
“Jadi kamu akan melepaskannya?” Tanya Morlin yang sangat kepo tentang status Vano dalam hati Khiren.
“Dari awal perasaanku padanya hanya rasa bersalah, seperti rasa bersalahku tiap kali membuat kalian terluka. Meski begitu, rasa bersalahku padanya cukup dalam karena itu aku selalu berharap dia bahagia dan aku akan melakukan segala cara agar dia bahagia.”
“Kalau dia bahagia bersamamu?”
“Itu tidak mungkin! Jika dia bersamaku, dia hanya akan sedih dan terluka karena aku bukan orang yang bisa benar-benar mencintai seseorang”
“Tunggu dulu! Lo bilang tidak bisa mencintai seseorang, lalu pria itu?” Tunjuk Aldo pada Mex yang sedang berbincang dengan Windy.
“Kami memiliki ikatan yang tidak bisa di jelaskan tapi, itu bukan cinta, percayalah dia adalah pria yang akan memberikan jiwa dan raganya untukku tanpa mengharapkan apapun sebagai balasan”
“Serius? Dia gak kelihatan lemah, lalu kenapa dia melakukan itu?”
“Kamu Ryo kepo banget, ya? Sudah aku bilang kami punya ikatan yang tidak bisa aku jelaskan jadi, intinya dia tidak akan menghianatiku ataupun meninggalku nantinya.”
“Ya, gue percaya kalau tu orang gak akan ninggalin lo tapi, gimana sama lo Khi?” Farhan meragukan Khiren.
“Aku tidak punya jaminan tapi, setidaknya tidak dalam waktu dekat, aku bisa menjamin itu”
“Khiren, berhentilah bermain-main dengan hubungan, kami mungkin gonta ganti pacar tapi, kami bukan orang yang akan bermain-main dengan hubungan suci seperti pernikahan. Tolong jangan lakukan hal yang akan lo sesali nantinya, Khiren!” Ucap Aldo dengan nada benar-benar khawatir pada masa depan Khiren.
“Semua ini tidak akan berakhir hingga aku mendapatkan apa yang aku inginkan”
“Memangnya apa yang kamu cari Khiren?”
“Aku inginkan adalah kebebasan hidupku, lalu aku ingin dunia mengakuiku sebagai diriku bukan sebagai anggota keluarga Kentaro, lalu juga ingin seseorang mengaku akan sesuatu yang dia rahasiakan.”
“Rahasia? Rahasia apa?” Mereka terlihat sangat penasaran dengan apa yang Khiren maksud.
“Saat waktunya tiba, kalian akan mengerti tanpa perlu aku jelaskan. Kalau gitu ayo kita mulai pestanya!” Lalu Khiren menarik Dimas ke depan Windy.
“Ni, pengantin priamu!”
“Khiren tunggu!” Lalu Dimas melepas jasnya dan memakaikannya pada Khiren. “Bajumu terlalu terbuka!”
“Apaan sih kak! Kakak ipar boleh tu pakek pakaian yang terbuka, kenapa aku enggak?”
__ADS_1
“Itu karena pakaian pernikahan yang di rancang tanpa persetujuanku, lagian dia sudah cukup merengek kemaren karena aku menentang dia memakai itu, sekarang kamu pakai ini!”
Lalu tangan Mex langsung menarik jas itu dari Khiren lalu mengembalikannya pada Dimas, kemudia dia melepas jas putihnya itu dan memakaikannya pada baju Khiren yang berwarna krim.
“Terimakasih!” Ucap Khiren pada Mex yang tidak bicara sepatah katapun dan hanya menatap tajam pada Dimas.
“Mex, ayo ke sana!” Khiren langsung manarik Mex menjauh dari Dimas sebelum mencana muncul.
“Kenapa dengan anak itu? Dia tidak suka padaku!” Ucap Dimas sambil memandangi Mex dan Khiren yang pergi.
“Tentu saja sayang, pria itu sepertinya cemburu pada kamu!”
“Yang banar saja, ini hari pernikahan kita, lalu apa perlunya dia cemburu pada aku yang sudah jelas sepupu Khiren.”
“Sabar, jangan marah!” Windy mencoba menenangkan Dimas yang sedang kesal pada sikap Mex.
Di sisi lain Khiren berjalan keluar peseta dan berakhir di taman.
“Ada apa dengan kamu?”
“Sudahlah!” Khiren tidak bisa berkata-kata saat Mex bersikap seakan tidak terjadi apa-apa barusan di tembah tetapan mata Mex yang terlihat sangat jujur membuat Khiren benar-benar tidak tahu cara mengatakan apa yang Mex lakukan pada Dimas.
Mereka meneruskan perjalanan lalu berhenti di kursi taman, lalu Khiren menyandarkan diri di kursi lalu memandangi langit yang bertabur bintang malam itu.
