Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 77


__ADS_3

“Bawa Vano ke tempat yang aman, Mex ayo kita bawa anak buah mu untuk menyerang!”


“Baik Master”


Terdengar suara tembakan berulang kali hingga hampir memekkan telinga, banyak yang tumbang dalam penyerangan yang tidak di duga. Khiren bersama dengan beberapa bawahannya yang tersisa di kastil itu mencoba melakukan serangan balik.


“Master, bantuan akan segera datang tapi, kita harus bertahan sebentar lagi”


“Apapun yang terjadi tolong jaga Vano”


“Baik master!”


Beberapa jam sebelum kejadian penyerangan, Khiren bersama Vano sedang duduk menikmati siang yang cerah dengan bersepeda di taman berdua.


“Khiren ayo kejar aku”


“Baiklah!” Khiren mengejar sepeda Vano yang sudah melaju di depannya.


Mereka sangat senang bermain bersama setelah beberapa waktu Khiren di sibukkan dengan banyak pekerjaan. Setelah lelah bersepeda mereka duduk di bangku taman di bawa pohon yang begitu rimbun dan aroma bunga yang sangat harum di siang itu. Hembusan angin membuat sensasi sejuk setelah lelah bersepeda membuat Khiren ingin bersandar pada Vano.


“Apa kamu lelah?”


“Di banding lelah aku merasa sangat bahagia, aku sangat amat senang karena bisa menghabiskan waktu dua bersama kamu Khiren, aku berharap waktu bisa terhenti agar aku bisa lebih lama dengan kamu”


“Kalau waktu berhenti artinya kita hanya akan di titik yang sama dan tidak bisa merasakan hal lain yang lebih baik dari itu”


“Maksudmu apa?”


“Aah sepertinya aku sedikit haus, bagaimana kalau kita pulang lalu minum jus?”


“Tidak usah, aku sudah membawanya, aku pikir kamu pasti akan mengatakannya dan membuat alasan untuk kembali bekerja padahal ini akhir pekan.”


Vano mengambil minuman yang dia bawa dan di berikan pada Khiren.


“Ini, minumlah! Aku membuat jus yang kamu suka”


“Oh pantas saja kamu bangun lebih pagi tadi. Tapi ini sudah siang, bagaimana kalau kita pulang dan makan siang?”


“Aku sudah meminta orang untuk membawa makanan ke sini, anggap saja kita sedang piknik, aku ingin menikmati waktu berdua denganmu saja, aku tidak ingin makan bersama pria itu”


“Maksud kamu, Mex?”

__ADS_1


“Ada apa dengan dia?”


“Aku tidak menyukainya!”


Lalu pelayan datang membawa makanan yang Vano minta ke tempat mereka. Tidak hanya makanan yang di bawa tapi juga meja makan untuk dua orang, semua di siapkan dengan sempurna seakan mereka sedang makan malam romantic seperti ada di sebuah film romantic.


“Vano, kamu benar-benar menyiapkan ini untukku?”


“Tentu saja, aku selalu ingin melakukannya tapi kamu terlalu sibuk hingga rasanya kamu di kurung dalam ruangan kerja mu saja”


“Hahaha… Aku memang sibuk akhir-akhir ini, apa kamu merasa bosan di sana?”


“Iya, aku sangat bosan, aku ingin keluar dari pulau ini segera, tapi dari pada itu semua aku ingin menikmati hari ini dengan kamu, hanya ‘berdua’saja!” Tekan Vano.


“Kalian boleh pergi!” Khiren langsung menyuruh para pelayan yang berada di sana untuk pergi.


Saat akan makan terdengar suara kericuhan dari arah kastil dan seorang pelayan berlari di susul oleh Mex di belakangnya.


“Ada apa? Kenapa kalian kelihatan panik?”


“Ada serangan dari musuh yang tidak terdeteksi, mungkin ada orang dalam yang membuat kita lengah”


“Pantas saja mereka terlihat tenang-tenang saja setelah kita melakan bebera penghancuran pada usaha milik mereka”


“Bawa Vano ke tempat yang aman, Mex ayo kita bawa anak buah mu untuk menyerang!”


“Baik Master”


“Mex, sepertinya mereka tidak bertujuan untuk mengambil obat itu artinya mereka menginginkanku, lakukan sesuai rencana awal dan pastikan Vano tidak terlibat, paham!”


