
“Kalian yang di luar, cepat masuk!” Master K terlihat kesal.
“Ada apa master?”
“Siapa diantara kalian yang membawa wanita itu masuk ke sini?”
“Maafkan kelancangan kami, master?”
“T-tapi, wanita itu adalah bagian dari barang yang Anda beli dari pelelangan.”
“Coba kamu ulang?!” Master K semakin emosi setelah salah seorang dari mereka mengatakan kalau wanita itu adalah barang.
“Maafkan saya master!” Penjaga ketakutan setengah mati saat master K menatap kearahnya dengan tatapan membunuh yang sangat mengerikan di tambah aura yang dia keluarkan saat itu membuat semua orang menjadi merinding.
“Dengar baik-baik!” Master K menepuk pundak Pria yang mulai bergemetaran itu dengan pelan dan berkata dengan nada tenang. “Jika lain kali kamu menyamakan manusia dan barang maka, saya pasti akan membuat kamu tidak bisa bernapas lagi, paham?!”
Mereka berdua hanya menunggu dan menundukkan pandangannya.
“Kalau begitu cepat keluar!” Bentak master K yang membuat dua pria berbadan kekar itu keluar dengan terbirit-birit.
Disaat yang sama wanita itu tidak sengaja menguping pembicaraan master K dan para bawahannya. Dia terkagum-kagum dengan pemikiran dan juga tindakan master K yang berbeda dari para pria yang berkuasa yang pernah dia lihat sebelumnya, dia jatuh cinta pada master K yang menganggapnya sebagai manusia seperti orang pada umumnya.
“Aku pikir pria yang seperti itu hanya ada dalam cerita dongeng saja, aku sangat beruntung bisa bertemu dengan dia! Aku pasti akan bahagia jika bisa tetap berada di sampingnya, aku harus bisa memiliki dia!” Pikir wanita itu.
Wanita itu keluar menggunakan gaun merah muda selutut dan membentuk badannya yang indah dengan amat sempurna, master K yang melihat wanita itu jadi terdiam sesaat.
“Ternyata ukuran kalian sama, ya? Baguslah, kalau begitu! Sekarang kamu cepat keluar!” Master K lalu mengusir wanita itu dari kamarnya karena dia ingin beristirahat sebelum pergi dari tempat itu.
“Apa? Tidak mungkin, jika dia sudah punya perempuan lain, maka kesempatan aku untuk bersamanya itu semakin sedikit, tidak bisa! Aku harus lakukan sesuatu!” Wanita itu berpikir keras untuk bisa tetap berada di samping master K, dan wajahnya yang sedang berpikir itu terlihat sangat jelas dan membuat master K jadi bertanya-tanya apa yang sedang wanita itu pikirkan.
__ADS_1
“Apa yang kamu pikirkan?”
“Itu…” Dia kaget dan kebingungan mencari alasan.
“Katakan saja, aku tidak akan menghukum kamu.”
“Bisa kah anda tidak mencampakkan saya? Anda telah membeli saya harga yang cukup tinggi, saya pikir uang tuan tidak akan sia-sia jika tuan mempertahankan saya?!”
“Entahlah, tidak memikirkan itu saat membeli tadi. Aku hanya ingin acaranya cepat selesai saja, tapi kalau kamu punya kemampuan mungkin bisa saya pertimbangkan.”
“Saya adalah seorang desainer dan juga pernah bekerja di perusahaan terkenal walau hanya satu tahun karena beberapa masalah, saya juga bisa berberes rumah, dan saya juga bisa menghangatkan…” Dia bicara seakan sedang mempromosikan sebuah barang yang akan dia jual.
“Cukup! Saya pikir kamu bisa ikut! Kalua begitu bersiaplah untuk berangkat!”
Tak lama setelah itu Max masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu.
“Master semuanya sudah siap!”
“Baik master!”
Lalu wanita itu mengekor di belakang master K hingga mereka sampai di lapangan tempat master K akan berangkat dengan halikopternya. Master K mengulurkan tangannya dan membantu wanita itu naik ke helikopter.
“Ayo naik?” Ucapnya sambil mengulurkan tangan.
