Kosong

Kosong
Seharian Bersama


__ADS_3

Dengan berjalan kaki beberapa menit, sampailah mereka di lapak baksonya Mang Uha. Mereka duduk di sebuah meja yang pas untuk diduduki oleh 4 orang.


"Pesen gih," titah Brian yang baru saja duduk.


Mang Uha si pemilik terlihat sangat sibuk, lapak yang lumayan ramai ini, ia layani seorang diri. Mereka berempat memesan 2 mangkuk bakso dan 2 mangkuk mie ayam bakso.


Mengunggu sekitar 15 menit, akhirnya pesanan pun datang. Mang Uha meletakkan mangkuk pesanan di atas meja. Saat itu juga mereka yang sudah menunggu lama, langsung ribut mengambil saos dan kecap karena sudah kelaparan.


Terlihat Anang memperhatikan Brian yang sedang memakan mie ayamnya.


"Hah? Kenapa?" Brian yang sadar dirinya diperhatikan itu bertanya.


"Lu kok bisa pake sumpit? Apaan sih ini ribet amat, mending gue ganti sama sendok." Setelah mencoba dan gagal, akhirnya Anang yang memesan mie ayam itu mengganti alat makannya.


Bagi Brian, makan menggunakan sumpit itu tidaklah susah. Tapi bagi Anang, itu terasa sangat sulit dan malah membuat acara makan menjadi rumit.


"Mau pesen lagi?" Brian melihat isi mangkuk mereka sudah mau habis.


"Kalo dibolehin, gue juga masih laper." ucap Anang.


"Serius?" Brian merasa tidak percaya.


"Hooh,"


Padahal Brian bertanya hanya untuk basa basi saja, tapi mereka semua setuju untuk memesan lagi.


"Eh itu si Risa! Risa, Risa!" Ucap Anang sambil berteriak memanggil Risa.


Terlihat Risa yang baru saja duduk di sebuah meja. Risa melihat ke arah mereka sambil melambai kecil, ia hanya duduk dan tidak datang menghampiri mereka.


"Loh kok? Padahal gue yakin tadi si Risa juga ngeliat lu," ucap Anang kepada Brian.


"Aku udah mutusin dia," ucap Brian datar.


"Lah?! Kenapa? Padahal si Risa itu cantik," Anang terkejut saat mendengarnya.


"Ya mungkin udah kendor kali. Hahaha.." ucap Gilang dengan suara yang pelan.


"Btw, bukannya sekarang sekolah belum pulang ya?"

__ADS_1


Saat itu masih pukul 9, dan Risa si murid perempuan sedang berkeliaran di luar bersama orang yang tak dikenal. Mungkin itu pacarnya? Tapi saat itu Risa juga terlihat menggendong tas dan memakai seragam sekolah.


"Ya.. mungkin dia bolos trus malah jalan sama cowoknya." ucap Anang.


Brian yang melihat mantan pacarnya menjadi bahan obrolan hanya diam saja. Ia tidak ikut menggunjing dan tidak juga memberikan penjelasan.


Sementara itu, Wendy tidak banyak bicara dan terlihat sedang melamun. Mungkinkah Wendy merasa berat untuk meninggalkan sekolah?


Pesanan kedua pun tiba, perut mereka yang masih bekerja kini harus bekerja ekstra. Kali ini Brian memesan bakso, dengan terpaksa ia memakan bakso itu karena tidak enak jika hanya bengong menunggu mereka menghabiskan makanan.


Akhirnya perut mereka kenyang juga dengan 2 porsi bakso dari Mang Uha itu. Memang wajar mereka ketagihan, karena bakso Mang Uha itu rasanya sangat enak.


Setelah merasa puas berada di lapak Mang Uha, mereka berjalan kembali ke rumah Wendy. Tak lupa beberapa camilan dan kopi sudah mereka beli.


"Wahh! lu punya salon banyak amat," Gilang mencoba menyalakan speaker untuk mendengarkan musik. Ia melihat 3 pasang speaker yang dijajarkan.


"Hooh, tau tuh abang gue, niatnya sih mau gue jual," ucap Wendy.


