Love Scenario V2

Love Scenario V2
Merasa lebih baik


__ADS_3

Dari arah belakang Mex mengejar langkah cepat Khiren yang menuju mobil. Tanpa aba-aba dia segera memeluk wanita yang sedang sangat kesal itu.


“Aku minta maaf, ini kesalahanku karena tidak menanyakannya pada kamu. Tolong berikan aku kesempatan untuk berbicara.”


“Lepas! Mex lepas!” Bentak Khiren sambil memberontak.


“Aku akan lepas tapi, tolong jangan pergi, ayo kita bicara, ya?” Ucap lembut Mex dengan penuh harapan.


“Baik, ayo bicara tapi tidak di tempat ini.”


Kemudian mereka menaiki mobil hitam dengan dua mobil di belakang mengikuti mobil yang mereka tumpangi.


“Katakan” Ucap Khiren tugas dengan pandangan terus melihat kearah luar jendela mobil.


Mex mengamati Khiren lalu tangannya meraih tangan Khiren yang terus saja dikepal nya. Mex mencoba dengan lembut membuka telapak tangan Khiren lalum menggenggamnya dengan perlahan.


“Sebenarnya kamu marahnya karena apa? Aku tahu kamu sedang kesal tapi rasa kesal itu akan hilang ketika kamu mengatakan apa yang menjadi masalah dalam pikiranmu, ayo katakan, aku akan mendengarkannya.” Ucap Mex dengan tulus pada Khiren.


“Baiklah kalau itu yang kamu minta! Aku muak dengan mereka yang memutuskan segalanya tentang hidupku tanpa mendiskusikannya, ini hidupku lalu kenapa aku tidak punya kebebasan dalam memilih? Aku lelah menjadi anak penurut, aku ingin hidup bebas dan melakukan yang ingin aku lakukan tanpa menuruti perintah siapapun. Aku hanya ingin..”


Melihat Khiren yang biasanya terlihat tegar meneteskan air mata seperti gadis kecil yang dikucilkan membuat Mex tanpa sadar memeluk Khiren dan mengelus rambutnya dengan lembut seperti seorang kekasih yang mencoba menenangkan wanita yang dicintai saat sedang menangis.


“Kamu tidak salah, kamu berhak mendapatkan yang kamu inginkan. Kamu hanya butuh bicara jujur dan katakan apa yang ingin kamu katakan pada semua orang agar mereka tahu kalau yang mereka lakukan itu menyakiti kamu. Percayalah, mereka akan paham jika kamu katakan perasaanku pada mereka.”


“Apa kamu yakin?” Tanya Khiren yang masih menangis tanpa suara dalam pelukan Mex.


“Tentu saja, ayo kita kembali dan bicara pada orang tuamu”


“Baiklah”


Akhirnya Mex berhasil menenangkan Khiren dan membuat Khiren kembali ke kediaman untuk meluruskan masalah dalam keluarga mereka.


Sesampai di kediaman keluarga Khiren, nenek dan Ayah Khiren terlihat sangat khawatir. Begitu sampai, Ayah Khiren langsung memeluk dan meminta maaf pada Khiren karena mengambil keputusan tanpa bertanya pada Khiren terlebih dahulu.


“Harusnya Ayah menanyakan pendapat kamu soal pernikahan ini, maafkan Ayah ya nak?”


“Nenek juga minta maaf karena bersikap egois selama ini.”


“Baiklah, aku kan maafkan tapi aku tidak mau menikah secepat itu dan semua masalah pernikahan harus di diskusikan dulu dengan aku.”


“Ayah dan nenek berjanji tidak akan pernah lagi memutuskan masalah tanpa berdiskusi dengan kamu, jadi sekarang apa kamu sudah tidak marah lagi?”


“Sedikit. Kalau begitu aku ingin makan, Ayah” Ucap Khiren dengan nada manja pada Ayahnya.


