Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 75


__ADS_3

Beberapa minggu setelah itu Khiren akhirnya keluar dari ruangan perawatan dan kembali beraktivitas seperti biasa. Vano selalu mengekor kemana pun Khiren pergi karena dia selalu khawatir terhadap keadaan Khiren.


“Sayang, aku membuat teh untukmu!” Vano masuk ke ruang kerja Khiren dan duduk di samping nya, karena beberapa hari terakhir Vano selalu menemani Khiren, akhirnya Khiren menyuruh Mex untuk membuat kursi untuk Vano yang di tempatkan di samping Khiren.


“Terima kasih, Vano ku!” Khiren mengambil teh yang dibuat Vano sambil membaca beberapa laporan.


“Apa kita akan tetap di sini?”


“Kenapa? Apa kamu tidak suka di sini?”


“Bukannya tidak suka hanya saja aku merasa bosan, aku ingin pergi dari pulau ini”


“Vano ku sayang, sekarang tidak aman berada di luar, kita akan keluar begitu semaunya sudah beres.”


“Kalau begitu, ayo jalan-jalan di teman atau berenang di pantai, atau apapun lah asalkan tidak hanya duduk saja di sini, aku benar-benar bosan”


“Baiklah, kamu bisa pergi jalan-jalan dengan Mex, akan aku panggil dia”


“Tunggu! Aku tidak ingin pergi dengan pria itu, aku ingin jalan bersama kamu, ayolah sekali saja, aku ingin jalan-jalan berdua, anggap saja kencan, bagaimana?”


“Baik tapi, tunggu aku selesaikan sedikit lagi pekerjaanku”


“Mana ada sedikit, ini masih banyak dan akan di tambah lagi sama si Mex itu, ayolah kita pergi sebentar saja” Vano terus saja merengek hingga Khiren meletakkan dokumen di tangannya.


“Baiklah, ayo kita pergi tapi hanya sebentar saja, ya?!”


“Beneran? Hore!!! Ayo pergi” Vano langsung bangun penuh semangat dan menggandeng tangan Khiren.


“Apa di sini semembosa kan itu hingga dia terlihat sangat penuh energy saat mengatakan kami akan keluar dari tempat ini untuk jalan-jalan?” Pikir Khiren yang melihat wajah Vano seakan di penuhi dengan bunga yang sedang bermekaran.


Udara sangat sejuk di sore itu, saat angin berhembus menembus baju Khiren yang lebih tebal dari biasanya, Mex datang dan menyelimuti Khiren dengan mantel bulu yang tebal.


“Anda baru sembuh, udara terlalu dingin saat ini untuk jalan-jalan master, apa tidak sebaiknya anda tetap di dalam kastil?”


“Mex, jangan sentuh Khiren ku!” Vano menarik Khiren dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat seakan Mex akan merebutnya dari Vano.


“Maafkan kelancangan saya”


“Tidak apa, lagian ini sudah jadi kebiasaan mu, kamu selalu khawatir tentang kesehatanku hingga kamu tidak melihat kucing kecilku sedang berada di sampingku. Vano, ayo kita masuk saja!”


“Loh kenapa begitu! Ini baru beberapa meter dari pintu masuk, kita belum jalan-jalan seperti pasangan lain lakukan”


“Tuan, tolong mengertilah master baru saja sembuh!” Mex mulai kesal dengan sikap Vano.


“Hai! Aku bicara pada Khiren bukan kamu!”

__ADS_1


“Sudah jangan ribut! Aku akan masuk ke dalam, cuaca ini memang tidak baik untukku, Vano, kita akan jalan-jalan lain kali saja, bagaimana?”


“Baiklah, tapi kamu harus janji padaku ya!”


“Iya janji”


Saat masuk ke dalam kastil pun Vano terus memandang Mex dengan tatapan penuh kekesalan dan kecemburuan.


“Vano kamu bisa ke kamarmu dulu?!”


“Loh kenapa? Aku ingin menemanimu”


“Tidak, aku ingin bicara berdua dengan Mex sekarang”


“Hanya berdua? Memangnya apa yang akan kalian bicarakan hingga aku tidak boleh tahu”


“Vano, aku membenci mengulang kata-kataku, sebaiknya kamu ke kamar dan istirahatlah sebelum makan malam tiba.”


“Baiklah” Wajah Vano sangat cemberut dan dia semakin kesal pada Mex.


“Huhu! Apa-apaan pria itu, dia begitu di percayai Khiren, dia selalu bersama Khiren hampir 24 jam, apa dia menyukainya? Tidak bisa! Aku tidak bisa membiarkan Khiren diambil oleh pria sok itu!” Pikir Vano yang menuju ke kamarnya.


“Apa yang ingin master bicarakan dengan Saya?”


