
“Saya jadi merasa canggung tiap kali kamu memanggil saya dengan sebutan ayah mertua. Lalu sebenarnya saya mengatakan untuk jangan pernah kasar pada Khiren bukan karena saya berpikir Khiren akan terluka karena kamu tapi, sebaliknya, kamu akan terluka karena Khiren”
“Maksud ayah mertua apa?”
“Kamu harus tahu kalau Khiren itu memiliki sifat seperti ibunya, jika dia tidak suka pada satu hal maka dia akan lama sekali untuk tidak suka, lalu kalau misalnya kami bertidak kasar pada mereka maka mereka akan lebih kasar pada kamu dan bisa-bisa kamu masuk ke rumah sakit jika itu Khiren, paham?!”
“Kalian sedang menggosipkan aku?” Khiren datang tanpa suara hingga membuat dua pria yang sedang fokus pada cerita Kentaro pun syok.
“Katakan, kalian membicarakan apa di belakangku tadi? Sepertinya kalian menyebut namaku?!”
“Hahaha.. Itu perasaanmu saja sayang, ayo duduk di dekat calon suamimu! Kita akan makan malam sekarang!”
Lalu makan yang mereka pesan datang, setelah kedatangan Khiren mereka hanya fokus pada makanan dan ketika mereka selesai makan, mereka hanya basa-basi sebentar hingga Khiren mengatakan kalau dia ingin pulang.
Setengah perjalan Khiren dan Mex tidak bicara satu katapun, Khiren terus saja melihat keluar mobil.
“Apa yang kalian bicarakan di belakangku?” Tanya Khiren yang masih tidak melihat kearah Mex.
“Tidak banyak, hanya membicarakan tentang sifat anda”
“Memangnya ada apa sifat ku?”
“Anda sedikit keras kepala itu saja”
“Jangan bohong! Katakan apa lagi yang kalian bicarakan?” Nada bicara Khiren semakin meninggi dan dia melihat Mex dari pantulan kaca.
“Tidak ada”
“Berhenti!” Khiren terlihat kesal dan menatap kearah Mex dengan tatapan penuh kemarahan.
Lalu Mex menepikan mobil, kemudian Khiren turun dari mobil dan berjalan kearah pintu pengemudi.
“Keluar!” Perintah Khiren pada Mex.
Mex dengan patuhnya turun dari mobil tenpa bicara apapun, Khiren masuk ke mobil dan pergi meninggalkan Mex yang hanya melihat Khiren dari pinggir jalan. Khiren kesal karena Mex seakan menyembunyikan pembicaraanya dengan Kentaro pada Khiren. Beberapa kilometer Khiren melaju dengan mobil, tiba-tiba dia merasa bersalah karena meninggalkan Mex sendirian di pinggir jalan.
“Ah sial! Aku harus apakan anak itu?! Bagaimana kalau ada orang-orang gila yang menggodanya!?” Lalu Khiren memutar balik dan pergi kembali ke tempat Mex.
Sebenarnya Khiren kesal pada Mex tapi, dia tidak bisa meninggalkan anak yang tidak pernah protes dengan apapun keputusannya meskipun itu menyakit dirinya sendiri.
“Kenapa dia begitu patuh sekali, dasar menyabalkan!”
Saat sampai di tepi jalan dimana Khiren meninggalkan Mex, dia melihat Mex sedang di goda oleh bebera wanita yang terlihat akan ke tempat pesta. Pakaian seksi mereka dan make up yang terlalu mencolok sangat mengganggu pikiran Khiren.
“Sialan wanita jal*ng itu beraninya dia menggoda Mex saat aku masih hidup!” Lalu Khiren berhenti di depan mobil wanita yang sedang menggoda Mex.
__ADS_1
“Tampan, siapa namamu? Kenapa sendirian di pinggir jalan, ayo ikut kami?!” Salah seorang wanita itu menggandeng Mex dan menariknya masuk ke mobil.
“Lepaskan dia sialan!” Perintah Khiren yang sedang emosi.
“Siapa kamu? Jangan coba-coba mengganggu mangsa kami!” Ucap mereka dengan nada angkuh.
“Mangsa? Dasar wanita tidak tahu diri!” Khiren berjalan cepat dan mencekik leher wanita yang tidak mau melapaskan tangan Mex, lalu dia mendorong wanita itu masuk ke mobil mereka.
“Pulang sekarang atau aku patahkan semua tulang kalian!” Ucap Khiren yang memelototi mereka dengan tatapan penuh amarah dan siap untuk meledak.
Tiga wanita itu ketakutan melihat aura gelap yang Khiren pancarkan, mereka segera melajukan mobilnya dan meninggalkan Khiren dan Mex. Khiren menarik tangan Mex dan memaksanya masuk dan duduk di kursi penumpang.
