
“Putri kecil! Aku sudah di depan pintu!” Wajah orang itu terlihat ceria seakan dia sedang menanti kekasihnya membuka pintu.
Tak butuh waktu lama dan pintu pun terbuka, pria masuk tanpa hambatan dan Revan masih tercengang melihat Khiren dengan mudahnya membuka pintu untuk orang asing itu.
"Masuk!" Khiren menarik tangan pria itu dan segera menutup pintu. Sampai di dalam dia mendorong pria itu di sofa. "mana yang aku minta?"emosinya meluap-uap"
"Sayang… tenangkan dulu dirimu atau, aku yang harus menenangkan kamu pakai pelukan ku?"
Amarah Khiren mulai mereda "Alfin aku tidak suka membuang waktu jadi, tolong cepat!"
Alfin menepuk-tepuk sofa dan meminta Khiren duduk menemaninya. Khiren berjalan patuh dan duduk di samping Alfin. Tanpa aba-aba Alfin langsung merebahkan kepalanya di atas pangkuan Khiren.
“Enjoy dulu dong sayang! Nikmati dulu waktu kebersamaan kita, aku rindu dengan tatapan dingin mu itu”
“Aku ingin informasi secepatnya. Kali ini kamu ingin apa sebagai bayarannya?” Khiren berusaha menenangkan pikirannya.
“Aku minta kamu terima lamaran aku?” Ucap Alfin spontan.
“Tidak bisa! Aku sudah menikah dengan pilihan Bunda bahkan aku tidak punya hak untuk memutuskan hubungan ini! Bagaimana sebagai gantinya cukup dengan berkencan saja? Waktuku tidak banyak jadi jangan buat semua jadi sulit.”
“Mana mungkin aku mempersulit kekasihku. Kencan?? Hmmp, boleh juga sayang, selama 7 kali atau 10 kali dan 15 kali gimana?”
“7 kali saja cukup!”
“Soal wanita yang di bandara itu, sebenarnya dia adalah teman masa kecil Revan, dia tergila-gila pada Revan dari sejak kecil bahkan dia rela pindah ke Inggris agar bisa satu sekolah dengan Revan. Beberapa tahun terakhir ini dia tinggal di Korea dan menjadi model di perusahaan milik Young Seun. Menyingkirkannya adalah hal mudah untukmu, kamu hanya perlu menghubungi Seun dan dia pasti akan membantumu”
Khiren sedikit lega mendengar ucapan Alfin, dia bersandar di sofa dan merilekskan pikiran dan tubuhnya. Dia menarik napas panjang dan mulai menutup mata, tak lama kemudian Khiren benar-benar tertidur pulas melihat Khiren yang sedang tidur Alfin bangun dari duduknya dan mencium kening Khiren sebelum ia pergi.
Ketika Alfin turun dari atas kamar Khiren,tiba-tiba Farhan menghentikan langkahnya, dengan penuh emosi Farhan mencengkram kerah baju Alfin
“Apa yang kalian bicarakan di atas?Kenapa dia begitu emosi? Apa yang kamu lakukan pada putri kecil kami?!!” Farhan benar-benar emosi terlebih wajah Alfan seakan meremehkan Farhan.
__ADS_1
“Saya tidak melakukan apa-apa, kalau kalian tidak percaya silahkan cek sendiri” Mendengar hal itu amarah Farhan sedikit reda dan dia melepaskan Alfin.
Aldo langsung pergi ke kamar Khiren dan mengecek keadaan Khiren, saat membuka pintu dia melihat Khiren tidur sambil duduk. Aldo memindahkan Khiren ke tempat tidurnya sebelum, lalu dia kembali menemui Alfin.
“Aku yakin kamu telah melakukan sesuatu sehingga dia jadi berubah sejak bertemu dengan kamu!”
“Apa salahku? Apa dosaku? Kami kan cuma berteman?! Kalau kalian tidak percaya kenapa tidak kalian tanyakan saja pada Morlin yang pulang bersama Khiren.” Alfin langsung pergi melewati Farhan.
Setelah Alfin keluar dari rumah itu,semua mata tertuju pada Morlin yang pada saat itu masuk ke dalam rumah.
“Bagaimana keadaannya Khiren” Dimas bertanya kepada Aldo yang baru keluar dari kamar Khiren
“Dia baik-baik saja, sekarang dia lagi tertidur.”
