Kost Putri Reunion

Kost Putri Reunion
Salah Sangka Lagi


__ADS_3

"Ck! adaaaaa aja masalah! Gara-gara kau lah ini ya Choky!" Gumam Moan dengan geram.


Lalu ia meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Choky.


"Gak bisa ku biarkan kau Chok! Harus kau bertanggung jawab atas prahara rumah tanggaku!" Batinnya lagi.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.." Terdengar suara operator kartu cellular dari ujung sana.


"Arghhhh! kimbek lah!" Maki Moan.


Lalu ia berusaha menghubungi Donny, temannya yang lain.


Setelah nada panggil ketiga, akhirnya panggilan Moan di terima oleh Donny.


"Halo!" Sapa Donny dari ujung sana, di iringi latar suara yang begitu bising. Suara sumbang teman-temannya dan juga wanita-wanita terdengar begitu memekakkan telinga Moan.


"Eh Don, di mana kau?" Tanya Moan.


"Kenapa emangnya? mau nyusul lu?"


"Iya, si Choky sama kelen kan?" Tanya Moan lagi.


"Iya, ada di sini dia. Tapi kayaknya bete dia, ceweknya gak datang-datang," Ucap Donny.


"Kek mana mau datang, dia pun paok kali. Ya udahlah, ada yang mau aku cakap kan sama dia. Mana dia?"


"Ada nih."


"Eh Chok! Moan mau bicara sama lu!" Terdengar Donny memanggil Choky. Lalu Donny pun menyerahkan ponselnya kepada Choky.


"Oi! Apa?" Terdengar suara Choky yang sedikit mabuk dari ujung sana.


"Aku mau bicara samamu. Apa nama tempat karoke kelen?" Tanya Moan.


"Iyah! Mau nyusul kau Moan? Bolehnya sama binikmu?" Tanya Choky.


"Udahlah, gak usah banyak cakap kau! Di mana kelen?"


"Ish mak! Kenapa kau? Kok ngeri kali ku dengar suaramu? Ada masalah rupanya kau sama binikmu?"


"Gara-gara kau lah ini bodattttt!" Batin Moan.


"Cepatlah, banyak kali cingcong kau!" Keluh Moan.


"Iyalah, sini aja kau. Mabok kita..."


"Eh, cepatlah..! Banyak kali ceritamu!" Keluh Moan lagi.


"Aku di karoke Melati harum mewangi. Sini lah kau," Ucap Choky.


"Tunggu aku ya. jan kemana-mana kau. Aku datang, udah pigi pulak kau!"


"Enggak lah, cepat lah kau sini. Aku tunggu." Janji Choky.


"Iya lah, ada yang mau ku bilang sama kau. Baek-baek kau disitu ya. Jangan begeser kau walau sejengkal pun," Ucap Moan. Setelah itu cepat-cepat ia mematikan sambungan panggilan telepon itu, dan bergegas naik ke atas sepeda motornya.


Moan pun meninggalkan rumah dan menyusul Choky dan teman-temannya ke sebuah tempat karaoke.


Moan pun melajukan sepeda motornya dengan cepat, agar ia cepat bertemu dengan Choky. Tidak sampai satu jam, ia sudah sampai di parkiran tempat karaoke yang di sebutkan oleh Choky. Setelah ia memarkirkan sepeda motornya, ia pun melangkah masuk ke dalam tempat karoke tersebut.

__ADS_1


"Di ruangan mana orang tu ya?" Batin Moan.


Lalu ia pun kembali menghubungi Donny.


"Halo!"


"Oi, di mana lu?" Tanya Donny.


"Di karoke aku. Kau di room berapa?" Tanya Moan.


"Room enam sembilan!" Seru Donny.


"Oh, iyalah. Aku ke sanan sekarang," Ucap Moan, seraya melangkah menuju room yang di maksud.


Setibanya Moan di depan room tersebut, moan pun langsung membuka pintu room itu. Terlihat teman-temannya sedang bernyanyi ria dengan beberapa wanita. Sedangkan di atas meja terlihat begitu banyak botol minuman keras yang sudah di minum.


"Alamakjangggg..!" Moan menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan teman-temannya.


Di pojok ruangan itu, terlihat Choky duduk sambil menenggak minuman. Rayt wajah Choky terlihat begitu kesal, karena wanita pesanannya tak kunjung tiba.


"Woi! Moan!" Seru Joko saat melihat Moan memasuki ruangan itu.


"Diam kau! Aku mau cakap dulu sama dia!" Ucap Moan seraya mendekati Choky.


Joko dan teman-teman yang lainnya terlihat bingung dengan sikap Moan yang menatap Choky dengan tatapan mata yang terlihat buas.


"Eh, ada apa?" Tanya Donny pada Joko. Joko pun hanya bisa mengangkat kedua bahunya, tanda dirinya tidak tahu menahu apa yang telah terjadi antara Moan dan Choky.


"Eh, sini kau dulu. Aku mau cakap samamu lay!" Ucap Moan, seraya menarik tangan Choky yang setengah sempoyongan.


"Eh, ada apa ini?" Tanya Choky, seraya mengikuti Moan yang menyeret dirinya keluar dari ruangan itu.


"Eh, kenapa aku pulak? Kenapa rupanya?" Tanya Choky yang tidak tahu menahu apa yang telah terjadi.