Saat itu mereka asyik mengobrol dan melawak. Hingga akhirnya Brian membuka suara untuk mengajak mereka pulang.


Sudah pukul 4, Brian rasa ia sudah terlalu lama berada di rumah Wendy. Ia juga merasa tidak enak dengan tuan rumah, lantas mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing.


Brian membukakan pintu tanpa mengucapkan salam, melihat ibu yang tidak ada di sana, dengan cepat Brian menaiki anak tangga dan menuju ke kamarnya.


"Hahh... sekarang Sinta sedang apa ya?" Brian membukakan jendela kamarnya dan melihat ke arah jendela kamar Sinta. Terlihat jendela kamar itu tertutup.


Brian membalikkan badannya dan pergi membersihkan diri, sudah seharian ia berada di luar.


Setelah selesai membersihkan diri, Brian berbaring sambil memandangi isi ponselnya. Terlihat ada pesan yang masuk dari Sinta.


"Di hari ulang tahunmu, pokoknya kamu harus memakai hadiah dariku!"


Brian tak sadar bahwa sebentar lagi hari ulang tahunnya akan datang. Jadi ia harus memakai balon itu?


Yap! Benar! Di masa lalu, Sinta menghadiahi Brian sebuah kenangan manis. Sejak saat itu, Brian yang baru melepaskan keperjakaannya mulai ketagihan dan semakin menjadi agresif. Tentunya Brian merasa tidak dirugikan, ia yang tampan itu mendapat lomte secara cuma cuma.


Brian merasa gugup ulang tahunnya sebentar lagi akan tiba, Brian mengingat hari dimana ulang tahunnya itu terjadi.


Untuk apa ia merayakan hari ulang tahunnya dengan balon itu? Berharap hal itu tidak akan terjadi (kalo dalem hati sebaliknya), Brian menolak perintah Sinta itu lewat balasan pesan.

__ADS_1


"Aku tidak mau!" ketik Brian yang padahal saat itu ia mau.


"Klek,"


Pintu kamar terbuka.


"Brian, kamu sudah pulang? Kok gak kedengeran?" Ucap ibu di depan pintu.


"Iya, Brian capek jadi langsung ke kamar." Jawab Brian yang saat itu masih rebahan.


"Ohh.. Ya udah cepet kamu makan," saat itu Ibu menghilang.


Brian yang sudah kekenyangan merasa tidak enak jika harus mengabaikan masakan yang sudah Ibu buat. Terpaksa ia duduk di meja makan dan mengambil sedikit nasi.


"Kok makannnya dikit sih?" Tanya Ibu yang ikut menemani Brian makan.


"Brian udah makan sama temen-temen."


"Ooh.. kalo kamu kenyang gak usah maksain buat makan. Biar Ibu makan sendiri aja."


"Gak papa kok Bu, Brian juga sedikit laper," ucap Brian bohong.


Brian merasa tidak enak dengan Ibu, sepertinya Ibu menunda waktu makannya untuk bisa makan bersama Brian. Atau... Ibu sudah makan tapi sekarang makan lagi?


Entahlah yang benar itu yang mana, tapi Brian akan mengusahakan dirinya untuk pulang sekolah tepat waktu agar Ibu juga tidak merasa khawatir.


***


Esoknya, seperti biasa Brian sarapan dulu sebelum berangkat ke sekolah.


"Bu, Brian berangkat." Brian selesai makan dan langsung mencium tangan ibunya.


"Loh? Kok tasnya diganti? Udah kotor ya? Biar Ibu cuciin." Ibu melihat tas Brian yang berwarna semu coklat sekarang berubah menjadi warna hitam.


"Nggak kok Bu gak kotor, Brian cuma bosen pake tas yang itu. Jangan dicuci Bu, soalnya Brian mau ganti lagi besok." Ucap Brian berbohong, padahal saat itu tasnya ia tinggal di bangku sekolahan.


"Ada ada aja kamu," Ibu merasa aneh mendengar Brian yang mau ganti-ganti tas setiap harinya.


"Hehe..."

__ADS_1


Brian si anak baik berhasil membohongi ibunya dan langsung berangkat ke sekolahnya.


__ADS_2