
Dengan berat hati Aldo meninggalkan Dimas dalam cengkraman singa gila.
‘Sorry kawan!’ kata yang tertulis dari ekspresi Aldo yang menutup pintu dengan perlahan.
“Al, gimana? Dia nanya soal apa?”
“Udah dari pada kalian penasaran sana masuk! Ini giliran kalian!”
“APA?” Semuanya kaget dan mulai merinding.
“Jangan bercanda lah, bro!”
“Siapa yang bercanda, lo Revan kalau mau ikutan juga boleh tu!” Aldo langsung pergi dan menangkan diri di dalam kamarnya.
“Emang kenapa?” Revan kebingungan dengan apa yang terjadi.
“Gue juga gak tau, mending kita masuk aja!”
Dengan ragu-ragu Kiki membuka pintu dan anggota lainnya berada di belakang Kiki pun terus berdoa agar hal buruk tidak menyambut Kiki dan mereka. Perlahan-lahan Kiki melangkah masuk ke dalam ruangan yang mempunyai penerangan paling terang dari ruang yang lain, terlihat Dimas yang duduk di sofa dengan wajah pucat dan Khiren yang sedang tidur di pangkuannya. Semua orang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada dimas dan Aldo tapi, yang pastinya wajah Revan yang melihat adegan itu langsung berapi-api. Saat Revan akan mengeluarkan emosinya pada Dimas dia di tahan oleh Morlin yang ada di sampingnya.
“Kalau mau hidup mending diam aja, deh!”
Semuanya masuk dan duduk di sudut tempat Khiren biasanya beristirahat setelah selesai latihan. Khiren bangun dengan menekan sedikit paha Dimas, dia menyambut teman-temannya dengan senyuman yang membuat semua orang mulai berdoa agar bisa keluar dari ruangan itu.
“Kenapa kalian tegang gitu? Ayolah aku kan tidak mengintrogasi kalian’ kan? Duduk saja dengan santai karena aku ingin membahas tentang ultah Aldo besok malam”
“Oh tentang itu!” Semuanya merasa lega dan mulai sedikit lebih tenang.
“Dimas kenapa tu? Lo demam, ya?”
“Iya, dia sepertinya sakit, iyakan ‘kak’?!”
“Iya iya, aku sepertinya sakit”
“Eh, bukannya tadi kamu baik-baik saja sebelum masuk ke ruangan ini?” Farhan yang tidak peka tiba-tiba mengajukan pertanyaan yang membuat suasana kembali tegang.
“Kambing! Jangan cari masalah lagi lah!” Bisik Kiki.
“Tidak!” Dimas berdiri dengan tiba-tiba “ Aku.. Aku memang sakit dari tadi, jadi aku perlu istirahat. Apapun keputusan kalian nanti bisa langsung katakan padaku besok pagi!” Dimas melarikan diri dengan cara sok tenang dan seakan tidak terjadi apapun padanya.
__ADS_1
“Kenapa sih sama anak itu?” Farhan benar-benar bingung dengan apa yang sedang terjadi pada temannya yang satu itu.
Rapat dimulai dengan tenang dan mereka merencanakan membuat kejutan untuk Aldo dan juga sebagai konten untuk vlog Khiren.
***
Matahari mulai memuncak dan semua orang merasa gerah, karena hari itu terasa lebih panas dari biasanya. Semua orang yang ada di rumah terserang virus mager hingga tidak ada yang keluar rumah dan juga menyiapkan kejutan untuk ulang tahun Aldo nanti malam.
“Gusy! Acara nanti malam gimana?”
“Acara apa?” Aldo datang dari arah dapur dengan segelas jus jeruk yang super dingin yang membuat semua orang yang sedang dahaga pun berlari kearahnya Aldo dan merebut minuman yang ada di tangan Aldo. “Ets! Ambil sendiri di dapur, sana!” Semua orang berbondong-bondong ke dapur dan mengambil jus jeruk buatan Aldo yang super enak.
Tempat yang tadinya ramai pada akhirnya hanya menyisakan Revan, Aldo dan Khiren yang tidak pergi mengambil Jus. Khiren sibuk melihat kado yang akan di belikan untuk Aldo, sedangkan Revan masih sibuk dengan pekerjaannya yang tidak pernah ada habisnya.
“Khi, Dimas kemana?”
“Gak tau, mungkin di kamar!”
“Lah, belum sembuh juga dia nya?”
“Aku pergi dulu!” Revan tiba-tiba berdiri dan merapikan dokumennya.
“Mau kemana?” Tanya Khiren basa-basi.
“Sendiri? Jadi lo anggap kami ini apa?” Ucap Aldo kesal kerena tidak dianggap oleh Revan.
“Mau sih ikut, tapi boong! Hahaha… Aku sibuk dan kalau mau pergi, ya pergi aja sendiri!”
