
Dalan rekaman yang diambilnya, Yuna sempat menangkap wajah pembegal yang dahulu mengejar kakaknya itu. Ia tak yakin, tapi wajahnya mirip dengan orang yang ia suka sejak di kelas 1.
Yuna tak berani menyerahkan barang bukti itu walau Sandi terlihat sangat membutuhkannya. Ia takut, orang yang ia cinta benar-benar terseret ke penjara. Tapi ada rasa bersalah karena menyembunyikan hal ini, Yuna pun mengaku dirinya memiliki barang bukti dan mengetahui identitas si pelaku.
Karena keluarga akan segera menindaklanjuti barang bukti nya, Yuna terpaksa berbohong dan membual bahwa Wendy adalah orang yang baik, ia sampai menangis hingga akhirnya keluarga membiarkan asalkan Yuna tidak menghapus rekaman video itu.
Sampai di kelas 3, Yuna ditakdirkan untuk sekelas dengan orang yang ia suka sekaligus orang yang ia tuduh. Tak lain dan tak bukan orang itu adalah Wendy, ia mirip persis dengan orang yang ada dalam video.
Pelaku terdapat 2 orang dan keduanya berwajah mirip seperti adik kakak, Yuna yang selalu duduk dan menguping perlahan menemukan fakta bahwa Wendy memang mempunyai kakak, dan ia adalah satu-satunya keluarga yang Wendy miliki.
__ADS_1
Tuduhan itu seakan selalu mengarah kepada Wendy, tapi Yuna belum tahu bagaimana wajah kakaknya Wendy, apakah ia memang mirip ataukah tidak? Yuna pun memberanikan diri untuk mendekati Wendy, namun dirinya ditolak mentah.
Tadinya jika benar Wendy dan kakaknya adalah si pelaku, Yuna hendak membawa mereka ke jalur yang benar. Tapi karena sudah mati-matian begini, Yuna membulatkan tekad untuk tidak berurusan lagi dengan Wendy.
Lalu takdir mempertemukan mereka kembali, Yuna sudah berubah sikap dan penampilan. Melihat Wendy yang sepertinya tertarik kepada dirinya yang saat ini, Yuna hendak membalas dendam.
Yuna sudah jahat kepada Sandi, mengesampingkan Sandi karena dibutakan oleh cintanya. Ia yang dulu tak tahu bentuk rupa Wisnu, memang tidak merasakan bagaimana rasanya kehilangan yang dirasakan Sandi.
Bukan, itu hanyalah alasan Yuna, jika bisa dilaporkan sedari awal kenapa harus ribet berpacaran dahulu dan berusaha mengetahui wajah kakaknya Wendy?
__ADS_1
Sebenarnya Yuna membohongi dirinya sendiri, ia memang masih mencintai Wendy. Namun, rencana ini sudah ia bicarakan dengan keluarga dan ini ia lakukan untuk membalas dendamnya Sandi.
"Jahat banget lu Yuna, setelah bikin Si Wendy pacaran sama lu, lu tinggalin dia begitu aja!" Anang sudah sedari tadi menahan emosinya.
"Nang, tenang, itu juga Si Yuna lakuin karena emang sayang sama Si Wendy. Dia terpaksa ngelaporin Si Wendy karena janji. Mau gimanapun ini tetep keputusannya." Gilang kembali menenangkannya.
"Berisik lu ah! Ngomong terus hal yang gak masuk akal! Yuna! Kalo lu bener cinta sama Si Wendy, mana buktinya?! Kenapa lu diemin Si Wendy buat nunggu eksekusinya?! Si Wendy udah cinta sama lu, terus sekarang? Lu mau ngebiarin dia mati begitu aja?! Cinta itu hidup sama-sama, jalanin semuanya sama sama, bukan ngirim ke akhirat!"
Anang yang emosi itu ingin sekali mencabik dan meludahi Yuna yang tadi kepalanya ia elus-elus. Namun Gilang berusaha menenangkannya. Sementara Yuna yang mendapat bentakan Anang merasa takut dan sangat sakit, ia juga bingung dengan tindakan yang sudah ia lakukan, ia pun menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
"A-aku tak mau Wendy pergi, tapi aku sudah melakukannya dan keputusan berada di tangan orang tuaku. Hiks.. Hiks.. Kalaupun Wendy tak jadi dihukum mati, mungkin ia akan dipenjara seumur hidup. Aku tidak menginginkan keduanya! Aku harus bagaimana?!"
Yuna terlihat sangat frustasi, ia tak bisa membohongi perasaannya. Jujur, selama ini dirinya juga nyaman dengan perlakuan Wendy, ia tak menyangka Wendy akan memperlakukannya dengan sangat baik. Mengetahui bagaimana pilunya Wendy tanpa kedua orang tua, juga menjadi alasan Yuna untuk tidak meninggalkannya.