
“Khiren, nih teh nya!” Vano datang membawa teh dan cemilan ke ruang tamu dimana Khiren menghabiskan waktunya untuk mengetik naskah cerita.
“Masih banyak?”
“Dikit lagi kok, makasih, ya?” Khiren kembali fokus pada pekerjaannya.
“Masa kita kesini cuma buat lihat kamu kerja sih?” Vano merebahkan badannya di sofa di belakang Khiren. Dia mulai memainkan rambut panjang Khiren yang panjang, “Sebenarnya kamu buat cerita apa sih?”
“Aku mau buat cerita tentang kita, karena setelah bertemu kamu aku mulai banyak mengingat hal indah di masa lalu kita. Aku ingin membuatnya menjadi komik ku hanya saja karena waktu terlalu mepet makanya aku hanya membuat teks cerita saja dan selebihnya akan di kerjakan oleh timku”
“Benar, kah? Aku jadi pendamping mu di cerita itukan?” Vano terus saja memainkan rambut Khiren hingga Khiren akhirnya benar-benar merasa terganggu dengan hal itu.
“Vano!” Khiren menatap kearah Vano. “Ayolah, jika kamu tidak mengusikku, aku akan cepat selesai’kan ini dan kita bisa jalan-jalan di tepi pantai, bagaimana?”
Vano bangun dan terlihat begitu bersemangat saat Khiren mengatakan akan jalan-jalan bersamanya, dia berhenti memainkan rambut Khiren tapi sebagai gantinya dia memeluk Khiren dari belakang dengan manjanya.
“Kamu gak bohong’kan?”
“Iya sayangku, aku janji kok” Khiren mengelus rambut Vano dengan lembutnya.
“Sayang?!” Vano semakin kegirangan dan mencium kepala Khiren sebelum akhirnya pergi ke kamarnya dan membiarkan Khiren fokus dengan pekerjaannya.
“Dasar anak kucingku!” Khiren tersenyum kecil dan kembali fokus pada pekerjaannya.
Setengah jam kemudian, tepat jam 8:18 pm Khiren sudah menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat dan mengirimnya pada asistennya sebelum akhirnya di kirim ke anggota tim yang akan bertugas membuat komik Khiren. Khiren ingin memanggil Vano dan mengajaknya untuk jalan-jalan di tepi pantai tapi sesuatu terjadi dan dia terpaksa mengurungkan niatnya lalu pergi tanpa berpamitan pada Vano.
Khiren dalam mode penyemaran sebagai seorang master K menghampiri wanita yang baru saja dia beli kemaren karena sebuah masalah dan keributan yang dia buat di rumahnya.
“Apa yang terjadi?”
“Nona, dia mencoba bunuh diri dan juga melukai beberapa pelayan di rumah tuan!”
“Apa sih mau anak itu? Bagaimana keadaan para pekerja yang terluka karena dia?”
“Mereka di bawa ke rumah sakit terdekat”
“Urus semua kebutuhan mereka, beri libur dan juga bonus!” Master K segera melihat keadaan wanita itu di kamar lantai dua.
Seorang wanita berpakaian serba pink terbaring lemas dengan tangan di perban, seorang dokter masih berada di kamar itu menunggu master K datang.
“Bagaimana keadaannya?”
“Dia baik-baik saja, saya rasa dia hanya ingin mencuri perhatian Anda, dari luka yang dia buat saya bisa simpulkan kalau itu hanya sebuah alasan untuk seorang pencari perhatian bukan seorang yang putus asa dan menginginkan kematiannya.”
__ADS_1
“Lalu sekarang bagaimana?”
“Apa dia penting?” Tanya dokter itu dengan santai.
“Kamu ini, mentang-mentang kita berteman, nada bicara kamu makin lama makin gak terkendali, ya?”
“Ayolah, bro! Serius, dia itu emang cantik tapi…”
“Iya, aku paham, dokter bintang!”
Bintang adalah teman master K yang dia temui saat pertama kali muncul sebagai seorang laki-laki di public dan dia juga sudah jadi dokter kepercayaan master K, sekaligus pemimpin dari rumah sakit Teratai merah milik master K.
“Udah lama banget aku gak lihat kamu di Bali, kalau pun datang ya biasanya juga panggil buat ajak ngobrol temanin Emilly ngobrol, yakan? Kapan-kapan kita nongkrong lagi, yok?”
