Kost Putri Reunion

Kost Putri Reunion
Mantap kali ide mu..


__ADS_3

"Ssssssstttt....! Sssssstt...! Moana!"


Moana yang sedang bermain sendirian di halaman rumah kost pun menoleh. Seketika kedua matanya membesar dan mulutnya tercengang.


"Bapak!" Serunya, seraya berlari ke arah Moan.


"Ssssttt...! Jangan keras keras, nantik dengar mamak mu," Ucap Moan, seraya memberi isyarat Moana untuk diam.


Moana pun mengangguk dan tersenyum. Lalu ia memeluk Moan dengan erat.


"Bapak, ish... rindu kali aku bah!" Ucap Moana, seraya menenggelamkan wajahnya di dada Moan.


"Sama, bapak pun rindu kali sama mu. Ikot bapak sebentar ayok." Moan pun segera menggendong Moana dan membawanya ke arah rumah kost nyak Komariah.


"Kita mau kemana pak?" Tanya Moana dengan wajah yang polos.


"Ikot aja nak ku," Ucap Moan seraya melangkah di tangga menuju ke lantai atas. Setelah berada di lantai atas, Moan pun membuka pintu kamarnya. Moana terperangah dan terlihat bingung.


"Ini kamar siapa pak?" Tanya Moana.


"Kamar bapak dulu ini. Sekarang bapak tinggal di sini lagi, biar dekat sama mu dan mamak mu." Terang Moan.


Moana masih terperangah dan menatap Moan dengan tatapan tak percaya.


"Bapak serius tinggal di sini?" Tanya bocah kecil itu.


"Iya lah. Kau pikir bapak bisa jauh darimu dan mamak mu?" Moan berjongkok dan menatap kedua mata polos Moana.


"Ish bapak, terharu aku loh...." Moana pun menangis haru dan kembali memeluk Moan.


Moan menghela nafas panjang dan membalas pelukan putrinya itu dan mengusap punggung Moana dengan lembut.


"Udah, jangan kau nangis nak. Bapak ada bonek dan cokelat untukmu." Moan melepaskan pelukannya dari Moana dan beranjak ke sudut ruangan itu. Lalu ia meraih boneka dan cokelat yang sudah ia persiapkan untuk putri semata wayangnya itu dari atas meja belajar yang sejak dulu sudah berada di sudut ruangan itu, tanpa berubah tata letaknya.


"Ini buatmu. Happy Valentine day boru ku." Moan melakukan itu seperti Moana adalah seorang princess yang sangat berarti dan yang paling ia cintai di muka bumi ini.


Moana pun tersipu malu dan meraih boneka dan cokelat yang Moan berikan kepadanya.


"Terima kasih bapak.." Moana kembali memeluk Moan dengan erat.

__ADS_1


"Nah, sekarang kau makan lah cokelatnya. Sebelum leleh dia nantik. Soalnya di sini gadak AC." Moan Tersenyum seraya meraih cokelat pemberiannya dan membukakan bungkus cokelat itu untuk Moana. Moana hanya diam memperhatikan sosok ayah yang menjadi cinta pertamanya tersebut.


"Ini.." Moan menyerahkan cokelat yang baru saja ia buka kepada Moana.


"Terima kasih bapak. Tapi bapak gak kasih apa-apa untuk mamak. Bapak sayang gak sama mamak? Kan Valentine itu hari kasih sayang. Masak bapak sayang sama aku aja?" Tanya Moana.


Moan terdiam beberapa detik, lalu ia tersenyum ragu.


Moan ingat betul, setiap tahun di tanggal empat belas Februari, ia tidak pernah absen memberikan kejutan untuk Butet. Namun kali ini ia takut memberikan kejutan untuk istrinya itu. Pasalnya ia takut di caci maki dan di usir oleh Butet yang masih marah kepada dirinya.


"Sebenarnya bapak pingin kali kasih mamak kau kejutan nak ku. Tapi kek mana lah ya, mamak mu lagi jadi singa betina dia." Keluh Moan, seraya beranjak duduk di tepi tempat tidurnya.


Moana menghela nafas panjang dan ikut duduk di samping Moan.


"Pak, maaf lah ya kalok aku nanyak nanyak sama bapak," Ujar Moana.


"Gak papa lah, kenapa rupanya? Apa yang mau kau tanya nak ku?"


