Kost Putri Reunion

Kost Putri Reunion
Mau di tolak rugi, gak di tolak berdosa


__ADS_3

Dug! Dug! Dug!


Suara speaker terdengar begitu memekakkan telinga, terlihat banyak orang mulai dari remaja hingga berusia senja, berjoget ria di lantai dansa. Beberapa di antara mereka terlihat seperti menggila, karena sudah terpengaruh dengan minuman keras. Butet menyapukan pandangannya ke segala arah untuk mencari sosok Nella, yang meminta Butet untuk datang ke diskotik tersebut. Dalam remang cahaya, Butet terus berusaha untuk mencari sosok teman yang ia kenal sejak duduk di bangku universitas tersebut.


Tiba-tiba saja, ponsel Butet berdering. Dengan cepat Butet meraih ponselnya dari dalam tas tangan nya, untuk melihat siapa yang tengah menghubungi dirinya. Terlihat nama Moan tertera di layar ponsel Butet. Butet pun langsung menerima panggilan telepon tersebut.


"Halo," Sapa Butet.


"Halo, dek!" Sahut Moan.


"Apa bang?"


"Udah sampek kau?" Tanya Moan.


"Udah. Ini udah di dalam. Pekak kali kupeng ku di buatnya!" Ucap Butet, seraya terus menyapukan pandangannya ke segala sudut klub malam tersebut.


"Udah jumpa kau sama betina itu?" Tanya Moan lagi.


"Belom. Rame kali di sini bah! Gelap pulak! Semak aku jadinya!" Ucap Butet dengan suara yang setengah berteriak.


"Kau di mana rupanya bang? Udah jumpa kau sama si Choky?" Tanya Butet.


"Ini baru sampek aku. Baru mau aku jumpai dia," Ucap Moan.


"Oh iyalah. Kau kabar kabarin aja ya bang. Aku tahan si Nella di sini. Nantik kau bawak si Choky ke mari," Ucap Butet.


"Ha.. mantap tu! Mulai kita?"


"Gaskan bang!" Sahut Butet.


"Mantap! Sampai jumpa nantik! Gak sabar aku mau nonton orang betekak!" Ucap Moan, seraya tertawa puas.


"Iya lah. Udah dulu ya, aku carik dulu si Nella."


"Ok dek."


Percakapan mereka pun berakhir.


Butet pun kembali mencari sosok Nella di tengah keramaian manusia yang sedang asik dengan dunia mereka masing-masing, sampai kedua mata Butet melihat Nella yang sedang berjoget dengan seorang lelaki muda berusia sekitar dua puluh lima tahun di lantai dansa. Butet memperhatikan Nella yang terlihat setengah mabuk dengan busana yang sangat terbuka. Nella pun terlihat begitu intim dengan lelaki muda tersebut.


"Ealahhhh! di situ dia rupanya!" Gumam Butet.


Butet pun menghampiri Nella dan menepuk pundak Nella.


"Hoi! Di sini rupanya kau!" Ucap Nella.


Seketika Nella dan lelaki muda tersebut pun berhenti berjoget. Nella menoleh dan menatap Butet dengan seksama.


"Hai bestiii.." Ucap Nella, seraya tersenyum kepada Butet.


"Besti besti, mamak kau!" Butet mengumpat di dalam hatinya.

__ADS_1


"Hai sayang, ini temen aku," Ucap Nella kepada pemuda tersebut, tanpa merasa ragu di depan Butet.


"Ah, iya sayang." Lelaki muda itu tersenyum dan mengulurkan tangannya di hadapan Butet.


"Hai, aku Rendy," Lelaki muda tersebut memperkenalkan dirinya kepada Butet.


Butet menatap lelaki tersebut dengan seksama. Lalu dengan ragu, ia pun menjabat tangan lelaki tersebut.


"Arinauli," Butet memperkenalkan dirinya kepada lelaki tersebut.


Lelaki itu tersenyum dan menggenggam tangan Butet dengan erat, lalu menggaruk telapak tangan Butet dengan jari jemarinya.


"Omakjaaaaangg! Getek kali brondong gak modal ini!" Batin Butet.


"Ya sudah, kita duduk dulu yuk!" Nella menarik tangan Butet dan lelaki muda bernama Randy tersebut.


Saat berjalan ke arah sofa yang sengaja Nella sewa untuk dirinya dan teman-temannya, Randy yang berjalan di sebelah Butet tampak terus menatap Butet dengan sorot mata yang terlihat begitu kagum dengan kecantikan wajah Butet.


"Omak! Di tengoknya aja awak!" Batin Butet.


Mereka bertiga pun sampai di sofa. Di sana sudah ada beberapa orang teman-teman Nella yang sedang duduk sambil berbincang dengan yang lainnya. Beberapa di antara mereka sedang asik bermesraan dengan lelaki yang terlihat bukan pasangan sah mereka.


"Hai bestiii..! Kenalkan, ini Arinauli atau Butet. Dia temanku waktu kuliah dulu. Dia katanya mau masuk ke dalam genk kita!" Ucap Nella dengan bersemangat.


"Wah..! Selamat datang! Selamat bergabung ya Arina!" Seru mereka, seraya mengangkat gelas yang berisi minuman beralkohol untuk menyambut kehadiran Butet di tengah-tengah mereka.


