Kosong

Kosong
Pengumuman


__ADS_3

Di area lingkungan SMK.


Peserta didik berkerumun di depan mading, menyusuri daftar namanya sendiri pada beberapa kertas yang ditempel memuat urutan nama dari A sampai Z.


Brian dan Gilang santai saja, mereka duduk di depan kelas menunggu kerumunan itu pergi untuk mengecek daftar namanya.


Melihat daftar nomor terakhir, sepertinya lebih dari 400 peserta tidak ikut terdaftar di kertas sana.


B.. B.. B.. Brian.. ADA!


G.. G.. G.. Gilang.. TERCATAT!


Dan itu artinya mereka LOLOS! Apa? Kenapa mereka tidak termasuk ke dalam 400 peserta yang tidak lolos?


Daftar di mading itu menunjukkan nama-nama peserta didik yang lolos dalam kegiatan testing. Sedangkan yang namanya tidak ada maka mereka dinyatakan gagal untuk bisa memasuki sekolah ini.


Sekarang Brian dan Gilang sudah bisa sekolah di sana. Namun sebelum itu mereka harus mengikuti MOPD (Masa Orientasi Peserta Didik) terlebih dahulu.


Regu-regu sudah ditentukan, barang-barang orang gila juga sudah mereka catat. 1 regu beranggotakan 10 orang, mereka bebas menentukan setiap anggotanya masing-masing.


Tentunya Brian bersama Gilang, 5 orang yang mereka temui saat testing, dan sisanya yang bersedia gabung saja.


Yang harus dipakai nanti:


• Topi Viking, dibuat menggunakan bola plastik yang dibagi menjadi 2 dan harus dicat dengan warna biru.


• Krincing-krincing di kaki kanan menggunakan kaleng susu bekas yang diisi dengan kerikil.


• Rumbaian tali rafia di kedua kaki, tangan, dan leher seperti cheer leaders.


• Kaki kanan pakai kaus kaki hitam, kaki kiri kaus kaki putih.


• Name tag gak pake ribet (id card, beli di toko-toko tapi talinya harus sesuai warna jurusan).


Sekarang mereka bersepuluh sudah berkumpul di rumah Aldi, ia adalah ketua regu berdasarkan putusan semua anggota.


Aldi memiliki kulit berwarna cokelat, ia memiliki postur yang tinggi dan juga normal. Kulit cokelatnya itu menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang anak coconut (pramuka), jadi ia langsung ditunjuk sebagai ketuanya.


Anak coconut pastinya memiliki jiwa kepemimpinan, selain itu ia juga pasti berpengalaman. Tapi Aldi tidak merasa seperti itu, ia dulunya memang semangat mengikuti kegiatan pramuka, tapi lama-lama ia menjadi bosan dan jarang mengikuti kegiatannya kalau bukan dipaksa.


Masing-masing membawa uang setidaknya 20 ribu mungkin cukup. Bahan yang tersedia di rumah juga harus dibawa agar tidak banyak yang dibeli. Perlengkapan seperti gunting, lem, dan sejenisnya juga dibawa tapi tidak usah semua bawa.


"Duitnya seorang 5 ribu cukup kali ya. Kita kan harus beli yang lain juga. Elu berdua yang beli deh, bolanya 5, rafia nya 2 gulung terserah mau warna apa, bla.. bla.. bla.. kalo ada kembaliannya jangan dibeliin." Aldi menyerahkan daftar yang harus dibeli.


Agit, salah satu teman dekat Aldi menerima kertas itu. Lalu ia mengira-ngira total harganya menggunakan kalkulator ponsel.


"Woy, ini beli segini mana cukup lah, belum lagi bensinnya, ngarepin kembalian dari mana?!" Ucap Agit ngegas.


"Alah, bayarin dulu kek, nanti kalo kurang tinggal patungan lagi."

__ADS_1


Uang 50 ribu receh pun terkumpul. Agit dan satu orang temannya pergi menggunakan motor. Beberapa anggota lain disuruh mencari tenda asal jangan menyewa, 2 orang lagi ditugaskan untuk pergi ke kebun membuat tongkat dan juga patok.


Brian dan Gilang hanya tinggal di dalam rumah. Meski begitu mereka juga memiliki tugas tersendiri. Sambil menunggu 2 orang itu membeli bahan, mereka menggunting kardus untuk membuat tanduk.


Krincing-krincing pun mereka buat dengan kaleng random. Ada yang dari kaleng sarden, kaleng susu, kaleng soda, apalah tidak perlu terpaku yang penting kaleng dan nantinya bersuara.


