Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 25


__ADS_3

Vano menunggu Khiren dengan sabar untuk sarapan, tak lama setelah itu Khiren dengan baju kausnya terlihat sangat cantik turun dan menghampiri Vano di meja makan bersama seorang pelayan yang sedari tadi mengikutinya.


“Maaf membuat menunggu!”


“Gak masalah, silahkan duduk!”


Mereka duduk di meja dengan posisi saling berhadapan, Khiren fokus dengan makanan yang di hidangkan untuk menyambut paginya sedangkan Vano sesekali melirik kearahnya.


“Jangan lakukan itu!” Ucap Khiren tiba-tiba dan membuat Vano kaget.


“Apa?”


“Jangan terus melirik kearah ku karena aku jadi tidak nyaman!”


“Kenapa kamu bisa tau? Sepertinya dari tadi kamu cuma fokus ke makanan saja”


“Itu tidak penting! Aku sudah selesai!” Khiren segera pergi dari meja makan karena nafsu makannya jadi hilang karena Vano.


Vano mengejar langkah Khiren dan menarik tangannya, tapi pertahanan tubuh Khiren sangat kuat hingga dia bisa membuat Vano hampir terjatuh saat berusaha menariknya. “Tunggu!”


“Lepas!” Sebuah tamparan melayang kearah pipi Vano yang bekasnya terlihat sangat jelas karena kulit Vano yang begitu putih bak salju.


“Khiren kenapa kamu jadi se-kasar ini? Dulu kamu tidak begini!”


“Dulu? Sebenarnya kamu siapa? Kenapa kamu terasa sangat familiar?” Wajah Khiren mulai memerah dan air mata mulai mengalir keluar begitu saja.


“Khiren kamu kenapa? Khiren, tolong jangan menangis?!” Vano segera memeluk Khiren yang menangis tanpa suara.


Tubuh Khiren sama sekali tidak menolak pelukan hangat dari Vano dan perasaan tertekannya tadi seketika menghilang perlahan-lahan saat Vano mengelus rambut Khiren dengan lembutnya. Semua beban yang membelenggu jiwanya seakan menghilang dan kini berganti dengan ketenangan yang tidak dia rasakan sebelumnya. Setelah Khiren lebih tenang dan Vano mulai mencarikan apa yang terjadi di masa lalu mereka saat SMA.


Waktu itu Khiren dan yang lainnya masih kelas 1 SMA mereka baru saja melewati ujian tengah semester, Khiren dan Vano adalah ketua dan wakil kelas 7-A yang terkenal sebagai kelas yang diisi oleh murid-murid berprestasi. Karena keadaan yang mempertemukan keduanya membuat sebuah perasaan yang tidak di duga sebagain cinta muncul di selah-selah kebersamaannya, perasaan itu disadari oleh Vano.


Hari dimana Vano ingin menyatakan cinta pada Khiren, dia dilabrak oleh Aldo dan Kiki.


“Woi!!” Kiki menyeret Vano dari tempat dia ingin bertemu dengan Khiren.


“Dasar gak tau diri! Otak lo udah bocor, ya? Apa jangan-jangan orang tua lo udah lupa beliin kaca buat lo, hah?!”

__ADS_1


“Muka kayak gini, udah pakek kacamata tebel, bulet, besar kayak gini, ni perut apa guci? Sadar diri lah, bro!” Aldo memukul pelan perut buncit Vano.


“Woi cupu! Sadar diri dong hahahah…” Kiki tertawa terbahak sambil melihat penampilan Vano yang bersiap menyatakan cinta pada seorang Khiren.


“Lo mau nembak Putri kecil kami? Sadar dirilah, oi!”


“Memangnya kenapa? Apa salahnya mencintai seseorang? Aku dan Khiren itu sama-sama manusia jadi masalahnya dimana?”


“Masalahnya, lo itu terlalu cupu buat seorang seperti Khiren kami, lo itu gak pantes berada diantara tujuh bersaudara, paham?!”


“Kalian gak bisa menilai orang dari penampilan saja!”


“Dasar kambing! Pengen gue hajar juga ni anak” Aldo hampir melayangkan satu pukulan di muka Vano tapi untungnya di tahan oleh Kiki.


“Udah Al! Kita cuma boleh memberi dia peringatan aja dulu! Kita gak boleh mengotori tangan kita dengan hal semacam ini, biar Morlin yang ambil tindakan selanjutnya, ayo pergi?”


“Awas lo, ya!”


Aldo dan Kiki langsung pergi sebelum Khiren datang. Setelah itu Vano kembali menunggu Khiren di bawah pohon taman belakang, tak lama setelah itu Khiren datang dengan tergesa-gesa.


