Kosong

Kosong
Bertemu Kembali


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu setelah kemarin mereka pergi ke tempat wisata. Ya, hari ini adalah hari ulang tahunnya Brian, tepat di hari senin.


'Sinta pasti bakalan berbuat yang macem-macem.'' Gumam Brian saat berangkat ke sekolahnya.


Bagi dirinya sendiri, hari ini adalah hari yang membagongkan. Brian harus memikirkan cara agar dirinya bisa terhindar dari Sinta. Ia berharap kalau hari ini bisa di skip saja.


"Yeeyy!!"


"Selamat ulang tahun Brian!"


'Hah?'


Sepulang sekolah, tiba-tiba saja Mitha meminta Brian untuk pergi mengantarnya ke toilet. Ia beralasan kalau orang-orang sudah pada pergi dan tidak ada yang bisa ia ajak selain Brian. Dengan terpaksa, Brian pun mengikuti perintahnya. Karena memang, saat itu di dalam kelas terlihat sudah kosong. Semua orang terlihat terburu-buru untuk pulang.


Tapi, ternyata eh ternyata kepergian mereka itu disebabkan oleh suatu alasan. Mereka bersembunyi di dalam wc untuk merencanakan perayaan ulang tahunnya Brian. Sekujur tubuh Brian kini dipenuhi tepung terigu, bau amis dari telur, dan mereka juga tak segan segan menyiram Brian menggunakan ember.


'Hadeh.. gimana aku mau pulang kalo kayak gini?'


Brian kesal, tubuhnya sudah dijadikan adonan kue oleh teman temannya. Tapi ia tak bisa memprotes kelakuan wanita-wanita yang kekanak-kanakan ini. Meskipun mereka menyebalkan, tetapi mereka sudah repot-repot merencanakan ini dari awal.


"Baiklah, tiup lilinnya." Mitha membawakan kue di tangannya.


"Ya," Brian tak tahan dengan rasa lengket di tubuhnya ini, ia ingin cepat cepat pulang.


"Kalian makan saja sendiri, aku akan membersihkan pakaianku," Brian pergi ke dalam wc untuk mencuci bajunya.


'Hahh.. padahal kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya,'


"Brian, apa kau butuh bantuan?"


Terdengar suara seseorang yang sedang berada di depan pintu.


"Ah, tidak tidak, aku bisa sendiri kok,"


"Kau yakin?" Wanita itu ikut masuk ke dalam.


"Iya, tenang saja. Lebih baik kau segera pergi sebelum kue nya habis."


'Hahh!' Wanita itu terkejut melihat tubuh Brian yang saat ini tidak mengenakan bajunya. Brian yang tinggi dan tampan itu memiliki tubuh yang berisi. Meskipun otot-ototnya tidak sebesar yang dimiliki oleh atlet, tapi ia sangat terlihat gagah dan mampu membuat wanita itu terpesona.


Tiba-tiba, tangan wanita itu menyentuh tangannya Brian yang sedang mencuci bajunya. Brian menoleh, tapi tiba-tiba sebuah kecupan mendarat di pipinya.

__ADS_1


"A-apa yang kau lakukan?" Brian terkejut saat mendapati teman sekelasnya itu berani mencium dirinya.


"Selamat ulang tahun," ucap wanita itu dengan senyuman.


"Y-ya, terimakasih."


Brian rasa kecupan itu memang hal yang wajar. Tapi saat ini perasaannya tak enak, ia segera memerah pakaiannya dan pergi keluar tanpa mempedulikan wanita yang sedang bersamanya.


"Oh, Brian. Kau jadi basah begitu..."


'Yaiyalah,'


"Haha.. tidak papa, kalau begitu aku pulang dulu ya." Brian berjalan pergi dari wc murid.


"Brian, kau yakin akan pergi dengan pakaian seperti itu? Bisa bisa nanti kau masuk angin. Lebih baik kau menggantinya di rumahku."


"Ah, tidak, sudah ada yang menungguku di rumah. Aku pergi dulu, dah.."


Brian meninggalkan teman-teman wanitanya itu, tapi saat ia berjalan di lapang depan, dari kejauhan ia melihat seseorang yang nampak tak asing lagi baginya. Dengan segera Brian berlari dan menghampirinya.


