
Meski dia ingin pura-pura tidak tau tapi, hal itu terlalu mengganggu, tatapan Revan yang tak pernah teralih dari dia, membuat rasa risih yang tidak bisa di tahan.
“Kenapa kamu terus melihatku?” Mata Khiren tetap tidak teralih dari makanannya, dia terlihat tenang seperti biasa.
“Kenapa bisa tau? Bahkan kamu tidak melirik kearah ku?”
“Bukankah itu bukan hal yang penting saat ini? Apa alasan kamu terus menatapku?” Khiren melempar tatapan membunuhnya kearah Revan.
“Karena setiap paginya istriku terlihat cantik, hal itu membuatku terus ingin menatapmu, apakah itu salah?”
Khiren tidak menyangka ucapan yang sudah biasa dia dengar dari banyak pria yang pernah di jumpai nya, terdengar berbeda saat Revan yang mengucapkannya. Khiren meletakkan sendok yang sedang di pegangannya, lalu menutupi wajahnya yang mulai memanas.
“Kenapa hati dan pikiranku jadi galau ketika dia mengatakan hal yang tidak masuk akal itu!” Khiren benar-benar tidak bisa aku mengendalikan ekspresinya kali itu.
“Kenapa kamu menutupi wajahmu? Apa jangan-jangan kamu malu?”
“Ti.. tidak kok! Sudahlah aku tidak nafsu makan lagi!” Khiren segera berlari dari tempat itu.
Revan mengejarnya dari belakang dan karena terlalu gelap di tangga Khiren hampir saja terjatuh, tangan sigap Revan berhasil menahan tubuh Khiren hingga dia tidak terjatuh.
“Te… Terimakasih!” Khiren berdiri dengan tegap dan menahan rasa malunya.
“Ayo ikut aku sebentar!” Revan manarik Khiren pelan dan Khiren tanpa melawan mengikuti langkah pelan Revan hingga ke dekat kolam berenang.
Lilin-lilin berbentuk hati dengan ruangan yang sedikit gelap membuat suasana terasa sangat romantis, Khiren benar-benar terkejut karena Revan yang begitu romantis dan memanfaatkan keadaan dengan sangat baik. Revan yang Khiren tau adalah pria yang dingin dan tidak pernah benar-benar serius dengan wanita manapun dan dia tidak pernah mengakui kalau dia punya hubungan dengan wanita manapun.
“Kenapa dia terlihat sangat sempurna? Gila, aku benar-benar bisa gila lama-lama berdua dengan dia, aku merasa sedang menghianati diriku sendiri, tidak! Ini tidak bisa di biarkan begini saja! Aku harus melakukan sesuatu!” Khiren benar-benar berpikir keras karena sikap Revan yang seperti itu membuat dia merasa tidak nyaman dan membuat pikiran dan hatinya semakin kacau.
“Apa kamu menyukainya?” Tiba-tiba terdengar suara petir yang menyambar hingga suara Revan tidak terdengar jelas.
“Apa yang kamu katakan?”
“Apa kamu menyukainya permaisuri ku?”
“Apa aku tidak dengar, bisa kamu bicara lebih keras!” Ucap Khiren dengan lantang.
__ADS_1
Revan terdiam karena dia tau berapa kali pun dia berbicara Khiren tidak akan mendengarnya karena suara petir dan suara hujan yang semakin deras. Revan menarik tangan Khiren hingga dia jatuh ke dalam pelukannya, lalu dia berbisik dengan lembut.
“Apa kamu menyukainya, permaisuri pemilik hatiku”
Ucapan yang menggetarkan hati Khiren membuat dia benar-benar hampir goyah, suara lembut dan ucapan yang manis keluar dari mulut seorang Revan membuat dia benar-benar tidak bisa mengendalikan hatinya. Khiren teringan sesuatu yang membuat dia teralih dari pikiran konyol dan juga kekacauan dalam hatinya.
“Sepertinya ini cocok banget buat di post, sini berikan tanganmu!” Khiren menarik tangan Revan dan mereka berjalan kearah Lilin yang bentuk hati. Khiren memegang tangan Revan dan memotretnya dengan kamera handphonenya.
“Lihat cantik’kan? Aku ingin mempostingnya di IG milikku, apa kamu gak masalah’ kan?”
“Tentu saja tidak” Revan memeluk Khiren dari belakang dan Khiren tidak terlalu peduli dan dia terus membuka handphonenya dan memposting foto itu.
