Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 49


__ADS_3

Baru saja dia kembali ke kediaman yang paling tenang tapi dia sudah kembali di sambut dengan kesibukan yang tidak ada habisnya.


“Master, apa Anda memerlukan sesuatu?”


“Buatkan saja coklat panas untuk saya! Eh, sepertinya saya berubah pikiran, saya ingin minum air dingin dengan sepotong lemon di dalamnya, tolong cepat!”


“Baik master!” Pelayan itu langsung pergi dari ruangan yang di penuhi dengan banyak dokumen penting.


“Apa ini? Kenapa perusahaan milik Kakek Revan masuk ke dalam daftar perusahaan yang di awasi?” Khiren mulai membaca perjanjian penjamin yang di minta atas nama perusahaan itu. “Untuk apa perusahan mereka meminjam dana dalam jumlah yang cukup banyak? Apa Revan tau soal ini? Dari tanggal nya ini sebulan sebelum kami menikah, pantas saja dia terkadang terlihat amat sibuk sekali.”


“Master, saya dengar pekerjaan Anda banyak, makanya saya datang untuk membantu!” Mex yang seharusnya beristirahat malah datang ke ruang kerja master K.


“Bagus kamu ada di sini, tolong perusahaan milik tuan Revan Deandra untuk di hapus dari target dan semua pinjamannya dianggap tidak ada!”


“Kenapa begitu?”


“Apa keputusan saya harus kamu pertanyakan?”


“Maafkan saya master, semua akan saya urus!”


“Bagus!”


Lalu seorang pelayan mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan itu dan membawa secangkir air dengan irisan lemon di dalamnya.


“Silahkan di minum master!”


“Saat keluar minta penjaga untuk melarang siapapun untuk masuk kecuali atas perintah saya!”


“Baik master!” Pelayan itu pun segera keluar dan meninggalkan Khiren bersama Mex di dalam ruangan itu.


“Mex, kenapa beberapa perusahaan besar yang meminjam uang pada kita mulai terlambat melakukan pembayaran? Ada masalah apa?"


“Itu, sebenarnya mereka masih menganggap anda seorang wanita dan mereka menantang mereka untuk menunjukkan diri, mereka…”


“Cukup! Minta Samuel menemui mereka, jika mereka membangkang habisi saja!”


“Baik master!”


Khiren kembali membaca beberapa laporan yang masih menumpuk, tiba-tiba saja dia teringat pada Revan. Wajah Revan tanpa alasan yang jelas terlintas di pikirannya membuat dia tidak bisa fokus membaca dokumen-dokumen itu.


“Ada apa ini? Kenapa aku teringat pada pria itu?”


Mex yang menyadari Khiren sedang hanyut dalam lamunan pun berhenti membaca dokumen dan melihat kearah masternya itu. “Ada apa master?”


“Kamu tahukan kalau aku sudah menikah?”

__ADS_1


“Iya master”


“Pria itu adalah tuan Revan Deandra, sekarang tugas kamu mencari tahu dimana keberadaannya sekarang!”


“Siap master!” Mex meletakkan dokumen yang ada di tangannya dan bergegas mencari keberadaan Revan dengan bantuan anak buahnya.


Tak berselang lama Mex langsung mengabari Khiren tentang keberadaan Revan ketika anak buahnya menemukan Revan di kota Y.


“Master, tuan Revan sedang di kota Y bersama seorang wanita”


“Siapkan helicopter kita berangkat ke kota Y sekarang juga!”


Mereka segera berangkat ke tempat Revan berada, saat di perjalanan Khiren mendapat banyak pesan dari teman-teman alumni SMA-nya, dan juga beberapa pesan dari Dimas yang dikirim ke setiap akun milik Khiren.


“Khiren, jangan lupa datang ke acara reunian tahun ini! Acara diadakan di Hotel Bulan Sabit di kota Y.” Pesan dari salah seorang teman lamanya.


“Apaan sih mereka, sudahlah! Kak Dimas juga kenapa kirim pesan yang sama ke beberapa Akun aku sih??!!”


“Khi, aku ada jadwal operasi dan Morlin juga sedang sangat sibuk, Aldo, dan Farhan sedang sakit. Ryo mungkin akan dangat. Tolong kamu wakili kami semua dan juga anggota OSIS, oke! Kami sayang pada kamu Khiren!”


“Apaan ini! Bilang sayang pas ada maunya aja! Aldo dan Farhan ni pasti sok sakit biar gak pergi ke reuni dan ketemu sama para mantan mereka. Nyebelin banget!”


