
“Vano itu siapa? Saya tidak akan ikut campur atas masalah asmara putri saya lagi kali ini, saya ingin dia memilih sendiri siapa yang pantas dia cintai, setidaknya meski selama ini saya tidak bisa melakukan apapun karena kecintaan saya pada istri saya tapi, kali ini saya akan mendukungnya”
Lalu Kentaro pergi menemui istrinya dengan anaknya, sedangkan Revan terlihat kecewa dan sedih sekaligus ada rasa marah dalam hatinya karena dia tidak bisa mendapat dukungan dari ayah mertuanya.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang?! Ayah mertua sudah tidak di pihak ku dan ibu mertua tidak bisa diandalkan lagi karena dia sekarang telah menjadi musuh anaknya sendiri. Aku masih belum ingin menyerah, aku tidak bisa membiarkan Khiren lepas dari genggamanku lagi tidak kali ini” Pikir Revan.
Sementara itu Khiren masih di rawat di pulau pribadinya, dengan dokter terbaik yang mereka miliki. Vano membatalkan semua jadwal pemotretan dan membuat managernya kesulitan demi bisa menemani Khiren yang masih tidak sadarkan diri di ruangan yang tidak bisa di masuki selain dokter dan perawat.
“Tuan Mex, apa dia akan baik-baik saja?”
“Master adalah orang yang kuat, percaya padanya dai pasti bisa melewati krisis ini dengan cepat”
“Aku takut kehilangannya! Kapan aku bisa menemuinya?”
“Saat dia sudah sadarkan diri, anda bisa langsung menemuinya, sekarang anda istirahat saja, anda belum makan dari tadi pagi.”
“Tidak, aku tidak bisa pergi, aku ingin menunggu hingga dia sadar, aku ingin menemuinya!”
“Jika anda memang peduli dengan Master, harusnya anda menjaga diri anda sendiri dan tidak membuat master menjadi kesulitan begitu sadar mengetahui kalau anda juga sakit karena nya”
“Tapi…”
“Tuan Vano, master sangat peduli pada Anda, dia tidak mungkin ingin melihat anda sakit, sebaiknya anda makan dulu lalu istirahat!” Tegas Mex pada Vano yang masih keras kepala ingin terus menunggu Khiren di depan pintu ruangan tempat Khiren di rawat.
“Baiklah aku akan pergi tapi kabari aku kalau dia sadar.”
Begitu Vano pergi Mex masuk ke dalam tempat itu, dia melihat Khiren sedang duduk sambil mengamati laptopnya.
“Bagaimana dengan keadaan anda?”
“Apa dia sudah pergi?”
“Iya, kenapa anda tidak ingin menemuinya?”
“Perasaanku sedang buruk, aku tidak ingin membuatnya sedih karena keadaanku. Lalu apa yang semuanya berjalan lancar?”
__ADS_1
“Sesuai dengan keinginan anda, nona! Apa kita tidak terlalu cepat bergerak?”
“Tidak, ini malah terlalu ketat, aku ingin menghancurkan apa yang dia banggakan, agar dia tahu apa yang aku rasakan selama ini! Target utama kita adalah Perusahaan lotus, pusat dari semuanya, aku ingin itu hancur!”
“Bukannya itu perusahaan milik Ayah anda?”
“Tidak lagi, itu sudah diatas namakan Bunda, aku ingin menghancurkannya sekarang, aku tidak peduli lagi apa yang mereka pikirkan”
“Baik, master!”
Dalam semalam semua cabang perusahaan milik Bunda Khiren mengalami banyak masalah bahkan terancam bangkrut. Masalah yang begitu tiba-tiba tidak benar-benar membuat Ana merasa frustasi, dia masih punya banyak jalan untuk mempertahankan apa yang sudah dia perjuangkan selama ini. Begitu dengan batuan kekuatan dari teman-temannya dan juga ayah tiri Revan, dia bisa lepas dari beberapa masalah, dia masih bisa mempertahankan beberapa perusahaan miliknya. Begitu tahu kalau semua masalah ini berasal dari kelompok Teratai Iblis dia segera melacak keberadaan orang yang bernama Master K. Seakan menunggu untuk di cari, pulau yang biasanya tidak bisa di lacak itu tiba-tiba terlihat jelas posisi dan letaknya. Ana tidak langsung melakukan serang, dia mengirim surat peringatan pada master K yang di kenal sebagai pria kejam dan akan membantai musuhnya tanpa ampun.