“Sebenarnya tidak ada tapi, karena sudah terlanjur di sini ayo kenapa kamu tidak membantuku mengurus beberapa pekerjaan yang sudah sangat menumpuk ini?!”


“Mex, ngomong-ngomong, kamu itu sudah menguasai bisnis ini dengan sangat baik, apa kamu tidak berpikir untuk mengambil alihnya?”


“Kenapa anda tiba-tiba menanyakan hal itu? Saya akan selamanya bekerja di bawah anda, saya tidak akan mengkhianati Anda master!”


“Aku tidak pernah punya keraguan padaku, kamu adalah murid ku yang paling aku percaya, kamu adalah orang yang paling aku percaya lebih dari teman-temanku. Tapi, ketika semua sudah usah, aku pikir seseorang harus mengurus pekerjaan yang membosankan ini, aku tidak mungkin selamanya mengurus ini, aku juga punya rencana ku sendiri”


“Maksud master apa?”


“Ayolah aku sudah bosan mendengar kata ‘master’ atau ‘anda’ dari mulutmu. Ayo bicara sebagai teman, santai saja dan jangan terlalu formal lagian hanya ada kita berdua di sini.”


“Baik mas… eh maksud aku Khiren.”


“Nah gitu dong kan enak! Oh iya, ada beberapa laporan keuangan yang ganjal, kamu harus meminta mereka mencari tahu apa yang terjadi pada uang perusahaan Emilly, sepertinya ada yang mencoba membuat kita rugi”


“Baik, saya akan mengirim orang untuk mengurus itu, apa”


“Tu udah mulai formal lagi”


“Maafkan saya.. maksudnya aku! Khiren, apa tidak sebaiknya kita mengambil alih sepenuhnya atas perusahaan Emilly? Anak itu benar-benar tidak bisa diandalkan, dia terlalu banyak bermain-main dari pada bekerja hingga membuat beberapa kali perusahaan itu mengalami krisis.”

__ADS_1


“Dia itu adikmu, kamu harus menegurnya sendiri”


“Tapi anda yang telah memanjakan dia”


“Kamu ini sangat sulit ya buat diatur, sudahlah bicara saja dengan cara sesukamu. Aku memang menajakannya tapi, kamu juga tidak menatangnya”


“Soalnya saya tidak berani menantang anda”


“Kalau aku salah harusnya kamu menegurku, apapun yang terjadi kamu harusnya tidak hanya diam dan jadi robot yang hanya mematuhi perintah, paham!”


“Iya, saya mengerti itu tapi, bagi saya master adalah segalanya bagi saya”


“Ucapanmu itu kalau di dengar orang lain akan membuat orang salah paham”


“Mereka tidak salah paham, saya mengatakan apa yang saya pikirkan”


“Kamu ini sangat terus terang sekali itulah yang membuat kamu unik untukku”


“Oh iya, masalah percerai anda dengan tuan Revan sepertinya tidak bisa di selesaikan dengan mudah, tuan menolak untuk menceraikan anda, ini sangat sulit karena dia tidak mau menyerah”


“Anak itu akhirnya mulai menunjukkan sifat aslinya, benar atau salah aku pikir setelah masalah ini berakhir akan muncul masalah baru dari Revan, siapakan semua yang aku katakan dulu, aku tidak ingin  ada yang di luar kendaliku!”


“Saya sudah berusaha agar benda yang anda minta segera selesai tapi, sepertinya ini akan sangat memakan waktu”


“Lakukan segela cara agar benda itu mempurna hingga ke tanganku, meski membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dari jadwal itu bukan masalah.”


“Saya akan mengatakannya pada mereka agar alat yang anda inginkan dibuat dengan sempurna sesuai dengan keinganan anda”


“Bagus, sekarang cepat selesaikan semua pekerjaan ini sebelum makan malam tiba”


Begitu waktu makan malam tiba Vano sudah menunggu Khiren di meja makan dengan penuh dengan senyum kebahagiaan, dia selalu merasa bahagia tiap kali bisa makan bersama di meja makan dengan Khiren, seakan-akan mereka benar-benar pasangan yang sesungguhnya. Sayangnya makan malam terasa jauh lebih mengesalkan dari pada antri di supermarket, itu karena Khiren mengundang Mex untuk makan bersama mereka.


“Apa yang pria menyebalkan itu lakukan? Kenapa dia makan di meja yang sama dengan kami?!” Vano terus memandangi Mex dengan tetapan penuh kekesalan.


“Vano, berhenti menatap Mex!”


“Aku tidak menatapnya kok”


“Lalu apa yang kamu lakukan?”


“Aku hanya melihat dekorasi di dinding di sana sangat indah, aku pikir kalau dekorasi itu ada di rumahku mungkin akan sangat bagus”


Bersambung......


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya dengan like, vote, dan kasih reting 5 untuk novel ini.

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA 😊😊😊😊


__ADS_2