Kost Putri Reunion

Kost Putri Reunion
Surprise


__ADS_3

Malam ini Butet merasa begitu bahagia. Dia dan Moana berjalan di salah satu mall mewah. Di tangan Butet terlihat begitu banyak kantung belanja. Pun di tangan Moana terlihat beberapa kantung belanja dari sebuah toko mainan.


"Banyak kali kita belanja mak. Gak abes duet mamak?" Tanya Moana, seraya menjilati es krim yang baru saja ia beli.


"Ssssttt... tenang nya kau. Pokoknya kau senang dah tu," Ucap Butet.


"Aku apa mamak yang senang? Belanjaan mamak lebih banyak daripada aku pon. Mamak siap belik sepatu, tas, baju, tah apa-apa aja yang mamak belik."


"Eh, aku juga belik kan baju buat mu. Santailah kau nak ku. Gosah di pikerkan kali darimana mamakmu ini dapat duet."


Moana menatap Butet dengan tatapan menyelidik.


"Dapat bapak baru rupanya aku?" Celetuk Moana.


Butet mendadak menghentikan langkah kakinya dan melotot kepada Moana.


"Apa mak? Aku kan cuma nanyak." Moana menundukkan pandangannya.


"Pintar kau cakap ya." Butet terlihat kesal kepada Moana.


"Eh, tapi kalok aku dapat ganti si Moan, laki-laki kaya. Ish... kok mantap kali ku rasa." Batin Butet seraya tersenyum sendiri.


"Ha.. sekarang mamak senyum-senyum sendiri pulak. Iya lah kurasa mamak udah punyak bapak baru. Iya nya mak? Aku gak mau loh...." Mendadak kedua mata Moana terlihat memerah.


Butet pun menatap Moana dengan seksama. Lalu ia menghela nafas panjang dan berlutut di hadapan Moana.


"Siapa yang bilang mamak punyak bapak baru. Gadak loh.. Ini duet dari bapakmu." Terang Butet.


Moana yang hampir saja menangis, pun mendadak terlihat antusias.


"Betol nya mak!" Seru Moana.


"Iyaaaa. Cok kau tanyak lah sama dia. Udah taunya kau dia tinggal di kost depan?" Tanya Butet.


"Ngg...." Moana terlihat ragu untuk menjawab.


"Hmmmm, aku rasa kau nokoh nokohin mamak semalam ya... Kau jumpa bapakmu bukan di depan pagar kan? Naek kau ke kost bapakmu?"


Moana mendadak gugup, lalu ia menundukkan wajahnya.


"Eeealaaahhh.. samanya kau sama bapakmu. Laen kali jan lah kau nokoh nokohin mamak, berdosa kau." Butet terlihat kesal, setelah mengetahui bila Moana sudah lebih dahulu tahu kalau Moan tinggal di kost Nlnyak Komariah.


"Maaf mak," Ucap Moana.


"Hhhh... yodahlah... ayok kita pulang."


Mereka pun beranjak meninggalkan mall tersebut.

__ADS_1


Sedangkan di depan rumah nyak Tatik, terlihat Moan yang sedang gelisah menatap laporan mutasi rekeningnya. Ia tidak menyangka bila Butet membelanjakan uangnya bukan untuk makan, melainkan untuk berbelanja di toko toko barang-barang mewah.


Dari kejauhan ia melihat cahaya lampu mobil mendekat. Sejenak ia mencoba memastikan mobil tersebut dan ternyata memang benar, itu adalah mobil Butet.


Sedangkan Butet dan Moana yang berada di dalam mobil, dapat dengan jelas melihat Moan yang berdiri di depan rumah nyak Komariah.


"Mak, bapak mak!" Seru Moana.


"Iya, tau nya aku." Sahut Butet.


"Mak, bapak marah gak uangnya kita abesin?" Tanya Moana.


"Kita liat aja, marah apa enggak dia." Sahut Butet seraya menarik rem tangan mobilnya. Lalu ia pun turun dari mobilnya untuk membuka pagar rumah kost nyak Tatik yang ia tempati.


"Tet," Sapa Moan, sesaat setelah ia menarik nafas panjang.


Butet hanya melirik Moan dan lalu membuka pagar rumah kost nya lebar lebar.


"Tet," Panggil Moan lagi.


"Apa?" Sahut Butet.


"Banyak belanja Tet?"


"Kenapa rupanya?" Tanya Butet dengan ekspresi wajah yang menantang.


"Gak apa Tet." Sahut Moan, lalu ia pun menelan salivanya dan sekali lagi menghela nafas panjang.


"Memangnya kenapa kalau aku sekalian belanja bang? Rugi kau? Daripada cewek-cewek di luar sana yang abesin uangmu, bagos aku yang libas uangmu," Ucap Butet dengan ekspresi wajah yang kesal.


