Love Scenario V2

Love Scenario V2
Salah paham


__ADS_3

“Apa semuanya sudah siap?”


“Sudah master, 10 menit lagi kita siap berangkat dan nyonya besar sudah di beritahukan tentang kunjungan anda.”


“Bagus, kalau begitu pastikan lagi keamanannya karena aku tidak ingin sampai kita harus kembali masuk dalam jebakan musuh yang ingin mengambil obat ini”


“Semua sudah di pastikan aman dan tidak ada hal yang mencurigakan.”


Khiren menggunakan pesawat pribadinya melakukan penerbangan ke Jepang untuk kembali ke kediaman neneknya dan menyerahkan Zivot yang telah lulus tes untuk bisa di gunakan oleh nenek Khiren.


*Sekilah info Khiren memulai bisnis dan juga penelitiannya tentang Zivot menggunakan bantuan dari neneknya dari mulai materi dan lainnya hingga Khiren bisa menjadi pemimpin klan teratai Iblis.


“Oh cucuku tercinta, baru kemaren rasanya kamu disini dan sekarang kamu telah kembali lagi, apa kamu membawakan apa yang aku minta?”


“Tentu saja” Khiren segera menyerahkan sebuah kotak kecil yang di hiasi ukiran teratai.


Nenek Khiren langsung mengambil kotak itu dan membukanya, di dalamnya terdapat dua kapsul yang berwarna merah tua. Dia langsung menelan salah satu kapsul itu dengan cepat, seakan-akan dia sudah haus akan sesuatu, dia tercengir setelah berhasil menelan kapsul tersebut.


“Luar biasa, meski kamu bilang perubahan akan di benar-benar terlihat setelah dua hari tapi, aku bisa merasakan seakan-akan aku kembali segar seperti sediakala.”


“Nenek, karena obat itu terbuat dari racun teratai iblis maka, jika di konsumi lebih dari satu kapsul dalam jangka waktu kurang dari dua minggu, kemungkinan besar racun akan kembali aktif dan bisa membuat si pengguna mati dalam hitungan jam jadi…”


“Aku paham, aku tidak seserakah itu, satu kapsul lagi akan aku kirim untuk Bunda mu.”


“Tidak! Nenek tidak boleh memberikannya pada bunda!”


“Tapi kenapa? Apa karena kamu sangat membencinya?”


“Bukan itu masalahnya tapi, karena bunda baru saja melahirkan kemungkinan besar tubuh lemahnya tidak bisa menerima reaksi dari obat ini, aku takut kalau keadaan bunda malah semakin parah kalau menggunakan obat itu. Tunggu beberapa bulan lagi, aku sendiri yang akan mengantarkannya.”


“Terserah padamu saja! Bagaimana dengan keadaan dua anak itu?”


“Sebenarnya aku tidak tahu!”


“BAGAIMANA KAMU TIDAK TAHU!!” Nenek Khiren langsung emosi mendengar jawaban Khiren yang mengatakan kalau dia tidak tahu menahu tentang adik kembar yang di titipkan padanya.


“Tenang dulu, nek! Mereka di rawat oleh Vano jadi…”


“Itu bukan alasan untuk kamu bisa melepaskan tanggungjawab kamu pada mereka! Sekarang kamu harus pastikan mereka aman dan sehat!”


“Baik, aku akan segera kembali ke rumah dan mengawasi mereka, eh maksudnya menjaga mereka” Khiren langsung bangun dan segera beranjak dari tempat itu sebelum neneknya menggila karena Khiren lelaikan tugasnya.

__ADS_1


“Apa semua sudah beres master?”


“Iya, ayo kita kembali ke rumah dan melihat keadaan Vano”


“Sebelum itu, sebenarnya nona Olivia mengatakan kalau dia menunggu anda di rumahnya.”


“Lalu kamu bilang apa?”


“Itu… saya bilang anda mungkin akan terlambat.”


“Kenapa kamu tidak bilang kalau aku sibuk saja, hah!”


“Maafkan saya master!”


Khiren mengerutkan keningnya dan dia benar-benar pusing dengan Max yang terus saja membuat dia dalam masalah dengan wanita yang paling tidak ingin Khiren temui seumur hidupnya.


“Sudahlah, ayo berangkat!” Khiren benar-benar pasrah pada keadaan.


Wajah Khiren masih saja murung hingga berada di depan rumah Olivia, si wanita gila yang terobsesi pada master K. Khiren hanya melihat dari jendala mobil dan seakan tidak ingin keluar, wajahnya kesal dan juga terlihat sangat lelah karena beberapa hari ini dia terlalu sibuk hingga hampir tidak sempat untuk tidur.


‘klek’ pintu di buka dengan paksa saat Khiren sedang dalam lamunannya.


“Tuan! Aku sudah lama menunggu anda!” Olivia langsung menari Khiren keluar dari dalam mobil.