"Hey, kenapa kau baru pulang?" Brian menepuk pundak si gadis kurcaci. Sudah lama ia tidak bertemu dengan si gadis kurcaci seperti ini.


"Kenapa kau jalan sendirian disini?"


Si gadis kurcaci menggerak-gerakkan tangannya seperti orang yang sedang menyapu. Sepertinya ia baru selesai mengerjakan piket kelas? Tapi, kenapa ia hanya terlihat sendirian?


"Ah, ya sudah. Ayo kita cari makan, aku juga lapar."


Brian dan si gadis kurcaci itu berjalan bersama-sama. Mereka mampir di tempat makan yang letaknya searah dengan tujuan akhir si gadis kurcaci.


'Sial, pakaianku basah.'


Tiba-tiba si gadis kurcaci memegang dada Brian dan membuat Brian terkejut. Brian menoleh dan melihat ke arah gadis kurcaci yang saat ini sedang memasang raut muka sedih di wajahnya.


"A-ah, tidak papa. Aku tidak kedinginan kok."


Sepertinya gadis kurcaci itu khawatir kepada Brian. Ia menggerak-gerakkan tangannya memberikan bahasa isyarat. Tapi sayangnya Brian sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dikatakan oleh si gadis kurcaci itu.


Brian menyuruh si gadis kurcaci untuk tidak mempedulikan dirinya dan segera melanjutkan makannya. Rasa dingin seperti ini bukan apa-apa baginya. Mungkin.


Selesai makan, Brian mengantar si gadis kurcaci hingga ke depan rumahnya. Setelah itu Brian langsung pergi karena ia tak nyaman dengan pakaian basahnya.

__ADS_1


"Heee..." gadis kurcaci itu berteriak, ia melambai-lambaikan tangannya.


Brian segera berbalik arah dan berjalan mendekati si gadis kurcaci. Tiba-tiba saja ia memberikan sebuah kotak kecil yang dibungkus oleh kertas koran.


'Hah? Apa ini kado? Tapi.. mana mungkin dia tahu hari ulang tahunku,'


"Terimakasih, kalau begitu aku akan pulang," Brian menerima kotak kecil itu dan memasukkannya ke dalam tas.


***


"Brian, kok pakaian kamu basah basah gitu?"


"Ini Bu, biasa, teman-teman Brian. Hari ini kan Brian ulang tahun." Brian segera pergi ke kamarnya. Ia sudah tak tahan ingin berendam di air yang hangat.


Di dalam kamar mandi:


'Sepertinya Sinta sudah pulang, aku harus bersembunyi darinya.'


'Apa aku pergi ke luar saja ya?'


'Ah, tidak tidak, pasti nanti Sinta akan menungguku lagi.'


Setelah selesai, Brian berniat mencuci pakaian dan tasnya yang ikut basah. Tapi tiba-tiba, saat ia ingin menyisihkan barang-barang yang ada di dalam tasnya, beberapa kotak kado terlihat sudah ada di dalamnya.


Brian tak sadar, sejak kapan mereka memasukkan ini? Semua kado terlihat mencolok dan berwarna-warni. Tetapi hanya satu kotak kecil yang saat itu membuat Brian penasaran dengan isi di dalamnya.


Dengan segera, Brian membawa cuciannya ke dalam mesin cuci. Ia tak punya waktu untuk bersantai di dalam kamar. Agar Sinta tidak berani berbuat macam-macam, dirinya terpaksa harus menunggu Sinta di lantai bawah.


'Hmmm.. Sinta lama sekali, apa dia tidak akan datang?'


Langit sudah hampir gelap, tapi saat ini Sinta belum juga datang. Bisa saja Sinta datang pada malam hari, jadi Brian memutuskan untuk tetap berada di sana dan menonton TV.


'Oh, apa ini? Ada drama korea,' tak sengaja, Brian yang sedang mencari siaran bagus menemukan chanel drama korea.


'Ah, tapi aku gak suka, (gak suka basa basinya, sukanya sama adegan romance nya)'


Brian mengganti chanelnya.


"Brian, sebentar lagi ikatan cinta mau tayang loh, bagi remot nya ke Ibu. Dari tadi kamu nyari-nyari apa sih?" Ucap Ibu yang sedang memperhatikan Brian.


"Brian juga bingung Bu," Brian memberikan remot TV itu kepada Ibu.

__ADS_1


__ADS_2