Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 61


__ADS_3

Satya sedang merenung di balkon kamarnya yang langsung menghadap ke arah taman. Sesekali Dia menghembuskan nafas kasar. Satya memejamkan matanya seolah terlalu banyak beban yang di fikirkan nya.


Salwa masuk ke kamarnya sambil menggendong Riza yang sudah terlelap. Salwa berjalan ke arah box bayi dan menidurkan Riza di sana. Salwa melihat ke sekeliling, tapi Dia tidak menemukan suaminya.


Salwa pun melihat pintu ke arah balkon terbuka. Salwa berjalan ke arah balkon karna Dia tahu pasti suaminya ada di sana.


"Mas" panggil Salwa


"Hmm" Satya menoleh dan tersenyum pada istrinya


"Ngapain disini? masuk yu dingin" kata Salwa lembut


"Sebentar lagi Sayang" kata Satya


Salwa berjalan mendekati suaminya itu. Dia berdiri di samping Satya dengan tangan berpegangan pada pegangan pagar.


"Ada apa Mas?" tanya Salwa


Satya menoleh dan tersenyum lalu Dia menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada apa apa ko Sayang" jawab Satya


"Terus kenapa kamu melamun disini?" tanya Salwa menatap suaminya lekat lekat


"Sayang" Satya membalikan tubuhnya menghadap Salwa dan menggenggam kedua tangan Salwa.


"Aku melupakan satu hal" ucap Satya membuat Salwa bingung


"Maksud Mas apa?" tanya Salwa


"Apa kamu lupa, jika kita dulu hanya menikah secara agama saja" jelas Satya menunduk merasa bersalah


Deg


Salwa bahkan melupakan hal itu, mendadak dadanya terasa sesak mengingat semua yang Dia lalui selama ini. Salwa sangat menginginkan pernikahan yang sah di mata agama dan negara. Apa mungkin Satya akan mewujudkan nya?

__ADS_1


"Sayang" panggil Satya yang melihat Salwa malah melamun dengan tatapan kosong


"Eh Mas?" Salwa gelagapan


"Aku mau kita menikah secara resmi dan kita akan mengadakan resepsi pernikahan" jelas Satya


Salwa terkejut mendengar ucapan Satya, benarkah apa yang Dia dengar? Salwa merasa tidak percaya kalau suaminya akan mengajak nikah resmi.


"Apa kamu serius Mas?" tanya Salwa


"Iya sayang aku serius. Kita akan mengadakan acara resepsi minggu depan" kata Satya pasti


"minggu depan? Apa tidak terlalu cepat Mas?" tanya Salwa kaget


"Tentu tidak Sayang. Aku sudah menyiapkan semuanya. Reno dan Vano bersama istri istri mereka juga membantu semuanya" jelas Satya


"Aku hanya menurut saja apa yang terbaik menurut mu Mas" jawab Salwa tersenyum


Satya meraih tubuh Salwa ke dalam pelukan nya. Satya mendekap tubuh Salwa sangat erat dan mencium puncak kepalanya berulang kali.


Salwa hanya mengangguk dalam pelukan suaminya. Satya pun menggiring Salwa ke dalan kamarnya untuk tidur karna hari sudah sangat larut malam.


...................


Pagi ini Syaida sedang duduk di tempat tidur nya sambil memainkan ponselnya. Gio sedang pergi ke dapur untuk membuatkan susu ibu hamil untuk Syaida. Tiba tiba posel milik suaminya berdering. Syaida pun segera mengambil ponsel itu dan mengangkat telpon dari nomor yang tidak di kenal.


"Hallo Tuan Gio. Ini saya dari pihak kepolisian, saya mau memberi tahukan kalau tahanan yang bernama Gisella Marquez sedang berada di rumah sakit karna mencoba melakukan bunuh diri"


Syaida langsung menjatuhkan posel suaminya. Tangan nya terasa lemas mendengar semua penjelasan polisi tadi.


Gio masuk ke dalam kamarnya dengan membawa segelas susu hangat untuk ibu hamil. Gio terkejut melihat istrinya menangis.


"Sayang kenapa nangis? Ada apa?" Gio menghampiri istrinya setelah menaruh gelas susu di meja kecil samping tempat tidur.


"Kenapa kamu gak bilang sama aku? Kenapa kamu gak minta izin dulu sama aku?" tanya Syaida

__ADS_1


"Apa maksud mu sayang? Aku tidak mengerti" kata Gio bingung


"Kamu memasukan Gisel ke penjara? Tapi kamu tidak minta persetujuan aku dulu" kata Syaida


Gio tersentak kaget mendengar ucapan istrinya. Selama ini Dia mencoba menyembunyikan semua tentang Gisel karna Gio tahu respon apa yang akan Syaida berikan.


"Sayang aku minta maaf. Aku hanya ingin memberi Gisel pelajaran agar Dia tidak bertingkah semaunya" jelas Gio


"Aku tahu Mas, tapi setidak nya kamu beri tahu aku dulu. Jujur aku juga ingin Gisel mendapat hukuman atas semua perbuatan nya dulu. Tapi...." Syaida menggantungkan ucapan nya


"Tapi apa Sayang?" tanya Gio


"Tapi aku tidak mau merusak hubungan kamu dan adikmu hanya karna masa lalu aku dan Gisel. Kalian itu saudara dan aku tidak mau merusak persaudaraan kalian. Kita serahkan semuanya pada Allah Mas. Biar Allah saja yang menghukum Gisel dan semoga Allah juga memberi hidayah agar Gisel bisa berubah dan bertaubat" jelas Syaida


Gio terharu dengan ucapan istrinya yang sangat tulus itu. Gio pun memeluk Syaida dan mencium kening istrinya.


"Terimakasih sayang untuk semuanya" kata Gio


Syaida hanya mengangguk lalu Dia melepaskan pelukan suaminya.


"Mas kita harus ke rumah sakit sekarang" kata Sayida


"Rumah Sakit? memang mau apa kita kesana ? apa kamu sakit?" tanya Gio beruntun


"Tidak Mas, aku tidak sakit tapi Gisel ada di rumah sakit " kata Syaida


"Apa??" Gio tersentak kaget


"Emang Gisel kenapa sayang?" tanya Gio lagi


Syaida pun menjeaskan semuanya tentang Dia yang mengangkat telpon dari pihak kepolisian dan apa yang polisi katakan padanya.


"Oke sayang kalau gitu kita kesana sekarang. Tapi kamu minum dulu susunya" Gio mengambil susu yang tadi di letakan di meja


Syaida segera menghabisakan susu itu dan Dia pun segera siap siap untuk pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


Setelah semuanya siap Syaida dan Gio pun langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat kedaan Gisel.


__ADS_2