"Oh, ya udahlah. Gak apa Tet. Aku nyarik duet buat kau sama Moana kok. Mau kau abeskan, mau kau tabong, mau kau kasikan sama siapa gak masalah samaku." Moan tersenyum dan beranjak ke arah kursi penumpang.


"Halo anakku sayang..." Sapa Moan, saat Moana membuka pintu mobil tersebut.


"Bapak!" Seru Moana yang langsung meminta gendong kepada Moan. Sedangkan Butet masih terlihat mematung setelah mendengar ucapan Moan yang tidak mempersoalkan bila dirinya menghabiskan uang suaminya tersebut.


"Eh, kok dalam kali ucapan si Moan ini ya." Batin Butet.


"Abes belanja maenan ya kau nak?" Tanya Moan kepada putrinya yang sudah berada di gendongannya.


"Iya, bapak kok tau?" Tanya Moana seraya tersenyum lebar kepada Moan.


"Tau lah. Bapak kan pantau dari hape," Ucap Moan, seraya tertawa lebar kepada putrinya itu.


"Belik apa aja anak bapak?" Tanya Moan lagi.


"Belik maenan lah pak. Oh iya, aku juga belikkan maenan buat bang Romi, Rumi dan Roma." Terang Moana.

__ADS_1


"Oh ya? Mereka pasti senang kali. Moana baek kali ya..." Moan terlihat begitu bangga kepada Moana.


Butet menghela nafas panjang, lalu ia beranjak ke dalam mobilnya.


"Aku mau masukkan mobil dulu," Ucap Butet dari dalam mobilnya.


Moan pun menepi dan membiarkan Butet memasukkan mobil tersebut ke halaman rumah nyak Tatik.


Setelah itu, Butet pun beranjak turun dan menurunkan semua belanjaan nya.


"Kau turun dulu ya nak. Bapak mau bantu mamakmu bawakan belanjaannya," Ucap Moan, seraya menurunkan Moana dari gendongannya.


Lalu Moan beranjak menghampiri Butet yang tampak kerepotan waktu hendak mengangkat belanjaannya.


"Udah, buka pintu sanan. Belanjaannya biar abang yang bawak," Ucap Moan, seraya meraih satu persatu kantung belanjaan Butet.


Butet mulai terlihat tidak enak hati kepada Moan.


"Gak usah bang."


"Udah, gak apa. Aku bawakkan. Abes itu aku keluar balek. Gak akan nya aku nginap di kost mu," Ucap Moan yang sudah menjinjing semua kantung belanja.


Butet terdiam, lalu ia beranjak ke arah paviliun dan membuka pintu rumah kost nya.


Moan beranjak masuk dan menaruh semua belanjaan Butet di atas meja yang terletak di ruang tamu. Lalu ia pun beranjak keluar dan berjalan menghampiri Moana yang sedang berjalan menuju ke arah rumah kost.


"Moana sama mamak dulu ya. Bapak mau ke cafe. Mau bayar gaji orang. Doakan bapak banyak rejeki ya.. Biar puas mamakmu belanja."


Butet mengerutkan keningnya, karena ia merasa ucapan Moan barusan sedang menyendir dirinya. Namun ia tidak dapat marah kepada Moan, karena suaminya itu tidak mempersoalkan dirinya karena terlalu banyak berbelanja.


"Siap pak!" Seru Moana.


"Bagosss... dan doakan juga, semoga bapakmu ini panjang umur, bisa balek sama mamakmu, bahagia sama kalian, semakin kaya, semakin baek, semakin ganteng, semakin sabar menghadapi mamakmu ya.."


Lagi-lagi Butet merasa tersindir dengan kata-kata Moan barusan.


"Maksudmu apa bang!" Tegur Butet.


"Udah ya... bapak pigi dulu." Moan pun segera mengecup puncak kepala Moana, dan langsung beranjak pergi.


"Bang! Woi!" Panggil Butet.


Namun Moan berlalu begitu saja tanpa mempedulikan panggilan Butet.


Butet terdiam. Maksud hati ingin memberi pelajaran kepada Moan, namun justru dirinyalah yang mendapatkan surprise dari sikap Moan.


....

__ADS_1


Sebelum berangkat ke mall.


"Ha.... Rasakanlah ini Moan. Daripada cewek-cewek itu yang abeskan duitmu. Bagos aku sama Moana yang makan duetmu. Aku pen jugak liat kau marah sama aku. Cobak lah kau marah... langsong ribot lagi kita. Sukor-sukor kau yang gugat aku. Sengaja nya aku buat kau muak sama aku! Biar tau kau, aku juga muak samamu!" Batin Butet.


__ADS_2