Love Scenario V2

Love Scenario V2
Permintaan


__ADS_3

Pertemuan anggota organisasi teratai iblis diadakan di kapal pesiar milik Khiren, tempat yang sangat di jaga dengan ketat dan berada di tengah lautan. Matahari mulai memuncak tapi, mereka tidak bergeming, saling menatap dan rasa curiga penuh tanya di ruangan paling tertutup dan luas di tempat itu.


“Mau sampai kapan kita hanya saling menatap!!” Ucap Khiren yang mulai bosan dengan sikap yang di tunjukkan oleh para tetua yang seakan menunggu sesuatu darinya.


“Sampai anda menjelaskan situasi ini? Kami sangat merasa tertipu oleh identitas anda! Kami ingin anda menjelaskan semua dengan rinci pada kamu” Ucap master Quan dengan menatap Khiren dengan tatapan yang sangat penuh dengan rasa ketidak sukaan


“Jadi masalah yang ingin kalian bahas adalah masalah karena aku perempuan begitu?”


‘trakk’ Mex mengetuk meja sambil menatap tajam kearah semua anggota yang memperlihatkan ketidak sukaan nya pada Khiren.


“Cukup Mex, biar aku atasi sendiri” Khiren mencoba menenangkan amarah Mex yang mulai memuncak.


“Baik master”


“Lalu apa mau kalian sekarang? Jangan berbelit-belit, katakan intinya saja!”


“Kami ingin anda mengundurkan diri dari tampu pimpinan karena kami tidak ingin di pimpin oleh seorang wanita muda, kami masih punya harga diri!” Ucap tegas si tua Martin yang memiliki wajah paling tua dari antara anggota lain.


“Oh begitu. Ternyata usia tidak bisa berbohong, ya?” Khiren bangun dari kursinya lalu berjalan mendekati tuan Martin dan menepuk bahunya dengan pelan.


“Kalian lupa sesuatu yang penting!”


“Apa itu?” Tanya Master Lian dengan suara sedikit bergemetaran.


“Lupa siapa yang mendirikan perkumpulan ini? Alasan yang sebenarnya dari dirikannya kekuasaan ini, ya’kan? Hahah…” Khiren mulai berjalan mendekati satu persatu anggota.


“Kalian mulai lupa cara berterimakasih karena dengan semua usahaku, kalian masih bisa duduk di tempat ini dengan keadaan yang sangat sehat bahkan beberapa dari kalian terlihat masih awat muda, ya’kan tuan Quan?” Khiren tersenyum dengan penuh makna menatap kearah para tetua yang terlihat mulai gelisah.


Wajah para anggota mulai pucat, meski mereka tahu Khiren adalah seorang perempuan muda tapi mereka cukup sadar kalau Khiren bukan tandingan mereka. Bisa keluar dengan hidup-hidup di setiap pertemuan adalah hal yang selalu mereka syukuri.


“Bagaimana kalau anda menikah saja?” Usul tuan Beni pada Khiren yang masih berdiri di dekat tuan Quan.


“Menikah bukan perkara mudah, aku membutuhkan suami yang pantas untuk bergabung dengan kita semua, bukan begitu tuan Martin?” Khiren mepuk pundak tuan Martin yang ada di samping kiri tangannya sambul tersenyum.


“Te.. Tentu saja, master K”

__ADS_1


“Bagaimana dengan dia?” Tuan Beni menunjuk Mex yang masih berdiri di samping kursi Khiren.


“Kenapa harus dia?” Tanya Khiren seakan bingung dengan usul dari tuan Beni.


“Oh iya, benar! Kenapa anda tidak menikah saja dengan tuan Mex, ini bukan ide buruk di tambah hampir sebagian pekerjaan di organisasi dan penelitian di urus oleh tuan Mex, iya’kan?”


“Benar juga ucapanmu, tuan Lian! Baik aku setuju tapi dengan syarat”


“Syarat apa?” Tanya serentak mereka semua.


“Semua urusan di dalam organisasi ini masih harus melewati persetujuanku, dan semua perintahku itu mutlak, paham?!”


“Tapi..”


Lalu Khiren mengeluarkan sebuah belati yang dia simpan di balik bajunya dan meletakkan ujungnya ke leher tuan Martin yang dinilai terlalu banyak protes dalam keputusannya.


“Bagaimana kalau kita kurangi sedikit anggota kita hari ini? Apa perlu ada yang mati di pertemuan pertama setelah sekian lama aku tidak menemui kalian?” Ucap Khiren sambil tersenyum seakan ucapannya itu hal biasa.


Lalu bodyguard milik tuan Martin menyerang Khiren, perkelahian tidak bisa di elakkan. Mex berencana membantu, tapi Khiren memberi dia kode untuk tetap berada di posisinya. Dalam hitungan menit semua pengawal milik tuan Martin dan juga beberapa dari anggota lainnya tumbang dengan kemampuan berkelahir Khiren yang tidak bisa di remehkan.


