
*kembali lagi ke masa sebelum reinkarnasi.
Kini, terlihat rumah terbengkalai yang berada di samping rumahnya Brian itu sudah selesai direnovasi. Selang beberapa hari setelah rumahnya selesai, terlihat banyak kerumunan orang berbondong-bondong datang ke sana.
Di siang hari yang cerah itu tuan rumah mengundang para tetangganya untuk menghadiri sebuah acara. Tentunya ibunya Brian juga ikut diundang dan menghadiri acara tersebut.
"Bu, Ibu bawa apaan?" Tanya Brian melihat kedatangan ibunya.
"Ini, dari tetangga baru kita. Orangnya baiiik banget!" Ucap ibu sambil menaruh sebuah bingkisan di atas meja.
Saat itu Brian tidak terlalu peduli, ia langsung membuka bingkisan itu dan memakan makanan yang ada di dalamnya.
***
Pagi hari, seperti biasanya Brian akan berangkat ke sekolah. Ia berjalan santai menghampiri taksi yang sudah menunggu di depan gerbang rumahnya.
Tapi, di tengah jalan perhatiannya teralihkan oleh sebuah sosok yang tengah berada di depan rumah baru itu. Ia melihat seorang gadis berseragam SMA diantara sepasang ayah dan ibu. Sepertinya gadis itu juga akan pergi ke sekolah.
Brian si jurig wanita merasa penasaran, tapi saat ini ia tidak berani untuk mendekatinya. Lantas ia pergi ke sekolah dan menghiraukan wanita itu.
Sepanjang hari, Brian memikirkan cara agar ia bisa mengetahui lebih lanjut tentang wanita itu. Tak butuh waktu lama, akhirnya ia mendapatkan sebuah ide. Tak tanggung-tanggung, ide nya akan ia coba hari ini juga.
'SMA... Anak SMA pulangnya jam berapa ya?'
Brian yang baru saja pulang itu berpikir sambil berjalan ke rumahnya.
'Ibu ada di rumah gak ya?'
"Bu..?" Panggil Brian, yang baru saja memasuki pintu.
"Iya Sayang, kamu baru pulang?" Tanya ibu.
'Ah! Sial! Ibu ada di rumah!'
"Iya Bu. Ibu hari ini gak mau pergi kemana mana?" Tanya Brian.
"Pergi kemana? Nggak tuh? Emang kamu mau apa?" Tanya ibu.
"Nggak Bu, hehe.."
Misi gagal! Tadinya Brian berencana akan mengambil makanan dari rumah dan memberikannya kepada tetangga barunya itu tanpa sepengetahuan ibu.
__ADS_1
Mana mungkin jika ia harus begini:
"Bu, buat menyambut tetangga baru kita. Kita kasih sedikit makanan untuk tetangga baru kita yuk! Biar Brian yang anterin!"
Atau begini:
"Bu, aku pengen kenalan sama cewek yang ada di rumah itu."
Tidak, tidak, ia merasa malu jika harus berkata jujur kepada ibunya. Entah itu menyambut kedatangan tetangga barunya atau ia penasaran dengan tetangga barunya.
Karena rencananya telah gagal, Brian pergi ke kamarnya. Saat itu ia hanya bisa memandangi rumah tetangga barunya dari jendela. Tak selang beberapa lama, terlihat gadis SMA itu sudah pulang dan turun dari mobilnya.
'Buset! Cantik bener dah! Mana montok lagi!'
Brian terkejut, matanya yang jelalatan langsung membelalak melihat gadis SMA itu. Dari jendela, ia bisa melihat secara lebih jelas rupa dan postur tubuh gadis SMA itu. Tak ia duga wanita yang ia lihat tadi pagi akan berwujud melebihi ekspetasinya.
'Gawat ini kalo dibiarin!'
Brian tak mau tinggal diam. Seorang wanita cantik pastinya akan jadi rebutan banyak orang, ia harus bertindak sebelum hal itu terjadi. Tiba-tiba sebuah ide muncul di pikirannya begitu saja.
'Ah! Suruh Ibu beli sesuatu!'