“Gara-gara ribut tadi jadi lupa makan pagi, ayo kita sama-sama makan dulu!”

__ADS_1


Semua kembali normal dan terasa seperti suasana keluarga pada umumnya. Makan pagi itu diakhiri dengan sangat baik dan percakapan yang terjalin di dalamnya pun cukup hangat selayaknya keluarga pada umumnya. Tanpa sadar kehadiran Mex dalam keluarga Khiren membuat hubungan yang sudah lama renggang pun menjadi lebih baik, suasana makan yang biasanya dingin pun hari itu terasa penuh dengan kehangatan. Khiren merasa sangat bahagia karena bisa merasakan kehangatan dari keluarganya setelah bertahun-tahun tidak pernah merasakan kehangatan dari sebuah hubungan kekeluargaan. Dia terbiasa dalam hubungan bisnis dimana hanya ada mencari keuntungan dalam setiap hubungan yang dijalankan dan terus saja merasa dituntut untuk bisa bertahan dalam banyak masalah yang harus dihadapinya sendiri selama ini.


***


Malam tiba, Mex masih bersama Khiren di kediaman keluarga Khiren. Sebenarnya dia sudah berencana tinggal di hotel tapi tidak mendapatkan izin dari nenek Khiren karena dia ingin Khiren dan Mex bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama sebelum menikah. Setelah makan malam selesai, Khiren hanya berdiam diri di depan kamarnya yang menyajikan pemandangan yang cukup indah karena ada kolam ikan cantik dengan pohon sakura di sampingnya.


“Apa yang sedang anda pikirkan?” Tanya Mex berdiri dibelakang Khiren.


“ Apa? ‘Anda’? Perasaan pagi tadi kamu masih santai aja menggunakan ‘aku, kamu’. Mex, kita di sini tidak sedang bekerja jadi bersikap santailah”


“Baiklah” Mex pun duduk di sebelah Khiren dan ikut menadangi kolam ikan.


“Apa yang sebenarnya kamu lihat?” Tanya Mex yang tidak tahu apa yang sebenarnya yang dilihat Khiren hingga matanya tidak bisa teralihkan.


“Tidak ada, hanya sedang menikmati suasana tenang saja. Lalu kamu sendiri ngapain masih di sini? Kamu tidak beristirahat?”


“Kalau kamu istirahat, aku pasti akan istirahat.”


“Kenapa kamu menunggu aku? Mex, kita ini enggak tidur di kamar yang sama jadi buat apa kamu tunggu aku tidur?”


“Agar aku merasa tenang. Ketenanganku saat bisa melihat kamu tidur dengan tenang tanpa gangguan dari mana pun.”


“Jangan berlebihan, kalau kamu lelah istirahatlah!”


“Aku tidak lelah” Ucap Mex sambil tersenyum ke arah Khiren.


“Baik.” Ucap Mex patuh.


“Mex!”


“Iya” Jawab Mex cepat dengan terus memandangi Khiren.


“Berhentilah memandangi aku, kamu membuat aku tidak nyaman.”


“Maaf, aku tidak bermaksud mengganggu.”


“Sudahlah. Tapi Mex, sepertinya aku benar-benar harus berterima kasih dengan kamu.”


“Kenapa?” Tanya Mex polos.


“Ya, karena kamu telah membuat aku yang tidak pernah benar-benar bicara dengan Ayahku pada akhirnya aku bisa bicara seperti seorang putri pada ayahnya, dan juga seorang cucu pada neneknya seperti orang pada umumnya. Biasanya kami bicara hanya karena ada tugas, atau masalah yang memang memaksa kami untuk bertemu dan bicara tapi, kali ini beda. Aku merasa diperlakukan seperti anggota keluarga dan bukan bawahan untuk pertama kalinya, dan aku bahagia, Mex!”


“Senang mendengar Anda bahagia Mater-ku” Pikir Mex sambil sesekali pandangi wajah Khiren.


