Love Scenario V2

Love Scenario V2
Kencan dadakan


__ADS_3

Pagi menjelang, samar-samar cahaya mulai muncul membuat langit yang tadinya gelap gulita sedikit demi sedikit terlihat berwarna. Perlahan mata wanita cantik bak putri tidur pun terbuka, dia melihat langit-langit kamarnya lalu mencoba untuk bangun. Dia melihat sekeliling dan rasa kecewa langsung masuk dalam dadanya. Bangun di tempat yang hanya ada dirinya membuat kadang kala dia merasa sedih dan kecewa pada kehidupannya tapi dia tidak bisa mengakhiri hidupnya karena suatu alasan yang kuat.


Terduduk sambil melihat kearah depan tanpa tujuan Khiren hanyut dalam pikirannya, semua masalah dan semua teka-teki kehidupan yang masih belum bisa dia pecahkan meski di setiap langkah dia merasa sudah mulai mengumpulkan potongan Puzzle yang sedang dia rangkai.


‘kleeek…’ Pintu terbuka dengan suara sedikit pelan dan munculah seorang pria tinggi yang tampan sambil membawa sarapan untuk Khiren.


“Anda sudah bangun?! Apa Anda merasa sudah baikan?”


“Mex, tolonglah pagi-pagi begini jangan buat emosi! Bicara santai lah denganku saat kita sedang berdua atau saat kita tidak dalam lingkungan kerja.”


“Maafkan aku” Mex berjalan mendekati Khiren yang masih duduk di kasur dan memperhatikannya.


“Khiren, sebenarnya kamu kemana setelah penyerangan itu?”


“Bicara soal penyerangan, apa kamu sudah menemukan siapa yang menyerang ku dan Farhan?” Khiren mengalihkan topik pembicaraan secepat kilat agar tidak memulai keributan yang lain diantaranya dan Mex.


“Hanya beberapa orang yang mulai melakukan pemberontakan karena merasa kalau kamu tidak pantas memimpin Teratai Iblis. Tapi semua sudah aku bereskan sampai ke akarnya jadi kamu bisa tenang sekarang.”


“Lalu bagaimana dengan Farhan? Aku lihat dia sangat syok saat kejadian itu.”


“Tuan Farhan sudah kembali seperti biasa dan sekarang dia sudah berada  di pulau seribu dengan pacar barunya”


“Hahaha… Dasar anak itu, benar-benar tidak pernah berubah sama sekali. Hari ini aku akan beristirahat dan semua tugasku akan aku serahkan pada kamu dan Samuel akan datang untuk membantu.”


“Baik, aku mengerti! Apa mau aku suapi?”


“Tidak perlu, kamu bisa kembali bekerja dan kalau ada sesuatu aku akan memanggilmu jadi, kamu harus menggunakan ruang kerjaku, paham?!”


“Baik, kalau begitu aku pergi dulu!”


“Eum”


Setelah Mex pergi Khiren sekilas melirik sub super bernutrisi buatan Mex, sayangnya saat itu Khiren sama sekali tidak ingin makan. Khiren bangun dari tempat tidur dan mencari handphonenya lalu menghubungi Dimas.


“Hallo! Kak, apa kakak sibuk?”

__ADS_1


“Kamu akn tahu kalau aku baru nikah, aku sedikit sibuk tapi, kenapa tiba-tiba kamu menghubungiku duluan? Ada masalah apa?”


“Sebenarnya aku perlu bicara soal kematian kakek tapi, sebaiknya kakak nikmati saja liburan kalian selagi bisa karena jika aku sudah mulai membahas rencanaku maka tidak akan ada waktu lagi untuk main-main. Selamat berlibur!” Lalu Khiren memutuskan telpon sedang cepat setelah mengucapkan apa yang ingin dia katakan.


Matahari mulai memuncak dan Khiren masih tidak tahu harus melakukan apa di hari itu, dia ingin sekali melakukan sesuatu yang menyenangkan selain bekerja tapi, dia tidak mau keluar kamar karena merasa bersalah pada Mex dan Samuel yang mengerjakan semua tugasnya.


“Sumpah, ini mulai sangat membosankan!!! Aku harus apa?” Gerutu Khiren kesal sambil berguling di kasurnya.


Tak lama Mex datang untuk mengecek keadaan Khiren, begitu masuk dia melihat kearah makanan yang tadi pagi dia bawa untuk Khiren ternyata tidak di sentuh sama sekali hanya air putih yang menghilang dari galasnya.


“Apa kamu tidak lapar?”


“Aku tidak lapar, aku bosan tapi aku tidak mau bekerja sekarang, aku ingin melakukan sesuatu sekarang!”


