Kost Putri Reunion

Kost Putri Reunion
Ajakan Moan


__ADS_3

"Haloooo sobattt, kek mana kabarnya?" Tanya Choky, saat Moan baru saja datang di acara kopi darat teman-teman genk motornya.


"Baik," Sahut Moan, seraya menyambut tangan Choky. Lalu Moan menyalami satu persatu teman-teman. genk motor yang lainnya.


"Piye kabare Moan?" Tanya Joko, seraya menyalami Moan.


"Baik Jok," Sahut Moan, seraya tersenyum kepada Joko dan teman-teman yang lainnya.


"Apa acara hari ini?" Tanya Moan yang tampak lebih bersemangat dari pada sebelumnya.


"Omakjaaaaaangg.. Semangat kali si kawan ya. Calon-calon duda memang kek gitu," Celetuk Choky.


Moan terdiam dan menatap Choky dengan seksama.


"Muncong anak ini makin lama makin lantam ku tengok." Batin Moan.


"Apa! Beneran?" Teman-teman Moan tampak terkejut mendengar kabar Moan akan segera menjadi duda.


"Mana ada!" Seru Moan, dengan ekspresi wajah yang terlihat kesal.


"Itu, tadi si Choky bilang," Ucap mereka secara bersamaan.


"Muncong si Choky kelen percaya?" Tanya Moan dengan wajah yang masam.


"Gimana sih lu chok!" Ucap beberapa di antara mereka.


"Ish! Jadi balek lagi kau Moan?" Tanya Choky.


"Alah! Diam lah kau! Tah apa yang kau bilang!" Bentak Moan.


Seketika Choky terdiam dan kembali menghisap rokoknya.


"Pening kali aku, disko kita yok!" Ucap Moan kepada teman-temannya.


"Tumben lu ngajak disko, Moan!" Ucap Joko, seraya tertawa.


"Pening aku," Sahut Moan.


"Mau disko di mana?" Tanya Slamet.


"Adalah, pokoknya mantap lah," Ucap Moan, mencoba meyakinkan teman-temannya.


"Gimana Chok!" Tanya Joko.


"Tapi kita mau karoke.. Udah ada cewek pulak ini mau ku bayar," Ucap Choky.


"Omakjaaaaaangg, cewek ke cewek aja!" Batin Moan.


"Alahhhh..! Di disko, kelen gak perlu nya bayar. Asal kelen bisa belik kan minum, bisa nya kelen bungkos!" Moan kembali meyakini teman-temannya.


"Tapi gak tau kita dia bersih apa enggak," Ucap Choky.


"Eh kimbek! Kau kira cewek yang kau ajak itu bersih? Tah siapa-siapa aja yang pernah sama dia!" Ucap Moan dengan kesal.

__ADS_1


"Iya juga ya. Dari pada aplikasi men_creet, mendingan sekali-sekali kita have fun di disko," Ucap Joko.


"Nah! Pintar kau Jok!" Seru Moan.


Choky tampak berpikir sejenak. Lalu pada akhirnya ia pun setuju untuk pergi ke klub malam bersama dengan Moan dan yang lainnya.


"Ya udahlah, aku cancel aja," Ucap Choky, seraya kembali mengirim pesan pada wanita yang sudah ia pesan untuk menemani dirinya.


"A... kek gitu lah. Mana tau nantik kau jumpa sama perempuan yang lebih cantek," Ucap Moan.


"Ya udah lah, jadi berangkat aja kita atau kek mana?" Tanya Choky, yang mendadak merasa tak sabar ingin bertemu dengan wanita cantik di klub malam.


"Ha.. boleh, cepat lah!" Seru Moan, seraya beranjak dari duduknya dan di susul oleh yang lainnya.


Mereka pun beranjak ke parkiran motor dan pergi ke klub malam, atas rekomendasi Moan.


.


Di klub malam, Butet merasa risih saat berdesakan di lantai dansa. Terutama dengan Kenji yang terus berusaha untuk memeluk dirinya. Berkali-kali Butet mencoba menghindar dan menjaga jarak pada Kenji, namun berkali-kali juga ia terdorong, hingga menabrak tubuh Kenji.


Brukkkk!


"Maaf, maaf," Ucap Butet saat ia terdorong, hingga menabrak tubuh Kenji.


"Tidak apa. Makanya kamu deketan aja sama aku," Ucap Kenji, seraya tersenyum manis kepada Butet.


"Ng... kayaknya aku duduk aja deh. Kita ngobrol-ngobrol aja ya di sofa," Ucap Butet.


