikit banget?" tanya Syaida saat melihat Salwa sudah selesai makan sementara yang lain masih melanjutkan makan nya


"Lagi gak enak aja perutnya dhe" jawab Salwa sambil minum air putih


"Hah aku tahu kenapa perut kaka sakit, kebiasaan buruk kaka gak pernah berubah. Pasti kaka lupa sarapan sama makan siang kan?" tanya Syaida penuh selidik


"Udah ih, kamu melanggar aturan kaka jika sedang makan tidak boleh berbicara oke. Kaka mau nemuin Riza dulu" Salwa langsung berdiri dan berjalan meninggalkan meja makan


Syaida hanya menunduk diam karna merasa bersalah telah melanggar aturan kaka nya. Sementara itu Satya memandang punggung istrinya yang menghilang di balik pintu kamar.


Selesai makan mereka pun kembali kumpul diruang keluarga. Mereka mengobrol dan bercanda bersama.


"Dulu Kevin ada lo yang gak ada Gi. Sekarang lo ada Kevin nya gak ada" kata Reno


"Hahaha Iya Bang. Gimana ya kabar si Kevin?" kata Gio


"Ihh kebetulan banget adhe aku video call" kata Alisya antusias


"Angkat Ma, aku juga mau liat wajah si Kevin" kata Vano pada istrinya


Alisya pun segara menggeser ikon hijau dan langsung menampakan wajah Alifiya dan Kevin.


"Hallo Kak" kata Alifiya terlihat sekali dari wajah nya kalau Dia sangat merindukan kaka nya


"Fiya, Kevin gimana kabar kalian?"


"Baik Kak"


"Kita lagi ngumpul ni" Alisya mengarahkan ponsel nya pada mereka semua yang sedang berkumpul


"Wah kangen banget aku kumpul sama kalian" kata Alisfiya sedih


"Makanya cepet pulang" teriak Reno


"Bang itu bukan nya si Gio ya?" tanya Kevin


Alisya pun segera menyerahkan ponsel nya pada Reno.

__ADS_1


"Iya" jawab Reno setelah menerima ponselnya


"Wih gilla kapan balik tuh orang?"


"Udah lama kali, lo aja yang malah pindah dasar kampret lo" kata Gio ikutan nimbrung


"Hahaha. Sialan lo"


"Kaka itu siapa?" tanya Fiya saat melihat Gio


"Ohh ini istri lo Bro?" tanya Gio


"Iya kenalin namanya Fiya"


"Hai gue Gio temen nya Kevin"


"Fiya Kak"


Cukup lama mereka melakukan video call, Alifiya dan Kevin juga tak lupan mengucapkan selamat pada Satya dan Salwa begitu pun pada Gio dan Syaida.


"Kak,Riza mana?" tanya Syaida


" Anak anak udah pada tidur dhe" kata Salwa


"Udah shalat dhe?" tanya Salwa karna memang sudah adzan Isya


"Belum kak, bentar lagi" jawab Syaida tanpa mengalihkan pandangan nya pada posel


Salwa menghela nafas kasar


"Shalat dulu, jangan di nanti nanti jika memang tidak ada halangan yang penting" kata Salwa tegas


"Iya Ka iya" Syaida mematikan ponsel nya sambil menunduk siap mendengarkan omelan kaka nya


"Syaida apa yang menjadi kebiasaan kita di pesantren harus tetap jadi kebiasaan kita sehari hari. Jangan lalaikan itu dhe, dunia hanya sementara. Cepat shalat dulu" kata Salwa kesal


Mereka yang ada disana merasa tersentuh hatinya saat mendengar penuturan Salwa. Betapa lalainya mereka selama ini? Terutama para laki laki, meskipun sering di ingat kan oleh sang istri tapi mereka masih suka lalai.


"Iya Kak Maaf" Syaida menuduk merasa salah pada kakanya


"Shalat lah, kaka masih nifas. Ajak suamimu" kata Salwa lembut


"Ayo Mas" Syaida dan Gio pun langsung pergi ke kamarnya untuk melaksanakan ibadah nya


Mereka yang ada disana juga ikutan pergi untuk beribadah. Sungguh ucapan Salwa membuat mereka sadar atas kelalaian nya kepada Tuhan mereka selama ini.

__ADS_1


__ADS_2