
“Nona, jika anda pergi ke acara itu, em.. bagaiman dengan acara makan malam dengan tuan Revan?”
“Aku akan datang, kamu tenang saja!” Ucap Khiren percaya diri.
Dan saat malam tiba semua tamu sudah mulai berdatangan, Khiren datang bersama Vano dari rumah dan diikuti oleh Mex. Acara belum di mulai dan Emilly masih saja berada di kamar untuk mendapat riasan terbaik untuk acara teristimewa nya.
“Sayangku, kamu terlihat sangat cantik!” Khiren menepuk pundak Emilly yang sedang fokus pada cermin.
“Nona, kamu datang!”
“Kenapa panggil nona, ayo panggil kakak!”
“Baiklah kak, apa kakak membawa hadiahnya?”
“Emilly! Jangan melewati batas mu!” Bentak Mex yang berdiri di samping Khiren.
Emilly langsung terlihat sedih.
“Mex jangan membuatnya sedih!”
“Maafkan saya, nona!”
“Jangan sedih, aku sudah membawakan hadiah yang luar biasa untukmu!” Khiren memberikan sebuah kado yang tidak terlalu besar pada Emilly.
Emilly sangat kaget begitu membuka kado tersebut, sebuah produk kecantikan dari perusahaan JRan, produk yang hanya di buat tidak lebih dari 100 set dengan tingkat keberhasilan hampir mencapai 100%.
“Produk ‘harapan akhir’ ini adalah produk yang sangat langka dan mahal, bagaimana bisa kakak mendapatkannya setelah semua terjual tanpa sisa?”
“Itu karena aku pemilik perusahaan, selain itu kami sedang mencoba memproduksi lagi setelah melakukan beberapa riset untuk perkembangannya. Ini ada botol yang berisi dua kapsul, minumlah dalam keadaan darurat saja, hanya boleh mengonsumsi satu kapsul dalam sebulan, paham!”
“Master, kapsul ini… Ini terlalu berlebihan untuk Emilly, kapsul ini harusnya untuk kepala negara N, bukan?”
“Mereka bisa menunggu, abaikan saja apa yang dia katakan, ini semua milikmu sekarang!” Ucap Khiren.
“Master, apa saya bisa bicara empat mata dengan adik saya?”
“Tentu saja!” Lalu semua orang keluar dari ruangan itu.
“Apa tidak masalah meninggalkan mereka berdua?” Vano sedikit khawatir karena melihat wajah mex yang terlihat amat marah.
“Tenang saja, meski Mex terlihat kesal tapi, Emilly tetaplah adik kecilnya. Percaya saja pada mereka”
__ADS_1
Sementara itu di dalam ruangan Mex bersama Emilly duduk dengan tidak saling bertatapan.
“Kenapa kakak sangat tidak suka kalau master memperlakukanku dengan baik? Apa kakak membenciku?”
“Aku tidak mungkin membencimu, hanya saja ini sudah hampir sembilan tahun dan kamu masih saja jadi orang yang membebani untuk master! Kita sudah banyak mendapat kebaikannya, wajahmu bisa sembuh dan kembali cantik juga berkat master, kamu hidup seperti sekarang juga karena master. Jadi, berhentilah menjadi beban untuk master!”
“Master saja tidak pernah mengatakan kalau aku membuat dia terbebani, lalu kenapa kakak berpikir begitu?”
“Kamu ini! Kamu dari dulu tidak pernah berubah, kamu terlalu di manja hingga lupa pada status mu! Gara-gara kamu master harus terlibat dengan Olivia si wanita gila itu, dan master juga memberikan hasil kerja kerasnya pada kamu, ini sudah sangat berlebihan! Kamu harusnya menolaknya, dan jangan bersikap manja lagi pada master!”
“Aku tidak mengerti dengan jalan pikir kakak, aku ini tidak merasa membebani siapapun. Aku tidak meminta apapun kok! Ya meski ada beberapa yang aku minta, tapi tetap saja aku tidak pernah merasa menjadi beban untuk master!”
“Kenapa kamu sangat keras kepala! Sudahla, karena hari ini adalah hari baikmu, aku tidak akan memperpanjanga masalah ini tapi, tolong jangan terus bergantung pada master dan menjadi beban master lagi, paham!” lalu Mex keluar dengan wajah kesal.
