Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 102


__ADS_3

Saat mereka sudah cukup jauh dari kediaman Khiren, akhirnya mobil yang membawa Khiren itu berhenti di sebuah restauran di kota itu. Khiren kelihatan terburu saat masuk ke tempat itu, Mex menghindari supir yang membawa Khiren dan dia terpaksa menggunakan masker agar tidak ada yang mengenalinya.


“Ada apa?” Khiren duduk dan menatap tajam kearah pria yang ada di depannya.


“Baru juga pagi, kenapa kamu kelihatan kesal?”


“Farhan, jangan buang-buang waktu, apa yang ingin kamu sampaikan tentang Bunda?!”


“Kamu pasti belum makan, ya’kan? Ayo makan dulu, kemudian baru kita bicara”


“Terserahlah”


Di sisi lain, berjarak dua meter dari tempat Khiren duduk Mex sedang mengamati dengan seksama apa yang mereka bicarakan lewat gerakan bibir Farhan yang menghadapnya.


“Khiren, kenapa kamu tiba-tiba mengumumkan hubunganmu dengan pria itu? Kenapa harus dia?”


“Ya terus kamu maunya aku pilih siapa? Dimas? Aldo? Atau kamu?”


“Ya kenapa tidak aku saja?”


“Berapa kali sih harus aku katakan, aku tidak akan pernah bisa mencintai salah seorang dari kalian meski waktu di dunia tiba-tiba berhenti atau dunia ini hancur sekalipun!”


“Bohong! Kamu pasti akan menerima kalau itu Dimas, ya’kan?”


“Kamu terlalu banyak berpikir, aku tidak akan memilih siapapun diantara kalian berenam, paham?!”


“Khiren, kamu tahukan kalau aku…”


“Aku tahu kamu mencintaiku dan kamu sudah mengatakannya cukup banyak kali di setiap kita bertemu berdua seperti ini dan jawabanku tetap sama, aku tidak mencintaimu!”


“Apa kurang ku?”


“Kamu pikir saja sendiri, ayo beri aku infomasi tetang Bunda sekarang atau aku akan pulang”


“Baiklah! Bunda mu memang ikut terlibat dalam skandal kematian kakek mu tapi dia tidak sendirian, ada orang lain yang membantunya membersihkan jejak”


“Kamu tahu orangnya?”


“Aku tidak tahu tapi…”

__ADS_1


“Tapi apa?”


“Aku hanya menabrak saja, jadi kamu tidak boleh langsung ambil kesimpulan, oke!”


“Eum” Khiren mengangguk.


“Salah seorang dari kakak Bunda mu itu pasti terlibat karena saat kakek mu meninggal sebelumnya mereka sudah melakukan pemeriksaan, tapi hasilnya negative padahal saat kami melakukan pemeriksaan tanpa sepengetahuan keluargamu kami menemukan zat racun yang seakan sengaja di berikan bertahap untuk membunuh kakek mu secara perlahan.”


“Kapan kalian melakukan pemeriksaan? Kenapa aku tidak tahu?”


“Saat itu kamu terlalu sedih, Aldo dan Dimas merasa janggal dengan kematian itu makanya mereka meminta bantuan kami untuk menyelidikinya. Infomasi yang kami dapat hanya sedikit karena itu kami hanya bisa bungkam terlebih Bunda mu itu sangat mengerikan”


“Aku sudah menduga, wanita berhati es itu pasti melakukan sesuatu pada kakek setahun sebelum kakek meninggal. Aku selesai! Aku akan membayar makanan ini dan kamu bisa segera pulang!” Saat Khiren akan bangun Farhan menahannya.


“Tunggu Khiren! Aku belum selesai bicara! Aku ingin tahu kenapa kamu malah memilih pria itu? Bagaimana dengan Revan atau Vano?”


“Aku tidak mengerti kenapa kamu penasaran tentang hal itu. Vano kini benar-benar telah memulai hidupnya dengan bahagia tanpa ingatan tentangku dan masalah Revan… Ah itu aku akan pikirkan nanti”


“Khiren, apa kamu mencintai pria bernama Mex itu?”


“Hahaha… Aku tidak percaya dengan cinta, aku hanya percaya pada apa mereka yang layak di percaya. Farhan, jika kamu masih menganggap aku sebagai sahabat maka berhentilah membahas perasaanmu padaku!”


