
Tanggal dan waktu itu masih Brian ingat dalam otaknya. Sekarang ia kembali ke Indonesia tanpa memberi kabar kepada Sinta. Brian sudah menyuruh Rendra untuk tetap menemani Sinta di hari ini. Kedua sahabat Sinta juga turut diajak oleh Rendra, dan kini mereka tengah berkumpul di rumah Sinta.
"Marvel merilis film baru, aku akan pergi menontonnya." Ucap Hermy dengan nada yang datar, ia tak berniat mengajak ketiga makhluk yang ada di hadapannya, dirinya sudah terbiasa sendirian.
"Aku ikut! Akhir-akhir ini aku dibuat penasaran dengan manusia ubi ungu!" Teriak Molla sengaja ingin memberi ruang untuk Rendra dan Sinta. Ia tahu, selama ini Rendra menyukai Sinta. Walau ia juga tahu Sinta sudah dimiliki Brian, tapi jiwa-jiwa pelakornya tak bisa tertahankan.
"Thanos tidak akan tayang, aku akan menonton Spiderman." Tukas Hermy menggagalkan rencana Molla.
Molla pikir Marvel itu hanya menayangkan film Si Ubi Ungu, ia tak tahu, dirinya jarang menonton film apalagi film laga yang seperti itu.
"A-ah, aku juga penasaran dengan yang itu, aku belum pernah menontonnya!" Molla beralasan lagi.
__ADS_1
"Hmm.. Kau terlihat aneh, biasanya kau akan membiarkan Hermy pergi sendirian. Tumben, ada apa ini? Kalau begitu aku juga akan ikut." Sinta menatap sahabatnya dengan tatapan yang curiga.
"Kita di sini saja Sinta, memang kau suka film laga? Tidak kan?" Rendra mencegah Sinta.
Molla yang mendengar perkataan Rendra itu melirik ke arah Rendra, ia kira Rendra sudah paham dengan maksud dan tujuan dirinya ikut menemani Hermy. Tapi Rendra bukan peka, sebelumnya Brian berpesan kepadanya, ia harus menjaga Sinta agar tetap diam di dalam rumah.
"Aah.. aku ingin akut! Kita tidak pernah menonton bersama kan?" Sinta merengek menolak ajakan Rendra.
Hermy mengangguk, tanda mengizinkan semua ikut. Sinta merasa senang dan membuat Rendra kehabisan habis akal. Harus mencegah dengan cara apa lagi, ia takut dikira aneh jika terus mencegah Sinta.
"Brian, Sinta ingin pergi ke bioskop dengan yang lainnya, bagaimana aku harus mencegahnya?" Rendra mengirim pesan kepada Brian.
__ADS_1
"Kau sedang mengirim pesan ke siapa? Kenapa sembunyi-sembunyi begitu?" Sinta mencoba mengintip Rendra yang agak merundukkan badan saat tengah mengirim pesan.
"Bukan siapa-siapa, hanya teman." Elak Rendra langsung mengunci layar ponselnya.
"Pulanglah sebelum jam 3." Balas Brian yang akhirnya membuat Rendra merasa lega.
Keempatnya pun memilih jadwal tiket di siang bolong, menaiki mobil menuju mall tempat film mereka akan ditayangkan. Sinta dan Molla yang tidak suka genre film itu benar-benar ikutan masuk, mereka mengikuti lajur film walau otaknya tidak mengerti.
Hermy si gadis aneh menikmati filmnya tanpa ekspresi. Sinta merasa heran, padahal Hermy benar-benar suka hal yang seperti ini, tapi kenapa dirinya sama sekali tidak bereaksi?
Ahh sudahlah, Hermy itu memang benar-benar aneh. Tapi bagusnya ia masih bisa diajak berteman, ia juga teman yang sangat baik, Sinta sangat mempercayainya.
__ADS_1
Film berlangsung selama 1 setengah jam dan akhirnya selesai juga. Menonton film yang tidak disukainya, membuat Sinta sakit kepala. Sedari tadi perutnya juga keroncongan, Sinta lapar, ia ingin makan.
Waktu menunjukkan pukul setengah 3, Rendra masih ingat dengan pesannya Brian. Ia minta agar Sinta membungkus makanannya dan memakannya saat di mobil. Tapi, Molla kembali mencoba mencomblangi mereka, ia beralasan ingin belanja dahulu, dirinya langsung menarik Hermy untuk pergi meninggalkan keduanya.