Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 17


__ADS_3

Meski Revan sudah melarang Khiren keluar rumah, dia tetap keluar karena dia benar-benar bosan di rumah,  inspirasinya dan juga ketenangannya pun menghilang karena keberadaan Tiara dalam rumah itu. Khiren hanya berencana untuk berjalan-jalan sebentar sebelum dia menyelesaikan gambarnya, tapi dia malah bertemu dengan pria yang kemaren dia tabrak dan mereka sedikit berbincang-bincang saat berada di taman.


“Hai! Bagaimana keadaanmu?”


“Aku baik-baik saja, lukanya sudah mulai sembuh”


“Ngomong-ngomong Khiren, apa pekerjaanmu?”


“Aku? Em…” Khiren kebingungan menjawab pertanyaan yang tidak pernah dia dengar seumur hidupnya.


“Saat ini anggap saja aku sedang pengurangan dan hanya menghabiskan waktu dengan penggemar, begitulah”


“Apa kamu suka melukis?”


“Tentu saja aku suka, kalau kamu?”


“Aku seorang dokter, aku juga suka melukis tapi, aku lebih tertarik melukis pada pemandangan.”


“Em,” Khiren melihat kearah jam tangannya, dia sudah membuat jadwal untuk dirinya dan dia tidak bisa membuang-buang waktu terlebih waktu yang sudah di jadwalkan. “Sepertinya aku harus pulang” Saat Khiren akan belanja dari tempat itu seseorang menelponnya dan membuat dia tidak jadi pergi.


“Hallo nona Khiren, saya asisten yang di kirim tuan Young, apa kita bisa bertemu sekarang?”


“Tentu saja, anda dimana? Biar saya saja yang ke sana”


“Saya akan menunggu anda di Sweet café, apa anda bisa kesini segera?”

__ADS_1


“Saya akan segera ke sana!” Setelah itu Khiren memanggil beberapa anak buahnya untuk menjemputnya di taman.


Daniel tidak menyangka dia di jemput dengan beberapa bodyguard yang menjemputnya bak ratu. Daniel tidak mengerti bagaimana seorang yang terlihat sederhana dan mengatakan kalau dia hanya pengurangan memiliki banyak pengawal dan juga dia terlihat begitu sangat di lindungi.


“Maaf nona kami ingin mengambil sepedanya, apa anda keberatan melepas sepeda nona kami?” Tanya seorang pengawal yang di tugaskan untuk membereskan sepeda Khiren.


Daniel yang menahan sepeda Khiren langsung melepasnya dan pengawal Khiren langsung membawanya pergi, dia benar-benar tidak habis pikir kalau tenyata orang yang ia temui bukanlah orang yang sesederhana pertemuan dan pemikirannya terhadap seorang Khiren. Agar mengatasi rasa penasarannya terhadap seorang Khiren, Daniel mencoba mencari informasi tentang Khiren di internet dan banyak sekali informasi yang keluar tentang seorang Khiren. Khiren yang seorang model, pemain film, atlit dan juga penyanyi dan semua yang tidak pernah ada dalam pikiran seorang Daniel tentang Khiren benar-benar membuat dia kaget. Daniel terus menelusuri tentang Khiren hingga dia membaca sebuah berita tentang Khiren yang tidak pernah terlihat tertarik pada lawan jenis tapi memiliki banyak pria yang mencoba mendekatinya, di tambah dengan beberapa berita tentang keakraban Khiren dengan anggota tujuh bersaudara yang terkenal amat tampan.


“Apa aku bisa mendapatkan dia? Bagaimana ini, aku tidak ingin di dahului oleh orang lain? Aku harus melakukan sesuatu agar bisa dekat dengan Khiren, aku benar-benar menginginkannya.” Daniel benar-benar semakin tertarik pada Khiren setelah menelusuri banyak berita tentang Khiren dan hal yang paling di sukai oleh Daniel tentang berita Khiren adalah dia belum memiliki seorang tambatan hati hingga hari ini dan itu sebuah peluang bagi Daniel untuk merebut hati Khiren.


Khiren dengan beberapa pengawalnya langsung mengusir semua orang yang ada di sweet café dan menyisakan seorang wanita berkaca mata duduk sendirian sambil menikmati secangkir kopi sendirian.


“Silahkan duduk nona Khiren! Perkenalkan saya Hera, dan saya adalah asisten yang di minta secara langsung untuk menemui Anda, ini dokumen yang anda minta!” Hera memberikan dokumen itu pada Khiren dan dia tak sengaja melihat luka Khiren.