Rencana tambahan: Ia akan menyuruh ibunya untuk membelikan barang yang ia minta. Dengan begitu, Ibu akan pergi ke luar untuk membelinya, dan saat ibunya pergi Brian akan mengantarkan makanan ke rumah tetangga barunya.
'Tapi beli apa ya?' Brian baru memikirkan hal itu saat sedang menuruni anak tangga.
"Kamu lagi mikirin apa Brian?" Tanya ibu yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Brian.
"Ah! Ini Bu, Brian ada tugas sekolahan. Harus beli bahan-bahannya."
Sebelumnya ia tidak kepikiran tentang tugas sekolahan, tapi tiba-tiba ide brilian keluar begitu saja.
'Gimana caranya ya? Biar Ibu yang pergi ke luar rumah?'
"Ohh.. tumben. Emang disuruh beli apa aja?"
"Hehehe.. Brian juga gak tau bu, katanya disuruh bikin video masak. Tapi Brian gak tau apa aja bahan-bahannya."
'Wahh! Hebat! Otak gue ternyata jalan juga ya kalo lagi ngebet kayak gini.' Gumam Brian yang mendapati ide brilian terus muncul di kepalanya.
"Ohh.. kalo bahan makanan sih ada di kulkas."
__ADS_1
Mission failed!
'Sial! Padahal tinggal dikit lagi!'
"Brian pengen bikin bakso Bu. Bahannya ada?" Tanya Brian, berharap jika bahannya tidak ada.
"Kalo daging ayam sih ada, tapi kalo daging sapi nggak ada."
"Gimana kalo bikin bakso sapi Bu? Kebetulan Brian lagi pengen, Ibu beliin sekarang ya? Soalnya besok harus udah jadi video nya bu."
"Hmm.. yaudah deh kalo gitu. Ibu ke pasar dulu."
'Yes!'
Misi tidak jadi gagal, akhirnya misi selamat dan dapat dilanjutkan.
Brian menghentak-hentakkan telapak kakinya, ia tidak sabar menunggu Ibu untuk segera pergi ke luar.
"Hati-hati Bu," dengan perasaan bahagia Brian melambai-lambaikan tangannya.
"Sip, sekarang tinggal..."
Biran langsung berlari mencari-cari wadah di rak piring. Ia membuka tudung saji yang ada di meja makan. Makanan saat itu hanya ada sayur sop dan tempe. Brian rasa itu sangat tidak estetik. Bagaimana nanti pandangan tetangga baru tentang dirinya?
Lantas Brian mengambil daging ayam yang ada di dalam kulkas. Ia juga mencari makanan-makanan lain yang bisa digoreng.
"Biar gak ribet digoreng aja!" Ia mengambil beberapa potong ayam dan langsung memasukannya ke dalam minyak yang belum panas.
Saat sedang menggoreng, Brian begitu sabar dan teliti. Ia tak akan membiarkan masakannya terlalu gosong ataupun tidak matang.
Setelah semuanya selesai digoreng, dengan hati-hati Brian menata nasi dan lauk layaknya seorang chef.
Makanan untuk tetangga baru sudah siap! Terlihat sangat estetik dan mewah. Satu kepalan nasi, ayam goreng yang tidak dibumbui, goreng-gorengan yang lain, dan beberapa helai selada, sungguh sangat luar biasa.
Dengan perasaan bangga, Brian meninggalkan makanan itu di meja makan. Ia pergi sebentar ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang sudah seharian terkena debu sekolahan.
'Ngerayu cewek montok harus oke!'
Brian merasa tampan saat berada di depan cermin. Ia mengedipkan matanya dan mengangkat alisnya dengan wajah angkuh.
Setelah selesai membasuh wajah, ia bergegas menaiki anak tangga dan menuju ke kamarnya. Ia tak mau di cap bau oleh tetangga barunya itu.
__ADS_1
Karena masih menggunakan seragam sekolah, Brian ingin mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Tidak ada waktu untuk mandi! Ia memilih pakaian yang paling bagus dan mahal. Ia juga tak mau di cap miskin oleh tetangga barunya.
Setelah memantaskan diri, akhirnya ia siap untuk menjalankan misinya!