“Maaf ya! Aku telat kerena ada urusan sama Kak Dimas dan Farhan tadi.”


“Iya gak papa! Khiren aku ingin mengatakan sesuatu pada kamu, apa boleh?”


“Katakan saja!”


“Entah sejak kapan ini dimulai, entah dari pertama aku bertemu dengan kamu, melihatmu atau saat kita terus bekerja bersama tapi, yang pasti dari dulu hingga sekarang aku mencintaimu. Kamu tak harus merasakan hal yang sama, aku hanya ingin kami tau perasaanku saja, hanya itu”


“…” Khiren kebingungan menjawab atau merespon ucapan Vano yang terlalu tiba-tiba, Khiren pernah mengira kalau hal semacam ini akan terjadi tapi saat yang dibayangkan itu benar-benar terjadi, dia kehilangan semua kata yang sudah dia rangkai.


“Aku hanya ingin mengatakan itu, jadi sekarang aku pergi dulu, ya?” Vano akan pergi dengan wajah kecewa dan penuh kesedihan.


“Sebenarnya aku juga… Aku juga mencintaimu! Jangan pergi dulu! Kamu adalah orang yang pertama membuat aku jatuh cinta dan membuat aku merasa sangat bahagia, di dekatmu aku merasa lebih leluasa bernafas dan semua beban ku hilang saat bersamamu, kamu alasan dari bahagiaku selama ini. Aku… aku ingin kamu terus berada di sisiku dan tidak dekat dengan orang lain seperti sebelumnya. Walaupun itu karena tugas kamu sebagai ketua dan ketua OSIS”


Mendengar ucapan Khiren Vano langsung memeluknya dengan erat dan dia senang saat tahu kalau ternyata Khiren cemburu dengan dia yang dekat dengan ketua OSIS waktu itu.


“Baiklah aku berjanji tidak akan dekat dengan wanita lain selain kamu! Tapi, kamu harus janji juga untuk menjauh dari orang-orang aneh itu!”

__ADS_1


“Siapa yang kamu maksud?”


“Tentu saja anggota tujuh bersaudara lainnya! Kalau kamu tidak bisa menjauh dari mereka setidaknya beri jarak pada hubungan kalian, itu saja lebih cukup!”


“Beraninya kamu!” Seketika Khiren berubah menjadi lebih emosi, “Benar kata Kakakku, harusnya aku tidak datang kesini! Anggap saja kita tidak pernah bertemu, lupakan saja semuanya!”


Khiren pergi meninggalkan Vano yang terkejut dengan perubahan sikap Khiren yang terlalu tiba-tiba.


“Dan mulai saat ini kamu musuh kami semua, paham!” Ucap tegas Khiren sebelum dia benar-benar pergi.


“Kenapa? Kenapa aku terbawa suasana hingga membuat semuanya jadi kacau gini?” Vano sedikit menyesal.


“Khiren tunggu!” Vano menghentikan Khiren.


“Tolong beri aku kesempatan! Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi, ku mohon!”


“Baiklah kalau begitu, kita bertaruh saja! Sebentar lagi akan ada pemilihan untuk menjadi perwakilan sekolah di olimpiade, kalau kamu bisa mengalahkan aku atau setidaknya kamu bisa menjadi salah satu perwakilan sekolah maka aku akan memaafkan kamu bahkan aku kan menjauhi teman-temanku, tapi kalau kamu tidak berhasil, silahkan kamu angkat kaki dari sekolah ini, bagaimana?”


“Aku setuju!” Vano terlihat percaya diri saat menjawab tentangan Khiren.


Saat mereka sudah pergi Morlin dan Alex yang memantau percakapan kedua orang itu dari atas pohon segera turun setelah merekam kejadian langka itu.


“Mor, kita turun aja, yok? Mereka’kan udah pergi tu!”


“Woke! Alex, nanti lo aja yang kirim ke grup kita, ya? Soalnya paket gue udah krisis!”


“Aman aman! Yang penting kita turun aja dulu!”


Ketika turun mereka terpeleset dan Alex jatuh dan menimpa Morlin yang lebih dulu jatuh dari dia.


“Bangs**t! Sakit woi! Bangun cepat! Alex, gue hajar lo kalau gak bangun sekarang!”


“Sorry, sorry cuy! Dah ni gue bangun! Ayo pergi sebelum ada yang lihat!”


Sambil terus memegang punggungnya yang nyeri Morlin berlari kecil mengikuti langkah Alex yang cepat.


Bersambung…

__ADS_1


Cuma mengingatkan buat jangan lupa like dan komen, kalau bisa sih kasih vote juga biar bisa semangat. Makasih sudah berkunjung, sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2