Kost Putri Reunion

Kost Putri Reunion
Babak kedua


__ADS_3

Nella tertunduk malu saat berada di kantor keamanan klub malam. Di sampingnya terlihat Choky dan juga teman-teman Choky. Sedangkan di depannya, terlihat Rendy dan juga teman-teman nya yang terlibat dalam keributan tersebut. Mereka semua sengaja digiring ke kantor keamanan agar kondisi di klub malam tersebut tetap terjaga. Di sana mereka diintrogasi oleh Kepala keamanan klub malam, untuk mencari tahu apa agar masalah yang menjadi pemicu keributan di antara dua kelompok tersebut.


Suasana masih terasa panas, Choky pun masih merasa emosi kepada Rendy dan juga Nella. Masing-masing dari mereka ditahan oleh teman-temannya, agar tidak saling menyakiti lagi. Di ruangan tersebut, juga terlihat Moan yang sedang berdiri mengikuti jalannya proses damai di antara kedua belah pihak. Namun di sana tidak terlihat Butet, Butet sengaja menunggu di luar karena ia tidak ingin menampakan dirinya di depan teman-teman Moan.


"Jadi, apa yang memicu permasalahan ini?" Tanya kepala keamanan klub malam tersebut.


"Dia sudah memeluk dan melakukan hal yang tidak pantas pada istri saya!" Sontak saja Choky kembali meluapkan emosinya saat kepala keamanan tersebut bertanya tentang akar permasalahan antara ke dua belah pihak yang sedang berseteru tersebut.


"Orang istrinya kok yang mau!" Tidak mau kalah, Rendy pun berusaha membela dirinya.


"Di klub malam itu sudah biasa bro! Gak pernah ke klub malam ya? Makanya jaga istrinya! Biar di rumah saja!" Sambung Rendy.


Mendengar ucapan Rendy, Choky pun semakin emosi. Hingga ia pun menggebrak meja yang ada di hadapannya.


Brakkkk..!


"Eh! Kau tau kan kalau dia punyak suami!" Bentak Choky.


"Tahu, tapi dia yang ngejar-ngejar saya! Dia juga yang selalu menghubungi saya!" Rendy tidak mau di salahkan. Ia tetap merasa benar, walaupun posisinya dirinya juga bersalah atas apa yang telah ia lakukan terhadap Nella.


Mendengar ucapan Rendy, Choky terdiam. Lalu ia menatap Nella yang terus menundukkan wajahnya.


"Cok kau cakap dulu! Iya nya yang dia bilang!" Bentak Choky.


Nella tak mampu berkata-kata. Ia menundukkan wajahnya semakin dalam.


"Jawab dek!" Desak Choky.


Beberapa teman-teman Choky, tampak saling berbisik. Mereka tidak menyangka bila kelakuan istri sahabatnya itu, tidak berbeda jauh dari mereka semua.


"Bisa gak kau jawab Nella!" Bentak Choky, seraya mengguncang tubuh Nella dengan kasar.


"Eh! Eh! Eh! Jangan kasar dong sama istrinya!" Kepala keamanan mencoba untuk melindungi Nella.


"Gak usah kau ikot campor ya! Dia istriku!" Bentak Choky.


Kepala keamanan tersebut pun terdiam. Kini mereka semua menunggu jawaban dari bibir Nella. Namun bukan nya mendapatkan jawaban, Nella pun mulai terisak untuk tidak menjawab pertanyaan yang Choky layangkan kepada dirinya.


"Jangan nanges kau! Jawab! Gak usah kau buat kami kasian sama kau!"


Nampaknya Choky sudah hapal betul dengan trik dari istrinya. Ia pun terus mengguncang tubuh Nella hingga akhir tangisan Nella semakin kencang.


"Jawab! Jawab gak!" Choky terus berusaha membuat Nella membuka suara.


"Chok, Chok, Chok, tenang Chok!" Joko berusaha untuk memenangkan Choky yang sudah seperti orang yang kesurupan, karena saking emosinya.


"Heran aku, Jok, sama betina sebijik ini! Udah ku kasikan segalanya buat dia, tapi maen belakang dia!" Choky mengungkapkan kekecewaannya pada Joko.


"Iya.. tapi sabar dulu. Jangan emosi seperti ini, Chok." Joko berusaha untuk menasihati Choky.


Choky menghela napas panjang dan lalu mendengus kesal.


"Kamu ngapain di sini?" Tanya Nella.


"Ngapain di sini? Aku nanyak sama kau! Kau tanyak balek! Jawab dulu apa yang aku tanyak sama mu! Aku ke klub malam, wajar lah! Aku ini laki-laki!"

__ADS_1


"Wajar kau bilang!" Bentak Nella.


Choky mengerutkan keningnya dan menatap Nella dengan seksama.


"Kau gak pernah di rumah bang! Ternyata begini kelakuanmu! Cari perempuan kan kau bang!" Kini Nella melampiaskan kekesalannya kepada Choky.


"Terus, kek gini kelakuanmu! Maen sama laki-laki yang cuma mau abeskan uang mu aja!" Bentak Choky.


"Eh bro! Jangan asal ngomong!" Mendengar ucapan Choky, Rendy pun merasa tersinggung.


"Diam kau! Kau ku pukol lagi kau ya!" Ancam Choky.


Rendy pun terdiam. Sesekali dia meringis menahan sakit luka lebam di beberapa bagian tubuhnya, yang di sebabkan oleh Choky.


"Aku carik uang! Aku mau senang-senang setelah carik uang untuk kau dan anak-anak! Apa salahnya!" Ucap Choky, membela dirinya di depan Nella.