Orang-orang yang tengah pergi keluar juga ikut mereka buatkan. Mereka begitu kooperatif, kerjaannya tidak rapi tapi yang penting jadi saja.


Dari pagi hingga pukul 2 siang mereka terus berkutat dengan bahan-bahan yang ada. Semua sudah berkumpul kembali membawa apa yang sudah mereka dapatkan.


Sekarang giliran yang lain.


"Minuman gelas bikin gak sadar.. maksudnya torpedo dicampur insto gitu?"


Mereka tengah menebak-nebak daftar bawaan yang namanya dibuat aneh. Brian yang pernah ikut MOPD itu lupa-lupa ingat.


"Haha.. kelakuan elu itu mah! Masa sekolah agama nyuruh kita bawa begituan?"


Sekilas info: SMK yang ditempati oleh mereka adalah milik sebuah yayasan beragama. Walau SMK itu merupakan pendidikan formal umum, tapi ia tetap menerapkan agamanya dengan ketat.


"Yaudahlah skip aja."


Minuman gelas itu dienyahkan dari daftar dan membuat uang mereka selamat. Lanjut ke daftar berikutnya.


"Minuman kamu sih?"


"You.. sih, ada gak minuman merek gitu?" Tanya Brian.


"Mana ada, kalo bikin merek sendiri baru tuh ada."


"Koe sih?"


"Anta sih?"


"Maneh sih?" Brian terus bertanya dengan bahasa sepengetahuannya.


"Yaudah lah lewatin aja, daripada ribet." Ucap Aldi malas.


Hanya satu orang yang membaca dan mencatatnya, lagipula mereka akan membelinya secara bersamaan agar praktis dan tidak ada yang lupa.


"Bantal guling mini.. itu roti panjang ya kayaknya." Salah seorang masih ingat masa MOPD di SMP nya.


"Kalo yang dibawa harus beneran bantal guling gimana? Kan manfaat tuh buat tidur juga." Gilang yakin jawabannya adalah bantal guling, ia punya bantal guling mini yang dulu dipakai oleh adiknya.


"Bener juga, panitia nyuruh bawa bantal guling buat tidur kali ya?" Seseorang juga ikut yakin.


"Roti woy, dulu gue disuruh bawa bantal guling berdarah kagak ada tuh yang bawa bantal guling asli. Ini makanan sama minuman, fokusnya ke sana Broo.." Agit yakin pasti.


Ohh.. makanan dan minuman.. Arghh.. membingungkan, kalau salah barang bagaimana? Tapi ya sudahlah, karena semua berpikir seperti itu Gilang pun ikut menurutinya.

__ADS_1


"Tentara berkulit putih.."


"Makanan.. toge!"


"Telur tentara, biji tentara.."


"Pel*r hahaha.."


"Hahaha.."


"Telur puyuh goblok! Kan ada loreng-lorengnya. Emm.. yang satunya lagi apaan ya? Telur sama biji perasaan sama."


"Telur ntu pej* nya, kalo biji ya pel*r nya! Haha.."


"Masuk akal.. masuk akal.."


2 orang pria tidak banyak bicara, mereka adalah jurusan BDP (singkatnya pemasaran). Berkata kasar pun mereka tidak berani, hal itu membuat suasana sedikit agak canggung.


Lalu.. mereka harus membawa pej* dan juga pel*r tentara? Tapi tentara mana yang bersedia memberikan itunya kepada mereka?


Yang lainnya:


• Air pegunungan


• Wanita diabetes


• Permen gak gelian


• Permen MOPD (merek awal hurufnya)


• Onigiri tradisional


• 1 bungkus tongkat Sun Go Kong


• Sari-sari emas


• Snack suka istighfar


•Dll.


~Yok othor tantang kalian nemuin jawabannya ^-^ hihihihi..~


Banyak sekali, paling-paling juga nanti akan disita dan dimakan oleh panitia. Tidak semua yang ada pada catatan mereka beli, yang ribet dan tidak instan di skip saja. Mereka hanya membelanjakan kira-kira 10 ribu rupaih untuk membeli semua yang ada pada daftar itu.


Masing-masing harus membawa, jadi mereka kompak membelinya bersama lalu mereka membagikannya dalam bungkus kresek kecil.


Tak terasa hari sudah sore saja, mereka begitu bekerja keras menyiapkan semua ini dalam satu pertemuan. Ya.. walaupun memang tidak begitu sempurna, tapi usahanya sudah cukup diapresiasi.


Tinggal menunggu datangnya MOPD, sekarang mereka masih berada pada fase liburannya. Jika semua sudah komplit seperti ini maka mereka juga bebas berlibur kemanapun mereka mau.

__ADS_1


__ADS_2