Kosong

Kosong
Pikiran Yang Berenang


__ADS_3

Flashback


Sewaktu di tempat bikini.


"Yuna, Desi, habis ini kalian mau ikut tidak?" Tanya Molla setelah check out belanjaannya.


"Ikut ke mana Kak?" Tanya Desi kebingungan.


"Merontokkan bulu! Sebelum ke pantai, bakpau kita harus sudah mulus bukan? Kalau tidak, nanti bisa-bisa bulunya ngintip keluar kandang. Auto gagal sexy dong... Hahaha.." Molla tertawa dengan kencangnya.


"Hahaha.." Sinta menyaut tawaan sahabatnya.


Benar, itu yang sedari tadi Yuna pikirkan. Bulu bakpau miliknya sangatlah lebat. Tapi, Yuna merasa trauma. Dulu, saat bagian bakpaunya tumbuh bulu, Yuna mencukurnya habis karena tak suka.


Satu, dua hari setelah itu, Yuna merasakan gatal hebat di permukaan area bakpaunya. Menusuk-nusuk dan gatal, seperti membawa duren di dalam kolor. Hal itu sangat menyiksa dan sejak saat itu, Yuna tak mau lagi mencukur bulu kemalu*nnya.


"Memang mencukurnya dimana? Kenapa harus bersama-sama?" Tanya Desi, ia biasa mencukur miliknya sendiri di rumah.


"Di house waxing dong. Kalau kau ambil treatment di sana, punyamu pasti akan mulus tanpa bulu seperti punya bayi." Ucap Molla, kemudian Hermy terlihat manggut-manggut.


Desi yang mendengar hal itu lantas tercengang. Mereka akan merontokkan bulu kemalu*n di tempat waxing dan pastinya bakpau mereka akan dilihat oleh orang lain. Sungguh hal yang sangat memalukan, Desi tak pernah membayangkan bakpaunya akan dilihat orang lain selain Anang dan bidan.


Sementara itu, Yuna dibuat penasaran dengan kata mulus seperti bayi. Ia belum pernah mencoba waxing, tapi perjalanan kali ini bulunya harus benar-benar dibuat rontok, ia tak mau tampil jelek di depan Wendy nanti.


Yuna pun ikut dan mengambil treatment Brazilian sesuai dengan arahan Molla. Bulu di permukaan bakpaunya dicabut bersih tanpa tersisa bahkan masuk hingga ke lipatan-lipatan bokongnya. Tentu sakit, tapi hasilnya membuat Yuna merasa jatuh cinta.


Desi juga ikut, ia hanya meminta waxing di bagian ketiak saja. Sedangkan Sinta, ia hanya bisa menunggu karena tak punya bulu untuk bisa minta dicabut.


***


Udara hangat perlahan mencuat naik di hari yang sangat cerah. Semua kru sudah terjun menguasai kolam yang disediakan di resort itu. Sebelum ke air asin, mereka lebih memilih tempat yang sudah nampak dalam pandangan mata. Dan kini para wanita berbalut bikini terlihat tengah berkerumun, menyelubungi Koth, si pria tua.


"Mister, ada satu pertanyaan yang harus kau jawab dengan dengan jujur."


Hermione memasang wajah serius di samping Koth yang duduk berteduh payung. Sebelum itu, Koth sudah memperkenalkan diri dengan sejujur-jujurnya, dan kala mereka tahu bahwa Koth adalah seorang arsitek, mereka sepakat untuk memanggilnya dengan sebutan Mister.

__ADS_1


"Hermy... Jangan libatkan Mister dengan asumsi bodohmu! Nanti dia mengira bahwa kau adalah orang gila." Molla memperingatkan.


"Ini menyangkut kelangsungan hidup kita, akan bahaya jika dibiarkan. Kita belum tahu yang berada di hadapan kita ini adalah karakter baik ataukah jahat. Tapi aku tahu Mister adalah pria sejati, dia tidak akan berbohong menjawab pertanyaan ini." Hermy masih terlihat serius dan membuat Molla malas meladeninya.


"Mister, apa sebenarnya tujuanmu datang ke belahan bumi ini? Kau tidak akan berbuat hal aneh seperti mengonsepkan sesuatu atau.. memusnahkan bukit kan?" Lanjut Hermy bertanya pada Koth.


"Kenapa bertanya seperti itu?" Tanya Koth yang lantas heran mendapat pertanyaan aneh.


Tapi lebih anehnya lagi, ia melihat Sinta tengah asyik menyantap es krim bertopping keju. Em, ya, mungkin bagi orang luar sana itu terlihat aneh, keju seharusnya dipadukan dengan makanan asin, bukan makanan manis. Kalau dipandang di sini sih kita akan melihat Sinta sedang makan es krim dengan toping daging. Tentu sangat aneh bukan?


"Dari nama saja aku sudah mengetahuinya, kau tidak pandai bersandiwara Mister!" Ucap Hermy penuh penekanan.


"Nama?" Koth semakin dibuat bingung.


"King of the hill! Kau adalah penguasa bukit, dan kau pasti diutus bukan karena tanpa sebab! Sudah puluhan tahun kau berkelana di sini hingga berhasil menjadi seorang arsitek! Beri tahu aku tujuanmu yang sebenarnya!"


