Love Scenario V2

Love Scenario V2
Janji


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat dan tidak terasa akhirnya Khiren dan Vano harus kembali ke Korea untuk pekerjaan mereka. Si kembar ikut bersama mereka, dan terlihat sangat jelas wajah lega dari Nenek Khiren saat Khiren mengatakan kalau dia akan segera pergi dan membawa si kembar untuk di rawat bersama Vano. Untuk menghindari gosip dan permasalahan lainnya Khiren terpaksa menggunakan banyak keamanan dan juga melakukan penyamaran agar tidak di tangkap oleh wartawan gosip saat mereka pulang bersama terlebih membawa bayi bersama mereka.


“Vano, minta menajer mu untuk segera mengemas semua barang-barang mu dan pindahkan ke rumahku!”


“APA? Kita berdua… kita berdua akan tinggal bersama?”


“Tentu saja, aku tidak bisa menjaga dua bayi yang cengeng tanpa kamu! Mereka suka padaku kalau kamu ada tapi, saat kamu tidak ada mereka akan menangis lagi dan itu sangat mengganggu.”


“Ba-baiklah! Aku akan segera meminta manajer ku untuk mengurus semuanya.”


Dalam hati Vano, dia berteriak kegirangan karena bisa tinggal bersama wanita yang paling dia cintai di dunia ini meski dengan alasan merawat si kembar.


“Hore! Akhirnya bisa sering ketemu sama Khiren, makasih dua bayiku yang mungil, berkat kalian aku bisa terus berada di dekat Khiren” Pikir Vano sambil terus menggendong kedua bayi itu.


Setelah meminta Vano untuk tinggal di rumahnya, Khiren tidak kembali dalam waktu yang lama karena desakan dari Neneknya untuk segera menyelesaikan penelitian tentang bunga teratai Iblis. Khiren kembali ke istananya di pulau pribadi miliknya, Khiren langsung pergi ke laboratorium di belakang pulau, tepat berkumpulnya para peneliti habit yang sedang berusaha keras mengubah racun di dalam teratai iblis menjadi obat yang bisa menyingkirkan semua racun di dalam tubuh manusia.


“Bagaimana semuanya, Max?”


“Semuanya telah berkerja keras dan kita sudah mendapatkan hasil yang cukup untuk bisa di uji pada manusia.”


“Lalu bagaimana sekarang?”


“Kami masih mengamati perkembangannya, besok akan keluar hasil akhirnya, kalau kita berhasil maka kita bisa memproduksinya dalam jumlah banyak.”


“Bagus, kalau begitu ayo kembali ke istana!”


“Baik, Master!”


Keesokan paginya Max langsung mengirim laporan tentang hasil yang mereka dapat selama penelitian, obat yang ingin mereka kembangkan akan siap di produksi dalam jumlah  yang sudah di tentukan karena bahan utama dari obat itu adalah tanaman yang sangat langka dan masih dalam proses perkembangan.


“Para ilmuan kita ingin menamainya dengan nama obat abadi.”


“Tidak, itu terlalu berlebihan selain itu fungsi utama bukalah membuat orang abadi, dia hanya obat penghilang racun, penyembuh luka serta bekasnya saja, ya'kan?”


“Bukan hanya itu saja master! Obat ini juga memiliki efek meremajakan kulit pemakainya walaupun prosesnya tidak terlalu cepat tapi, hasilnya sangat memuaskan!”


“Kalau begitu bagaimana dengan ‘kehidupan kedua’ bukankah efek yang di dapat dari obat itu hampir sama seperti kita seakan di berikan kehidupan yang kedua?”


“Bagaimana kalau ‘Zhivot’ saja? Itu dalam bahasa Bulgaria berarti kehidupan, lebih mudah di ingat, ya'kan?”

__ADS_1


“Em, boleh juga! Kalau begitu telah di putuskan kalau namanya adalan Zivot!”


“Master! Yang benar adalah zhivot dan bukannya zivot”


“No, aku tetap ingin menggunakan Zivot saja! Aku tidak ingin mendengar bantahan, paham?”


“Baik, master!”


“Maaf sebelumnya master, saya lupa mengatakan kalau anda mempunyai janji dengan wanita itu lusa, apa anda punya waktu?”


“Huft! Kenapa harus berurusan dengan wanita itu lagi, sih?”


“Maafkan saya karena telah membuat janji tanpa bertanya pada anda!”


“Sudahlah, itu sudah terlanjur terjadi lagian kamu adalah tangan kananku, jadi janji yang kamu ucapkan atas namaku tetap akan menjadi janjiku dan aku bukan orang yang tidak menempati janji.”