"Katamu, kau mau hapus aplikasinya. Tapi gadak nya kau hapus! Cemana nya kau ini! Tiba aku di rumah, salah sangka pulak binikku!" Keluh Moan.


"Cemana aku mau hapus? Binikmu telepon pulak, terus kau ambek hape kau. Siap tu bubar kita." Choky mencoba membela diri.


"Iya, tapi kenapa kau gak cakap sama aku!" Keluh Moan lagi.


"Lupa aku. Kau pun buru-buru kali pulangnya. Kenapa rupanya? Apa kata binikmu?"


"Kau pun aneh, kau pakek pulak namaku di aplikasi itu. Telepon pulak cewek itu, yang terima binikku pas aku mandi. Salah sangka lah dia!" Moan terlihat begitu emosi kepada Choky.


"Eh, maaf lah ya Moan," Ucap Choky dengan penuh penyesalan.


"Maaf aja gak cukup Chok! Pasalnya, binikku sama anakku cabot dia dari rumah, gara-gara aplikasi Men_Creet mu ini!"


"Oimakjanggg! Iya nya?" Choky terlihat semakin merasa bersalah.


"Kau kalau mau betol-betol minta maaf sama aku, tolong lah kau jelaskan sama si binikku. Kiamat aku, sampek mintak cere pulak dia. Padahal aku gadaknya kek gini-gini. Baek-baek aja nya aku, gak kek kelen-kelen ini."


"Bah! serius kau Moan?"


"Seriuslah! Kepala hotak kau aku gak serius!" Maki Moan.


"Sekarang binikmu di mana?" Tanya Choky.


"Gak dengar rupanya tadi kau? Aku bilang cabot dia sama anakku! Bah! ajab kali ah!" Keluh Moan.

__ADS_1


Choky terdiam, seketika pengaruh alkohol dalam tubuhnya pun menghilang. Sejenak ia tersadar bila dirinya sudah menjadi tersangka utama atas berakhirnya rumah tangga temannya itu.


"Ck! Jadi cemana aku mau kasih tau binikmu. Kan binikmu udah cabot sama anakmu," Ucap Choky.


"Isshhh... ku tepok lah kau nantik ya Chok! Geram kali aku. Pokoknya aku carik dulu binikku. Nantik, pas udah jumpa binikku, ku ajak kita jumpa betiga. Cemana?" Tanya Moan.


"Ish.. Jan kek gitu lah Moan..., Yodahlah, kabari aku aja nantik pas binikmu udah jumpa ya. Aku lanjot dulu minom, makin pening pulak aku dengar cerita kau!"


"Ish..., sanan lah kau! Lama-lama pen kali ku tumbokkkk kau lah!" Ucap Moan dengan geram.


Choky pun menghela nafas panjang dan kembali masuk ke ruangan karoke. Sedangkan Moan terlihat begitu kesal dan melangkah meninggalkan tempat tersebut.


*


"Ck! ada aja. Pakai bocor pula ban mobilku. Jadi kemalaman aku pulangnya kan!" Keluh Nella yang sedang mengemudikan mobilnya.


Seketika Nella menghentikan laju mobilnya, saat ia melihat sosok seorang yang ia kenal sedang di dekati seorang wanita berbusana terbuka di depan sebuah tempat karoke.


"Eh, kayak kenal." Gumam Nella, seraya mempertegas penglihatannya terhadap lelaki yang sedang tersenyum kepada wanita berbusana terbuka itu.


"Ih, seru nih!" Gumam Nella, seraya meraih ponselnya. Lalu ia memotret obyek nya seraya tersenyum lebar.


"Kamu bilang suamimu baik-baik saja kan Tet? Nih lihat kelakuan suamimu!" Batin Nella.


**


Ting!


Butet yang hendak beranjak tidur, kembali meraih ponselnya yang baru saja ia letakkan di atas nakas.


"Kehilangan aku kau kan Moan?" Gumamnya. Ia berpikir bila Moan mencoba menghubungi dirinya karena merasa menyesal. Tetapi ternyata pesan tersebut bukanlah dari Moan, melainkan dari Nella temannya.


"Eh, tumben kali anak ni kirim pesan jam segini." Gumam Butet lagi, seraya membuka pesan bergambar dari Nella.


Tet, ini suamimu bukan?


Tertera gambar Moan sedang tersenyum kepada wanita yang merangkul suaminya itu.


Duarrrrrr..!


Kali ini hati Butet bukan lagi merasa kacau. Melainkan sudah tumbuh tanduk-tanduk iblis di kepalanya.


"Makkkkk...!" Serunya, hingga Moana yang sedang tertidur, terkejut karena suara Butet.


"Apanya mamak ni!" Keluh Moana.


"Mati ku buat kau ya nanti Moan!" Ucap Butet penuh dengan emosi yang membara.


***


Yang sebenarnya terjadi


"Halo bang, kok baru datang sudah pulang?" Sapa seorang wanita yang langsung bergelayut manja di pundak Moan.


"Eh, iya mbak. Maaf, jangan kek gini mbak, aku sudah menikah. aku kesini cuma mau jumpa teman tadi," Ucap Moan yang merasa risih dengan wanita itu.


"Ah abang, karoke dulu kita bang.." Bujuk wanita itu.


"Gak dulu mbak. Aku mau pulang," Ucap Moan, seraya melepaskan tangan wanita itu dan langsung berjalan cepat menuju ke parkiran motornya.

__ADS_1


-Kiamatlah kau Moan!-


__ADS_2