Kost Putri Reunion

Kost Putri Reunion
Keributan


__ADS_3

"Di mana kita dudok?" Tanya Choky, saat mereka baru saja memasuki arena club malam tersebut.


"Di mana aja lah, sukak sukak!" Ucap Moan, seraya melangkahkan kaki nya untuk masuk dan berbaur di keramaian.


Terdengar teriakan para pengunjung yang memuji musik yang DJ suguhkan untuk mereka. Kelap kelip lampu club tersebut pun sesekali menerpa wajah Moan yang sedang menyapukan pandangannya ke segala arah, untuk mencari sosok Butet.


Tring!


Ponsel Moan pun berdering, satu notifikasi ia terima.


"Butet," Gumamnya.


Moan pun segera membaca pesan yang baru saja Butet kirimkan kepada dirinya.


"Aku malu mau keluar, nantik kawan-kawan mu tau pulak aku di sini. Bagos aku langsung ke luar ya bang, aku tunggu di mobil aja. Kalok kau mau carik si Nella, dia ada di lantai dansa. Lagi joget joget nya dia sama brondong getek. Kalok gak ada dia di lantai dansa, dia di sofa sama kawan-kawan nya."


Begitulah pesan dari Butet. Moan pun segera menyapukan pandangannya ke arah lantai dansa. Lalu ia melihat seorang wanita yang sedang asik berpelukan dengan seorang pria. Pakaian wanita itu terlihat begitu terbuka, juga sesekali wanita itu mengecup bibir sang pria. Moan mencoba mempertegas penglihatannya, hingga ia benar-benar merasa yakin, bila sosok wanita itu adalah Nella, istri dari temannya, yaitu Choky.


Moan menoleh ke belakang, tampak teman-teman nya masih terlihat bingung akan memilih duduk di mana. Namun dengan cepat, Moan meraih lengan Choky dan mengajaknya ke lantai dansa.


"Joget aja dulu kita. Gak usah dudok, setelah dapat cewek, baru kita dudok!" Bisik Moan kepada Choky.


Choky membulatkan kedua matanya dan mengangguk dengan cepat.


Moan sengaja mengajak Choky untuk berjoget tepat di samping Nella. Choky yang merasa gembira pun, langsung berjoget ria tanpa memperhatikan sekelilingnya. Moan memang sengaja menempatkan Choky di belakang Nella, agar wanita itu tidak melihat wajah Choky. Sedangkan Moan, sengaja berjoget di depan Nella dan juga Rendy, agar dapat terus memperhatikan gelagat Nella dan brondongnya. Moan melakukan itu karena ia menunggu momen yang tepat untuk memberi tahu Choky, bila wanita yang berada di belakang Choky adalah istrinya sendiri.


"Moan! Pasangan aja yang ku tengok di sini!" Keluh Choky, seraya berjoget di lantai dansa.


"Sabar kau!" Ucap Moan, seraya terus memperhatikan Nella yang sudah terlihat mabuk.


Tiba-tiba saja, Moan melihat Nella yang sedang di peluk dari belakang oleh Rendy. Moan juga melihat tangan lelaki itu dengan bebas menjamah tubuh Nella.


"Opp! momen ini!" Batin Moan.


"Eh Chok!" Panggil Moan, seraya menarik tangan Choky untuk mendekat kepada dirinya.


"Apa?" Tanya Choky, seraya memasang telinganya untuk menerima bisikan dari Moan.


"Kau tengok dulu ke belakang, asik kali pemandangan!" Seru Moan.


Dengan cepat, Choky menoleh ke belakang dan menatap seorang pria sedang asik memeluk seorang wanita dari belakang wanita tersebut. Choky juga melihat, betapa tidak tidak pantasnya pria tersebut menyentuh bagian-bagian yang tidak seharusnya di lakukan di depan umum.


"Omakkk..!" Seru Choky, seraya tertawa geli dan kembali menatap Moan seraya menggelengkan kepalanya.


"Asik kali kek nya dua orang itu, udah gak tahan kali laki-laki nya!" Seru Choky.


Moan pun hanya tersenyum sinis, saat menanggapi ucapan Choky.


Namun, perlahan senyuman Choky memudar. Ia kembali menoleh ke belakang dan sekali lagi memperhatikan wanita yang sedang berada di pelukan lelaki itu.


"Sebentar... kek nya aku kenal," Ucap Choky, seraya terus mempertegas tatapannya kepada wanita yang wajahnya tidak begitu jelas di mata Choky.


"Eh! ngapain kau tengok terus? Carik cewek lah!" Ucap Moan, seraya menepuk bahu Choky.


"Sebentar dulu, aku kok sangsi!" Ucap Choky, seraya mengibaskan tangan Moan dan perlahan mendekati Nella dan Rendy.


"Eh Chok! Mau kemana kau!" Seru Moan.


Namun panggilan Moan, di abaikan begitu saja oleh Choky, ia pun terus melangkah dan kini sudah berdiri tepat di depan Nella dan Randy.

__ADS_1


"Sayang, aku sidah gak tahan.. Ayuk kita ke luar dan langsung ke hotel saja," Ucap Nella, seraya berbalik dan memeluk Rendy dengan erat.


Saat Nella berbalik, saat itulah Choky dapat melihat wajah Nella dengan jelas. Jantung Choky berdegup kencang. Emosi pun langsung menguasai pikirannya.


"Maksud kau apa!" Teriakan Choky mampu mengalihkan beberapa pasang mata yang sedang menikmati musik yang keras tersebut.


