Love Scenario V2

Love Scenario V2
Pulang


__ADS_3

“Khiren hari ini kita ngapain?”


“Entahlah, em… Ayo kita ke party yang diadakan sama Boy di pantai nanti sore?”


“Boleh boleh, aku juga memikirkan hal yang sama”


Mereka mulai memilih baju yang terbaik untuk di gunakan di pesta akhir tahun yang diadakan oleh Boy teman mereka. Di tepi pantai terdengar suara music yang keras hingga beberapa kilometer, semua orang sedang menari bersama mengikuti music yang sedang di mainkan.


“Hai! Kalian baru datang? Ayo gabung dengan kami?!”


“Oke!”


Khiren Dan Devi ikut dalam pesta yang begitu meriah hingga malam tiba, mereka semua mulai bersiap-siap untuk untuk merayakan satu tahunnya tempat perkumpulan para pencinta travelling.


“Oh tidak! Kenapa dia ada disini?” Khiren bersembunyi di balik Boy yang ada di sampingnya.


“Ada Khiren?”


“Bukan apa-apa?!”


Orang yang di hindari malah semakin mendekat dan dia menghampiri Boy yang ternyata sepupu jauh darinya.


“Hai! Makasih undangannya! Loh di belakang kamu siapa?”


“Dia… Khiren!”


“Khiren? Khiren, kenapa kamu bersembunyi?” Daniel sedikit bingung dengan Khiren yang entah tidak sengaja atau malah sengaja bersembunyi dari dia.


“Aku… Aku tidak bersembunyi hanya saja aku lebih suka di sini, Boy ayo kita ke sana!” Khiren menarik Boy pergi menjauh dari Daniel.


“Kamu kenapa sih, Khi?” Bisik Boy.


“Aku gak nyaman aja sama dia, tolong dong bantu aku hindari anak itu!” Khiren melirik kearah Daniel yang sedang berbincang dengan Bintang.


“Khi, Daniel itu sepupu jauh aku, kami baru aja saling kenal dan aku gak mau punya masalah sama dia! Gini aja deh, dari pada kamu nge-hindar terus mending selesaikan masalah dengan dia! Daniel! Kesini sebentar!”


Daniel segera menghampiri mereka yang masih sedikit berdebat masalah memanggil Daniel untuk menemui Khiren.


“Awas kamu, Boy!” Bisik Khiren sambil mencubit Boy yang berancang-ancang akan meninggalkan dia dengan Daniel.


“Ada apa?”


“Nih, Khiren mau bicara!” Boy mendorong Khiren untuk menghampiri Daniel.


Seketika atmosfir canggung membuat mereka cukup lama saling menatap tapi, tak bicara. Khiren terlihat enggan membuka mulutnya dan Daniel masih saja menunggu tanpa kepastian untuk mendengar apa yang ingin Khiren bicarakan dengannya. Mereka dia cukup lama hingga akhirnya Daniel mulai angkat bicara karena tidak bisa lagi sabar menunggu Khiren yang terlihat seakan menghindari tatapannya.

__ADS_1


“Sebenarnya kamu kenapa?”


“Gak papa kok!”


“Kalau gak papa kenapa kamu seperti menghindari aku? Aku ada buat salah apa sama kamu?”


“Kamu yakin mau dengar?” Khiren sedikit ragu membicarakan masalah antara mereka secara terang-terangan dengan wajah Daniel yang seakan tidak bersalah, membuat dia seakan menjadi pendosa.


“Iya aku ingin mendengar alasan kamu menghindari aku beberapa hari ini!”


“Oke, aku akan katakan sekarang kenapa aku menghindari kamu. Sebenarnya aku tidak suka dengan orang yang sok akrab denganku, aku tidak suka apa lagi aku cukup tau kalau kamu memiliki perasaan untukku.” Khiren menghindari tatapan Daniel yang terlihat kecewa, dia tidak ingin berbohong hanya karena merasa kasihan dengan Daniel.


“Apa aku tidak menarik untukmu?” Daniel yang terlalu naif masih saja tidak mengerti apa yang Khiren coba sampaikan.


“Bukan masalah menarik atau tidak, harusnya kamu cukup sadar menggoda istri orang itu adalah kesalahan!”


“Istri orang? Kamu sudah menikah? Dengan siapa? Kapan? Kenapa tidak ada berita tentang itu?”


“Ini pernikahanku, bukan urusan orang lain untuk tau! Kamu tau dimana aku tinggalkan? Apa kamu tidak berpikir pria yang tinggal denganku itu adalah suamiku?”


“Gak, kamu pasti bohong!”


“Terserah! Terserang kamu mau percaya atau enggak, yang penting sekarang menjauh lah dariku dan bersikaplah senormal mungkin! Kita baru saja kenal, jadi tolong jangan sok akrab denganku”


“Aku… Ini terlalu mendadak, tolong beri aku sedikit waktu untuk berpikir!” Daniel berlari meninggalkan Khiren dan menarik Bintang meninggalkan acara itu.