“Tapi master, bagaimana kalau yang menyerang bukan orang ‘itu’?”


“Lakukan saja tugas mu dan jangan bertanya, ayo serang!”


Beberapa kali Khiren hampir terkena tembakan lalu tiba-tiba pihak lawan berhenti menyerang, suasana menjadi sepi tapi tetap terasa menagangkan.


“Aku akan ke arah sana, kalian serang dari arah sana!” Khiren memberikan kode tanpa suara, hanya gerakan mata dan tangan lalu mereka mulai bergerak.


Dari ruangan yang sudah penuh dengan barang barang yang di rusak oleh tembakan brutal dari pihak musuh Khiren berjalan hati, hati dengan terus waspada pada keadaan, dia berjalan sendiri lalu melihat seseorang baru saja menuju lantai atas tempat dia bekerja. Dengan cepat Khiren menaiki tangga dan mengikuti orang itu. Ketika sampai di lantai atas, Khiren bersiap untuk menembak, dia melihat pintu kamarnya terbuka lalu dia melahan membuka pintu itu dan saat dia akan masuk seseorang muncul dari belakang, belum sempat menyerang dia sudah di tembak dengan peluru bius.


Begitu mendapatkan Khiren, berhenti menyerang dan bergegas pergi dengan halikopter yang sudah menunggu mereka di luar katisl. Mex dengan orang-orangnya sempat mencoba mempertahankan Khiren tapi mereka kalah jumlah hingga Khiren pada akhirnya di bawa oleh pihak musuh.

__ADS_1


“Pak, apa yang harus kita lakukan sekarang? Bantuan sudah datang tapi, nona sudah dibawa pergi!”


“Lupakan itu, minta yang baru datang untuk memberesakan kekecauan yang ada di katil dan beri mereka hukuman setelah itu”


“Mex! Bagaimana dengan keadaan Khiren?”


“Dia dibawa oleh mereka”


“Apa? Kamu gila? Kenapa kamu santai sekali, apa kamu bagian dari semua ini?” Ucap Samuel yang baru datang.


“Dari pada marah atas kesalahan orang lain kenapa kamu tidak mempertanyakan kesalahanmu sendiri?! Kamu terlambat dan membuat master diculik!”


“Aku hanya terlambat beberapa menit dan semua jadi begini, lagian kenapa kamu terlihat biasa saja? Katakan dengan jujur apa kamu bagian dari orang-orang itu?”


“Meski harus mati aku tidak akan pernah menghianati master!”


“Lalu kenapa kamu biasa saja saat dia dibawa oleh musuh?”


“Kamu pikir saja sendiri, master itu bukan orang ceroboh apa lagi dia itu bukan orang yang lemah, jadi kenapa dia bisa di culik semudah itu?”


“Maksud kamu dia sengaja membiarkan dirinya masuk ke perangkap musuh?”


“Dia tidak masuk ke perangkap musuh tapi musuhlah yang masuk ke perangkapnya, tunggu saja semua hanya masalah waktu”


“Tapi tetap saja dia akan dalam bahaya jika di biarkan begitu!”


“Kamu tidak percaya pada kemampuan bertahan hidup master?”


“Bukan aku tidak percaya tapi, dia bersada di area musuh bagaimana aku tidak khawatir!”


“Padahal kamu adalah orang yang biasanya santai kenapa tiba-tiba jadi sok panic seperti itu, jangan terlalu di pikirkan, sekarang yang terpenting urus saja bocah yang di tinggalkan master dan bawa dia pergi jauh dari kastil suci ini, aku sudah muak melihat dia!”


“Maksud kamu itu Vano? Bukannya kamu biasanya tidak pernah peduli dengan pria yang bersama dengan master mu itu? Lalu kenapa dengan anak yang bernama Vano?”


“Dia terlalu di manjakan, dia merepotkan dan dia sangat mengesalkan hingga aku ingin melenyapkannya begitu master pergi dari tempat itu”


“Jangan bercanda, kamu sangat menyeramkan, kalau begitu aku akan membawanya”


Bersambung…


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya dengan like, vote, dan kasih reting 5 untuk novel ini.

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA 😊😊😊😊


__ADS_2