Hanya hitungan detik dan para penggemar Khiren langsung memberi berbagai komentar dan satu foto itu benar-benar menjadi berita utama hari itu. Semua orang bertanya-tanya tangan siapa yang Khiren genggam, banyak asumsi dari para penggemar dan teman-teman yang mengenal Khiren.
“Putri kecil, apa kamu sudah memiliki kekasih?”
“Tangan siapa itu?”
“Kamu tega padaku”
Dan banyak komentar lainnya yang masuk ke dalam notifikasi Khiren, Khiren tidak menanggapi satupun komentar itu hingga sebuah pesan dari teman SMA-nya masuk.
“Vano? Dia di mana sekarang?”
“Aku pikir itu tangan Vano, jadi itu tangan siapa?”
“Beritahu aku, dimana kamu melihat Vano?”
“Setahun yang lalu aku melihat dia di Jerman, katanya dia mau cari kamu setelah urusannya selesai, emangnya kalian gak ketemu?”
“Gak, aku nggek pernah ketemu sama dia!”
“Oh, lupain aja itu! Sekarang aku mau kasih tau kamu kalau di akhir tahun ini kita akan membuat reuni besar-besaran jadi kamu wajib ikut, gak ada istilah nya ketua OSIS gak hadir, oke?!”
“Nanti aku pikirkan”
__ADS_1
“Kenapa wajahmu tadi terlihat serius sekali?”
“Tidak ada, aku hanya sedikit terkejut dengan komentar para penggemar saja kok!” Khiren mencoba menutupi kalau sebanarnya yang membuat dia terlihat begitu adalah pembahasan tentang Vano.
“Baiklah aku percaya, karena hujan yang deras aku tidak bisa ke kantor dan juga kamu tidak bisa berolah raga di luar jadi apa yang kita lakukan hari ini?”
“Entahlah, bagaimana kalau kita nonton film atau main gema… eum, apa kamu punya ide?”
“Aku juga tidak punya kegiatan apapun lagi. Ini benar-benar membosankan, untuk pertama kalinya aku benar-benar menjadi pengangguran. Semau ini karena wanita kamu yang kurang hajar itu!”
“Wanita mana? Aku hanya punya kamu, satu-satunya istriku, satu-satunya wanitaku, permaisuri ku, dan hanya kamu segalanya untukku!” Ucap Revan dengan wajah serius.
“Apaan, sih! Mana ada orang gombal dengan wajah serius begitu?”
“Aku serius kok, karena kamu adalah satu-satunya cintaku dan bisa di bilang kamu adalah cinta pertamaku.”
“Cinta pertama?” Khiren tercengir mendengar lelucon Revan.
“Kamu tidak percaya?” Revan lalu duduk di samping Khiren dan bicara serius. “Apapun yang berita bilang itu hanya sebuah kepalsuan, aku terlalu sibuk untuk belajar dan mendirikan perusahanku hingga tidak sempat mencari pasangan”
“Lalu foto kamu datang ke beberapa pesta dengan beberapa wanita yang berbeda itu apa?”
“Oh itu, mereka datang menawakan diri dan aku tidak bisa memungkiri kalau aku butuh pasangan untuk ke pesta, mereka datang untuk ketenaran dan uang, sedangkan aku tidak tertarik dengan wanita seperti mereka.”
“Aku dengar perusahaan yang kamu bangun sekarang menjadi cabang perusahaan milik Ayah tirimu, apa kamu tidak masalah dengan hal itu?”
“Aku tidak masalah sama sekali, terlebih beliau itu adalah Ayah yang terbaik untukku, dari dulu hingga sekarang aku selalu jadi hal yang utama untuknya. Karena permintaan Mama makanya aku tidak bisa mengambil alih perusahaan dan terdampar di perusahaan milik kakekku. Heuft! Ini sangat berat karena perusahaan Kakek bergerak di bidang property dan juga perhotelan dan itu benar-benar bukan bidangku.”
“Aku ingin tanya kenapa kamu mau menikahi wanita yang baru kamu temui di hari pernikahan?”
“Kamu ingin aku menjawab apa? Apapun yang aku katakan memangnya kamu akan percaya? Kamu pasti akan berpikir kalau aku hanya pembual saja”
“Katakan saja, aku ingin mendengarnya.”
Hujan mulai redan dan Khiren masih menunggu jawaban Revan yang ingin dia dengar.
__ADS_1
Bersambung…
Cuma mengingatkan buat jangan lupa like dan komen, kalau bisa sih kasih vote juga biar bisa semangat. Makasih sudah berkunjung, sampai jumpa di episode berikutnya.