“Jadi anda benar-benar akan menemui wanita aneh itu?”


“Ya, mau bagaimana lagi, kalau dia mulai menggila maka kirim beberapa orang untuk mengurusnya karena aku tidak mungkin mengurus hal yang seperti itu!”


“Baik, master!”


“Oh iya, Emillya akan segera bertunangan jadi, pastikan kamu sempat untuk menemuinya sebelum acara itu atau kamu tidak akan dianggap kakak lagi olehnya, paham?”


“Bagus kalau begitu!”


***


“Zonathan, bagaimana dengan kondisi perusahaan SS sekarang? Aku dengar beberapa hal terjadi hingga kita kehilangan banyak anggur tahun ini?” Zonathan merupakan wakil Khiren meski dia bukanlah bayangan Khiren yang akan menggantikan Khiren untuk melakukan tugas-tugas Khiren.


“Maafkan saya, master! Ini benar-benar di luar dugaan, pesaing kita melakukan kecurangan dan membuat hasil panen kita gagal tahun ini”


“Emmm ternyata begitu, lalu kenapa orang itu masih bernapas sampai detik ini?”


“Maksud master?”


“Aku paling tidak suka kesalahan, karena itu aku ingin kalian habisi semua orang yang berpotensi menghancurkan bisnis kita, paham?!”


“Saya mengerti! Kalau gitu, saya akan segera menyingkirkan penghalang kita!” Zonathan segera keluar dan melaksanakan perintah dari masternya.

__ADS_1


Setelah Zonathan pergi Samuel yang merupakan bayangan Master langsung masuk tanpa mengetuk pintu, dia adalah orang yang paling tidak sopan tapi dia juga merupakan orang yang cukup di percaya dan di izinkan mekakukan segalanya semaunya pada bisnis Khiren tanpa persetuajuan Khiren.


“Hai ragaku, sudah cukup lama aku tidak melihatmu!” Samuel duduk di meja tempat Khiren sedang bekerja.


“Jaga sikapmu!”


“Ayolah, bukannya aku adalah bayanganmu jadi, boleh dong sesuka hati kayak gini, ya’kan?”


“Terserah!” Ucap Khiren dingin.


“Jangan marah dong, ayolah! Aku tidak perlu memanggilmu masterkan? Toh kamu bukan masterku!”


“Jadi apa yang kamu inginkan?”


“Aku suka kamu yang bicara tegas seperti ini, jadi tujuanku ke sini bukan cuma untuk melakukan hobiku tapi juga untuk mengatakan pada kamu kalau Emilly ingin kamu menemuinya secepatnya.”


*Info, hobi Samuel adalah mengganggu Khiren yang bekerja.


“Aku akan menemuinya nanti!”


“Gak bisa gitu dong, kamu sudah janji kalau kamu akan mendengar permintaanku, ya’kan? Dan permintaanku sekarang adalah kamu segera menemui Emilly sebelum kami bertunangan!”


“Iya, aku pasti akan menemuinya, hanya saja tidak sekarang!”


“Lalu kapan?”


“Saat pekerjaanku selesai!”


“Pekerjaanmu tidak akan pernah selasai jadi, besok kamu harus menemuinya, ini adalah permintaanku! Kamu sudah berjanji kalau aku menyelesaikan misi kamu akan mengabulkan satu permintaanku, ya’kan?”


“Iya tapi, aku tidak bisa sekarang!”


“No no no! Aku tidak mendengar alasan atau keluhan, aku menunggu kabarnya besok jadi, sampai jumpa!” Samuel segera keluar sebelum Khiren hilang kendali dan membunuhnya.


“Dasar anak itu!” Khiren benar-benar kesal tiap kali Samuel mendesaknya dengan apa yang sudah dia janjika setiap Samuel melakukan misi yang dia beri.


Sementara itu Samuel yang berada di luar sedang bersujut syukur karena bisa keluar tanpa lecet untuk pertama kalinya setelah mendesak Khiren untuk memenuhi janjinya.


“Demi cinta aku siap di terkam singa, Emilly love you!” Ucapnya dalam hati lalu segera berbegas keluar dari istana tersebut.

__ADS_1


Besambung…


*Hai para pembaca setia love scenario, mungkin udah banyak yang berubah dari cerita ini tapi dia masih saja berada di jalur yang seharusnya jadi tetap pantau terus kelanjutannya dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian biar penulis yang masih belajar ini semakin termotivasi dan bisa menjadi lebih baik lagi.


__ADS_2