"Apa betol bapak punyak cewek lagi, kek apa kata mamak?" Tanya Moana dengan wajah yang tampak begitu polos, seraya menatap Moan dengan kedua sorot mata yang begitu suci tersebut.


Moan menghela nafas dan tertunduk lesu.


"Jawab lah pak.." Moanan tampak begitu memohon pada moan.


"Kau dengar ini ya boru ku." Moan berjongkok dan menghadap Moana, serta meraih kedua bahu gadis kecilnya itu.


"Di dunia ini, yang aku cinta cuma tiga perempuan."


"Banyak kali! Jadi betol bapak punyak cewek lagi!" Tuduh Moana dengan raut wajah yang tampak kesal.


"Ish dengar dulu nak ku. Belom selesai bapakmu ini cakap." Moan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jadi apa?" Tanya Moana.


"Tiga perempuan itu adalah.. Yang pertama adalah opung boru mu."


Moana pun mengangguk paham.


"Yang kedua adalah kau boru ku." Lanjut Moan.

__ADS_1


Moana pun tampak tersenyum dan menatap Moan dengan tatapan penuh kasih.


"Dan yang ketiga adalah mamak mu. Gadak perempuan laen selaen kalian betiga. Cuma kalian betiga yang paling aku cinta di dunia ini." Ucap Moan.


"Jadi kenapa mamak cakap kalo bapak punya cewek lain?" Tanya Moana dengan tatapan menyelidik.


"Jangan kau dengar apa cakap mamak mu itu. Dia salah paham aja nya itu. Cemburu berlebihan kali." Sesal Moan.


"Tapi dengar aku, dia cerita sama tante Cempaka, tante Sri sama tante Siti, katanya bapak maen cewekkk... Nokoh bapak gak?" Cecar Moana.


"Ya Tuhan....! Demi Tuhan nak e. Gak ada bapak maen cewek. Terkutuk bapak kalau bapak maen cewek. Bapak masih sehat pikirannya nak ku. Bapak punyak kau yang berharga. Gak mungkin bapak tukar keluarga bapak yang bahagia hanya demi cewek laen yang baru datang di hidup bapak." Moan sedikit berbicara serius pada anaknya yang masih duduk di bangku TK. Karena ia tidak tahu lagi bagaimana caranya mencurahkan isi hati pada siapapun. Hanya kepada Moana lah, ia dapat berbicara dengan sungguh-sungguh dan sejujur-jujurnya.


"Betolnya..?" Tanya Moana.


"Betol kali nak ku. Sumpah sama Alkitab pun berani bapak!" Moan mencoba meyakinkan Moana.


Moana menghela nafas panjang dan menggigit cokelatnya.


"Kau percaya kan sama bapakmu ini boru ku?" Tanya Moan.


Moana menatap Moan dengan seksama. Lalu ia tersenyum kepada lelaki yang sangat mencintainya itu.


"Aku selalu percaya sama bapak. Tapi bapak sabar ya.. Mudah-mudahan mamak bisa memaafkan bapak dan gak salah paham lagi sama bapak."


Moan terus menatap Moana, air matanya pun mulai terjatuh di pipinya.


"Bapak gosah nanges. Aku pasti bantu bapak buat cakap sama mamak. Tapi bapak sabar ya. Kita berdoa aja sama Tuhan, biar tangan Tuhan bantu bapak sama mamak bersatu lagi. Kata guruku, kalok ada apa-apa, kita berdoa sama Tuhan. Cuma Tuhan yang bisa bantu pak."


Moan tersenyum mendengar ucapan polos, namun begitu benar dari bibir putrinya itu.


"Iya lah, bapak selalu berdoa sama Tuhan nak ku. Semoga kita bisa bersatu lagi. Balek ke rumah kita dan idop bahagia lagi," Ucap Moan.


"Nah, ini cokelatkan ada dua. Aku kasikan mamak satu ya pak."


"Kenapa gitu?" Tanya Moan.


"Bapak cemana nya, katanya mau baek-baek sama mamak. Tapi bapak gak bawak apa-apa untuk hari Valentine buat mamak. Gak romantis kali." Protes Moana.


"Oh iya." Moan menepuk dahinya dan kembali menatap Moana.

__ADS_1


"Aku kasikan sama mamak. Nantik ku bilang sama mamak kalau aku jumpa bapak barusan. Bapak kasi ini untuk mamak. Cemana?" Tanya Moana.


"Mantap kali ide mu boru ku." Moan tersenyum lebar dan memeluk putrinya itu dengan erat.


__ADS_2