“Sesuatu seperti apa?” Tanya Mex dengan wajah penuh rasa penasaran.


“Aku ingin mendaki, berenang, atau hanya sekedar jalan-jalan santai di tepi laut”


“Ayo berkencan!” Ajak Mex tanpa ragu-ragu.


“Apa masalahnya? Karena ini hampir siang kita tidak mungkin berjalan-jalan di pinggir pantai dan karena ini di pulau terpencil kita tidak bisa pergi berkeliling kota dan makan siang di restaurant karena itu ayo kita jalan-jalan di taman lalu makan siang di sana?” Usul Mex yang seakan sudah lama merencanakan hal itu.


“Menarik, ayo kita kencan!” Lalu Khiren segera bergegas bersiap-siap dan Mex menunggunya dengan sabar di kamar itu.


Beberapa menit kemudian mereka keluar dan sambil bergandeng tangan berjalan pelan-pelan menyusuri taman yang cukup luas itu. Mereka melewati pepohonan yang rimbut dan taman bunga yang di tata dengan sangat amat cantik dan melewati tempat latihan anak buah Khiren lalu saat jam makan siang tiba Mex meminta pelayan untuk menyiapan makan siang itu di bawah pohon yang paling besar dan paling rindang diantara yang lain.


Padahal saat itu matahari sedang memuncak tapi karena mereka duduk di bawah pohon yang rimbun seakan sedang piknik itu pun tidak dapat merasakan sengatan panas dari cahaya matahari. Angin yang berhembus membuat rasa tenang dan menghilangkan rasa gelisah dan sejekan beban yang dipikul Khiren menghilang entah kemana.


“Mex, berdasar pengalaman aku terpaksa mengatakan ini sekarang. Jadi apapun yang terjadi kedepannya kamu tolong jangan terlalu berharap pada saya, saya tidak mau nenggung beban perasaan orang lain lagi, apa kamu bisa mengerti?”


“Iya, saya mengerti” Ucapnya datar sambil fokus pada makanannya.


“Syukurlah. Oh iya, apa kamu tahu sesuatu tentang Vano?”


“Dia sudah mulai debutnya dalam dunia acting, dan saya hampir lupa mengatakan kalau kakaknya Vano meminta Anda menemuinya akhir minggu ini. Apa Anda akan meneminya atau perlu saya beritahu kalau Anda sibuk?”

__ADS_1


“Tidak, aku memang perlu bicara dengan dia. Batalkan semua janji untuk lusa dan persiapkan tempat untuk..”


“Tidak, dia sudah menetapkan tempatnya”


“Huem, oke kalau gitu semua sudah beres, ayo kita mulai kerja!” Khiren bangun dari tempat duduknya lalu pergi sendiri ke dalam tanpa menunggu Mex.


Mex menyusul Khiren begitu selesai memerintahkan pelayan untuk membereskan tempat itu.


“Khiren, tunggu!” Mex berlari untuk menyusul Khiren yang sudah jauh di depannya.


“Khiren!”


Khiren masuk ke ruangan kerjanya dan melihat Samuel sedang bergulat dengan tumpukan dokumen sendirian.


“Sudah sejauh mana pekerjaan ini selesai?”


“Sejauh rasa lelahku, ayolah kamu bantu juga!” Samuel masih seperti biasa, masih jadi bawahan yang tidak punya sopan santun terhadap bosnya.


“Iya, aku akan membantu”


“Tunggu! Bukannya kamu masih.. masih sakit, ayo istirahat saja”


“Istirahat bukan gayaku, aku tidak bisa bersantai-santai saat aku punya tugas yang menumpuk. Ayo cepat bantu kerjakan, kita beresakan semua dokuman dan jadwalku untuk bulan ini”


“Kamu gak ada rencana untuk menggunakan aku lagi, ya’kan?” Tanya Samuel yang sudah lelah menjadi bayangan Khiren dan menggantikan Khiren untuk menghadiri banyak pertemuan yang membuat dia kewalahayan.


“Tenang, kali ini tidak. Kamu bisa kerjakan hal lain dengan santai dan nikmati waktu bersama istrimu tercinta.”


“Nah gitu dong, aku kan jadi semangat buat kerjanya.”


Lalu mereka benar-benar fokus mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk itu. Hingga tengah malam mereka masih saja bekerja dan Khiren yang terlihat sudah sangat mengantuk pun akhirnya tumbang setelah Samuel yang tumbang duluan. Mex menggendong Khiren untuk kembali ke kamar sedangkan Samuel di biarkan begitu saja.


Bersambung….


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaan kalian dan kalau ada kekurang atau kesalahan dalam novel ini kalian bosa kok menulisnya di kolom komentar, selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2