"Oh begitu, ya sudah," Ucap Kenji, seraya mengulurkan tangannya, berharap Butet menggandeng tangannya, saat berjalan ke arah sofa. Namun Butet mengabaikan tangan Kenji dan berjalan meninggalkan lantai dansa terlebih dahulu.


Butet pun duduk di sofa dan Kenji pun duduk tepat di sebelah Butet. Kenji tersenyum dan terus menatap Butet.


"Mau minum lagi?" Tanya Kenji.


"Gak, aku pingin juice aja," Ucap Butet dengan kikuk.


"Oh ya sudah, aku pesankan ya," Ucap Kenji, seraya melambaikan tangannya ke arah waiters.


"Omakkk.. gak bisa ini! Lama-lama meleh pulak aku, kek si Nella." Batin Butet. Pasalnya, Kenji terlihat berbeda dari lelaki-lelaki muda lainnya yang berada di sana.


"Kamu mau juice apa?" Tanya Kenji.


"Aku.. hmmm.. Juice Mangga aja," Ucap Butet.


"Ok," Sahut Kenji, seraya tersenyum kepada Butet.


"Mas, juice Mangga nya satu ya," Ucap Kenji kepada waiters tersebut.


"Baik mas," Ucap waiters itu.


Sementara Butet terus memperhatikan Nella yang terlihat sedang berpelukan dengan Rendy.


"Ish..! Nikmat kali ku tengok dia! Ish! lama kali kau bang! Cepat lah datang! Nantik silap pulak aku sama si Kenji ini." Batin Butet.

__ADS_1


"Kamu tinggal di mana?" Tanya Kenji.


"Tinggal? Hmmm.. di... adalah.." Sahut Butet.


Kenji tersenyum, dirinya tampak semakin penasaran dengan Butet.


"Di mana?" Tanya Kenji lagi.


"Adalah.. kalau kamu?" Tanya Butet.


"Aku di Jakarta Selatan," Sahut Kenji.


"Oh," Sahut Butet.


Tiba-tiba saja pembicaraan mereka berhenti, kala waiters membawakan pesanan Butet.


"Single, atau..."


"Udah punyak suami!" Potong Butet.


"Oh..." Kenji mengangguk paham, wajahnya terlihat sedikit merasa kecewa.


"Sudah ada anak?" Tanya Kenji lagi.


"Udah, satu anak ku," Jawab Butet.


"Oh, begitu.." Kenji kembali mengangguk paham.


"Aku boleh gak dekat dengan kamu? Aku minta nomor kamu dong."


Butet yang sedang minum juice nya, mendadak terbatuk batuk, saat mendengar Kenji meminta nomor ponselnya.


"Wah! gak iya ini! Bangggggg.. cepat kau datang...!!!!!!!" Batin Butet, yang kian tampak merasa tertekan dengan arus yang sangat berbahaya untuk keutuhan rumah tangga, di klub malam tersebut.


"A-aku ke toilet dulu ya," Ucap Butet, seraya beranjak dan berlalu begitu saja dari hadapan Kenji.


Kenji mengangkat ke dua alisnya dan menatap Butet dengan tatapan tak percaya.


Di toilet, Butet terlihat panik dan terus mencoba menghubungi Moan. Namun panggilannya belum juga di terima oleh Moan.


"Kemana lah kau banggg...! Cepat! selamatkan aku! Nantik aku silap bang! Bukan apa-apa, ganteng nya si Kenji dari pada kau bang!" Batin Butet dengan raut wajah yang tampak semakin gelisah.


Setelah panggilan ketiga, akhirnya panggilan Butet pun di terima oleh Moan.


"Halo dek," Sapa Moan.


"Di mana kau! Cepat kau datang! Udah goyang iman ku di sini!" Bentak Butet.


"Ini aku lagi bayar buat masok, sabar kenapa!" Ucap Moan, dengan suara yang sedikit di pelan kan.


Seketika, Butet pun merasa lega. Ia merasa sebentar lagi drama ini akan berakhir dan Butet pun dapat segera melihat Choky dan Nella bertengkar dan juga masing-masing dari mereka sama-sama tahu belangnya.


"Ya udah bang, aku tunggu. Aku di sofa, tapi si Nella lagi mantap mantap nya ini. Dia lagi joget sama cowok ganteng!" Ucap Butet.

__ADS_1


"Ha.. mantap. Iya lah. sebentar ya," Ucap Moan dengan ekspresi wajah yang puas.


"War lah kelen bedua!" Batin Moan dan Butet.


__ADS_2