“Bukannya kamu udah gak kerja lagi?”
“Iya, dan itu semu salah kamu! Udahlah, aku tidak mau memperpanjang masalah ini. Dan perlu kamu tau aku tidak hanya bisa acting aja, aku ini tidak cuma mengandalkan parasku tapi aku juga punya banyak kemampuan lain, aku juga seorang vloger, yuoutuber dan juga aku ini penulis komik, paham?”
“Iya, iya aku salah! Kalau bisa kamu segera menyusul ke sana karena mungkin kalau kamu suka tempatnya kita bisa tinggal di sana nantinya.”
“Akan aku pikirkan! Sebaiknya kamu segera siapakan saja barang-barang sebelum berangkat nanti!”
Lalu Khiren pergi dari tempat itu, dengan terburu-buru karena dia memiliki janji dengan Vano. Setelah itu semua orang kembali ke ruang tamu dengan membawa banyak cemilan dan juga jus, dan Revan yang sudah siap pergi ke rumahnya untuk menyiapkan barang yang akan dia bawa.
Setelah Revan pergi ke Amerika, Khiren jadi sering pergi keluar rumah hingga membuat semua orang jadi mencurigai gerak gerik Khiren yang terlihat aneh.
__ADS_1
“Farhan!”
“Apa?” Farhan masih terlihat fokus dengan game yang sedari tadi dia mainkan.
“Di rumah ini kan kamu yang paling senggang, jadi kamu bisa’ kan awasin Khiren?”
“Eleh, kenapa gak kalian aja?”
“Kami harus pergi ke Bali, Bunda minta kami mengawasi proyek yang di sana dan anak-anak yang lain udah pada mulai kerja lagi.”
“Oke lah, besok gue suruh Alex pasang alat pelacak di mobil Khiren.”
“Pokoknya lo jangan lupa laporin semua hal yang menyangkut dengan Khiren, soalnya akhir-akhir ini dia kelihatan aneh banget”
Pada hari berikutnya Farhan sudah bersiap-siap untuk mengikuti mobil Khiren dengan bantuan alat pelacak yang di pasang oleh Alex teman seangkatan Farhan.
“Sebelum ngikutin mobil Khiren, mending gue siaran langsung aja dulu!” Farhan membuka IG dan langsung memulai siaran langsungnya.
“Hai semua, udah pada kangen sama gue’ kan? Pastinya, abang cool gitu! Nah, gue ngikutin putri kecil yang keluar rumah pagi-pagi buta. Ayo kita ikuti bersama, semangatin gue dong biar makin semangat ngintai putri kecil dong! Oke, sekarang gue berangkat dulu, bye!”
Farhan mengikuti mobil Khiren lewat pelacak yang telah di pasang Alex, tak lama dia sampai di mobil Khiren berhenti di sebuah butik yang cukup populer dan hanya melayani pembeli yang sudah memiliki janji sebelumnya. Tempat itu adalah milik Mya, yang merupakan Kakak ipar Khiren, yang juga merupakan desainer ternama yang mendunia.
“Ngapai dia pagi-pagi ke tempat Mya? Apa gue masuk aja, ya?” Saat Farhan akan masuk Khiren malah keluar dan pergi kearah café yang tidak jauh dari butik Mya.
“Nona, tunggu!” Seorang pria menghampiri Khiren dengan sebuah buket bunga di tangannya.
“APA?” Khiren kesal karena langkahnya jadi terhenti karena seorang pria menghalanginya.
“Nona Khiren, tolong terima bunga ini! Aku penggemarmu, aku… Aku mencintaimu, menikahlah denganku?!” Pria itu menyodorkan bunga pada Khiren dengan harapan Khiren menerimanya.
“Aku sudah punya kekasih! Sekarang bisa menyingkir dari jalanku?” Khiren mempercepat langkahnya tapi pria itu kembali memblokir jalannya hingga Khiren benar-benar emosi.
“Tidak, kamu tidak boleh jadi milik orang lain!” Pria itu menyentuh bahu Khiren.
“BERANINYA KAMU!!”
Khiren menyingkirkan tangan pria itu dari bahunya lalu menghajarnya hingga pria itu babak belur dan pergi tanpa sepatah katapun. Farhan yang tadinya ingin membantu akhirnya mengurungkan niatnya itu dan tetap duduk diam mengamati keadaan dari jauh.
“Ish! Kalau Khiren sampai tau dia di ikuti, mungkin gue juga bakalan berakhir sama kayak pria tadi atau mungkin bisa lebih parah dari itu! Gak, gak… mending gue kabur sebelum dia nyadar kalau gue di sini!” Farhan segera pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Bersambung…
Cuma mengingatkan buat jangan lupa like dan komen, kalau bisa sih kasih vote juga biar bisa semangat. Makasih sudah berkunjung, sampai jumpa di episode berikutnya.