Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 36


__ADS_3

Satya tengah menunggu seseorang di kafe miliknya, karna orang itu membatalkan bertemu di restauran dan memilih di kafe.


"Sudah menunggu lama" kata seorang wanita yang cantik dan sexi


"Tidak" jawab Satya dingin


"Okelah tak usah dingin kaya gitu Sat" katanya lagi sembari membenarkan posisi duduk nya


"Cepat katakan apa mau mu?" tanya Satya to the point


"Kau tidak mau memesan minum dulu apa?" tanya nya lagi


"Aku tidak punya banyak waktu cepat katakan apa mau mu?" tanya Satya


"Lebih baik kita periksa kecocokan nya dulu baru aku akan memberi tahu persyaratan nya" Katanya lagi


"Baiklah ayo kita pergi sekarang ke rumah sakit" Satya berdiri dan berjalan ke luar kafe


Wanita itu tersenyum puas melihat Satya yang menuruti keinginan nya. Dia pun langsung menyusul Satya keluar kafe.


Sesampai nya di rumah sakit Satya segera menuju ruangan dokter Rini untuk melakukan pengecekan.


Dokter Rini pun menyetujui permintaan Satya dan mengajak orang yang akan mendonorkan tulang sumsum nya pada Salwa ke ruangan pemeriksaan.


Satya pun kembali ke ruangan Salwa dan kembali mencium kening istrinya itu.


"Semoga Dia bisa mendonorkan tulang sum sum belakang nya untuk mu sayang. Bertahan lah" ucap Satya mencium tangan Salwa


"Aku mencintai mu Salwa" bisik Satya di telinga Salwa


Salwa seolah mendengar ucapan Satya sampai Dia meneteskan air mata dari sudut matanya. Satya langsung tersenyum dan mengusap air mata Salwa.

__ADS_1


"I Love You My Wife" Satya kembali berbisik di telinga Salwa lalu mncium pipi istrinya.


Setelah puas memandang wajah istrinya, Satya pun kembali keluar untuk menunggu hasil dari dokter Rini. Saat Satya keluar ternyata dokter Rini sudah berada di luar menunggu Satya.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Satya tak sabar


"Hasil nya cocok Tuan" Dokter Rini tersenyum


"Lalu mana Dia?" tanya Satya


"Nona Bella telah pergi Tuan. Dia hanya menitipkan ini pada saya" dokter Rini menyerahkan secarik kertas pada Satya


Satya menerima nya dan mengangguk lalu menyuruh dokter Rini pergi dari hadapan nya. Satya pun membuka kertas itu.


Temui aku di kafe tadi besok siang


Itulah isi dari kertas kecil itu. Satya. Menggeram kesal melihat tulisan itu. Satya merasa di permainkan oleh Bella. Jika bukan karna butuh pendonor yang cocok untuk istrinya, Satya sangat malas berurusan lagi dengan Bella.


.....................


"Menunggu lama ya?" tanya Bella tersenyum manis


"Cepat katakan apa maumu?" tanya Satya dingin


"Wow Satya sekarang sangat dingin padaku" Bella tersenyum mengejek


"Cepat katakan Bella" Satya berkata dengan nada kesal dan penuh penekanan


"Oke.. Oke" Bella mengangkat kedua tangan nya melihat tatapan membunuh dari Satya


"Aku mau kamu tinggalkan Salwa dan menikahi ku. Aku mau kamu bertanggung jawab pada anak ini" Bella mengelus perutnya

__ADS_1


"Hahahahha" Satya tertawa menakutkan sambil bertepuk tangan


"Apa lo udah gila? Bagaimana mungkin lo nyuruh gue tanggung jawab atas apa yang nggak gue lakuin" kata Satya menatap tajam pada Bella


Bella hanya diam memikirkan sesuatu yang bisa membuat Satya luluh. Bella tahu betul kalau Satya bukan tipe orang yang bakal gampang di bujuk atau di rayu.


Satya jika sudah kecewa akan susah untuk di luluh kan. Maka Bella harus ekstra sabar menghadapinya.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau menuruti permintaan ku maka Salwa tidak akan bertahan lama jika tidak cepat mendapat donor tulang sumsum belakang. Dan untuk mendapatkan pendonor yang cocok tidak gampang" kata Bella tak mau menyerah


Satya diam memikkrkan tawaran Bella. Satya tidak akan mungkin meninggalkan Salwa. Satya sudah jatuh cinta pada Salwa yang lembut dan penyabar.


"Beri gue waktu untuk memikirkan nya" kata Satya berdiri dan berjalan


"Baiklah, jangan terlalu lama berfikir sebelum semuanya terlambat" Bella berteriak karna Satya sudah berjalan jauh


Satya memasuki mobil nya dengan perasaan risau dan gelisah. Satya harus bisa mengambil keputusan yang tepat.


Satya berjalan menyusuri lorong rumah Sakit menuju ruang rawat Salwa. Disana sudah terlihat Syaida dan Gio yang sedang duduk di kursi tunggu. Satya pun segera menghampiri mereka.


"Lo dari mana Bang?" tanya Gio setelah Satya duduk di samping nya


"Gue abis ketemu Bella" kata Satya lesu


"Apa lo bilang? Lo udah gila Bang" Gio langsung emosi dan mencengkram kerah baju Satya


"Mas jangan bertengkar. Ini di rumah sakit" Syaida menahan tangan suaminya yang akan memukul Satya


"Dengerin gue dulu" Satya melepas cengkraman tangan Gio dikerah baju nya.


Satya pun menceritakan tentang Bella yang siap menjadi pendonor untuk Salwa, tapi dengan syarat yang tidak bisa Satya jalankan.

__ADS_1


Gio dan Syaida pun terkejut mendengar cerita Satya. Syaida dan Gio juga tak bisa memberi usul pada Satya.


"Aku punya cara lain kak" kata Syaida tiba tiba


__ADS_2