“Aku merindukanmu tuanku! Tolong jangan lupa janjimu! Kamu akan menyerahkan dirimu padaku untuk hari ini, ya’kan?”


“Kapan aku mengatakan hal se gila itu?”


“Tuan Max mengatkannya!”


“Apa!” Khiren benar-benar, dia langsung mencengkram leher Max dari bangku belakang dengan kekuatan penuh.


“Berani-beraninya kamu melakukan ini padaku!”


“Maafkan saya master! Maafkan saya!”


“Jangan marah pada tuan Max lagian ini permintaanku kok! Ayo masuk!”


Khiren di tarik keluar dari mobil dan matanya terus saja Max dengan tatapan membunuh, dia memberi isyarat pada max ‘awas kamu, setelah ini kamu akan mati!’ dan Max hanya bisa bergemetaran melihat tetapan membunuh dari sang singa.


“Ayo sini, aku membuat makan malam yang enak untuk, tuan!”

__ADS_1


“Tunggu dulu! Aku perlu memanggil Max ke sini!”


“Kenapa? Apa harus ada orang lain di saat makan malam romantic kita?”


“Ini adalah tugasnya sebagai bawahanku, kalau kamu tidak suka aku bisa pergi sekarang.”


“Baik baiklah, panggil saja dia asal kamu tidak pergi kemana-mana.”


Khiren segera menghubungi Max dan memintanya ikut masuk ke dalam rumah itu, Max di minta mencicipi semua makanan dan minuman yang di sajikan karena Khiren terlalu curiga pada wanita yang terlihat akan melakukan apapun untuk bisa membuat seorang master K tetap di sisiya. Mereka menunggu 10 menit dan untungnya tidak terjadi apapun, Max di minta tetap beradi di tempat itu hingga mereka berdua selesai makan.


“Aku sudah selasai! Aku ingin bicara sebentar dengan bawahanku!”


“Baiklah!”


Khiren menarik Max ke dapur dia memojoknya di dinding dengan tatapan penuh kekesalan yang terus saja di pendam Khiren dari masuk ke rumah hingga selesai makan malam.


“Benar benar luar biasa ya kamu ini, aku sudah memberikan ke percayaanku selama ini dan kamu malah melakukan ini padaku?! Luar biasa! Kamu pasti tahu kalau aku tidak menyukainya bukan?” Khiren menarik kerah baju Max dengan kencang karena tinggi Mex melebihinya.


“Sekali lagi kamu begini akan aku buat kamu menghilang dari dunia ini, paham?”


Di saat yang sama Olivia yang penasaran dengan apa yang ingin di obrolkan dua pria itu memutuskan untuk mengintip dan dia melihat adegan yang tidak pernah di bayangkan sebelumnya. Masterka seakan-akan sedang mempertegas hubungannya dengan bawahannya Max dan Mex terlihat seperti perempuan yang baru saja menangis karena saking cemburunya pada kekasihnya.


“Oh tuhan! Ternyata ini alasannya tuan tidak tertarik pada tubuhku, ternyata dia itu gay! Tidak tidak bisa, aku tidak bisa membuarkan hal ini” Lalu Olivia langsung melabarak Khiren yang sedang menarik kerah baju Max.


“Apa yang sedang kalian lakukan?”


Khiren yang kaget tidak sengaja menarik kerah baju Mex lebih kenjang hingga Mex kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Khiren, mereka tidak sengaja beciuman dan itu membuat Olivia semakin muka, dia segera menarik Mex menjauh dari Khiren. Wajah Mex terlihat memerah dan dia langsung lari keluar setelah di dorong oleh Olivia menjauh dari Khiren yang beradi di bawahnya.


“Tuan, anda tidak apa-apa?”


“Tidak”


Olivian membantu Khiren untuk bangun dan Khiren terus saja menutup bibirnya karena sebenarnya bibir Khiren berdarah karena hentaman keras dari Max.


“Apa hubungan kalian berdua? Jangan bilang dia adalah kekasih tuan yang sesungguhnya?”


“Jangan konyol, aku tidak mungkin melakukan itu, sebaikanya aku kembali sekarang! Kita akan segera bertemu di perusahaan jadi, jangan mengganggu bawahanku lagi, paham?!”


“Aku tidak mengganggu mereka”


Khiren segera keluar karena dia tidak tahan lagi melihat wajah wanita yang memuakkan itu terlebih bibirnya sedang berdarah. Mex yang sudah dulu di dalam mobil tidak bereaksi, dia diam akan-akan dia adalah batu, dia tidak bicara sepatah katapun dan terus saja melihat kearah luar jendela sepanjang perjalanan.

__ADS_1


Bersambung....


*Sebenarnya mau bilang sesuatu tapi karena lupa lain kali ajalah, tapi untuk kalian para pembaca jangan pernah lupa buat like, vote, dan tetap pantau terus kelanjutan ceritanya ya.


__ADS_2