
Akhir-akhir ini Khiren dan Mex disibukkan dengan persiapan pernikahan mereka, banyak hal yang harus dilakukan karena waktu yang sangat mepet. Gaun pengantin beberapa kali bermasalah dan dekor ruangan sudah 2 kali diperbaiki karena Khiren terus berubah pikiran dengan dekorasi tempat pesta.
“Mex, bagaimana rencana perjalanan setelah menikah nanti? Kamu tidak lupa apa yang sudah aku katakan, bukan?”
“Tentu saja tidak, semua sudah terencana. Kita akan pergi ke bali selama 3 hari, lalu ke Maldives sekitar 1 minggu baru kembali lagi ke pulau”
“Tidak buruk hanya saja, aku ingin lebih banyak menghabiskan waktu di Maldives”
“Baiklah, saya akan atur ulang jadwal perjalanan kita.”
“Bagus. Heum… Sepertinya semua hampir selesai jadi aku tidak perlu ikut campur lagi, bukan?”
“Jika Anda ingin beristirahat silahkan.”
“Dasar Mex, sudah berapa kali aku bilang jangan bicara formal padaku saat kita tidak di kantor!”
“Maafkan aku, tidak akan aku ulangi lagi”
“Bagus!”
Setelah itu Khiren pergi keluar dari ruang pesta yang sedang dipersiapkan oleh banyak orang, dan dengan Mex yang terlihat sangat antusias membantu dekorasi tempat itu.
Saat pulang harusnya Khiren beristirahat dengan tenang tapi sebuah buket bunga mawar hitang sudah ada di depan pintu rumahnya.
“Apa-apaan ini? Kemana semua penjaga dan pengurus rumah kenapa membiarkan sampah ada di depan pintu masuk?!”
Khiren pun mengambil bunga itu lalu dia melihat sebuah memo diselipkan diantara rangkaian bunga itu.
“Jangan menikah dengan pria itu!” Khiren terdiam setelah membaca memo itu.
“Wah! Dia kira dia siapa hingga bisa memerintahku seperti ini, dasar sialan!” Khiren langsung membuang buket bunga itu, dengan wajah kesal dia pun masuk ke dalam rumahnya dan meminta para pelayan untuk menyingkirkan bunga mawar hitam itu dari lingkungan rumahnya dan dia juga memperketat penjagaan agar tidak ada lagi hal semacam itu terjadi di kediamannya.
“Siapa sih orang tidak waras itu hingga dia berani mengirimiku surat ancaman… tunggu dulu, aku sepertinya tahu siapa dalang dari masalah ini. Ah, dasar gila! Harusnya aku membereskan dia dari dulu sebelum jadi benalu untuk hidupku. Aku membiarkan dia karena aku sedikit menyukainya tapi dengan sikapnya seperti ini aku rasa dia memang tidak pantas hidup!”
Khiren masuk ke kamarnya dan berbaring di kasur, sambil berpikir kerasa cara menangani masalah itu dia pun terlelap hingga seorang asisten pribadinya mengetuk pintu.
‘tok tok tok’
__ADS_1
“Master, saya izin masuk!” Asisten itu masuk dan menghadap Khiren yang masih berbaring diranjang.
“Katakan dengan cepat.”
“Perusahan Luan, sedang meneliti obat kita dan mereka berencana membuat obat yang sama”
“Siapa yang membantu mereka?”
“Seorang ilmuwan dari laboratorium kita hanya saja belum ada kepastian siapa orangnya”
“Cari dan lenyapkan, batalkan semua kerjasama dengan perusahan itu dan pastikan mereka bangkrut”
“Baik dan…”
“Ada apa lagi cepat katakan, aku ingin beristirahat!”
“Ada yang mengirim buket bunga hitam ke kantor, ke rumah nona Emilly dan juga beberapa tempat yang sering anda kunjungi.”
“Cari siapa pengirimnya dan musnahkan!”
“Sebenarnya kami sudah melakukan penyelidikan dan kami mendapatkan hasil dari penyelidikan tersebut itu…”
“Tuan Revan adalah pelakunya”
“Ah, sudah aku duga. Untuk saat ini cukup awasi saja dia lalu untuk Emilly katakan padanya untuk tidak perlu khawatir dan tingkatkan penjagaan di sekitar rumahnya.”