Dengan hati-hati master K menarik wanita itu hingga ke dalam dan duduk di sampingnya, wanita itu tersipu malu karena di perlakukan bak ratu oleh seorang yang sangat berkuasa seperti seorang master K. Mereka sampai di sebuah rumah yang terlihat cukup sederhana dari luar, lalu beberapa palayan menyambut dan memandu wanita itu masuk ke dalam. Master K tidak langsung masuk karena dia harus bebicara dengan Max tentang pekerjaannya.
“Master, barang sudah di kirim ke laboratoium dan professor berserta timnya berharap master juga ikut dalam penelitian kali ini.”
“Aku tidak bisa ikut, awasi saja dan laporkan setiap perkembangannya, dan satu hal lagi, bagaimana dengan kucing kecilku?”
__ADS_1
“Tuan Vano sudah bangun karena efek obat biusnya sudah mulai menghilang dan sekarang dia sedikit membuat keributan karena Anda tidak ada di sana.”
“Kalau begitu, kamu kembali ke kediaman kita lalu urus masalah penelitian yang akan kita lakukan, sisanya biar aku atasi sendiri!”
“Baik master!”
Max pergi dan master K masuk untuk mengambil sesuatu di dalam rumah itu, sedangkan wanita itu terlihat kegirangan saat melihat isi dalam rumah yang begitu mewah beda dari apa yang dia bayangkan tadi. Dia berlari kesana kemari dan melihat-lihat di temani oleh beberapa pelayang yang memantaunya, dia di pandu hingga ke dalam kamar yang akan di tempatinya, dan lagi-lagi dia terkagum-kagum dengan dekorasi tempat itu, dia membaringkan diri di kasur dan tiba-tiba dia teringat untuk mengatakan terimasih pada master K. Saat dia turun dia tidak melihat ada tanda-tanda master K berada di tempat itu terlebih pengawalnya pun berkurang.
“Kemana pergi master?”
“Tuan kembali ke kediamannya”
“Kapan dia akan ke sini lagi?”
“Tuan tidak akan ke sini kecuali Nona kecil ikut bersamanya?”
“Nona kecil? Apa dia anaknya?”
“Bukan, dia itu adalah wanita yang selalu bersama master dan sangat di sayang oleh master, dan julukannya… Kalau tidak salah wanita cantik! Iya benar, master selalu memanggilnya wanita cantikku!”
“Yang Anda tempati saat ini adalah kamar nona Emilly, dia tidak suka ada yang mengacaukan kamarnya karena itu, saya berharap nona tidak melakukan hal yang akan Anda sesali nantinya! Ayo kita pergi!” Pelayan itu menarik temannya yang bermulut besar agar segera menjauh dari sumber masalah.
Setelah sarapan wanita itu kembali ke kamar dan mencari sesuatu yang bisa memberinya infomasi tentang Emilly saingannya itu. Dia membongkar semua yang ada di dalam kamar hingga sebuah laci yang berisi sebuah foto membuat dia berhenti mencari.
“Oh ini wanita itu, apaan! Gak jelas banget, wanita cantik? Hah! Gila, ya? Aku lebih cantik dari dia, kalau saingannya kayak gini sih, gampang banget buat menang! Emilly bersiaplah kehilangan master karena dia akan segera jadi milikku!” Dia menyengir dan mulai membuat rencana untuk mendekati master K.
“Kalau dia tidak kembali lagi ke sini, bagaimana caranya aku bisa mencuri hatinya? Aku harus mencari cara agar dia kembali ke sini dan menemuiku!” Lalu terlintas sebuah ide yang dia dapat dari cerita yang pernah dia baca dulu, kisah tentang seorang wanita yang mencoba bunuh diri dan membuat pria yang dia cintai bertekuk lutut di hadapannya. Dia mulai membuat kegaduhan dan membuat semua orang berkerumunan di kamarnya, dia mengancam akan bunuh diri jika master tidak segera menemuinya, tapi sayangnya master tidak peduli dengan apa yang wanita lakukan dan meminta pelayan yang ada di sana untuk berhenti menghubunginya hanya untuk wanita itu.
Bersambung…
__ADS_1
Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya 😊