“Mex, setelah aku pikir-pikir menikah dengan kamu adalah keputusan yang paling benar yang bisa aku lakukan. Karena hanya kamu satu-satunya orang yang memang pantas menjadi pendampingku.”

__ADS_1


“Aku senang mendengarnya, bagiku kebahagiaan kamu adalah segalanya.” Ucap Mex tulus sambil menatap mata Khiren dengan tatapan yang mendalam.


“Kamu selalu begitu, selalu bersikap berlebihan. Masa kebahagiaanku adalah segalanya bagi kamu, yang benar aja? Ada-ada aja, kamu ini!”


“Aku tidak bercanda atau pun pura-pura, tulus dari hatiku aku memang mengharapkan kebahagiaan kamu, karena… Khiren, selain Emilly hanya kamu lah yang paling penting dalam hidupku.”


“Bicara soal Emilly, kapan dia akan melahirkan? Samuel pasti sangat senang karena mendapatkan anak laki-laki sebagai anak pertamanya.”


“Kalau tidak salah, Emilly akan melahirkan sekitar 3 bulan lagi. Masih ada waktu untuk bisa ke acara pernikahan kita, itupun kalau kamu memang ingin menikah sebelum Emilly melahirkan.”


“Baiklah, ayo menikah sebelum Emilly melahirkan.”


“Kamu yakin?” Tanya Mex yang tidak menyangka kalau Khiren akan mengatakan hal itu.


“Kenapa tidak? Ayo menikah di bulan depan, aku ingin pesta yang sangat meriah dan mewah!”


“Terima kasih, aku akan mempersiapkannya dengan sangat baik agar kamu puas.”


“Aku akan menunggu hasil kerjamu tuan Mex. Sudahlah, ayo kita pergi tidur!”


“Baik”


Mex berjalan mengikuti langkah Khiren tapi tiba-tiba Khiren berhenti berjalan dan melihat ke arah belakang.


“Kenapa kamu berjalan dibelakang aku? Kita akan menjadi keluarga, jadi ayo jalan berdampingan?!”


“Baik” Dengan wajah gembira yang tidak bisa ditutupi Mex pun berjalan beriringan dengan Khiren walau hanya sampai di depan kamar Khiren saja.


“Selamat malam!” Ucap Mex yang berdiri di depan pintu kamar Khiren.


“Selamat malam juga calon suami!” Lalu dengan cepat Khiren menutup pintu.


Saat itu Mex benar-benar membeku karena kaget mendengar apa yang Khiren ucapkan sebelum dia menutup pintu. Wajah Mex memerah dan dengan cepat Mex berlari ke arah kamarnya karena tidak ingin ada yang menyadari perubahan ekspresinya. Sayangnya kejadian itu sudah di lihat oleh nenek dan Ayah Khiren yang ternyata sudah mengamati dua orang itu sejak dari tadi.


“Apa mereka bisa bertahan?”


“Mereka pasangan yang lucu, aku pikir mereka akan bertahan sampai akhir.”


“Lalu bagaimana dengan anak satu lagi itu? Laki-laki yang dipilih istri kamu?”


“Anak itu… Khiren sudah pernah menikah dengan anak itu tapi tidak ada yang benar-benar berubah tapi, lihat saat dia bersama dengan Mex ada banyak perubahan yang terjadi. Kita bisa menyingkirkan pengganggu jika sudah saatnya, bukan begitu, Ibu?”


“Aku juga berpikir begitu tapi, bagaimana dengan pendapat istri kamu?”


“Dia tidak akan bergerak lagi, dia sudah berjanji tidak akan ikut campur dalam masalah Khiren setelah kejadian dimana dia menusuk Khiren waktu itu.”

__ADS_1


“Baguslah kalau begitu. Ayo kita lihat siapa yang akan Khiren pilih pada akhirnya.”


Bersambung…


__ADS_2