“Nanti lah! Kalau ada waktu, ni gimana ceweknya?”
“Alah, dia cuma cari perhatian aja, luka dia buat terlalu kecil buat bunuh diri, ntar juga sadar. Aku pulang dulu, ya!”
“Oke oke, hati-hati di jalan!”
Master K masih menunggu wanita itu sadar hingga tak terasa hampir jam 10 malam dan akhirnya wanita itu mulai sadar.
“Ehm” Dia mulai membuka matanya dan dia terlihat terkejut saat melihat siapa yang ada di sampingnya.
“Bagus kalau kamu udah bangun, sekarang katakan sebenarnya kamu lakuin ini semua buat apa?”
“Aku… aku hanya…”
“Hanya apa?” Master amsih berusah untuk menahan emosinya.
“AKU HANYA INGIN TUAN TERUS BERSAMAKU!!” Ucapannya yang begitu cepat dan lantang membuat master K sedikit kaget dan hampir tidak bisa mencerna apa yang dia coba sampaikan.
Wanita itu terlihat lega setelah mengutarakan apa yang dia ingin kan dari seorang master K.
“Gila nih cewek! Jangan-jangan dia suka sama aku?”
‘dring dring dring!’ Handphone Khiren berbunyi dan terlihat di layar nama yang unik dan membuat wanita itu kesal
“Kucing kecil?” ucap wanita itu yang penasaran siapa yang mengganggu momennya bersama master K.
“Bukan urusanmu!” Master K mematikan handphone nya dan keluar.
“Tunggu! Apa anda tidak bisa tetap tinggal di sini?”
__ADS_1
“Berhentilah berharap pada matahari, karena dia hanya akan membakarmu, paham!”
“Tapi aku tidak keberatan terbakar asalkan bisa bersamanya.”
“Ni cewek bikin pusing aja, kenapa dia harus kayak gini sih di saat aku lagi punya waktu bersama Vano” Khiren kesal dan dia tetap melangkah keluar dari tempat itu.
Dari arah belakang ada yang mengejar langkahnya dengan cepat dan sepasang tangan mulai mengikat pinggangnya dengan sangat erat. Master K menghela napas panjang dan dia mencoba menenangkan pikirannya.
“Ni kalau gak ingat uang yang aku hamburkan untuk dia, udah dari tadi aku buang ke laut! Sabar Khiren, kamu pasti bisa mengatasi cewek ini!”
“Tolong tuan jangan campakan aku, tetaplah di sini!”
Master melepas paksa pelukan wanita itu yang begitu eratnya.
“Dengar baik-baik, sebaiknya kamu berpikir sebelum berbicara, kamu ingin masuk ke dalam hidup seorang yang sepertiku itu artinya kamu siap untuk mempertaruhkan nyawamu, paham?”
“Aku tidak masalah, asalkan bisa bersama tuan!”
“Lama-lama bicara sama dia, aku bisa gila, mending nurutin aja dia biar bisa pergi nemuin Vano. Aku yakin dia udah mulai merajuk lagi!”
“Kalau begitu…” Master K menggenggam kedua tangan yang lebih kurus dan kecil di banding tangannya, dia menatap wanita itu dengan tetapan penuh kehangatan. “Biarkan aku pergi dan besok kita akan bicarakan lagi masalah ini, ya?”
“Baiklah!”
“Huft!” Khiren merasa lega dan akan segera pergi dari tempat itu.
“Tunggu dulu! Kucing kecil itu siapa?”
“Anggap saja dia calon nyonya nya sekarang, kalau kamu keberatan dengan hal itu. Aku bisa melepasmu sekarang juga!”
Wanita itu kembali memeluk master K dari dapan dan menangis dalam pelukan master K.
“A-aku tidak masalah jadi wanita simpanan, asalkan tuan tidak meninggalkan ku!”
“Ni cewek benar-benar gak punya urat malu lagi, apa? Masa mau di jadiin wanita simpanan, ni kalau dia tau aku cewek, pasti bakalan bunuh diri dia hahah” Khiren tercengir mendengar ucapan wanita itu.
“Kalau begitu cepat lepas, aku harus segera pergi!”
Master K dengan dua orang pengawal di belakangnya mengikuti dan beberapa lainnya mencegah wanita itu mengejar master.
“Tuan! Namaku Olivia!” Teriaknya dengan sekuat tenaga dangan harapan master K mendengarnya.
Bersambung…
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan vote nya