“Nona kita sudah sampai!” Seorang pengawal membukakan pintu untuk Khiren.


“Suruh semua orang di tempat itu keluar dan tahan Revan di dalamnya!”


“Baik master!”


“Maafkan saya, nona.”


“Sudahlah, cepat laksanakan!”


Semua orang di tempat itu di minta keluar dan hanya meninggalkan Revan yang masih tidak menyadari situasi yang terjadi di restaura. Khiren masuk dan langsung duduk di hadapang Revan yang sedang asik melihat handphone nya.


“Tuan Revan! Bagaimana keadanmu sekarang??”


“Khiren??!! Kenapa kamu di sini? Bukannya kamu masih di Jepang?


“Itu tidak penting, nih lihat!” Khiren menyerahkan dokumen perjanjian penjamin dan juga beberapa property yang di jadikan jaminannya.


“Kenapa bisa apa pada kamu?”


“Itu tidak penting! Yang penting sekarang adalah lain kali jangan percayakan apapun pada orang yang belum tentu bisa di percaya meski mereka adalah keluarga kamu, paham!”


Lalu seorang wanita menyela pembicara Khiren dengan Revan, wanita itu berjalan tanpa memperdulikan keberadaan Khiren dan memeluk Revan dari belakang.

__ADS_1


“Siapa wanita itu?” Khiren mencoba untuk tetap tenang meski dia tidak bisa melepaskan pandanganya dari tangan wanita berambut hitam pekat dengan kulit putihnya melingkari leher Revan dengan mesra.


“Aku pacarnya, memangnya kamu siapa?” Ucap wanita itu tanpa ada rasa malu.


Revan mencoba untuk melepaskan tangan wanita itu.


“Oh!” Khiren terlihat acuh dan dia langsung bangkit dari tepat itu. Khiren berjalan menarik rambut panjang wanita itu “Menyingkirlah dari milikku!”


Wanita itu jatuh dan menghantam lantai, dahinya berdarah tapi, Revan tidak bergerak untuk membantu karena Khiren terlihat sedang sangat kesal.


“Apa-apaan kamu! Kak, tolong aku!”


Khiren merunduk dan menekan dagu wanita itu dengan kuat.


“Kamu minta bantuan pada siapa? Pada suami saya? Jangan mimpi! Kalau dia membantumu hari ini, maka dia tidak akan bisa melihat matahari esok pagi, paham?!”


“Berani sekali kamu melakukan ini padaku?! Kamu pikir aku ini siapa? Aku adalah Lee Angle, aku seorang model ternama, tahu! Dasar kamu kampungan!”


“Hallo! Selidiki model yang namanya Lee Angle, saya ingin dia di blacklist dari dunia modeling, paham!”


“Baik master!” Ucap Max tegas.


“Eleh, sok berkuasa banget kamu gadis kampungan!” Ucap Lee dengan angkuhnya.


Tak berapa lama kemudian gadis sombong itu mendapat pemberitahuan dari perusahaan agansinya kalau dia sudah di blacklist, dan dia juga mendapat kabar kalau keluarganya mengalami kebangkrutan secara mendadak.


“Se-sebenaranya kamu siapa?” Lee menangis pilu dan tidak percaya apa yang baru saja terjadi pada dia dan keluarganya.


“Harusnya kamu bertanya dari tadi dan menjaga mulutmu yang lancang itu! Pengawal, seret wanita ini keluar!”


Lalu dua orang pria membawa Lee dengan paksa ke luar dari tempat itu.


“Baiklah, urusanku di sini sudah selesai, kamu harus pergi sekarang!”


“Tunggu! Khiren, kamu mau kemana?”


Khiren tiba-tiba menghentikan langkahnya, dia berhenti bukan karena Revan memintanya untuk berhenti melainka sebuah pesan yang masuk dari grup alumni yang bikin dia semakin sakit kepala.


“Diharapkan untuk semua anggota membawa pasangan, yang tidak membawa pasangan akan di kenakan sanksi berupa hukuman!” Pesan yang dari grup yang membuat Khiren kesal.


“Apaan sih mereka ini, banyak sekali aturan! Hai kamu! Ikut aku!” Perintah Khiren pada Revan yang berdiri di belakangnya.


Revan mengikuti Khiren dan masuk ke dalam mobil, mereka menempuh perjalanan yang cukup jauh tanpa ada sepatah katapun yang keluar untuk menghilangkan suasanan aneh di dalam mobil.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya, dukungan kalian sangat membantu penulisan, selamat membaca


__ADS_2