Nella dan Rendy pun tersentak, mereka langsung menatap Choky yang terlihat begitu emosi saat ini.


"Kau!" Dengan cepat Choky meraih kerah kemeja Rendy dan mengangkatnya sekuat tenaga.


"Eh! Lu siapa!" Bentak Rendy.


"Aku suami dia! Bajingan kau!" Teriak Choky, seraya mendaratkan pukulan di wajah Rendy.


Bug!


"Aaaaaaaa...!" Terdengar teriakan dari Nella dan juga pengunjung wanita yang lainnya, seiring dengan terjatuhnya tubuh Rendy di atas lantai.


Seolah mengabaikan setiap kejadian yang terjadi di lantai dansa, Dj dan juga beberapa orang di sana tetap terus melanjutkan aktivitas mereka. Karena bagi mereka, kejadian seperti itu sudah menjadi bagian dari dunia malam dan hal itu kerap terjadi di dalam klub malam.


"Kau! Kek gini kau rupanya ya!" Bentak Choky, seraya menarik tangan Nella dengan sekuat tenaga.


Nella yang mabuk, mendadak mendapatkan kesadarannya kembali. Ia terperangah dan menatap tak percaya, bila lelaki yang berada di depannya adalah Choky, suaminya sendiri.


"Bang, aku..."


"Kek gini mainan kau rupanya!" Bentak Choky, seraya menampar pipi Nella.


Plakkkk..!


"Bangggg..!" Jerit Nella.


"Sini kau! Berani kau sentuh binik ku kek gitu. Memang setan kau!" Maki Choky, seraya kembali mendaratkan pukulannya.


Buggg..!


"Hek!" Rendy kembali tersungkur dan kini memuntahkan darah segar dari bibirnya.


"Ehh..! Ada apa ini!" Seru Joko dan teman-teman yang lainnya. Sedangkan Moan hanya berdiri menyaksikan keributan tersebut.


"Biar aja, urusan rumah tangga orang!" Ucap Moan, seraya mencegah teman-temannya yang sedang berusaha untuk memisahkan Choky dan Rendy.


"Rumah tangga?" Tanya Joko.


"Iya, binik si Choky itu, tengok lah," Ucap Moan, seraya menunjuk Nella yang terlihat sedang berteriak-teriak panik.


"Bang! Udah bang! Bang!" Jerit Nella. Namun Choky tak peduli, ia terlihat begitu brutal saat memberikan pelajaran untuk Rendy.


Terlihat security dan juga teman-teman Rendy dan Nella, berlari menghampiri mereka di lantai dansa.


"Ada apa ini!" Seru mereka.


"Sudah! Sudah! Keluar dari sini!" Bentak Security.


"Diam kelen semua! Dia udah sentuh-sentuh binik ku!" Ucap Choky dengan emosinya.


"Udah bang! Udah!" Pekik Nella.


Karena situasi semakin panas, Dj pun menghentikan musiknya dan semua orang pun berhenti berjoget. Dan mereka pun menjadi tontonan orang ramai.

__ADS_1


"Sini kau!" Jerit Choky, seraya menarik leher Rendy yang sudah terhuyung karena pukulan keras di wajahnya.


"Bang! Bang! Tenang bang! Ada apa ini! Jangan begini dong!" Ucap Kenji, yang berusaha menenangkan situasi.


"Halahhh.. jangan banyak cakap kau!"


Buggg..!


Satu pukulan pun mendarat di wajah Kenji.


Brakkk..!


Kenji pun terhuyung, hingga menabrak meja yang berada di luar lantai disko.


"Aaaaaaaa..!" Teriak wanita-wanita yang berada di sana.


"Gak bisa di biarkan!" Ucap Kenji, seraya menggulung lengan bajunya.


"Apa kau! Mau ribot kau! Kau bela kawan kau ini! Ayok lah! Jadikan aja semua!" Seru Choky.


"Eh! Eh! Eh! Jangan di sini!" Pekik security.


"Gak peduli aku!" Jerit Choky.


Bug!


Bug!


Brak!


Jedarrrr!


Jederrrr..!


Prakkkk!


Burrrgg..!


Suasana semakin kacau. Sedangkan Nella terlihat menjerit-jerit panik. Teman-teman Rendy turut membantu dan memukuli Choky. Melihat Choky terpojok, teman-teman Choky pun turut turun membantu Choky. Sedangkan Moan mencoba menghindar dan menyapukan pandangannya ke sekelilingnya.


"Di mana kau Butet?" Batin Moan.


Tiba-tiba saja, matanya melihat Butet yang sedang berdiri di depan lorong arah ke toilet di ujung sana, seraya melambaikan tangan ke arah Moan.


"Bang! Woi!" Butet memanggil Moan, seraya tersenyum geli.


Moan pun berlari menghampiri Butet. Lalu ia berdiri di samping Butet.


"Katamu, kau mau ke mobil aja."


"Ku piker, sayang kali aku gak nyaksiin sendiri. Jadi aku berdiri di sini aja dari tadi," Ucap Butet seraya tertawa geli.


"Hahahaha..! Mantap kan!"


"Mantap kali bah! Macam nonton WWE kita!" Seru Butet.


Moan tertawa dan merangkul pundak Butet.


"Siap ini orang tu pasti di sidang. Teros kita sidang lagi orang tu. Biar selesai semuanya. Kek gini lah kalau carik masalah sama aku!" Ucap Moan dengan rait wajah yang terlihat begitu puas.

__ADS_1


__ADS_2