Love Scenario V2

Love Scenario V2
Langit Malam


__ADS_3

Dari balik jendela Khiren memandang langit malam yang hanya di penuhi dengan bintang yang bertaburan tanpa ada sinar sang rembulan. Seketika Khiren tertawa saat mengingat hari konyol yang dia lewati dengan Revan di taman hiburan.


“Hmm, kadang dia itu lucu juga!”


Khiren mengingat tingkah konyol Revan yang menghiburnya dengan menunjukkan ekspresi konyolnya dan juga saat Revan tersipu malu ketika Khiren jatuh dan menimpa tubuh Revan dan mereka hampir berciuman di depan umum karena hal itu.


“Aku bukannya tidak suka pada dia, hanya saja awal hubungan ini terlalu sulit untuk aku terima hingga detik ini. Tapi, aku tetap menghargai dia sebagai keluarga yang akan aku jaga sama seperti yang lainnya.”


“Mengenai cinta, aku tidak bisa memastikan itu tapi, jika kita bisa bertahan sebentar lagi aku yakin perasaan itu akan segera muncul dan Revan Deandra, jika kamu tidak segera pergi sekarang mungkin di masa depan kamu akan sulit untuk pergi dari hidupku.”


Di saat yang sama di rumah Revan.


“Kira-kira Khiren sedang apa sekarang?” Revan berjalan ke balkon kamarnya dan melihat kearah langit dengan secangkir teh herbal yang baru saja di sedu.


“Khiren terlihat sangat manis saat tersenyum, semoga senyumnya tidak akan pernah di curi dariku. Kali ini aku tidak akan membiarkan seorangpun mengambilnya dariku!”


“Hari ini begitu cerah, dan langit malam yang di penuhi bintang ini, apa dia melihatnya juga? Ketika aku sudah berhasil menaklukan hatinya yang beku itu, aku akan membawanya melihat langit malam yang lebih indah dari ini dan saat itu, aku pastikan kami akan bersama selamanya.”


“Ayo semangat Revan! Kamu pasti bisa!” Revan menyemangati dirinya sendiri.


Keesokan paginya Bunda menghubungi Revan dan menanyakan keadaan Khiren.


“Hallo! Iya, ada apa Bun?”


“Gimana keadaan di sana? Semua lancarkan?”


“Iya bun, semuanya sangat lancar dan sekarang Revan sudah mulai dekat dengan Khiren. Bunda gimana di sana?”


“Syukurlah kalau begitu, Bunda jadi tenang! Bunda dan Ayah di sini sehat-sehat saja dan beberapa hari lagi si kembar akan segera lahir.”


“Benarkah? Waw! Itu berita yang luar bisa tapi, apa Khiren boleh tahu soal ini?”


“Jangan sekarang, sekarang kalian fokus saja pada hubungan kalian. Bunda titip Khiren ya Revan!”


“Iya Bun.”


Revan segera berangkat menemui Khiren di rumah utama. Revan masuk ke dalam kamar Khiren yang tidak di kunci, dia melihat Khiren yang masih lelap dalam mimpi indahnya.

__ADS_1


“Saat tidurpun dia masih saja terlihat sangat cantik” Revan mulai mendekat dan dia terus menatap wajah Khiren dengan seksama.


“Bagaimana wajah bak malaikat ini sangat keras kepala dan juga sangat dingin.” Revan menyentuh wajah Khiren dan mencium kening Khiren dengan lembut.


“Dia benar-benar tidak memiliki kewaspadaan, biarkan dia tidur sebentar lagi saja” Revan merebahkan tubuhnya di samping Khiren sambil terus menatapnya. “Kulit putih yang dengan bulu mata yang lentik, bibir tipis bertipis berwarna merah muda yang terlihat cantik meski tanpa make up. Bagaimana Tuhan menciptakan makhluk sesempurna kamu, sayangku?”


“Nyonya Revan Deandra, kali ini aku tidak akan melepasmu lagi! Kamu hanya akan jadi milikku seorang!” Tak lama setelah itu Revan pun terlelap di samping Khiren.


Saat siang hari menyapa Khiren pun terbangun dengan posisi Revan memeluknya dengan erat.


“Apa-apaan anak ini!” Khiren segera melepaskan diri dari Revan dan pergi dari kamar itu.


