
"Jadi ada apa kamu kesini Sen?" tanya Sandi
Sekarang Seno memang sedang berada di rumah Papa nya. Kini mereka telah duduk santai di sofa ruang keluarga.
"Gini Pa, Seno butuh bantuan Papa" kata Seno
"Bantuan apa?" tanya Sandi penasaran juga merasa sangat bahagia karna akhirnya Dia juga di butuhkan oleh anak semata wayang nya ini.
"Seno butuh uang dan tolong carikan donor mata " kata Seno
Sandi mengerutkan keningnya "Donor mata? Untuk siapa Sen?"
"Buat Faiha calon mantu Papa" kata Seno tersenyum bangga
"Hah" Sandi terkejut
"Kamu sudah punya calon istri?" masih belum percaya tentang apa yang di ucapkan anaknya
Seno mengangguk cepat " Iya Pa"
"Siapa tadi namanya?" kata Sandi lagi
"Faiha Pa, yang waktu itu Seno bawa saat acara kelulusan Seno" jelas Seno
Sandi terlihat berfikir sebentar "Oh gadis yang tidak bisa melihat itu, dan yang bersama adiknya pacarnya Riza"
"Iya Pa" kata Seno sedikit ragu taku kalau Papa nya tidak mau membantunya dan tidak menyetujui hubungan mereka
"Dia gadis yang cantik juga baik, Papa suka. Baiklah Papa akan membantu kamu mencarikan donor mata yang cocok untuk nya" kata Sandi tersenyum
"Beneran Pa?" tanya Seno merasa tidak percaya
"Iya" Sandi mengangguk
"Terimakasih Pa, terimakasih banyak" Seno mencium tangan Papa nya lalu memeluknya
"Tapi ada syarat nya" kata Sandi
Seno langsung melepas pelukan nya dan menatap Papa nya dengan tatapan was was. Takut syaratnya akan memperumit hubungan nya dengan Faiha.
__ADS_1
"Hahaha biasa aja melihat Papa nya dong Boy" kata Sandi
"Apa syarat nya Pa?" tanya Seno ragu ragu
Sandi terlihat berfikir sebentar, Dia sengaja mempermainkan Seno yang sudah cemas dengan syarat yang akan Dia berikan.
"Syarat nya adalah kamu harus mengganti nama kamu dan memakai marga Mahendra" kata Sandi membuat Seno bernafas lega
"Oke, kalau cuma itu syarat nya aku setuju. Tapi Seno gak mau menghilangkan marga Bramarta karna mau bagaimana pun keluarga Bramarta lah yang telah membesarkan Seno" jelas Seno
Sandi tersenyum "Tidak masalah, jadi nama mu sekarang adalah Arseno Mahendra Bramarta. Bagaimana bagus kan"
Seno mengangguk dan tersenyum "Bagus, aku suka"
"Dan satu lagi" kata Sandi
"Apa?" tanya Seno menatap Papanya
"Papa berencana akan memindahkan semua perusahaan dan bisnis Papa ke Indonesia. Biarlah yang di luar negri di urus sama paman mu saja. Dan Papa mau kamu yang mengurusnya. Kau kan sudah lulus kuliah" kata Sandi
"Hmmm. Baiklah Pa" kata Seno menyetujuinya dan Sandi tersenyum puas.
......................
Kini Seno dan keluarga Satya sudah berkumpul di ruang keluarga. Semuanya terlihat sangat bahagia.
"Oh ya, kapan kalian akan menggantikan ayah untuk mengurus perusahaan ?" tanya Satya serius
"Kita kan mau lanjutin S2 dulu Yah" kata Riza
"Iya Yah" jawab Seno
Satya menghela nafas "Baiklah, kalian mau lanjutin dimana?"
"Kalau Ayah sama Bunda izinin si mau di luar negri" jawab Riza ragu ragu
"Gak, Bunda gak setuju" tolak Salwa tegas
"Tuh kan Bunda pasti gak setuju" kata Seno pada Riza
__ADS_1
"Iya, menurut Ayah kalian kuliah di indonesia saja. Di sini juga banyak Universitas yang bagus. Atau kalian melanjutkan lagi di kampus kalian yang kemarin" jelas Satya
Riza dan Seno terlihat berfikir dengan sangat keras. Universitas mana yang bakal mereka pilih.
"Baiklah Yah, Bunda kita kayanya bakal lanjutin di kampus yang sekarang aja. Males juga cari lagi yang lain" kata Riza yang di angguki Seno
"Iyalah, kalau gitu kan bisa deket deket sama Doi. Iya gak Bang?" kata Tania menggoda Riza
"Bener banget, apa lagi sekarang satu kampus udah tau hubungan mereka. Jadikan makin leluasa" Seno ikutan menggoda Riza
"Diam kalian" kata Riza dingin
"Hahahaha" bukan nya takut mereka malah tertawa bahagia melihat Riza terpojok.
"Oh ya ada yang mau Seno bicarakan juga sama Ayah dan Bunda" kata Seno setelah berhenti tertawa
"Ada apa Sen?" tanya Satya
Kini semuanya menatap serius pada Seno yang masih mencari kata kata yang pas untuk menyampaikan semuanya pada mereka.
"Gini Yah, Bun aku mau carikan donor mata buat Faiha. Apa kalian setuju?" tanya Seno ragu ragu
Semuanya tersenyum
"Kamu serius pada Faiha? Jangan kamu samakan Faiha dan wanitamu yang lain" kata Satya
"Iya Yah, kali ini aku serius sama Faiha" jawab Seno pasti
"Baiklah kalau kamu beneran serius sama Faiha. Ayah akan bantu kamu untuk carikan donor mata untuk Faiha" kata Satya
"Terimakasih Yah" kata Seno tersenyum bahagia
Satya hanya mengangguk dan tersenyum.
"Oh iya Yah, aku juga mau ngasih tau kalau Papa Sandi minta aku ganti nama jadi Arseno Mahendra Bramarta " jelas Seno
Satya kembali tersenyum "Iya Ayah tau ko, tadi kan Papa kamu telpon sama Ayah minta izin buat nambahin marga keluarga nya di nama kamu"
Seno tersenyum bahagia karna Dia di kelilingi orang orang yang sangat menyayangi nya.
__ADS_1