“Hmmp… yang tadi itu siapa?” Revan pun angkat bicara
“Dia adalah Alfin, bisa di bilang dia itu penggemar gila Khiren. Dia telah melamar Khiren 27 kali dan sudah 27 kali di tolak dan akhirnya mereka membuat kesepakatan agar Alfin tidak berbuat nekat. Kesepakatan itu hanya mereka yang tau! Kami pernah meminta agar Khiren menjauhi Alfin tapi, dia malah menghindari kami selama sebulan dan tidak mau bicara sepatah katapun. Sejak hari ini kami tidak bisa menghalangi Alfin menemui Khiren.” Jelas Ryo.
“Kalian awasi Khiren!! Aku takut amarahnya belum reda dan dia akan berbuat nekat. Jangan biarkan dia ke kolam renang!” Dimas terlihat khawatir saat mengingat apa yang biasa Khiren lakukan ketika dia stress, kebiasan buruk Khiren dari SMA belum bisa di hilangkan hingga sekarang dan itu sangat mengkhawatirkan.
“Baik!” ucap mereka serentak.
“Dimas, aku sepertinya melihat ada yang janggal dengan wajah Khiren. pipi sebelah kirinya sepertinya merah. apa mungkin?” Farhan melirik kearah Revan
“Mungkin saja. tapi, kita tidak bisa langsung menuduh sembarangan. kumpulkan saja informasi dan awasi gerakan Khiren.”
“Morlin, bukannya kamu pulang bareng dengan Khiren dari bali?”
“Ah itu sebenarnya, aku tidak mendapatkan penerbangan yang sama dengan Khiren karena ada masalah sedikit dengan pacar ku yang ada di Bali, tapi aku mendengar Khiren di serang di bandara! Aku tidak tau siapa pelakukanya tapi, aku yakin dia bukan orang bisa karena media yang meliput waktu itu seperti menutupi identitas wanita itu.”
“Aku keluar dulu, ya?” Aldo mengambil Jaketnya dan keluar rumah.
__ADS_1
“Kemana dia?”
“Pacarnya minta di jemput dari tadi.”
“oh”
“Ini sudah malam sebaiknya kita istirahat dan besok baru membuat rencana.”
***
Paginya, kelima saudara Khiren sudah pergi dengan masing-masing kegiatannya dan hanya Khiren dan Revan yang berada di rumah. Pagi itu Khiren sudah terlihat lebih tenang dari emosi yang menyelimuti dirinya kemaren, setelah siap-siap di kamar Khiren turun ke bawah untuk menjumpai suaminya yang sudah turun terlebih dulu.
“Sayang sini sarapan bareng aku, kan kamu dari kemaren seharian belum makan ntar kamu sakit lagi” ucap Revan lembut menyambut Khiren yang masih berdiri dengan pikiran seperti sedang tidak berada di tempat itu.
“Aku malas makan”Khiren berjalan sambil duduk di kursi.
“Jangan gitu dong sayang, kalau memang kamu males makan sini aku suapin?!” Revan mencoba menggoda istrinya yang sedang manyun.
“Apaan sih, aku bisa makan sendiri kok!” Khiren akhirnya mau makan bersama dengan Revan.
“Ngomong-ngomong kamu gak kerja?”
“Gak, hari ini aku cuti karena istriku sedang sakit!” Revan tersenyum menggoda Khiren yang bertanya dengan serius.
Jantung Khiren berdekata lebih kencang dari biasa dan wajahnya sedikit memerah, dia menyembunyikan raut wajahnya dengan memalingkan wajah dan segera menyelesaikan makannya lalu pergi dari tempat itu karena dia terlalu malu.
“Apa-apaan ini, kenapa aku jadi malu sendiri mendengar ucapan pria itu! Ah mungkin ini karena aku terlalu terbawa suasana, lupakan hal itu Khiren dan pikirkan cara menyingkirkan makhluk gaip itu dulu!” Khiren mencoba menggendalikan dirinya.
Tiba-tiba sebuah pesan masuk dari Alfin yang berisi tentang tempat dan waktu kencan pertama mereka. Sesuai kesepakatan mereka, Khiren dan Alfin pun melakukan kencan di tempat-tempat yang telah Alfin persiapkan agar bisa menarik perhatian Khiren dan bisa membuat Khiren jatuh hati padanya. Khiren pergi tanpa memberitahu siapapun hingga menimbulkan kecurigaan dari teman-teman dan juga Revan hingga mereka mulai mencoba mengikuti Khiren dan membuat rencana untuk merusak kencan mereka.
Bersambung…
__ADS_1
Mohon untuk pembaca memberikan sedikit komentar tentang novel ini, agar kekurangan dan kesalahan bisa kami perbaiki. Jangan lupa like dan favoritkan, satu like dari kalian sangat berpengaruh untuk kami. Salam hangat dari author Love Scenario.