
"Kamu"
"Dasar kaka gak punya akhlak pergi gak bilang bilang dan pulang juga gak bilang" Syaida langsung menjewer telinga Doni yang sudah di anggap sebagai kakanya sendiri
Salwa yang baru tersadar dari keterkejutan nya pun ikutan menjewer telinga Doni yang sebelahnya lagi.
"Awwww.. " Doni memegangi tangan Syaida yang menjewer telinganya sementara telinga yang sebelahnya lagi juga terasa panas karna di jewer oleh Salwa
"Gak punya akhlak main peluk peluk aja ya. Ingat bukan mahrom" kata Salwa kesal
Satya dan Gio hanya terbengong mendengar ocehan para istri mereka. Baru kali ini Gio ataupun Satya melihat istri istrinya mengomel begitu dan terlihat sangat menggemas kan.
"Aduh Ka, lepasin dulu dong sakit tahu. Kamu juga lepasin dong dhe" teriak Doni
Karna tidak tega dan sudah puas melampiaskan kekesalan nya mereka pun melepaskan tangan nya dari telinga Doni. Sebenarnya bukan kesal juga si, tapi lebih tepatnya mereka rindu akan sosok Doni yang pacicilan dan selalu bisa menghibur mereka di saat saat tersulit mereka.
"Apa kabar Bang Satya" Doni mengulurkan tangan nya pada Satya
"Baik" Satya menjabat tangan Doni
"Dan apa kabar Bang Gio " Doni pun mengulurkan tangan nya pada Gio
"Hmmm. Masih ingat kamu sama saya" Gio menjabat tangan Doni
"Haha. Gak usah formal gitu dong, slow aja kalo sama Gue Bang. Eh boleh kan gue panggil lo Bang?" cerocos Gio
"Haha. Kirain lo bukan anak gaul kaya kita. Haha. Boleh lah lo boleh panggil Gue Bang" kata Gio
"Ayo duduk" ajak Salwa
"Gitu dong Ka, adik nya dateng malah di jewer bukan di suruh duduk di tanya kabar atau apa gitu ke" cerocos Doni yang sudah duduk di sofa
"Kalo gitu kalian ngobrol lah dulu, aku sama Gio ada kerjaan sedikit" kata Satya yang langsung mencium kening Salwa sebelum pergi ke ruang kerjanya bersama Gio
Salwa hanya tersenyum melihat Doni yang memang cerewet jika berurusan dengan nya ataupun Syaida. Berbeda dengan Doni di luaran sana yang selalu tampak cool. Salwa pun ikut duduk di samping Doni setelah Satya dan Gio pergi.
"Lagian kamu sendiri datang datang main peluk peluk kaka" kata Salwa masih kesal
"Ya ampun Ka, kaka kan bilang kalau aku ini udah kaka anggap seperti adik kaka sendiri" kata Doni
"Ck iya kaka tahu, tapi jangan asal meluk kaka juga kali Don. Mau bagaimana pun kita gak sedarah dan bukan mahrom nya" kata Salwa
__ADS_1
"Tuh dengerin, makanya masuk pesantren sana biar ngerti. Lagian dulu di suruh sekolah di pesantren sama Ibu ka Doni malah gak mau" cerocos Syaida
"Ya ampun dhe, kalau kaka masuk pesantren sama seperti kalian nanti kaka bakalan di dikerubuti para santri wati disana secara kaka kan tampan" kata Doni narsisi
Peletak
"Awww sakit Ka" Doni mengusap keningnya yang sengaja di jitak oleh Salwa padahal Salwa pelan pelan dasar Doni nya aja yang lebay.
"Mana ada santri wati ngerubuti kamu, bertatap wajah sama lawan jenis saja tidak boleh" kata Salwa kesal
Syaida menepuk keningnya " Kaka fikir di pesantren perempuan nya sama kaya di kampus kaka gitu? Ya nggak lah Ka, kita tahu aturan "
Doni hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Tapi dulu Ka Salwa bilang pernah pacaran sama anak pemilik pesantren" Doni masih mencoba membela diri
Plak
Kali ini Salwa memukul tangan Doni karna merasa gemas dengan Donu yang terus nyerocos dari tadi.
"Kaka gak pernah pacaran ya, tapi ta'aruf" kata Salwa ketus
Salwa menghela nafas kasar " Sudah lah percuma bicara sama kamu"
"Berarti bener kan apa kata aku kalau di pesantren juga sama kaya di kampus ku" kata Doni
"Doni bisa diam tidak" kata Salwa mulai kesal
"Marahin aja Ka" Syaida berdiri dan berlalu pergi menemui anak anak yang masih bermain sama Gisel
"Kenapa aku selalu salah dimata kalian si" gerutu Doni
"Salah nya karna kamu masih jomblo" kata Salwa asal karna sudah lelah terus berdebat sama Doni
"Siapa bilang aku jomblo" kata Doni sok cool
"Memangnya kamu sudah punya calon istri?" tanya Salwa
"Udah dong" jawab Doni tersenyum bangga
"Serius?" tanya Salwa tidak percaya
__ADS_1
"Dua rius malah" Doni mengacungkan dua jarinya
"Doni serius ihh" kata Salwa yang mulai kembali kesal
"Iya Ka, nanti aku kenalin sama kaka ya" kata Doni
"Awas kalo bohong, kaka tunggu ya dan cepat menikah jangan sampai lama berpacaran tidak baik" kata Salwa
"Iya Ka" kata Doni lemas karna Salwa sudah mulai menceramahi nya
"Ya sudah sekarang kamu ikut kaka nemuin anak anak kaka. Emang kamu gak mau lihat anak anak kaka" Salwa berdiri dan berjalan di ikuti Doni
"Justru itu alasan aku kesini buat lihat keponakan keponakan aku" jawab Doni yang terus mengikuti langkah Salwa
"Bunda" teriak Seno yang langsung berlari ke arah Bundanya
Salwa pun berjongkok dan merentang kan tangan nya. Seno langsung memeluk Bunda nya dan mencium pipi Salwa, Riza pun tak mau kalah Dia pun memeluk dan mencium pipi Salwa.
"Ini anak anak mu Ka?" tanya Doni
Salwa mengangguk " Riza, Seno kenalkan ini Om Doni"
"Hai jagoan "Doni mengangkat tangan nya
"Hallo Om" Seno langsung menepuk telapak tanga Doni
Riza pun melakukan yang sama tanpa membalas sapaan dari Om nya.
"Loh ada tamu Ka" kata Gisel yang tiba tiba muncul
"Iya kenalin Gisel ini Doni saudara kaka"kata Salwa
Doni pun berdiri dan berbalik ke arah Gisel dan tersenyum manis ke arahnya.
"Hai, Doni" mengulurkan tangannya
"Loh kamu kan yang waktu itu di bandara" kata Gisel kaget sekaligus senang
"Hmmm. Iya kali, aku lupa hehe" jawab Doni
"Ohh Baiklah, aku Gisel" menjabat tangan Doni dan tersenyum
__ADS_1