“Bai, Master”
Setelah pembicaraan selesai asisten tersebut langsung keluar tanpa diminta dan Khiren tidak lagi bisa beristirahat dengan tenang karena pergerakan Revan yang sudah cukup mencurigakan.
“Aku tidak bisa selamanya diam tapi aku tidak bisa bertindak untuk saat ini karena resikonya terlalu besar jika harus menyingkirkan anak itu. Kenapa dia harus menjadi beban hidupku? Dasar merepotkan!”
“Aku harus menenangkan diri”
Lalu setelah Khiren mengganti pakaiannya dengan baju renang, diapun pergi ke arah kolam renang dan melakukan ritual yang biasa dia lakukan untuk menenangkan pikirannya. Dia masuk ke kolam dan hampir 10 lebih dia masih bertahan di dasar kolam, semua mulai khawatir meski Khiren sudah biasa melakukannya tapi kali itu Khiren sudah melewati waktu yang biasanya. Pada dasarnya Khiren hanya bisa bertahan di dalam air tanpa bernafas paling lama 10 menit tapi hari itu sudah lebih dari sepuluh menit dan Khiren tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan segera keluar dari air. Para pelayan tidak berani mendekat karena resiko mengganggu Khiren selain kehilangan pekerjaan, orang tersebut berkemungkinan untuk mati di tempat.
“Apa yang harus kita lakukan? Ini sudah terlalu lama, bisa-bisa master…”
__ADS_1
“Cukup jangan dilanjutkan. Segera hubungi tuan Mex dan jelaskan situasi sekarang!”
“Baik!”
Seorang asisten terus mengamati dan seorang lagi menghubungi Mex. Setelah mendapatkan kabar tentang keadaan Khiren, Mex dengan cepat datang dan melihat keadaan Khiren. Tapi sayangnya saat dia sampai Khiren sudah keluar dari kolam renang. Mex sangat panik dan begitu melihat Khiren dia langsung memeluknya tanpa aba-aba.
“Kamu kenapa?” Tanya Khiren yang merasa aneh dengan sikap Mex.
“Harusnya aku yang bertanya, kamu kenapa melakukan itu? Apa kamu stress karena kita mau menikah? Apa kamu sebenarnya tidak mau menikah tapi karena tekanan orang tuamu makanya kamu setuju untuk menikahi aku?”
“Bicara apa sih kamu Mex?”
“Kenapa kamu melakukan hal konyol itu lagi? Bagaimana kalau kamu kehabisan napas dan kamu..”
“Syutttt.. Mex, tenangkan dirimu. Kalian cepat ambilkan air untuk Mex!”
“Aku sangat takut kalau kamu..”
“Mex, diamlah! Tenangkan dirimu saja dan jangan bicara lagi paham!”
Mex hanya mengangguk dengan patuh dibawah perintah Khiren yang tidak bisa ditentangnya. Lalu seorang pelayan pria datang membawakan minuman untuk Mex.
“Silahkan tuan!”
“Terima kasih!” Ucap Mex pada pria itu lalu Khiren menarik Mex pergi ke taman belakang.
“Apa sih yang kamu pikirkan hingga kamu jadi sepanik itu?”
“Itu karena kamu! Aku sudah lama ingin mengatakannya tapi aku tidak bisa bicara karena dulu aku hanya bawahanmu saja tapi sekarang aku calon suamimu jadi aku ingin mengatakan pada kamu kalau…”
“Sudah berani rupanya dia mengambil keuntungan dari posisinya sekarang.” Pikir Khiren sambil terus menatap mata Mex.
“Kalau apa Mex?”
“Kalau… Kalau kebiasaanmu itu sangat buruk, kedepannya jangan lakukan itu lagi! Jangan pernah mendekati kolom selain untuk berenang, jangan berdiam diri dalam kolom lebih dari 1 menit dan jika kamu stress kamu bisa lampiaskan padaku saja tapi jangan pernah menyiksa dirimu, paham?”
“Dasar bawel, kamu sudah benar-benar mendalami peranmu sebagai seorang suami rupanya, ya?! Heum… tidak buruk tapi untuk permintaanmu tadi akan aku pertimbangkan dulu. Ayo masuk!”
__ADS_1
Bersambung…