"Te-terima kasih," Sahut Butet dengan terbata.


"Ya beb," Sahut lelaki muda bernama Kenji tersebut.


"Temani teman ku ini ya.. Namanya Arinauli. Kamu bisa panggil dia Arina atau Butet," Ucap Nella pada lelaki muda tersebut.


"Gimana kalau panggil honey saja," Ucap Kenji, seraya tersenyum semringah kepada Butet.


"Apaaaa! Honey honey! Sok ke ingris ingrisan kali kau!" Batin Butet.


Lelaki bernama Kenji tersebut, pun berjalan menghampiri Butet. Butet pun menatap Kenji yang terlihat begitu tampan dengan kemeja hitam slim fit yang melekat di tubuh atletis lelaki tersebut.


"Makjaaaaangg...! Bikin silap juga anak ini bah! Kalok tau si Moan, ooooo... abes aku di buatnya ini nantik!" Batin Butet, seraya menelan salivanya.


"Gimana? Gantengkan?" Bisik Nella.


Butet menatap Nella dengan seksama, lalu ia memasang wajah canggung seraya tersenyum tipis.


"Ganteng gak?" Tanya Nella lagi.


"I-i-iya," Sahut Butet.


Nella pun tersenyum puas saat mendengar jawaban dari Butet.


"Aku sengaja loh, nyuruh si Kenji datang. Dia memang ganteng gak ada obatnya. Tadinya dia nolak aku suruh datang. Tapi waktu aku kirim gambar kamu, dia mau datang. Katanya kamu cantik, Tet!" Ucap Nella dengan bersemangat.

__ADS_1


Butet kembali tersenyum canggung kepada Nella. Lalu ia kembali menatap Kenji yang kini sudah berdiri di hadapannya.


"Hai, aku Kenji," Ucap Kenji, seraya menyodorkan tangannya di hadapan Butet.


"A-arinauli." Dengan gugup, Butet memperkenalkan dirinya.


"Yuk, berdansa denganku," Pinta Kenji.


"Eh! Minum dulu dong! Dansa gimana! Mana enak dansa tanpa minum!" Ucap Nella seraya menyodorkan segelas minuman keras kepada Butet.


"A-aku gak mau minum loh!" Ucap Butet, seraya menolak gelas yang Nella sodorkan kepada dirinya.


"Ayo lah, Tet! Sebagai tanda kamu bergabung sama kita-kita. Seteguk aja gak apa!" Pinta Nella, seraya terus menyodorkan minuman keras tersebut.


"A-aku gak biasa loh.." Butet terus mencoba menolak minuman tersebut.


Nella terlihat malu kepada Teman-temannya, lalu ia berbisik kepada Butet.


"Ayolah, Tet. Sedikit saja. Jangan kayak anak kampung deh!" Ucap Nella.


Butet mengerutkan keningnya, seraya menatap Nella dengan seksama.


"Ish! ngeri anak ini bah!" Batin Butet.


"Ayolah, biar enteng.." Rayu Kenji.


"Iya, Tet. Ayolah," Pinta Nella.


Mau tidak mau, Butet pun meraih gelas tersebut dan mencoba meminum minuman keras tersebut. Baru saja mencium aroma minuman itu, Butet pun merasa ingin muntah.


"Huffff!" Butet menjauhkan gelas tersebut dari wajahnya.


"Ayolah!" Paksa Nella lagi.


"Ya Tuhan! Dosa kali aku. Tapi gak papa lah, demi melancarkan missi, ku minum lah sikit. Nantik aku tobat di hari minggu." Batin Butet, seraya kembali mendekatkan minuman tersebut ke wajahnya seraya menahan napasnya, agar tidak mencium aroma menusuk dari minuman keras tersebut.


"Glek!" Butet pun meminum seteguk dan mendadak lidah, tenggorokan dan usus nya terasa terbakar.


"Langsung masok neraka aku kan! Kek tebakar!" Batin Butet seraya memejamkan kedua matanya dan memasang ekspresi tidak suka dengan rasa minuman keras tersebut.


"Nah, gitu dong..! Sekarang kita party!" Seru Nella seraya meraih tangan Rendy, untuk kembali ke lantai dansa.


Sedangkan Butet masih bergidik, merasakan minuman tersebut mengalir di ususnya. Merasa lebih baik, Butet pun membuka kedua matanya dan menatap Kenji yang sudah mengulurkan tangannya di hadapan Butet.


"Ayo kita nikmati malam ini," Ucap Kenji, seraya tersenyum manis kepada Butet.


"Omakjaaaaaangg...! Mau di tolak rugi, gak di tolak bedosa kali aku sama mu bang." Batin Butet.


"Ayo.." Ucap Kenji sekali lagi.


"Tapi kau yang nyuruh aku kemari kan bang? Jadi kau yang nyuruh aku joget sama si Kenji ya... Jadi bukan salah aku kan bang! Ya udahlah, demi missi! Gak missi pun gak bisa nolak aku kek nya," Batin Butet, seraya tersenyum sendiri.

__ADS_1


Butet pun menyambut tangan Kenji dan berjalan ke lantai dansa.


__ADS_2