Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 81


__ADS_3

Setelah lama berencana akhirnya Khiren memutuskan untuk kabur dari tempat itu di saat penjagaan sedikit merenggang. Saat matahari mulai tenggelam Khiren terus berada di kamar sambil memerhatikan para penjaga yang lalu lalang.


“Sayang, apa kamu tidak mau makan malam?”


“Aku tidak lapar”


“Tapi tadi siang pun kamu tidak makan”


“Siapa bilang? Aku hanya tidak makan satu meja denganmu, pelayan membawakan aku makanan setelah kamu pergi”


“Apa kamu tidak ingin makan bersamaku?!”


“Apa perlu aku jawab?”


“Sudahlah, aku tahu kamu tidak menyukaiku tapi, apa setidaknya kamu memberikan aku sedikit kesempatan untuk menjadi suami yang baik untukmu?”


“Kamu adalah suami yang paling baik untukku hanya saja, aku bukanlah istri yang baik untuk kamu. Perpisahan sudah di depan mata, kenapa kamu tidak melangkah bersamaku saja?”


“Apa kamu sangat menginginkan perpisahan ini?”


“Sangat”


“Tapi kenapa?”


“Karena kita tidak cocok itu saja, anggap saja kita memang seharusnya tidak memiliki hubungan ini”


“Kamu selalu berpikir seenak mu dan aku tidak pernah menyalahkan mu akan pemikiran mu tapi, apa pernah kamu memikirkan perasaanku?”


“Pernah! Karena itu aku ingin kita segera mengakhiri semua ini”


“Jika memang kamu pernah memikirkan perasaanku harusnya kamu tidak pernah meminta hal yang akan menyakiti aku. Apa kamu pura-pura tidak tahu kalau aku sangat mencintaimu?”


“Harus berapa banyak luka yang aku terima Khiren? Dan mau sampai kapan kamu menjadikan aku pilihan terakhirmu”

__ADS_1


“Tidak! Kamu salah! Aku tidak pernah menjadikan kamu pilihan terakhirku, bahkan kamu bukanlah pilihan untukku. Semua  yang terjadi pada kita itu karena keegoisan orang tua kita. Harusnya kamu berterima kasih padaku karena meminta perpisahan dengan cara baik-baik padamu”


Revan tersenyum tapi senyumnya bukanlah senyum bahagia melainkan senyum kecewa pada situasi yang sedang dia hadapi.


“Maafkan aku Khiren!”


“Kenapa tiba-tiba kamu…”


Khiren jatuh pingsan saat Revan menyuntiknya dari belakang dengan obat bius tingkat tinggi untuk melumpuhkan Khiren. Revan sudah tahu Khiren memiliki rencana untuk kabur malam itu, dia tidak mau kehilangan Khiren dengan apapun alasan yang Khiren miliki untuk berpisah dengan dia.


“Maafkan aku yang egois dan terus ingin mengikatmu di sisiku” Revan memeluk Khiren dengan erat, dengan penuh kesedihan dia mencium istri tercinta yang sedang tidak sadarkan diri dalam pelukannya.


“Aku hanya ingin kamu memberikan aku kesempatan untuk bisa memiliki hatimu, aku juga berhak untuk hati dan ragamu, ku mohon jangan membenciku karena hal ini, istriku” Revan menggendong Khiren ke ruang bawah tanah.


Dari kamar Revan ada sebuah yang menuju ke tangga yang membawa mereka ke ruang bawah tanah. Tempat yang harusnya gelap itu terlihat sangat indah dan penuh dengan cahaya, meski Revan berencana mengurung istrinya di sana, dia tidak ingin membuat wanita yang ia cintai berada dalam kegelapan yang menakutkan. Di ruang bawah tanah itu ada sebuah kamar yang sama luasnya dengan kamar milik Khiren di atas, Khiren di letakkan di sebuah kasur yang besar dengan warna biru muda, warna yang paling disukai oleh Khiren.


“Sekali lagi aku minta maaf, aku tidak bisa membiarkan mereka membawamu pergi atau kamu yang pergi dengan caramu sendiri.” Revan menyelimuti Khiren lalu dia pergi dari ruangan itu.