“Dari dulu hingga sekarang aku hanya mencintaimu, bahkan saat bertunangan dengan wanita gila itu pun aku selalu mencari cara agar bisa lepas dan bisa bersamamu tapi sekarang semua sudah selesai, keluargaku tak akan memaksa aku untuk bersama orang lain, kita bisa bersama Khiren”


Lalu tiba-tiba sebuah tembakan hampir mengenai kepala Farhan untungnya Khiren berhasil mendorong Farhan menjauh sebelum tembakan itu mengenai dirinya. Semua menjadi kacau, para pengunjung bertaburan mencari perlindungan dan jalan keluar, beberapa tembakan lainnya terus saja di luncurkan. Khiren menarik Farhan untuk bersembunyi di balik Meja yang sudah dia balik untuk menjadi perisai sementara.


“Apa kamu punya senjata?” Tanya Khiren sambil mengamati keadaan.


“Mana mungkin aku punya, Ayahku akan membunuhku kalau aku membawa senjata secara illegal ke tempat seperti ini”


“Dasar anak patuh, ini salah satu alasan yang membuat aku tidak tertarik padaku, anak yang terlalu patuh dan tidak punya pendirian! Ayo ikuti aku, kita hanya perlu bertahan hidup selama 5 menit karena orang-orang-ku sedang menuju ke sini”


“Dari mana kamu tahu?”


“Diam sajalah!” Khiren  menarik Farhan mengikuti kerumunan dan pergi kearah pintu keluar.


“Aku menemukan 4 pisau dan garpu saat berlari, ayo kita habisi mereka!” Ajak Khiren yang sedang mengamati orang yang menyerang mereka.


Khiren mencoba membidik sasaran dan salah seorang dari mereka akhirnya tumbang dengan garpu yang berhasil menancap di kepala mereka. Khiren berlari dan merebut senjata, Farhan mengikuti Khiren dari belakang dan ikut menghajar dua pria yang hampir memukul Khiren dari belakang. Mereka mengambil senjata dan mencari jalan keluar yang paling aman, dua pria bertopeng hitam pun muncul dari arah lantai atas dengan senjata. Khiren langsung menembak dua orang itu sebelum mereka turun dan menghampiri Khiren.

__ADS_1


“Apa kamu gila?! Kamu membunuh mereka!” Farhan sangat terkejut karena belum pernah melihat Khiren secara langsung menghabisi orang tanpa rasa bersalah sedikitpun dari wajahnya.


“Kamu mau mati atau mau hidup?” Tanya Khiren dengan ekspresi datar.


“Tentu saja mau hidup tapi…”


“Farhan, berhenti menjadi pecundang, ayo bergerak!”


Tak lama kemudian orang-orang Khiren datang dan membereskan orang-orang yang tersisa di tempat itu, sedangkan Mex barhasil menghabisi dua orang koki yang ternyata anggota koplotan yang akan menyerang Khiren saat itu.


“Sekarang kita aman ayo pergi!”


Farhan menjatuhkan senjata yang ada di tangannya lalu berlari keluar mengikuti Khiren.


“Khiren, lenganmu terluka!”


“Aku bisa mengurusnya nanti! Mex, tolong urus Farhan dan pastikan dia hidup sampai ke rumahnya di Jakarta”


“Tapi master…”


“Mex, aku paling tidak suka mengulang perintahku, paham!”


Lalu Khiren masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Farhan bersama dengan Mex di tempat itu. Di perjalanan Khiren mendapat telpon dari ibu Revan, nada bicarannya seperti panik dan membuat Khiren menjadi tidak tenang.


“Ada apa, bu?”


“Nak, tolong cepat datang ke rumah! Revan… Dia…”


“Baik, saya akan segera ke sana!”


Khiren kembali ke kediamannya dan setelah membalut lukanya, lalu dia pergi dengan halikopternya untuk menuju ke rumah Revan dengan cepat. Begitu sampai dia buru-buru masuk ke dalam dan menemui ibu Revan.


“Ada apa, bu?”


“Revan tidak sadarkan, dia mencoba bunuh diri karena tahu kamu akan menikah dengan pria lain setelah bercerai dari dia. Nak, tolong! Tolong jangan biarkan Revan pergi meninggalkan kita!” Ibu Revan memohon dan bersujud di depan Khiren dengan wajah yang panic dan putus asa.


“Bangun, bu! Saya akan melakukan sebisa saya tapi, tolong jangan bersikap begini!”


Khiren membantu ibu Revan untuk berdiri lalu mereka pergi menemui Revan yang tidak sadarkan diri di kamarnya.

__ADS_1


Bersambung…


Jangan lupakan untuk meninggalkan jejak bacaannya 😊


__ADS_2