“Bisa-bisanya kamu diam saat ada yang menggodamu?! Apa kamu tidak tahu cara menolak atau kenapa tidak menghajar mereka?”
“Mereka perempuan, bagaimana mungkin saya melawan mereka.”
“Lalu apa? Apa kamu mau di goda begitu? Menyebalkan! Harusnya kamu mengatakan sesuatu agar mereka segera pergi dan meninggalkan kamu!”
“Saya ingin mengatakan itu tadi sebelum anda datang”
“Jangan bohong! Lalu kalau aku tidak kembali kamu mau pulang dengan mereka?”
“Saya sebenarnya sudah meminta supir untuk menjemput saya di sana, saya pikir anda sangat marah dan tidak akan kembali!”
“Aku marah, ya tentu saja marah! Karena kamu tidak mengatakan yang sejujurnya padaku!”
“Terserahlah!”
“Apa anda masih marah?”
“Jangan bicara selembut itu! Aku jadi tidak bisa…”
“Tidak bisa apa?”
“Mex, diam saja dan biarkan aku menyetir, paham?!”
“Baik”
Sampai di kediamannya Khiren tidak bicara satu patah katapun pada Mex dan Mex pun terlalu patuh dan tidak mengatakan apapun pada Khiren. Saat dalam kamar Khiren tidak bisa tidur, dia merasa gelisah dan dia sendiri tidak tahu apa yang membuat dia segelisah itu. Dia memanggil beberapa penjaga dan meminta mengumpulkan beberapa orang penjaga terkuat di ruang bawa tanah.
“Master mereka sudah datang” Seorang kepala pelayan membawa orang-orang yang dianggap paling kuat di kediaman itu.
“Bagus! Kalian berlima serang saya!” Perintah Khiren.
“Tapi master…” Mereka ragu mematuhi perintah Khiren karena dari segi fisik luar Khiren terlihat sebagai wanita lemah dan cantik yang perlu mereka lindungi.
__ADS_1
“Apa kalian meragukan kemampuan saya?” Tanya Khiren pada mereka.
“Bukan begitu master tapi ini…”
“Apa anda akan memecat kami kalau kami melukai anda?”
“Hahahah… Kalian sanga percaya diri rupanya, saya tidak akan memecat kalian apapun yang terjadi”
“Maafkan kami master” Lalu mereka menyerang Khiren dalam waktu bersamaan.
Sayangnya Khiren yang kuat dan cekatan itu tidak mampu mereka lukai sedikitpun, mereka tumbang hanya dalam hitungan menit.
“Apa-apaan ini? Kalian tadi sangat percaya diri lalu dimana rasa percaya diri kalian, bangun dan serang saya!” Khiren kembali memerintahkan mereka untuk menyerangnya.
Lalu salah seorang dari mereka mencoba untuk bangun dan kembali menyerang Khiren, sebelum dia melayangkan pukulannya kearah Khiren, Khiren sudah lebih dahulu menguncinya dan membuat dia hampir kehilangan tangan kirinya.
“Ampuni kami master! Master tolong lepaskan saya!” Pria yang berada di tangan Khiren memohon untuk di lepaskan karena sekujur tubuhnya sudah sangat sakit.
“Apa hanya ini kemampuan kalian? Kamu!” Khiren menunjuk kepala pelayan kediamannya yang terlihat bergemeteran di sudut ruangan.
“S-saya M-master?” Pria tua seumuran dengan ayah Khiren itu benar-benar bergemetaran hingga dia hampir sulit berbicara.
“Cari orang yang lebih kuat dari mereka sekarang dan bawa padaku!”
“B-baik, master!” Kepala pelayan itu langsung berlari dengan cepat.
Saat sedang berlari mencari penjaga lainnya, dia malah bertabrakan dengan Mex yang berjalan menuju kearah kamar Khiren.
“Ada apa? Kenapa kamu buru-buru hingga tidak melihat keberadaanku?”
“Itu… Tuan, master sedang mengamuk di ruang bawah tanah, master meminta dibawakan penjaga yang kuat untuk bertarung dengannya.”
“Apa? 40 penjaga tidak akan cukup untuk menghilangkan hasrat membunuhnya, sebaiknya kamu buatkan jus apel lalu berikan obat tidur di dalamnya”
“Tapi tuan, saya takut master akan mengamuk jika saya melakukan itu”
“Kalau begitu kamu buat saja dulu dan biar saya yang mengantarnya secara langsung”
“Baik tuan”
Lalu kepala pelayan segera menyiapkan jus apel untuk Khiren, lalu setelah siap dia memberikannya pada Mex yang sudah menunggu di depan jalan masuk ke ruang bawah tanah.
Bersambung….
Jangan lupa Like dan votenya ya
__ADS_1
Oh ya, karena pikiranku masih ngambang soal pemeren utama prianya makanan aku buat voting di grup, yang mau antisipasi boleh gabung😊
Selamat membaca