Love Scenario V2

Love Scenario V2
spesial 10


__ADS_3

Hati Khiren gundah, semua menjadi tidak terkendali, tidak ada satupun rencananya berjalan lancar. Kepergian Mex yang tiba-tiba membuka dia menjadi kacau, Revan juga terus mendesak pernikahan sedangkan dia masih tidak bisa lepas dari organisasi teratai iblis.


"Apa yang harus aku lakukan Mex? kenapa semua jadi seperti ini?" keluh Khiren dengan mata masih terpaku pada foto pernikahan berbingkai kayu berwarna emas yang berada di meja Mex.


"kenapa kamu harus pergi secara tiba-tiba? Mex, tolong kembali, aku tidak bisa mengatasi semua ini sendiri!" Raut wajahnya sedih tapi tak ada satu tetes air mata yang keluar, mungkin karena air matanya telah kering menangisi nasib buruk hidupnya atau karena dia tau menangis bukan solusi saat ini.


'dring!!!'


Layar handphone Khiren menyala, suara handphone yang tidak terlalu besar itu cukup untuk menyadarkan dirinya dari lamunannya.


"Revan? Apa lagi yang ia mau kali ini?!" ucap kesal namun tetap diangkat panggilan itu.


"Khiren, kenapa kamu tidak membalas pesan ku? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Revan dengan nada khawatir.


'apa-apaan anak ini, sok peduli, sangat memuakkan!' pikir Khiren


"Khiren, kenapa kamu diam?" tanya nya lagi.


"Aku baik-baik saja, kalau tidak ada yang penting jangan hubungi ....."


"Apa kamu ingin melihat anakmu?" potong Revan.


Mendengar hal itu Khiren terdiam, dia tidak tau harus berkata apa lagi jika itu sudah menyangkut anaknya.


"Sebenarnya apa mau mu?"

__ADS_1


"Khiren, aku tau kamu sedang memikirkan organisasi mu, kamu pasti tidak bisa mengurusnya lagi karena takut anak mu akan jadi target musuhmu kemudian hari karena itu..."


"Langsung ke intinya saja" potong Khiren ketus.


"Biarkan ayah ku yang mengurus organisasi mu itu, lalu kamu bisa terbebas dari beban dan hidup tenang bersama ku dan anak-anak kita. Apa kamu setuju?"


"Hah? Dari mana ide gila itu, aku tidak butuh..."


"Aku tidak sedang menawarkan Khiren! Jika kamu ingin melihat anak mu aman lalukan saja sesuai dengan permintaan ku. Aku berjanji akan menjadi ayah yang baik untuk anak mu dan untuk anak kita. Aku beri 24 jam, kamu bisa memutuskan apa yang terbaik untuk kamu dan anak mu. Tapi... Khiren, kamu harus ingat kalau penolakan mu akan berdampak pada hidup anak mu"


'to to tot...'


Panggilan itu diakhiri secara sepihak oleh Revan.


"Sialan!"


"Beraninya kamu mengancam ku sialan!!!!"


Tangan Khiren mulai aktif melempar semua barang di meja itu bahkan meja yang tidak bersalah pun di banting nya hingga terbalik, lalu matanya terarah pada kursi yang ada di sampingnya, dia menarik kasar kursi itu lalu membantingnya. Ruangan yang tadinya rapi kini terlihat seperti tempat yang baru saja di kunjungi angin ribut.


"Bajingan! Kamu pikir aku akan kalah? Kita lihat saja."


Khiren pun keluar dari ruangan itu, dua orang penjaga di pintu langsung di perintah kan untuk membereskan ruangan yang sudah sangat kacau itu.


"Kamu! Panggil sekretaris ku ke ruangan ku sekarang!" Perintah Khiren pada salah seorang penjaga yang ia temui di dekat ruang kerjanya.

__ADS_1


"Baik, master!" Pria itu pun segera menghubungi sekretariat Khiren.


Khiren berjalan cepat ke ruangannya.


Tak butuh waktu lama orang yang di tunggu pun tiba di ruangan bernuansa gelap itu.


"Apa perintah anda, master?"


"Serang kediaman Keluarga Revan, hancurkan tanpa sisa malam ini!" Perintah nya.


"Tapi master, itu sangat beresiko. Tuan Mex saja sudah membuat perjanjian agar tidak ada peperangan antara keluarga tuan Revan dengan kita. Untuk menang dari mereka saat ini sangat kecil, bahkan mustahil. Jika kita tetap nekad maka orang-orang kita akan kalah, dan tuan kecil .... saya tidak bisa jamin kalau anda bisa melihat nya lagi master" ujarnya dengan sedikit menekan rasa takutnya pada Khiren.


"AA...... sialan! Kenapa sulit sekali memusatkan anak itu? Sial!!!!!"


'Trak!' dibanting nya dokumen yang ada di atas mejanya hingga berhembus di lantai.


"Apa yang harus aku lakukan!!!!!"


"M-maaf master, .... saran saya ikuti saja permintaan tuan Revan, dengan begitu kita bisa menyelamatkan organisasi dan juga tuan kecil."


"Apa tidak ada pilihan lain?" tanya Khiren frustasi.


"Maaf Master, saat ini hanya itu satu-satunya pilihan untuk kita. Maafkan saya" ujar pria itu.


"Tinggalkan aku sendiri! Jaga Derend, untuk beberapa hari ini aku tidak ingin menemui atau bicara dengan siapapun, paham!!"

__ADS_1


"Baik master"


__ADS_2