“Kenapa emangnya kalau aku di manja sama master, toh master gak pernah merasa kalau aku adalah beban jadi masalahanya dimana?! Dasar kak Mex nyebelin!”
Sementara itu Mex masuk ke dalam pesta dan tiba-tiba dia mendapat pesan dari seorang yang di tugaskan mendapampingi Revan. Setelah membaca pesan itu dia langsung menemui Khiren yang sedang berbincang dengan beberapa orang penting.
“Master, tuan Revan sudah menunggu anda” Bisik Mex.
“Lalu?”
“Dia berencana mencari anda kalau anda tidak segera datang.”
Lalu Khiren menghapiri Vano yang sedang berbicang dengan beberapa model yang iya kenal di dalam pesta itu.
“Aku akan pergi jadi, kamu harus terus bersama Mex, paham!”
“Kenapa tiba-tiba?” Lalu Vano menarik Khiren menjauh dari pesta. “Jangan-jangan kamu menemui dia, ya?”
Lalu Khiren mengelus rambut Vano agar membuat anak yang terlihat kesal itu menjadi lebih tenang. “Kamu tahu situasi kita jadi, bersabar saja dulu”
“Apa kamu tidak bisa pergi kali ini saja?”
“Dari kemarin aku sudah bersama kamu, sekarang jadilah anak baik dan nikmati saja pesta, ya sayangku” Lalu Khiren pergi.
“Tunggu! Kenapa kamu harus menemui dia sekarang?!” Ucap Vano kesal.
“Lalu kamu mau aku lakukan apa?”
“Aku ingin kamu tetap di sini bersamaku! Aku tidak suka kamu bertemu dengan dia!”
__ADS_1
“Kucing kecilku, jangan salah paham dengan situasi sekarang, meski aku pergi menemui dia tatap saja, aku hanya mencintaimu. Jangan membuat situasi kita dalam bahaya, sebaiknya kamu cukup menonton saja dan biarkan aku yang melakukan segalanya”
“Tapi…”
“Vano, jangan buang waktuku karena rasa cemburumu. Kamu bisa memilih untuk pulang bersamaku atau tetap di sini bersama Mex.”
“Kalau aku pulang apa kamu tidak akan menemui dia?”
“Itu tidak mungkin! Sebaiknya berpikir cepat karena waktu terus berjalan”
“Kalau begitu pergi saja, aku akan tetap di sini” Ucap Vano kesal lalu pergi dari tempat itu.
“Anak itu, sudahlah! Aku harus segera menemi Revan sebelum dia mulai mencariku”
Khiren bersama pengawalnya pergi ke restaurant yang sudah di booking untuk makan malam Khiren dengan Revan. Revan dengan wajah mulai kesal terus meneguk anggur yang di tuangnakan oleh seorang pelayan pria muda yang berdiri di sampingnya.
“Maaf aku terlambat!” Khiren langsung duduk di kursi di depan Revan.
“Dari mana saja kamu? Kamu bilang kita akan makan malam berdua jam 8 tepat tapi sekarang hampir jam 8:30!”
“Itu… aku ada urusan sebentar sebelum ke sini”
“Benarkah?” Revan terlihat tidak peduli dengan ucapan Khiren dan dia kembali meneguk anggur yang terus dia tuangkan.
“Berhenti minum! Aku memang salah jadi, aku minta maaf! Kamu ingin apa sebagai gantinya?”
“Emm.. Aku mau kamu minum ini!” Revan memberikan segelas air yang entah apa yang telah di campur ke dalamnya.”
Khiren tampak ragu saat akan mengambil minuman yang di berikan oleh Revan padanya.
“Kenapa? Apa kamu tidak mau?” Tanya Revan dingin.
“Baiklah aku kan minum!” Khiren mengambil gelas itu dan meminumnya dengan cepat.
“Sebenarnya ini minuman apa?” Tanya Khiren setelah menghabiskan minuman dengan rasa yang aneh itu.
“Hanya ramuan kejujuran”
“APA??” Khiren sangat terkejut dan menyesal telah meminum minuman yang di berikan Revan padanya.
Selesai.
__ADS_1
Pengumuman singkat!
Novel ini hiatus sementara hingga ujianku selesai, sebagai gantinya nanti di usahkan buat update lebih banya lagi. Makasih semua yang udah mendukung.