Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 73


__ADS_3

“Aku tidak mengerti apa yang ada di kepalamu tapi, kenapa kamu membuat gadis yang seperti malaikat itu menjadi seperti sekarang ini? Dia itu anakmu, kenapa kamu memperlakukan dia seperti itu!”


“Kamu tidak dengar! Aku tidak menusuknya dengan sengaja!”


“Aku tidak membahas yang terjadi sekarang tapi, apa yang terjadi selama ini. Aku  tidak ingin ikut campur karena dia adalah anak yang ingin kamu urus dengan tangan sendiri, lalu kenapa jadi begini? Dia memandang kita seperti memandang musuhnya lalu sekarang, kita tidak tahu apa dia hidup atau mati karena ulah mu!”


“Kenapa kamu menyalahkan aku!”


“Cukup! Kalian berdua kenapa ribut? Sekarang yang harus kalian pikirkan apa dia masih bisa lemah setelah mengalami luka separah itu?” Ibu mertua Khiren pun pergi dari tempat itu dan mencari tahu dimana Khiren di bawa oleh Mex.


Begitu tahu lokasi tempat Khiren di rawat dia tidak langsung bisa menemui Khiren karena ruangannya di jaga dengan sangat ketat. Semua informasi di rahasiakan dengan sangat rapat hingga selain Mex dan dokter yang menangani Khiren, tidak ada yang tahu. Wanita paru baya itu tak langsung putus asa karena dia mengenal siapa dokter yang menangani Khiren, dengan menggunakan koneksi dia akhirnya tahu kalau Khiren keguguran atas insiden itu. Dengan segara dia mengabari hal itu pada putranya, Revan dengan tergesa-gesa menemui ibunya di rumah sakit itu.


“Ma, dia ada dimana?”


“Di ruangan itu tapi, mereka melarang siapapun untuk masuk selain dokter”


“Lalu apa benar yang Mama katakan soal kehamilan Khiren?”


“Iya, teman Mama adalah dokter yang menangani Khiren, dia bilang dia sudah hamil tiga minggu tapi, seperti dia tidak tahu.”


“Kenapa bisa begitu?”


“Beberapa kasus pernah terjadi dimana si ibu tidak menyadari kehamilannya karena tidak ada reaksi seperti kehamilan pada umumnya, kalau Khiren tahu dia hamil mungkin ini akan menjadi satu masalah untuk jiwanya”


“Apa ibu yakin kalau dia menginginkan bayi itu?”


“Meski Khiren itu tidak menginginkan hubungan kalian tetep saja dia itu masih mempunyai hati, dia tidak akan melukai anaknya sendiri. Coba kamu pikir, padahal dia sangat membenci ibunya tapi dia tidak melukai adik-adiknya, ya’kan?”


“Tunggu dulu! Kenapa Mama bilang Khiren membenci Bundanya?”


“Itu, sebenarnya Khiren masuk rumah sakit setelah bertengkar dengan Bundanya dan semua masalah ini karena Bundanya. Bundanya lah yang membuat Khiren masuk rumah sakit hingga keguguran.”


“Apa? Mama gak lagi bercanda’kan?”


“Mana mungkin Mama bercanda soal ini! Mama juga baru tahu kalau Ana itu sangat jahat pada anaknya sendiri, anak malang itu pasti sangat tersiksa selama ini. Oh ya, dia juga membicarakan tentang penceraian kalian”


“Cerai? Kenapa aku tidak tahu apa-apa”


“Loh kenapa kamu tidak tahu”


Lalu di saat itu datang Vano bersama dengan dua orang pengawal di sampingnya. Saat dia mencoba masuk, Mex keluar dan menghentikannya. Mereka berdua seperti membicarakan sesuatu lalu Vano pergi bersama Mex meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


“Ma, itu adalah pria yang di cintai Khiren, dia yang membuat aku tidak bisa menaklukkan hati Khiren. Apa Ayah tahu masalah ini?”


“Ayahmu? Ah, Mama baru ingat! Untung membahasnya, Ayahmu sedang dalam perjalanan bisnis jadi kamu jangan mengatakan apapun, paham!”


“Baik, Ma”


Ketika pagi tiba, Revan sengaja ke rumah sakit pagi-pagi buta agar bisa menemui Khiren saat penjagaan tidak terlalu ketat. Ketika tiba di sana dia merasa ada yang aneh pada ruangan itu, ruangan yang tadinya di jaga begitu ketat tiba-tiba saja tidak ada penjaga sama sekali. Ketika dia membuka pintu, Revan di keguruan dnegan ruangan yang tanpa pasien, tepat itu sangat rapi seperti tidak ada yang pernah menempatinya.