“Khiren! Tadi itu luar biasa, kamu mengakui hubunganmu dengan Revan, ini adalah hal yang mengejutkan! Apa sekarang kamu sudah menerima hubunganmu?”


“Menerima hubungan ini bukan berarti aku menyukai Revan, aku hanya menghargai sebuah hubungan, hanya itu saja!”


“Benarkah?” Devi tersenyir mendengar hal yang tidak masik akal keluar dari mulut Khiren.


Mereka bicara sambil berjalan menuju pantai dan menjauh dari kebisingan pesta, Devi menggandeng tangan dingin dari Khiren mereka berjalan di pinggir pantai hingga sesekali ombak kecil membasahi kaki-kaki mereka yang menginjak pasir tanpa alas.


“Khiren, ayo cerita tentangmu! Kamu jangan takut, meskipun aku tidak menjadi kakak iparmu tapi, aku masih bisa menjadi teman yang akan mendengar semua keluh kesahmu!”


“Memangnya apa yang perlu aku ceritakan?”


“Cerita tentang apapun, misalnya saja perasaanmu pada seseorang, mungkin?”


“Perasaan? Entahlah, aku tidak tau apa nama dari perasaan ini tapi, aku selalu khawatir kalau dia terluka, kalau dia tak bahagia, bagaimana kalau dia tersiksa saat bersamaku, dan aku sangat takut melihat dia menderita. Aku melakukan apapun untuk membuat dia bahagia meski itu artinya aku harus melepas dia dari hidupku”


“Melepas dia? Apa dia tidak mencintai kamu?”


“Entahlah, itu sudah sangat lama dan aku tidak bisa memastikan kalau perasaanya padaku masih sama”

__ADS_1


“Kalau begitu aku ganti pertanyaannya, apa kamu mencintai Revan sebagai suamimu?”


“Aku menghargai dia sebagai keluarga dan hanya itu untuk selamanya.”


“Berarti orang yang kamu ingin lindungi dan yang kamu cintai itu adalah orang lain? Siapa dia? Apa ada diantara 6 pangeran itu?”


“Maksud kamu anggota tujuh bersaudara?”


“Ya, siapa lagi yang mendapat julukan 6 panggeran selain mereka?”


“Kami semua tidak mungkin saling mencintai karena kami semua sudah seperti saudara kandung, bahkan orang tua mereka telah memberikan hak asuh pada Bunda, jadi kami tidak mungkin bisa memiliki hubungan semacam itu.”


“Loh bukannya Bunda kamu ngelamar Dimas untuk jadi menantunya?”


“Dari mana kamu mendengar hal konyol semacam itu?”


“Dari Ayah Farhan dan juga konfimasi dari Dimas sendiri, tapi dia menolak karena dia sudah menyayangi kamu seperti adiknya sendiri makanya Bunda akhinya menjodohkan kamu dengan Revan.”


“Ini gak masuk akal, kenapa aku tidak tau sama sekali tentang ini?”


“Mungkin Dimas tidak mau kamu merasa sakit hati atau marah.”


“ ‘Mungkin’? Ini masih kemungkinan dan bukan kepastian yang jelas! Aku harus bertanya apa kak Dimas!”


“Khi, jangan gitu dong! Ini sebenarnya rahasia” Devi menggenggam tangan Khiren saat mereka berhenti berjalan. “Khi, demi pertemanan kita dan demi hidupku, tolong jangan memperbesar masalah ini!” Mata Devi mulai berkaca-kaca karena merasa bersalah sebab dia tanpa sadar mengatakan hal yang sebenarnya tidak boleh di ketahui oleh Khiren.


Khiren benar-benar lemah saat melihat seseorang yang memohon padanya terlihat seperti kucing yang menyedihkan.


“Iya, iya aku akan melupakan apapun yang kamu katakan tadi jadi sekarang hapus airmata kamu dan ayo kita kembali ke pesta saja.” Khiren sangat lemah pada hal yang imut.


“Benarkah? Hore!!! Ayo pergi”


Saat mereka akan berbalik dan menuju ke pesta beberapa orang pria bertubuh besar menggunakan pakaian penggawal menghadang mereka.


“Apa yang kalian inginkan?” Devi mulai bergemataran karena mereka terlihat sangat menakutkan.


“Untuk apa kalian menghadang kami?”


“Nona, Tuan meminta kamu membawa anda pulang ke rumah besar sekarang juga.”


“Kalau aku gak mau gimana?” Khiren tidak gentar meski yang dia lawan adalah orang terkuat milik Ayahnya.


“Kalau Anda menolak atas seizing tuan besar kami akan membawa paksa Anda!”


Mereka langsung menari Khiren dan melendorong Devi menjauh, Khiren di paksa ikut dengan mereka dan sebuah Helokopter tiba-tiba mendarat di tempat itu. Mereka menarik Khiren masuk dan mengikat kedua tangan Khiren agar dia tidak melawan, Devi yang menyadari kalau dia terlalu lemah untuk menolang akhirnya menghubungi Dimas.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian untuk novel ini dengan meninggalkan like, vote dan reting 5. Selamat membaca


__ADS_2