“Gara-gara obat tidur sialan itu, aku sampai tidak menyadari Revan tidur di sampingku! Apa dia sudah lama di sana? Aaah! Lupakan itu, sebaiknya aku makan dan menenangkan diri!”


Setelah makan Khiren keluar rumah dan duduk di halaman belakang sambil menikmati secangkir susu coklat panas. Lalu Revan datang dan menghampiri Khiren yang sedang hanyut dalam lamunannya.


“Apa yang kamu lakukan?”


“Kamu?! Apa kamu tidak punya pekerjaan?”


“Punya! Hanya saja aku mengambil cuti sejenak dan lebih dekat dengan istriku tercinta!”


“Baiklah, bagaimana dengan Permaisuiku? Atau bidadariku? atau rembulanku?”


“Stop! Panggil saja aku ‘Khiren’ saja oke!”


“Itu terasa ada jarak diantara kita”


“Meski kamu memanggilku dengan sebutan anehmu tadi, tetap saja akan ada jarak diantara kita bedua!”


“Kenapa?”


“Apanya yang ‘kenapa’ ?”


“Ya, kenapa kamu memberikan jarak pada hubungan kita?”


“Pertanyaan yang sudah sejalas jawabannya itu tidak perlu di tanyakan lagi!”

__ADS_1


“Tapi, aku tidak tau apa masalahmu disini!”


“Apa kamu yakin ingin mendengarnya?”


“Ya, aku ingin mendengarnya agar aku bisa memperbaikinya.”


“Oke, dengar baik-baik, aku tidak akan mengulangnya lagi! Aku Khiren Ayu Winta tidak pernah dan tidak akan pernah mencintai siapapun termasuk kamu, paham!”


“Bagaimana kalau suatu hari kamu jatuh cinta padaku?”


“Terserahlah, apapun yang aku katakan tidak akan ada maknanya karena kamu tidak ingin mengerti!” Khiren berdiri dan hendak pergi tapi tangan Revan menghentikannya. “Apa yang kamu inginkan?! Lepas!!”


“Aku ingin kamu!” Jawab Revan dengan cepat dan serius.


“Berhenti bercanda, lepaskan tanganku!” Khiren meletakkan cangkirnya dan melepas paksa tangan Revan.


Pada dasarnya Khiren memang lebih kuat dari Revan dan kekuatan Revan tidak akan cukup untuk menghentikan langkah Khiren. Lalu Revan teringat pada infomasi yang dia dapat dari salah satu anggota 7 bersaudara.


“Apa aku ini tidak pantai untuk di cintai? Apa aku ini lebih buruk dari sampah dan hanya pantai untuk di buang aja?” Revan bicara dengan ekspresi yang menyedihkan membuat langkah Khiren terhenti dan seketika dia merasa bersalah.


Wajah Revan yang menangis membuat Khiren semakin tidak berdaya, dia benar-benar lemah dengan wajah menyedihkan di tambah Revan sangat mengemaskan saat sedang menangis.


“Benar-benar bisa gila aku!” Khiren kembali ketempat Revan yang sedang menangis sambil melihat kearah Khiren.


“Baiklah, kamu menang! Aku yang salah, jadi berhenti menangis!” Khiren memeluk Revan.


“Kamu akan mencampakan aku, kan? Karena aku tidak sesempuran enam pangeran itu’kan? Aku bahkan tidak pantas berdiri di sampingmu, ya’kan?”


“Siapa bilang? Kamu lebih baik dari mereka, kamu pantas di sampingku dan aku tidak akan mencampakan kamu, kamu boleh memanggilku dengan sebutan apa saja, asalkan kamu berhenti menangis!”


“Benarkah? Kamu tidak akan marah?”


“Iya, aku tidak akan marah, jadi hapus airmata dan ayo kita masuk!”


Revan menghapus airmatanya dan mengikuti langkah Khiren masuk ke dalam rumah sambil terus bergandengan tangan.


“Waw! Luar biasa! Aku pikir Dimas bohong, ternyata Khiren benar-benar bisa di taklukan dengan mudah Cuma dengan sedikit merendahkan diri dan membuang airmata” Revan tertawa dalam hatinya karena dengan trik yang sedehana diajarkan Dimas dia berhasil menaklukan hati beku Khiren.

__ADS_1


Bersambung…


Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian untuk novel ini dengan meninggalkan like, vote dan reting 5. Selamat membaca


__ADS_2