“Ini semua melelahkan tapi, juga menyenangkan! Bagaimana keadaan si kembar, ya?”
“Mereka sudah mulai belajar jalan dan sedang proses belajar bicara, mereka sudah bisa mengatakan papa”
“Dari mana kamu mendapatkan infomasi itu?”
“Saya tahu anda pasti akan menanyakannya karena itu saya segara mencari tahu keadaan dua tuan muda itu.”
“Lalu Vano bagaimana?”
“Dia sudah keluar rumah sakit, sekarang dia sudah bisa rawat jalan.”
“Bagus, setidaknya dia tidak terlalu lama koma, dan kamu sudah tahu siapa yang menyebabkan Vano seperti itu?”
__ADS_1
“Itu ulah ibu anda master”
“Bunda! Aku sangat penasaran kenapa dia terus saja ingin mencelakain pria itu? Kenapa dia tidak menyukainya? Soal kematian kakekku, bagaiman penyelidikannya?”
“Kasus itu masih buntu, kami belum mendapatkan satu pun infomasi.”
“Aku sudah tahu kalau ini tidak akan mudah, lupakan itu ayo kita pulang saja, aku ingin istirahat. Dan ya, apa beritanya sudah di lucurkan?”
“Setelah anda mengumumkan hubungan kita, wartawan yang kita bawa langsung mempublikasikannya. Semua sesuai rencana, dan hampir semua media sekarang sedang membahas hubungan kita berdua, kita sudah jadi nomor satu dalam pencarian.”
“Bagus, dengan begini tidak mungkin Bunda tidak tahu, aku sangat menantikan reaksinya yang luar biasa saat tahu aku dan kamu akan menikah.”
Kabar tentang rencana pernikahan Khiren dengan seorang Direktur Perusahan Teratai Hitam yang juga kaki tangan dari Organisasi mafia Teratai Iblis yaitu Master K, sesuai rencana Khiren, Bundanya mendengar berita tersebut dan murka. Di sisi lain Ayah Khiren bersyukur karena putrinya akhirnya bisa bersama orang yang dia inginkan tanpa ada paksaan. Di pihak Revan, dia sedang sangat murka karena tahu Khiren akan menikah dengan pria lain yang bahkan tidak pernah pikirkan sebelumnya.
Revan mengirim surat peringatan pada Khiren untuk memenuhi janjinya dan jangan pernah berusaha untuk mengingkarinya. Ketika surat itu sampai langsung ke tangan Khiren, dia tidak membaca dan bahkan dia tidak membukanya sama sekali karena dia sudah tahu pasti isi dari surat itu, Khiren langsung memasukkan surat itu ke dalam perapian. Selain itu dua orang utusan datang ke tempat Khiren, dimana Khiren saat itu tidak kembali ke pulau dan mengurus bisnis miliknya bersama dengan Mex. Utusan itu dari kedua orang tua Khiren, satu membawa pesan dari Bunda Khiren yang berisi ancaman dan satu lagi dari Ayah Khiren yang memberikan restu dan meminta Khiren untuk mendiskusikan secara langsung masalah pernikahannya dengan Mex pada Ayah Khiren.
“Wah, sangat mengejutkan! Ayah ternyata memihakku, ku pikir dia akan kembali menjadi penonton yang selalu dia dan mengamati dari jauh. Baguslah, setidaknya masih ada keluargaku yang bisa aku andalkan dan aku percaya.”
“Apa isi surat itu?” Tanya Mex yang membawakan kedua amplop dari kedua utusan.
“Tidak terlalu penting tapi, yang penting sekarang adalah kamu akan segera menemui Ayahku yang artinya menemui calon mertua, jadi bersiaplah!”
“Kapan? Dimana? Apa yang harus saya persiapkan?”
“Kamu tidak perlu terlalu panik karena Ayah bukanlah orang yang merepotkan seperti Bundaku, kamu cukup temui dia dan bicara dengan sopan, setelah itu semua akan beres.”
“Tidak bisa begitu, saya tidak mungkin datang dengan tangan kosong. Apa yang di sukai oleh Ayah Anda Master? Eh, maksud saya Khiren?”
“Mex, aku sudah lama tidak menghukummu, ya?. Jadi kamu sekarang jadi pembangkang dan tidak pernah patuh lagi padaku. Malam ini siapkan arena dan kita akan bertarung sampai tengah malam.”
“Tapi master… Maksudku Khiren”
“Mex, jika kamu masih tidak biasa memanggil namaku, kita akan bertarung sampai salah satu diantara kita tumbang, paham!” Lalu Khiren keluar dari ruang kerjanya dengan keadaan kesal.
Bersambung…
Jangan lupa like dan kasih 5 bintang ya
__ADS_1