“Apa yang terjadi? Apa dia pindah ke ruangan lain?” Revan segera keluar dan menanyakan pada suster yang ia temui saat dia keluar dari ruangan itu.


“Suster, pasien yang di ruangan ini di pindah kemana?”


“Keluarganya membawa pasien sekitar tiga jam yang lalu, saya kurang tahu tapi, sepertinya di pindahkan ke rumah sakit lain.”


“Oh, terima kasih kalau begitu”


Revan segera pulang ke rumahnya dan menanyakan keberadaan Khiren pada Bunda Khiren yang masih berada di rumahnya.


“Apa kamu bilang? Dia dibawa siapa? Kami tidak tahu apa-apa soal pemindahannya”


“Lalu sekarang dia ada dimana?”


“Maksud kamu apa?”


“Pria yang selalu bersamanya itu mengatakan sesuatu tentang meski Khiren mati dia tidak ingin jasadnya bersama dengan kita. Aku rasa dia pasti membawa Khiren bersamanya.”


“Pria yang mana sayang?”


“Ayah mertua, apa yang anda maksud itu Vano?”


“Entahlah, aku pun tidak tahu nama pria itu tapi sepertinya dia bawahan Khiren.”


“Apa yang harus kita lakukan sekarang?”


‘dring’ handphone milik Ana berdering.


“Ada apa?”


“Beberapa proyek tiba-tiba mengalami hambatan dan kantor cabang kita juga mengalami masalah, apa yang harus kami lakukan, direktur?”


“Apa? Kalian jangan main-main, katakan apa yang terjadi”

__ADS_1


“Saya juga tidak tahu tapi, beberapa investor menarik uang mereka dan itu membuat kekacauan pada perusahaan saat ini, para dewan direksi ingin mengadakan rapat dan anda di mohonkan untuk segera kembali”


“Baik, saya akan segera ke sana”


“Ada apa, Ana?”


“Seseorang sedang mencoba mengusik usahaku, mereka berani main-main dengan seorang Winata, kita lihat siapa yang di balik semua ini”


“Ana, aku pikir mungkin ini… Sudahlah, kalau begitu ayo kita segera bersiap untuk kembali ke Jepang.” Sebenarnya Kentaro merasa kalau masalah itu adalah perbuatan dari anak sulungnya tapi dia tidak bisa mengatakannya pada istrinya kerena dia tidak ingin kalau pikirannya yang mungkin salah membuat hubungan anak dan ibu yang sudah retak semakin hancur.


“Ayah mertua, tunggu dulu! Apa kita bisa bicara berdua?”


“Baiklah, ayo kita ke sana saja”


Revan dan Kentaro pun pergi ke arah taman samping rumah itu, mereka duduk dengan Kentaro masih menggendong bayi mungilnya.


“Apa yang ingin kamu bicarakan?”


“Anda sudah tahu kalau ini ulah Khiren?”


“Saya hanya menebak saja tapi semua belum pasti terlebih Khiren masih belum di pastikan masih hidup atau sudah… Aku berharap dia baik-baik saja dan memaafkan Bundanya, aku juga bersalah atas semua yang terjadi padanya tapi, aku tidak bisa melakukan apapun selain membiarkan dia bertindak sendiri”


“Apa anda juga tahu kalau dia bekerja sama dengan anggota teratai iblis untuk melawan istri anda?”


“Bekerja sama dengan siapa?”


“Tentu saja master K, melihat Mex yang di tempatkan di sisi Khiren membuat saya semakin yakin kalau dia sudah bersekutu dengan pria itu”


“Sepertinya kamu salah paham, sudahlah, intinya karena kalian akan bercerai sebaiknya kamu tidak lagi memikirkannya, carilah gadis yang baik dan mencintaimu apa adanya, aku ingin putriku bahagia.”


“Jadi anda akan merestui hubungan Khiren dengan Vano?”


“Vano itu siapa? Saya tidak akan ikut campur atas masalah asmara putri saya lagi kali ini, saya ingin dia memilih sendiri siapa yang pantas dia cintai, setidaknya meski selama ini saya tidak bisa melakukan apapun karena kecintaan saya pada istri saya tapi, kali ini saya akan mendukungnya”


Lalu Kentaro pergi menemui istrinya dengan anaknya, sedangkan Revan terlihat kecewa dan sedih sekaligus ada rasa marah dalam hatinya karena dia tidak bisa mendapat dukungan dari ayah mertuanya.


Bersambung......


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya dengan like, vote, dan kasih reting 5 untuk novel ini.


SELAMAT MEMBACA 😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2