Hermione adalah seorang yang fanatik dan mudah percaya dengan dunia fantasi. Ia memang jarang diajak ngobrol, karena sekalinya ngobrol pasti diajak ke dimensi lain.


Sementara itu jauh berseberangan dengan mereka...


Para pria tengah berkumpul, membiarkan Koth si pria tua yang asyik diselubungi. Brian tak mau dekat dengan Koth, dan lagi, Anang, Gilang, beserta Wendy, tidak bisa bicara bahasa Inggris.


"Syut! Syut!"


Anang mengibaskan tangan di depan Wendy, melihat Wendy menatap jauh ke arah sana. Namun Wendy sama sekali tidak meresponsnya, ia tetap terlihat fokus sambil duduk memeluk lutut di tepi kolam.


'Lebih enakan yang masih dibungkus ya pastinya. Belum pernah gue apapain, bahkan orang lain juga pasti belum pernah. Gimana ya rasanya?'


Wendy tengah menatap pacarnya sendiri diantara para wanita yang tengah mengerumuni Koth. Walau Yuna yang paling kecil diantara mereka, tapi dengan setelan bikininya ia amat sangat memancing hasrat.


Sedikit mundur ke masa lampau.


Pagi tadi, usai menyantap sarapan, Wendy dan Yuna memilih untuk kembali ke kamar. Ada webinar penting yang harus Yuna ikuti secara online.


Waktu berlalu dan yang lain sudah memanggil untuk turun ke bawah. Yuna bergegas mengganti pakaiannya di kamar mandi, sementara Wendy duduk menunggu di atas kasur.

__ADS_1


Sekian menit Yuna pun keluar dari bilik dengan setelan bikini berwarna peach, ia kemudian mengambil jubah untuk menutupi bagian auroranya. Wendy tentu terkejut, walau sekilas, ia melihat jelas bagaimana gumpalan di balik kacamata yang dikenakan Yuna.


Sang Pertiwi langsung berdiri menegakkan sebuah tongkat keadilan. Argh, geram rasanya ingin membuka kembali jubah itu dan menarik ujung tali bikini untuk melepaskannya. Tapi Wendy tahu hal itu tidak boleh dilakukannya, sebisa mungkin ia membenamkan hasrat maniaknya ke alam yang tidak pernah terjamah.


"Wen, Wen!" Anang kini memposisikan wajahnya tepat di depan wajah Wendy.


Sekian detik Wendy menatap Anang, dengan senyum nakal yang terlihat sangat menjijikan. Namun tiba-tiba ia tersadar, pemandangan indah tadi sudah berganti dengan wajah jelek Anang.


"Eh goblok! Ngapain lu di situ?!" Wendy tersentak dan tak sengaja kakinya mendorong tubuh Anang hingga terjun ke dalam kolam.


"Gjeburr!" terjunlah Anang ke dalam kolam.


"Huah.. Huah.. Anjing, lu apapaan sih Wen?! Dikira setan apa?! Ada orang tapi gak lu peduliin!"


Anang langsung emosi, ia berkata dengan suara lantang seperti tengah menyampaikan pengumuman. Hal itu tentu membuat para wanita yang tengah sibuk menoleh ke arah mereka.


Kemudian Anang mendekat ke tepian, ia menapakkan kedua tangan untuk segera naik ke darat. Tapi ketika itu Anang terhenti, pandangannya tertuju pada selangkang Wendy yang tengah terbuka lebar.


"L-lu ngaceng Wen?! Gila, sedemen itu lu sama Si Yuna?!" Lagi-lagi Anang berkata lantang.


Wendy yang mendengar hal itu pun langsung melihat ke arah Sang Pertiwi. Ia tak sadar, ternyata Pertiwi kembali menegakkan keadilan dengan seenaknya. Wendy pun langsung membeku, bersembunyi di balik Anang.


"Goblok! Jangan kenceng-kenceng lu, malu-maluin aja!" Wendy merasa geram.


Anang pun akhirnya naik dan duduk agak berjauhan dengan Wendy. Wendy yang tak punya bahan persembunyian itu pun bergeser ke dekat Anang, namun Anang bergeser kembali tak mau di dekat Wendy.


"Elu kenapa sih ngedeketin gue mulu? Sana pergi, hus! Hus!" Usir Anang sambil terus menjauh. Dan kemudian Wendy mendekati Gilang.


"E-ehh! Jangan deketin gue, gue juga gak sudi!" Gilang ikut menyingkir.


Brian pun ikut menjauh untuk membuat Wendy jadi salah tingkah. Dalam hati ia tersenyum senang, akhirnya Wendy menemukan cinta yang benar-benar tepat.


Di seberang lagi, tempat para wanita berkumpul.


"Ada apa ya?" Tanya Yuna melihat ke kumpulan pria.

__ADS_1


"Ah, mungkin mereka sedang bercanda. Biasa, laki-laki memang begitu." Ucap Molla.


Yuna melihat pacarnya dijauhi oleh yang lainnya. Wendy juga terlihat tengah dibentak-bentak, ia pun bangkit, mencoba memastikan keadaan yang sebenarnya.


__ADS_2