Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 18)


__ADS_3

Seno melajukan mobilnya masih dengan fikiran melayang ke foto yang ada di rumah Faiha tadi.


' Kenapa ada foto Rachel di sana ya'


Masih bingung dengan apa yang baru saja ditemukan nya tiba tiba ponsel nya berdering. Seno pun segera mengangkat telpon nya.


"Hallo Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


"Ada apa?"


" Kapan lo balik ke rumah? Bunda nanyain lo terus"


"Iya nanti gue bakalan pulang ko, besok gue juga udah kuliah lagi"


"Oke sip deh kalo gitu"


Setelah mengucapkan salam Seno pun menutup telpon nya. Kini Dia sudah berada di apartemen nya. Seno berbaring di atas sofa sambil memejamkan matanya yang sedikit lelah.


Bukan nya tidur justru Seno malah terbayang wajah Faiha. Entah kenapa Dia tersenyum saat membayangkan wajah cantik gadis buta itu.


......................


Besok paginya Riza sudah berada di dalam mobil bersama Tania. Riza belum menceritakan apapun tentang hubungan nya dengan Rachel pada Tania.


"Kenapa kita kesini dulu Bang?" tanya Tania heran karna Riza malah mampir ke rumah teman nya


Tin tin tin


Riza tidak menjawab tapi Dia malah membunyikan klakson mobil agar si pemilik rumah segera keluar.


Tak lama kemudian Rachel keluar dari rumah nya dengan senyum ceria nya.


"Assalamualaikum " kata Rachel


"Waalaikumsalam " jawab Tania dan Riza


Rachel pun segera masuk ke kursi belakang karna di depan sudah ada Tania. Riza pun segera melajukan mobilnya sambil sesekali melirik ke arah belakang.


"Gak ada yang mau kalian ceritain nih sama aku?" kata Tania menatap curiga pada Riza


Keduanya kompak membisu tanpa ada yang mau menjawab pertanyaan Tania barusan.

__ADS_1


"Rachel cepet jelasin, apa kalian udah jadian?" Tania menatap Rachel yang ada di kursi belakang


Rachel tersenyum kaku, bingung juga harus menjelaskan apa. Rachel terlalu malu kalau harud Dia yang menjelaskan.


"Iya kita udah jadian" jawab Riza datar karna tahu Rachel tak mungkin menjawabnya


"Hah serius Bang" kata Tania antusias


"Iya" jawab Riza singkat


"Yeayyy selamat ya buat kalian berdua" kata Tania kegirangan


"Makasih Tan, tapi aku minta kamu jangan bilang sama siapa siapa dulu ya. Pokonya gak boleh ada yang tahu di kampus tentang semua ini" kata Rachel serius


"Kenapa?" tanya Riza dan Tania serempak


"Kalau sampe fans nya Riza tahu bisa di gantung di atas monas gue" kata Rachel membayangkan kalau sampai fans nya Riza tahu tentang hubungan mereka


"Hahaha ada ada aja kamu itu Hel" kata Tania


"Ihh serius Tan" kata Rachel


"Iya iya aku ngerti ko, aku juga suka di tanya aneh aneh sama fans nya Bang Riza sejak mereka tahu kalau aku adhe nya" kata Tania memberengut kesal


"Iya Dear" kata Riza tersenyum walau sebenarnya terasa kesal karna tidak bisa memerkan kemesraan mereka di depan teman teman nya di kampus.


Sesampainya di kampus Tania dan Rachel langsung keluar dari mobil Riza dan langsung berlari mumpung parkiran masih agak kosong.


Riza menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua wanita itu.


Saat Riza keluar Dia melihat mobil yang sangat di kenal nya. Riza pun segera menghampirinya.


"Kemana aja lo?" Riza menepuk bahu Seno


"Gue baik baik aja ko Za" jawab Seno


"Nanti lo pulang ke rumah kan?" tanya Riza sembari berjalan berdampingan bersama Seno


"Iya" Seno memasangkan kaca mata hitam nya membuat para kamu hawa terpana melihat ketampanan kedua pria itu.


......................


"Assalamualaikum " kata mereka yang baru saja pulang dari kampus

__ADS_1


"Waalaikumsalam " jawab Salwa


"Kalian sudah pulang" Salwa pun mengajak anak anaknnya untuk masuk ke dalam rumah


"Ayah belum pulang Bun?" tanya Tania


"Belum mungkin sebentar lagi" kata Salwa


Benar saja tak lama kemudian Satya pun pulang dari kantornya. Setelah mengucapkan salam Satya pun ikut bergabung dengan anak anaknya.


"Assalamualaikum " Seno baru saja sampai di rumah yang sudah beberapa hari ini Dia tinggal kan.


"Waalaikumsalam " Mereka semua menoleh ke arah Seno


"Bang Seno" Tania langsung berlari dan memeluk kakanya itu


"Seno" Salwa pun langsung memeluk anaknya


"Kamu tega tinggalin Bunda " kata Salwa dengan mata berkaca kaca


Seno mencium tangan Bundanya "Maaf Bun, Seno cuma butuh waktu sendiri "


"Ya sudah ayo duduk dulu, ada yang mau Ayah ceritakan sama kamu" kata Satya


Setelah semuanya duduk, Satya pun mulai menceritakan tentang pertemuan nya dengan Sandi dan tentang semua cerita Sandi padanya.


"Jadi begitu Seno, kau harus bisa memaafkan Ayah kandungmu. Kamu tidak perlu khawatir karna sampai kapan pun kamu tetap anak Bunda dan Ayah. Tapi kamu juga harus bisa menerima keberadaan Ayah kamu. Kasian Dia bahkan sudah tidak punya siapa siapa" Jelas Satya


Seno terdiam beberapa saat "Terimakasih Ayah, Bunda. Seno sangat menyayangi kalian. Kalau boleh Ayah bisa suruh Papa Sandi untuk datang kesini"


Satya dan yang lain nya tersenyum bahagia. Akhirnya satu persatu masalah telah bisa di selesaikan dengan damai. Satya pun segera menelpon Sandi dan menyuruh nya datang ke rumahnya.


Tak lama kemudian Sandi pun datang ke rumah Satya. Sandi diam mematung saat melihat anak kandung nya yang selama ini tidak di ketahui keberadaan nya.


"Papa" panggil Seno lirih sambi berdiri dan berjalan ke arah Sandi


Sandi terdiam saat mendengar Seno memanggilnya dengan sebutan Papa. Inikah kebahagiaan yang sesungguhnya. Sandi benar benar merasa bahagia dan tidak bisa diucapkan dengan kata kata.


"Maafkan Seno Pa" Seno langsung memeluk Sandi


"Kamu tidak salah Seno, Papa lah yang salah. Maafkan Papa" kata Sandi tanpa sadar telah meneteskan air mata bahagia


Semuanya tersenyum haru melihat anak dan ayah yang kembali bersatu setelah sekian lama terpisah.

__ADS_1


__ADS_2