“Luka itu! Apa yang terjadi? Anda taukan kalau anda tidak boleh memiliki bekas luka, Anda harusnya sangat tau dalam bisnis ini kami sangat mengutamakan kesempurnaan.”


“Beruntunglah Anda kali ini, syuting akan di lakukan sebulan lagi dan saya harap ketika kami menjemput Anda nanti luka di tangan Anda tidak berbekas.”


“Baiklah kalau begitu, ini!” Khiren menyerahkan kembali dokumen yang sudah di tanda tangani.


“Terima kasih atas kerja samanya, kalau begitu saya permisi!” Hera lalu pergi meninggalkan Khiren dengan beberapa pengawal Khiren.


Khiren semakin tertekan karena ucapan Hera di tambah dengan tekanan dari perusahaan penerbit komiknya yang terus mendesaknya menyelesaikan bab baru dari komiknya. Khiren ingin sekali pergi dan mendaki bersama teman-temannya agar dia bisa menghirup udara segar dan sejenak melupakan semua permasalahan yang membuat dia tertekan. Khiren meminta pengawalnya untuk menjemput Alfin dan membawanya ke taman tempat Khiren berolahraga, lalu Khiren pergi dan menunggu Alfin di taman. Tak lama kemudian Alfin di bawa paksa ke taman dan di lemparkan tepat di depan Khiren yang sedang menikmati pemandangan taman.


“Khiren? Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tiba-tiba di bawa secara paksa?” Alfin terlihat amat syok karena dia merasa diculik oleh beberapa orang yang tidak di kenal.

__ADS_1


“Tarik napas dan coba tenang! Mereka suruhan ku, aku cuma ingin kamu kesini dan menemani aku berbincang sebentar. Kalian bisa kembali!” Perintah Khiren karena dia ingin bicara dengan Alfin.


“Apa yang terjadi?”


“Tidak banyak hanya beberapa masalah saja, aku penasaran apa yang sedang kamu lakukan saat para pengawal ku menjemputmu paksa tadi?”


“Itu, aku sebenarnya baru mau keluar rumah dan tiba-tiba mereka mengangkat ku dan memasukkan aku kedalam mobil dan sekarang aku berakhir di tempat ini!”


“Hahahaa…” Khiren benar-benar tidak menyangka para pengawalnya melakukan hal semacam itu untuk menjemput seorang Alfin.


Di saat yang bersamaan Daniel melihat Khiren sedang tertawa bahagia bersama dengan seorang pria yang lumayan tampan duduk memandangi Khiren dengan tatapan yang tidak biasa. Daniel menjadi kesal dan ingin segera menghampiri mereka.


“Tunggu! Kalau aku datang dengan wajah masam mereka akan bertanya apa hubunganku dengan Khiren hingga aku bisa marah pada Khiren karena bersama dengan pria lain. Tidak tidak, aku tidak bisa membiarkan Khiren berpikir buruk tentangku, aku harus mencari alasan agar bisa masuk dan mengacaukan obrolan seru meraka” Daniel mulai mencari akal untuk bisa memisahkan Khiren dengan pria di sampingnya itu.


Daniel pura-pura berlari di dekat mereka dan tidak sengaja melihat Khiren di sana. Daniel menghampiri Khiren dan langsung duduk diantara Khiren dan Alfin dan dia memang sengaja mengabaikan keberadaan Alfin.


“Loh Khiren, bukannya kamu udah pulang tadi?” Daniel terus mendesak Alfin untuk menyingkir dari tempat duduk itu hingga Alfin benar-benar tersudut.


“Apa-apaan sih orang ini, ganggu banget” Alfin benar-benar kesal dengan kelakukan Daniel.


“Ah itu, tadi aku ada keperluan dan sekarang aku ingin bicara BERDUA dengan temanku, apa kamu tidak keberatan?”


Khiren yang mencoba menekan kata berdua agar Daniel segera menyingkir dan tidak mengganggunya dengan Alfin. Tapi yang terdengar jelas di telinga seorang Daniel adalah kata ‘teman’ yang membuat hatinya benar-benar lega.


“Maaf mengganggu, kalau kalian ingin bicara berdua, aku pergi dulu!” Daniel pergi dengan wajah senang, seakan Khiren memberinya peluang untuk mendekati dia.

__ADS_1


Bersambung…


Cuma mengingatkan buat jangan lupa like dan komen, kalau bisa sih kasih vote juga biar bisa semangat. Makasih sudah berkunjung, sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2