“Penjaga! Masuk dan bereskan kekacauan ini!” Teriak Khiren pada penjaga yang berada di luar ruangan itu.


Beberapa penjaga masuk dan membersihkan kekacauan yang di buat Khiren dengan sangat rapi. Semua anggota sangat kaget sekaligus ketakutan melihat Khiren membantai orang dengan sangat cepat.


“Sebenarnya aku berharap kalian yang berada di posisi mereka tapi, karena aku masih memerlukan kalian untuk mencapai tujuan dari organisasi ini, ya kalian terpaksa harus hidup. oh iya, jangan lupa kalian para makhluk yang sekarah untuk berhenti ikut campur dalam hal yang tidak perlu, paham?!”


“Aku memenuhi permintaan kalian untuk menikahi Mex tapi, kalian tidak boleh lagi melewati batasan. Lupakan soal itu mari kita bahas soal yang lain penting dari pertemuan ini”


Lalu Mex memberikan laporan hasil penelitian dari teratai iblis yang mereka kelola.


“Maksudnya apa ini?” Semua anggota terlihat syok karena laporan yang mereka terima.


“Jumlah kapsul akan di kurangi mengingat bahan utama mulai sulit di dapat”


“Tidak bisa beginilah! Kami tidak mau uang yang telah kami berikan jadi tidak berguna”

__ADS_1


“Hahah… uang? Uang yang kalian berikan itu tidak cukup jika ingin mendapatkan hasil sesuai keinginan kalian. Teratai iblis itu sulit di kembangbiakkan di tambah dia membutuhkan banyak racun untuk bisa menjadi teratai yang siap di olah”


“Apa tidak ada cara lain lagi?” Tanya tuan Beni


“Caranya kalian harus membantu mengumpulakan hewan yang memiliki racun, kita butuh racun alami, bukan buatan jadi jangan berpikir untuk memberikan racun buatan, paham?”


“Dan satu hal lagi, saya ingin mengingatkan anda sekalian untuk tidak mengonsumi obat itu dalam waktu yang berdekatan, minimal kalian harus mengonsumsi obat itu satu kapsul dalam sebulan dan itu tidak boleh lebih atau kalian ingin bernasib sama dengan tuan Rudi yang meninggal karena racun dalam obat itu aktif dan menyerang tubuhnya?”


Mereka mulai berbisik-bisik dan wajah mereka semakin ketakutan. Lalu Khiren berdiri dan berjalan menuju pintu.


“Pertemuan hari ini cukup sampai di sini, saya akan kembali ke kediaman saya, pertemuan berikutnya akan di kabari oleh asisten saya Rudi.” Lalu Khiren pergi dari ruangan itu bersama dengan Mex menuju helicopter yang sudah sedari tadi menunggu mereka.


“Apa semuanya sudah beres?”


“Sudah master”


“Kita langsung menuju ke pulau, aku butuh istirahat! Mereka membuat aku muak dan sangat stress sekali”


“Baik, master”


Lalu mereka kembali ke pulau, sempai di sana Khiren mendapat kejutan yang sangat tidak di duga, di depan pintu menuju ke kediamannya di buat gambah hati di atas jalan dari bunga-bunga mawar putih.


“Mungkin ini bukan saat yang tepat tapi, saya sangat berharap memberikan anda segala sesuatu yang sempurna, lamaran dan pernikahan yang sempurna.” Lalu Mex berlutut di hadapan Khiren sambil membuka sebuah kota cinci yang dibuat dari kaca, di dalam kota itu terlihat sebuah cincin berlian merah terlihat sangat menawan.


“Meski saya bukan pria pertama yang menjadi bagian dari hidup anda, bahkan saya bukan pria yang sempurna yang pantas untuk menerima cinta anda tapi, saya sangat yakin dan akan selalu berusaha membuat anda bahagia hingga akhir hayat saya, apakah anda Khiren Ayu Winata bersedia menjadi satu-satunya wanita yang menjadi istri saya?”


Semua bawahan berkeliling melingkari dua orang yang berada dalam drama cinta, semua mata memandang dengan tetapan berharap Khiren menerimannya.


“Tidak ada manusia yang sempurna, manusia adalah makhluk yang di penuhi kekurangan tapi, terciptanya pasangan untuk saling melengkapi setiap kekurangan itu. Jadi mari kita saling melengkapi kekurangan kita masing-masing”


Lalu semua bersorak gembira dan Mex menyematkan cincin berlian itu di jari manis Khiren dan mereka saling bertatapan dengan senyum yang tidak bisa mereka tahan.


Bersambung…


Kalau ada kesalahan dalam pengetikan mohon untuk di komen di kolom komentar di bawah dan katakan kesalahannya, agar dapat segera di perbaiki. Jangan lupa juga buat memberikan vote kalian untuk novel ini dan jangan lupa juga untuk memberikan like nya sebagai bentuk dukungan untuk penulis.

__ADS_1


__ADS_2