“Master, seseorang di utus oleh keluarga Winata”
“Benar-benar pecundang, padahal aku sudah menunggu penyerangan tapi, dia malah mengirim surat. Mex, bacakan!”
“Baik master”
“Kamu sudah bermain-main terlalu jauh, kamu pikir karena putriku ada di tanganmu aku akan menyerah? Lihat saja, aku akan menghancurkan mu, meskipun melawan putriku sendiri! Nikmati waktu mu yang tersisa karena pemenangnya sudah di pastikan!”
“Nona, sepertinya dia sudah mendapat dukungan dari beberapa pihak yang memiliki pengaruh yang besar dalam dunia bisnis.”
“Memangnya kita tidak? Kita ini tidak selemah itu, ayo biarkan dia bertahan beberapa hari lagi, aku ingin melihat sampai mana dia akan bertahan dengan keegoisannya.”
‘tok tok tok’
“Masuk!”
“Nona, ada telpon untuk anda dari kediaman nyonya besar”
“Berikan padaku!”
“Hallo! Nenek, ada apa?”
“Ayahmu ingin bicara!”
__ADS_1
“Apa?”
“Hallo, Khiren! Ayah meminta maaf atas perilaku kami terutaman Bunda mu tapi, apa kamu bisa berhenti menghancurkan perusahaan Bunda mu, nak!”
“Kenapa Ayah jadi ikut campur dalam masalah ini? Biasanya Ayah hanya dia dan seakan segalanya tidak pernah terjadi!”
“Maafkan Ayah, nak! Tolong kembalilah menjadi putri kami, jangan menjadi master K yang kejam dan merusak keluarga kita”
“Dari mana Ayah tahu hal itu! Apa nenek yang mengatakannya?”
“Aku tidak mengatakannya! Dia mencari tahu sendiri!” Ucap Nenek Khiren.
“Apapun itu aku tidak akan menyerah kali ini Ayah, aku ingin Bunda tahu betapa sakit rasanya menjadi diriku, betapa terseksanya aku menjadi bonekanya selama ini, aku melalukan semua yang dia inginkan padahal aku tidak penyukainya.”
“Ayah tahu, Ayah akan mendukung semua pilihanmu tapi tidak dengan menghancurkan keluarga kita sayang! Tolong berhentilah!”
“Berhenti? Ayah, aku sudah lama diam, aku selalu diam saat semua yang membuat aku merasa hidup di hancurkan di depan mataku, mulai dari karirku, lalu hatiku, sekarang apa lagi yang ingin kalian lihat hancur dariku? Apa hari itu saat aku di bunuh dengan tangan Bunda itu belum cukup?”
“Nak, dengarkan Ayah, Bunda mu hanya belum sadar betapa sayangnya dia padamu, saat dia sadar dia pasti akan menyesali perbuatanya padamu”
“Perbuatannya padaku? Hingga akhirpun dia tidak peduli dengan kondisiku, aku tidak ingin lagi mendengar permintaan ini Ayah, kalau Ayah tidak mendukungku pun tidak apa-apa tapi ingat, setelah hari ini putrimu sudah tiada dan semua itu karena ulah mu”
Setelah itu Khiren memutuskan telpon dan membantingnya ke lantai.
“Mereka sama saja, aku membencinya! Mex, aku ingin kamu mempersiapkan segalanya sedang cepat, aku memiliki firasat dia akan menyerang dalam beberapa hari kedepan, Bunda adalah orang yang sulit di tebak karena itu bersiaplah dengan segala situasi, yang paling penting perketat keamanan Vano.”
“Ada apa dengan tuan Vano?”
“Apa kamu tidak tahu kalau Vano adalah kelamahanku saat ini, Bunda tahu akan hal itu. Begitu dia tahu kalau aku merupan master K, Vano akan jadi alat untuk mengalahkanku dengan cepat, kamu paham!”
“Baik master!”
Bersambung.....
Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya dengan like, vote, dan kasih reting 5 untuk novel ini.
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA 😊😊😊😊