Penyerangan di mulai dan semua penjaga yang ada di sana terpecah menjadi beberapa bagian karena penyerangan yang dilakukan oleh anggota Mex itu menyerang dari segala sudut hingga tidak bisa di kendalikan. Hampir semua yang terjadi sudah di tebak oleh Revan kecuali jumlah penyerang yang melebihi dugaan awal, Revan terpaksa meminta bantuan dari tempat lain untuk membantu dia dalam menghadapi anggota Mex yang datang untuk membawa Khiren.


“Apa yang kamu inginkan?” Tanya Revan yang di penuhi luka di beberapa bagian wajah dan tubuhnya dengan mengunci Mex dengan tangannya.


“Kami menginginkan nona kami kembali! Berikan dia dan semua akan selesai tanpa ada yang mati!” Mex mencoba membalikkan keadaan dan kembali melayangkan pukulan pada Revan.


“Jangan mimpi! Dia harusnya bersamaku! Kalian hanya membuang-buang waktu karena dia tidak ada di sini!”


“Jangan bercanda, sialan!” Mex terus menyerang Revan tapi Revan berhasil menghindar dan membalas serangannya.


“Kalau kamu tidak percaya ya sudah, aku tidak peduli!”


“Jelas-jelas nona kami mengirimkan sinyal dari tempat ini, kamu jangan mempermainkan kami”


“Siapa yang mempermainkan kalian?! Dia sudah pergi, kalau tidak percaya cari saja sendiri?!”

__ADS_1


“Baik!” Mereka berhenti saling menyerang dan meminta semua pihak untuk berhenti menyerang.


“Kami akan mencari sekarang dan jangan coba-coba kalian menyembunyikannya dari kami!”


“Kalian semua! Geledah tempat ini!”


Semua anak buah Mex masuk ke rumah itu dan mulai menggeledah seluruh tempat itu. Tiap yang kembali mengatakan tidak menemukan jejak dari Khiren, mereka sedikit kecewa tapi, Mex sangat yakin kalau Khiren berada di tempat itu.


“Kamu pasti menyembunyikannya?!” Mex menarik kerah baju Revan dan meneriakinya.


“Kalau kamu berpikir begitu kenapa tidak geledah lagi saja tempat ini?”


“Tidak, pasti kamu menyembunyikannya di suatu tempat, ya’kan?”


“Pikir saja sesukamu, aku tidak peduli! Lepas! Kalian bisa pergi jika sudah selesai dengan urusan kalian!”


“Kita kembali!” Perintah Mex pada semua anak buahnya.


“Ini belum berakhir, akan aku temukan dia dan akan aku pastikan kamu akan menghilang dari jalannya!”


“Coba saja sesukamu!”


Mex kembali dengan wajah kecewah dan juga di penuhi dengan amarah, dia masih merasa kalau Revan menyembunyikan Khiren di tempat itu tapi karena tidak ada jejak ataupun sesuatu yang bisa membuktikan kalau Revanlah yang menyembunyikan Khiren, Mex hanya bisa mengawasi Revan untuk berjaga-jaga agar rasa penasannya dan kecurigaannya pada Revan bisa teratasi. Mereka kembali mencari Khiren di tempat yang mungkin, bahkan mereka juga melakukan penyerangan di tempat orang tua Khiren dan hasilnya tetap sama. Mereka hampir putus asa dengan kegegalan dalam satu hari itu, tapi Mex tetap tidak ingin menyerah untuk menemukan masternya dengan segala cara.


“Tolong tunggu aku master, aku akan menyelamatkanmu! Bertahanlah!”


Sementara itu Khiren masih berada di ruang bawah tanah dan tidak sadarkan diri, dan Revan membereskan kekacauan yang di buat oleh anak buah Mex yang menyeram malam itu. Banyak pengawal yang terluka parah dan beberapa orang meninggal dunia, semua langsung di urus malam itu agar begitu Khiren sadar semua tidak bersisa.


Bersambung….


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya dengan like, vote, dan kasih reting 5 untuk novel ini.


SELAMAT MEMBACA 😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2