Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 71


__ADS_3

Pagi ini Salwa berniat pergi ke rumah Syaida untuk menjemput anak anaknya. Karna sudah 2 hari anak anak nya menginap di rumah Syaida. Salwa sudah siap dan segera pergi menggunakan taxi. Karna supir di rumah nya sedang pulang kampung. Jadinya Salwa menaiki taxi online.


Di perjalanan Salwa merasa tidak enak dengan perasaaan nya. Tapi Dia tidak menghiraukan itu.


"Pak kenapa lewat sini? Tujuan Saya bukan ke sini kan sudah saya beri tahu di aplikasi" Salwa merasa mulai tidak tenang saat melihat jalanan bukan jalan ke rumah Syaida adiknya.


"Pak kita mau kemana?" Salwa semakin panik saat supir taxi yang di tumpangi nya tidak menjawab


Salwa segera merogoh tas selempang nya untuk mengambil ponsel dan menghubungi suaminya. Saat sudah mendapat kan ponselnya Salwa segera menghubungi suaminya.


"Ayo dong Mas angkat telpon nya" Salwa semakin panik saat suaminya tidak mengangkat telpon darinya


"Hallo Sayang" Akhirnya telpon nya di angkat oleh Satya


"Mas tol....Hemmmmmp"


Tiba tiba ada yang membekap mulut Salwa dari belakang dengan sapu tangan. Salwa mulai kehilangan kesadaran nya dan ponselnya pun terjatuh dari genggaman nya.


"Hallo.. Hallo Sayang, kamu dimana? Sayang jawab aku jangan bikin aku cemas. Sayang" Suara Satya berteriak terdengar dari ponsel Salwa


Orang yang tadi membekap Salwa pun mengambil ponsel Salwa lalu membuka jendela mobil dan melempar ponsel Salwa ke jalanan hingga ponsel Salwa mati.


"Kita kemana sekarang?" tanya supir taxi


"Ke jalan xx " jawab orang di belakang


Supir hanya mengangguk dan melajukan mobilnya menuju tempat yang di tuju.


......................


Satya di buat panik setengah mati saat mendapat telpon dari istrinya. Satya yakin kalau Salwa dalam bahaya saat ini. Tiba tiba Satya teringat sesuatu, Dia segera mengambil ponsel nya dan membuka pesan dari nomor yang tidak di kenal.


08522xxxxx


Jika kau tidak bisa membahagia kan Salwa. Maka saya akan mengambil nya dari kamu dan akan memisahkan kalian

__ADS_1


Itulah pesan ancaman yang menganggu fikiran Satya selama ini. Awalnya Satya menganggap kalau itu hanya orang iseng. Tapi sekarang Satya menjadi takut kalau apa yang orang itu katakan akan benar Dia lakukan.


"Ahh bukan nya tadi Salwa bilang mau jemput anak anak. Mungkin Dia di rumah Syaida. Gue harus telpon Syaida mungkin saja ponsel Salwa habis batre" Satya berbicara sendiri dan segera menghubungi Syaida


"Hallo Assalamualaikum Ka"


"Waalaikumsalam. Dhe apa kakamu ada di sana?"


"Kaka? Tadi si bilang mau kesini jemput Seno dan Riza tapi sampai sekarang kaka belum sampai juga"


Satya diam mematung mendengar ucapan Syaida. Kini Satya semakin di buat panik dan khawatir.


'Kemana kamu sayang' Satya


"Hallo Ka, apa kaka masih disana? Ada apa dengan Ka Salwa ?"


"Eh i...iya dhe" Satya tersadar dari lamunan nya


"Ada apa dengan ka Salwa?"


"Kaka juga tidak tahu dhe, tapi tadi kakmu menelpon kaka dan tiba tiba telpon nya terputus saat kaka mu akan mengucapkan sesuatu"


"Kamu tenang dulu, kamu sekarang jagain anak anak biar kaka yang mencari Salwa"


"Ya udah kalau ada apa apa telpon adhe ya Ka"


"Iya. Kaka tutup dulu telpon nya Assalamualaikum "


Satya segera menutup telpon tanpa menunggu jawaban dari Syaida. Kini Satya kembali menghubungi telpon rumah nya. Mungkin saja Salwa masih di rumah dan tidak jadi pergi.


"Hallo Bi apa Salwa ada di rumah?"


"Maaf Tuan bukan nya neng Salwa sudah pergi dari tadi"


"Apa?"

__ADS_1


"Naik apa Dia pergi nya Bi?"


"Neng Salwa naik taxi online Tuan"


"Baiklah terimakasih Bi"


Satya segera menutup telpon nya, perasaan nya makin panik. Satya segera meraih kunci mobil di meja kerjanya dan segera pergi ke luar ruangan nya.


"Tuan mau kemana?" tanya sekertaris Satya yang akan masuk ke ruangan Satya tapi tiba tiba Satya ke luar dari ruangan nya.


"Saya ada urusan penting " jawab Satya datar tapi terlihat jelas ada kekahawatiran di mata nya.


"Tapi Tuan, sejam lagi kita ada miting dengan perusahaan ARC GROUP " kata sekertaris nya


"Batalkan semuanya Andin, Saya ada urusan penting" kata Satya emosi dan langsung pergi tanpa mau mendengarkan alasan apapun dari Andin sekertaris nya.


Kini Satya telah berada di dalam mobilnya. Satya melajukan mobilnya tanpa tujuan yang pasti karna Dia tidak tahi dimana istrinya berada. Tiba tiba Satya teringat seseorang dan Dia langsung menelpon nya. Satya memasang airphone di telinga nya suapaya memudahkan Dia menelpon di kedaan sedang menyetir.


"Hallo Tuan"


"Jhoni saya butuh bantuan mu. Tolong lacak keberadaan istri saya melalui ponselnya dan lacak nomor yang tadi sudah saya kirim kan padamu. Cari tahu siapa pemilik nomor yang meneror saya"


"Baik Tuan"


Satya segera memutuskan telpon nya dan menunggu kabar dari Jhoni sambil terus melajukan mobilnya sambil melihat lihat ke kanan dan kiri mencari sosok Salwa.


"Kamu dimana sayang" Satya mengusap wajah frustasi


Ponsel Satya kembali berdering dan Satya pun segera mengangkat nya.


"Hallo Jhoni. Bagaimana?"


"Menurut orang suruhan saya, Nona Salwa ada dijalan B di lihat dari terakhir kali ponsel nya aktif dan untuk nomor itu berada di jalan xx"


"Baik terimakasih "

__ADS_1


Satya segera menutup telpon nya dan melajukan mobil nya menuju jalan B yang di beri tahukan oleh Jhoni terakhir kali ponsel Salwa aktif.


Maaf baru bisa up sekarang, Kemarin ada acara aqiqahan keponakan aku jadi agak sibuk hehe. Jangan lupa Vote, like komen nya. Terimakasih 🤗🤗😍😍


__ADS_2