"Kau pikir, mengurus anak itu enak! Uang, uang, uang! Kau pikir, kami gak butuh perhatian dari kau!" Nella masih berusaha membela dirinya.


"Tah kau selingkuh di luar, tah enggak, aku gak tau! Dari pada aku sakit hati, bagus aku melakukan hal yang sama!" Sambung Nella.


"Aku gak selingkuh!" Choky semakin emosi dan kembali mengguncang tubuh Nella.


Ckrek..!


Butet yang sedari tadi menguping di balik pintu pun merasa gemas dengan pembelaan diri Choky. Akhirnya ia pun memutuskan untuk masuk dan membuka semuanya di hadapan Nella. Seisi ruangan pun menatap Butet yang baru saja masuk. Choky pun terlihat terkejut dengan kehadiran Butet di sana.


"Bukannya kau yang buat aku sama lakik ku hampir cere? Kau pinjam hape lakik ku buat pesan cewek! Kau pun minta maaf sama aku di rumah kawan ku waktu si Moan dan aku di sidang di sana! Cok kau jujor!" Ucap Butet.


Choky terperangah, lalu ia menatap Moan yang kini sedang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"A-aku..."


"Jujur aja kelen semuanya! Aku tanya sama kelen semua! Apa kelen pernah liat si Moan pesan-pedan cewek? Pernah dia ikot sama kelen ke tempat tempat kek gitu sama kelen!" Tanya Butet, kepada teman-teman Choky yang sedang berdiri di sana.


Teman-teman Choky pun terkejut dan terlihat salah tingkah.


"Jawab gak! Rumah tangga aku yang mau di pertaruhkan ini! Ngerti kelen! Kalok gak jujor kelen, ku libas kelen pakek pentungan satpam ini ya!" Ancam Butet, seraya meraih pentungan satpam yang tergantung di dinding ruangan tersebut.


"Kak, tenang kak!" Ucap Joko, seraya mengangkat kedua tangannya.


"Aku tanyak sekali lagi sama mu ya Choky, sama kelen juga! Apa iya si Moan yang pesan cewek? Iya apa enggak kalok kau yang pinjam hape si Moan, sampek aku sama si Moan ribot kek gini!" Tanya Butet.


Choky tetap diam seribu bahasa. Seperti menemukan jalan buntu, ia hanya mampu menundukkan pandangannya.


"Jawab lah Chok!" Desak Moan.


"Jawab!" Bentak Nella.


Choky tersudut, ia menatap satu persatu teman-temannya yang terlihat sama terpojok nya dengan dirinya.


"Jawab!" Bentak Butet, seraya memukulkan pentungan satpam tersebut di atas meja.


Brakkkkk..!


Seisi ruangan pun hampir melompat karena terkejut.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, Joko berusaha untuk melarikan diri dari ruangan tersebut. Namun dengan cepat, Moan pun menarik kaos Joko dan menahannya di ruangan tersebut.


"Jadi, kelen suka main perempuan?" Tanya Nella.


Suasana kembali hening. Hingga akhirnya Butet kembali memukul meja dengan pentungan satpam yang ada di genggamannya.


Brakkkkk..!


"Jawab! Jujor kelen! Kalok gak ku matikan kelen semuanya ya!"


Kenji, Rendy, teman-teman Moan dan juga semua teman Nella, pun terkejut dengan sikap Butet yang terlihat seperti preman pasar.


"I-i-iya kak, waktu itu memang Choky meminjam ponsel Moan. Mo-mo-moan tidak pernah ikut dengan kami. Di-dia takut sama kakak." Terang Joko, yang akhirnya berani untuk buka suara.


"Bukan takot! Cinta aku sama binik ku! Makanya aku gak kek kelen!" Moan mencoba meluruskan ucapan Joko.


"I-i-iya, begitulah," Sambung Joko.


"Jadi siapa yang pesan!" Tanya Butet lagi, berusaha untuk meyakini ucapan Joko.


"Si-si- Choky," Ucap Joko dengan terbata.


"Kau!" Nella berdiri dari duduknya dan berkacak pinggang di depan Choky yang mulai merasa mati kutu.


"Pantas aja aku ke terpaksa harus ke dokter! Ku kira aku yang bawa penyakit! Ternyata dari kau bang!" Ucap Nella.


"Kau! Kapan kau ke dokter! Sakit nya kau?" Tanya Choky, yang terkejut mendengar ucapan Nella.


"Ada masalah aku waktu itu! Sampek harus ke dokter aku, gara-gara gatal kali anu ku! Ternyata dari kau!"


"Sebentar, apa yang kau bilang tadi? Kau kira dari kau? Jadi pernah nya kau tidur sama banyak laki-laki?" Tanya Choky.


Nella yang merasa salah bicara pun terdiam. Ia tampak mulai panik.


"Jawab!" Bentak Choky.


"Kau pun kek gitu nya!" Nella berusaha untuk membela dirinya.


"Jadi betol kau udah tidor sama banyak laki-laki?" Choky kembali memastikan.


"Kau pun iya kan! Satu sama kita!" Bentak Nella.


"Omakkkkjanggg..!" Choky menepuk keningnya.


"Maaf, kamu sakit apa ya? Bukan HIV kan?" Tiba-tiba saja pertanyaan bodoh dari Rendy, membuat Nella dan seisi ruangan terdiam.


"Kau!" Choky melotot menatap Rendy.


"Bukan HIV aku! Kimak nya kau!" Bentak Nella.


"Pernah kau rupanya sama binik ku ya!"


Brakkkkk! Bug! Jederrrrr..!


Perkelahian babak kedua pun tak bisa di hindari.

__ADS_1


__ADS_2